Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 58


__ADS_3

Waktu bergulir dengan cepat, hari berganti bulan, bulanpun berlalu tanpa terasa.Tahu- tahu sudah Empat bulan saja terlewat sejak pengambilan putusan itu.


Menjelang sepertiga malam aku terbangun oleh pergerakan imut dan detak aneh menggoyang tanganku yang melingkar dipinggang istriku yang sudah tidak seramping dulu lagi.Kubuka mataku perlahan,ketegakkan wajahku,dengan mata dan telinga berfokus tinggi untuk menyadari apa yang kurasakan bukanlah mimpi.


Yakin apa yang kulihat, kurasa dan kudengar, spontan diriku terduduk."Pergerakan dari perut buncit istri dan suara detak jantung bayiku! Astaga...ternyata apa yang kupertanyakan padanya benar adanya?Lalu untuk apa ia berkilah dariku selama ini?" Ujarku sembari duduk kemudian menunduk dan menempelkan telingaku diperut itu,untuk melanjutkan mendengarkan detak jantung bayiku.


Belakangan ini,setiap kutanya apa ia hamil, Cinta selalu bilang."Aku sehat dan biasa saja kok Rajj, ini kebanyakan makan."Sahutnya selalu setiap kupertanyakan hal itu.Memang tidak ada drama ngidam ini itu sama mual- mual dipagi hari yang dialami istriku selama hampir 5 bulan ini.Yang membuatku curiga hanyalah selera makan dan bercintanya yang naik tiga kali lipat, dan tidak adanya istilah tanggal merah.Selain dari itu tak ada yang aneh, bahkan istriku makin rajin melakukan kebugaran,olahraga karate,menembak dan memanah,juga kian ramah serta perhatian pada fakir miskin dan kaum Duafa.


Hampir setiap Ujung bulan,ia selalu mengajak Jini dan bundanya berkunjung kepanti Jompo dan panti Yatim piatu.Mengenai hobby barunya ini ia alaskan sebagai jalan mencapai karma baik sekalian penembus kesalahan dimasa lalu.Karna itu kegiatan plus positif, tentu aku dan papa Jhon selalu siap mendukungnya baik moril maupun secara komersial.


Istriku juga makin gesit,giat dan semangat dari segiapasaja.Bahkan akhir- akhir ini usahanya mendekatkan papa dengan ibu Jini semakin terlihat membuahkan hasil.Hati papa yang semula kukuh ingin setia pada Cinta pertama perlahan mulai perhatian pada Bunda Rima.Rencananya pernikahan papa dengan bibi Rima akan dilangsungkan bersamaan dengan pernikahan Jini dan Bro Roni sesuai keinginan Cinta, dan untuk ini papa tidak terlihat keberatan dan protes sama sekali.


Hatiku kini dilanda berbagai perasaan yang bercampur aduk.Rasa takjub,senang,dan kesal datang secara bersamaan.Takjub dan senang atas karunia yang maha indah ini,dimana aku menyadari benihku bukan hanya tumbuh, tapi telah bergerak dirahim istriku,dengan begini lenyap sudah kekhawatiran selama ini tentang sang pewaris keluarga Smitt.Sedang rasa kesalnya karna ia tidak pernah mengakui kehamilannya sebelum ini,dan untuk apa menyembunyikan anugrah terindah ini dari suami sendiri.?"


" Aku sengaja tidak memberi tahu padamu sayang..Selain karna aku tidak merasa sakit seperti orang hamil biasanya,aku hanya ingin putra kita yang kasih tahu sendiri keberadaannya pada Daddynya,sekalian kejutan padamu dan papa sipemaksa itu." Ucapnya masih dengan suara khas bangun tidur, membelai puncuk kepalaku menenangkanku,seolah ia tahu apa yang sedang kufikirkan.


Aku masih terdiam,untuk mendamaikan gejolak batinku, kemudian perlahan melepas tangannya, lalu aku mendudukkan diri.


"Apa kau tidak suka dengannya Rajj?" Ucapnya lagi sembari turut merobah posisi duduk disampingku.


" Tentu aku suka dengan darah dagingku Cinta!Tapi aku kesal mengapa ibunya selalu berkilah selama ini.Padahal jika diakuikan anak kita bisa lebih diperhatikan oleh Daddynya."Sahutku tanpa menolehnya sebagai pertanda aku masih marah.


Detik berikutnya ia sudah duduk di pangkuanku,bersandar didada bidangku, menarik kedua tanganku dan meletakkan melingkar diperutnya." Putramu hanya ingin Cinta yang alami Daddy,lagian untuk menunjukkan pada Daddy dan kakek kalau Arjuna bukan anak manja." Ujarnya.


" Arjuna? Kau bahkan sudah memberi nama untuknya?Emang benar anak kita laki-laki?"


" Iyalah Daddy aku ini lelaki!Buktinya tidak cengeng dan nyusahin mommy sama Daddy selama ini, bahkan siap dukung Daddy buat jengukku tiap malam."Ujar Istriku menirukan suara jagoan kecilnya sembari menaikkan satu tangannya untuk meraba rahangku,sedang tangan satunya sudah berkelana dibawah sana.

__ADS_1


"Daddy merasakannya kan kalau putramu juga sangat bersemangat."Bisiknya seseksi mungkin,lalu berbalik dan mendorong tubuhku pelan hingga terjungkal,kemudian menindihku.


" Asmara menjelang subuh."Gumamnya sembari menghisap jakunku.


" Sa...sayang..Kamu mau apa?"


" Jangan gugup Rajj...Ini sudah percintaan kita yang ke361 kali."Ucapnya membuatku terdiam.Kali ini kubiarkan ia menyentuhku,kunikmati setiap permainannya ditubuhku sembari terus menatapnya intens.


Seluruh pakaian tidurku sudah lolos semua,tapi aku masih membiarkan dia sendiri yang bekerja."Sayang...Apa kamu marahnya sampai segini?"tanyanya saat ia sendiri meloloskan gaun tidurnya aku masih


menahan keinginanku untuk menyentuhnya balik.


Aku luluh dan segera menariknya supaya jatuh lembut diatas tubuhku.Cukup lama kudekap ia skin to skin begini.Sampai kurasakan lagi pergerakan imut dari anak kami."Ibumu sungguh nakal Arjuna...Berkali- kali ia membodohi seorang mantan detektif." Aduku pada putra kami.


"Ini tipuan manis Daddy, Alsiasah dalam rumah tangga, sekalian untuk menunjukkan pada Daddy dan opa kalau mommy Cinta itu ingin disayangi karna diri sendiri,bukan karna alasan keberadaan Babbynya."Ucap Cinta masih menirukan suara calon jagoan kecilnya.


"Kalau mommy seharusnya Daddy tahu sendiri,selalu ada cara untuk membalaskan dendam dengan cara termanis,mommy sengaja melakukan ini untuk membalas opa Jhon, karna ia sudah membuat mommy dan Daddy melakukan pernikahan penuh Cinta seolah terpaksa.


"Apa papa belum tahu juga rupanya?" Aku mulai serius.


" Tidak, ia juga sepertimu, sering menanyakan


mengapa badanku jauh berubah.


"Terus Cinta jawab apa.


" Sama seperti padamu sayang."

__ADS_1


" Terus ia percaya begitu saja?"


"Aku selalu bilang lagi kalau kau sangat menyayangiku hingga suasana hatiku selalu baik dan tubuhku semakin hari semakin subur.Tanpa lupa mengancamnya untuk tidak


memaksa kita terus membuatkan cucu untuknya.


"Ya ampun...Segitunya mommymu mengerjai kami Jun...Tapi jangan balas mommy ya sayang.Jangan jadi pendendam seperti mommy!Tetaplah jadi jagoan mommymu yang terkeren, terbaik yang sayang, cinta dan mampu melindungi mommy dan gadis pilihan hatimu kelak." Sekarang aku bicara pada putraku,setelah merubah posisi jadi mengungkung ibunya.


" Masih mau ngak sayang..." Bisikku kemudian.


"Ya Daddy..Aku yang mau dijengukin telus..." Sahutnya masih mengkambing hitamkan jagoan kami.


Aku tidak protes lagi, karna tidak mau terlambat subuh,akupun mulai menyentuh kesayanganku dengan lembut ditempat- tempat Faforitnya.Tidak berapa lama suara- suara- suara decapan dan De*sahan kami bersinergi membangun suasana percintaan yang makin menyenangkan,meraih indahnya asmara subuh yang bergelora.


Tidak terasa sudah 361 kali kami lakukan itu selama hampir lima bulan, dan kini hasilnya nyata, sudah ada nyawa didalam sini.Kuusap lembut dan penuh syukur perut buncit bidadari hatiku." Betapa kuatnya kau sayang...Belum ada kudengar wanita hamil sehebat dirimu."Pujiku tulus sembari mengusap peluhnya.


Ia tersenyum hangat, lalu mengecup bibirku sekilas.


" Apa aman untuk bayi kita?" tanyaku masih ragu.


" Aku selalu Konsul dengan dokter kandunganku kok Rajj, ia mengatakan bayi kita sehat dan selalu bersemangat."


" Cik, ternyata dokter lebih dipercayai ketimbang suami dan ayah sendiri." Decakku masih disertai umpatan.


" Kalau tidak percaya pada suami sendiri masak mau satu hati dan tubuh siang malam." Balasnya buatku kembali terdiam.


Kulabuhkan kecupan bertubi dikening dan perutnya berganti- ganti.Lalu mulai mengumpulkan pakaian bawahanku.

__ADS_1


Setelah memakai, dengan telanjang dada, kugendong istriku yang sudah tak enteng lagi menuju kamar mandi, memberikan servis mandi seperti biasa.Aku bukan tipe kumbang yang hanya mau menghisap madu saja, aku selalu merawat bungaku setiap waktu, mungkin inilah yang membuat bungaku tidak minta perhatian yang lebih dengan kehamilannya, karna dari awal bersama perhatianku sudah tidak setengah- setengah.


__ADS_2