Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 56


__ADS_3

Kami kembali kekamar, seperti biasa sekarang istriku semakin manja dan menggemaskan dimataku, sampai setelah berduaan aku lupa mengorek tentang rahasia yang ia sembunyikan yang sudah ia janjikan akan menceritakan dengan jujur padaku. Apalagi saat ini dengan nakalnya ia telah membuka sangkar burungku, tentu saja tak ada yang dapat kuingat lagi selain membebaskan sirajawali terbang menuju sarangnya.


Setelah lelah menjelajahi surga dunia, aku sejenak beristirahat disamping istriku.Fikiranku kembali pada janjinya yang tadi." Sayang, ayo cerita dong...Tentang rahasiamu dengan Jini jika itu tidak terlalu buruk untuk diketahui suamimu ini." Ucapku menolehnya, lalu tanganku aku lingkarkan membelit pinggangnya yang sekarang berbaring dengan posisi membelakangi ku.


" Sayang...Panggilku lagi dengan mengecup tengkuknya setelah menaikkan surai panjang dan lebat miliknya.


" Ya ampun...Ternyata ia sudah tidur ya? Sekali lagi pencuri hatiku ini menipuku." Ucapku sembari menaikkan selimut hingga mencapai dada kami, lalu kembali mendekapnya dari belakang.


Sekarang aku malah sulit tidur, padahal usai bercinta, tidurlah yang paling bagus untuk seorang pria, ini malah terbalik, istriku yang sudah mengorok.


Berbagai fikiran terlintas dibenakku.Sekarang aku teringat kembali pada kasus tabrak lari yang dilakukan oleh bibi Dian pada kakek Istriku 15 tahun lalu, aku punya rekaman CCTV berlayar hitam putih milik orang paling terpandang didesa masa itu, juga ibunya Jini sebagai saksi kunci ditempat kejadian.Itulah penemuanku selama 3 hari disana dengan Ujang kelana, ditambah bantuan informan yang merupakan rekan sesama kuliahku dulu yang kebetulan putra pula salah seorang putra dari terpandang tempat didepan rumah kejadian tabrak lari itu.


" Bagaimana bisa papa Jhon tidak menemukan pelaku tabrakan papa mertuanya selama ini? Atau memang sengaja ia sembunyikan demi hubungan bisnis?Tapi mengapa juga ia sangat berharap bantuanku untuk membatalkan pertunangannya saat itu?" Fikirku menerawang.


Karna tak bisa lelap, kucium istriku beberapa kali, lalu turun dari tempat tidur dengan maksud untuk memutar rekaman itu.


Baru saja aku mulai memutar, dering panggilan telfonku berbunyi.


Kulihat jam digital yang ada didinding sudah menunjukkan pukul setengah sebelas." Telfon


dari siapa selarut ini?


Karna telfon itu terus berulang, dengan langkah terpaksa kuambil perangkatku dari nakas.Melihat nomor Liam yang memanggil perasaanku jadi tidak enak.


" Ada apa Li?" Tanyaku to the poin begitu menyambungkan panggilan.


" A...Anu bang Rajj...Papi minta bang Rajj mencabut laporan mami mertua dipolda, berhubung sekarang mami sedang depresi.Pasca gagal tunangan itu emosinya jadi tak stabil, setiap malam ia menjerit dan melolongkan nama tuan Jhon.Sekarang kami merawatnya dirumah ini dengan menggunakan jasa beberapa perawat dan ahli psikologi, kalau Abang tak yakin sebentar kukirim Vidionya."Jelas panjang pria disebrang telfon.


Aku menarik nafas panjang sebelum membalas penuturan pria dari sebrang telfon."Baik,kirim dulu Vidionya.Besok aku dan istriku akan cek kesana sekalian menjenguk.Kalian tidak keberatan kan kalau aku ingin melihat langsung?"

__ADS_1


" Tentu tidak bang! Justru kami senang, sekalian setelahnya kita double date ditaman keluarga ganti syukuran kehamilan istriki, kalau buat acara khusus rasanya ngak enak aja karna mami mertua sakit."


Deg.


Tiba- tiba tenggorokanku tercekat."Mereka yang nikah dipaksa saja secepat itu, kenapa istriku belum juga? Padahal aku sudah berkarya siang malam."Hatiku sedikit mengecil memikirkan kenyataan itu.


" Ada apa bang...Masih disana kan?" tanya Liam dari sembarang mungkin karena heran aku tidak bicara, padahal sambungan telfon masih berjalan.


" M...Ngak hanya ditinggal telfonnya sebentar untuk mengecok obat nyamuk, takut nyonya digigit nyamuk nakal." Ucapku sekedar mencari alasan


" He...he...Emang istri itu penguasa sebenarnya didunia nyata ya bang...Aku baru tahu sekarang, ketika perlahan- lahan seluruh hatiku dipenuhi oleh dia."Ujar Liam kemudian.


Kutatap istriku yang masih terlelap dengan posisi memunggung, lalu senyumku pun mengembang.


" Benar Li! aku juga merasa begitu."Jawabku jujur.


" He...Selamat ya...Semoga baby dan ibunya sehat dan selamat.Sory tadi kelamaan mikir." Ungkapku.


" Amiin...Tak apa lah bang...Aku juga minta maaf sudah mengganggu bang Rajj malam- malam begini." balasnya.


" Ya besok setelah berkunjung baru kami putuskan permintaan tuan Scypin." Ucapku sebelum menyampaikan salam penutup telfon.


" Siapa yang nelfon selarut ini?"Tiba- tiba saja Cinta sudah duduk dikursi sebelahku.


" Liam..Ia memohon padaku untuk mencabut perkara dengan nyonya Diandra, berhubung beliau sekarang mengalami Depresi.


"Perkara apa itu?Tanyanya dengan kedua alis mengernyit.


Aku terdiam karna belum pernah membicarakan ini padanya." Maaf sayang, aku lupa mengatakan ini, ini soal tabrak lari didesa X yang pelakunya nyonya itu, semula mau aku jadikan untuk bantu papa membatalkan pertunangannya, tapi karna sudah ada Yana dan Liam, kuteruskan saja melaporkannya pada yang berwajib melalui pengacaraku, tapi barusan Liam mohon untuk

__ADS_1


cabut perkaranya."


Ia menatapku dalam, hatiku jadi takut pertanyaannya lebih dalam lagi, saat ini aku tak mau ia kefikiran tentang masa lalu keluarganya, takut merusak moodnya.Yang kuinginkan adalah keceriaannya tiap hari.


Dalam hati aku berdoa semoga ia tidak cerewet untuk hal ini.


"Lalu apa keputusanmu?" tanyanya kemudian.


Hatiku sedikit lega karna ia tidak menanyakan sikorban."Nanti kita putuskan setelah observasi langsung.


" Apa aku dilibatkan?


" Tentu iya, jika istriku tidak keberatan besok kita kesana, sekalian memenuhi undangan makan siang dari Yana sebagai syukuran kecil- kecilan kehamilannya." Ucapku memelan saat menyebut soal kehamilan.


" Oh...Oke! Sepertinya menarik sekali!Tapi kau harus kuat menggendongku Rajj karna aku sekarang mudah lelah." Ujarnya dengan wajah berbinar.


" Mudah lelah kenapa?"tanyaku curiga.


" Tentu saja mudah lelah karenamu jua."Ucapnya pendek.


" Kukira sama dengan Yana." Ujarku sesuai dengan harapan hatiku saat ini.


Ia hanya menjawab dengan senyuman, aku tak mengerti makna senyum itu, akhirnya kupilih untuk menggelitiknya sampai ia minta ampun, dan meminta kami untuk segera tidur.


**********************


Keesokan harinya jam istirahat siang kujemput Cinta untuk menjenguk nyonya Diandra sesuai janji.Memang semalam aku sudah dikirimi rekaman kondisi terkini calon tersangka itu, tapi aku tak mau semudah itu percaya hanya dengan Vidio saja.Bahkan hari ini aku tidak datang berdua saja dengan istriku, aku sengaja membawa tuan B sebagai ahli kejiwaan ternama untuk memeriksa nyonya Diandra.


Setelah kondisi nyonya itu dinyatakan positif Depresi oleh Dokter dan aku melihatnya sendiri dengan mata kepala, barulah aku berfikir untuk mencabut perkara ini.Bagaimanapun juga, hanya orang yang waras yang bisa dijerat hukum.

__ADS_1


__ADS_2