
Sepanjang jalan menuju pusat perbelanjaan, aku gelisah didalam mobil. Sedang Bro Ujang paham aku sedang dalam mode rahasia tak banyak tanya, ia hanya fokus menjalankan mobil.
Sebuah notifikasi pesan diponselku, sedikit mengusik kegelisahanku, segera kubuka pesan itu.
Rajj..Apa kau melewatkan dimana calon mama mertua tirimu menjebak istrimu? Cepat buka rekamannya kalau kau tak percaya. Hari ini Kau yang jadi Owner dari semua plazaku dikota ini, aku sudah mengirim pemberitahuannya pada semua manager setempat berikut fhoto dan identitasmu, cepat jemput istrimu dan balas calon ibu tiri tak tahu diri itu. Bunyi pesan panjang dari Papa Jhon.
Aku menepuk jidat." Astaga! " pekikku menyadari keteledoranku.
" Ada apa?" Sekarang barulah Bro Bujang berani bertanya.
" Kau benar bro! Calon mama mertua tiri sangat jahat. Waktu makan kita telah digunakannya untuk menjebak istriku, untung papa memantau juga kegiatan belanja mereka." Ungkapku yang sudah tak tahan lagi gelisah sendiri.
" Apa kubilang...Tapi tenanglah, Kita tuntaskan wanita itu sebentar lagi." Ujarnya tancap Gas.
" Jangan! Biar aku saja, masih banyak yang ingin kuperiksa, termasuk kasusnya dua belas tahun lalu."Ujarku memegang pundaknya.
" Didesa?"
" Ya...Itu yang baru mau kuselidiki.Jadi urusan
ini biar aku yang selesaikan sebagai Owner 7 Plaza terbesar dikota ini." Ucapku membuat kedua matanya membola.
" Sejak kapan?" Tanyanya setelah berkali- kali mengernyit.
" Sejak setengah jam yang lalu." Ujarku memperlihatkan surat pengangkatan ku yang barusan dikirim oleh papa mertua melalui aplikasi hijau.
__ADS_1
" Okelah...Selamat bertugas sekaligus berjuang, semoga lebih jaya dari yang namanya Wijaya!" Sahutnya masih sempat mencoba mencairkan suasana.
Aku tersenyum kecil, entah aku sendiri tak tahu mau menangis atau tertawa saat ini. Begitu mobil kami sudah sampai dipelataran parkir, aku segera melepas selbet." Aku turun langsung! " Seruku.
" Baiklah...Hati- hati..."ucapnya lirih
Tak sempat lagi menjawabnya, langsung saja keluar setelah membuka pintu mobil.
Aku tidak langsung keruangan keamanan, melainkan menuju ruangan kantor plaza besar itu. Walau ingin jadi pahlawan Dimata istri, tapi sebagai pimpinan baru aku juga harus mampu menunjukkan keberadaan dan kemampuanku sebagai leader didepan bawahan. Dengan menekan perasaan pribadi, aku berjalan tegap memasuki ruangan Administrasi.
"CEO baru kita tiba! " Sambut dengan seorang menager dengan bersorak sontak membuat semua karyawan ADM berdiri lalu menunduk hormat.
" Selamat datang pak..." Ucap mereka hampir bersamaan.
" Ya...Thank you, silahkan semuanya bekerja kembali." Sahutku sembari beralih menatap sang manager.
" Ini ruang kerja anda pak Rajj." Ucapnya dingin.
" Mhem... Anda tahu mengapa tuan Jhon mengutus saya surfey langsung kesini dihari pertama saya menjabat?Tanyaku melihat pria itu terlihat tak senang dengan keberadaanku.
" Ti..Tidak pak." Ucapnya terbata.
" Diruang keamanan sana, seorang wanita muda telah ditahan atas tuduhan mencuri sebelum kalian memeriksa kamera CCTV." Ujarku membuat kedua mata pria sebaya denganku itu membulat sempurna.
" Si..Siapa wanita itu, kenapa anda bisa tahu pak?" Tanyanya gelagapan.
__ADS_1
" Anda tak perlu tahu siapa wanita itu, yang penting urus dan bersihkan namanya sekarang juga. " Ujarku menunjukkan rekaman Diponselku pada manager itu.
"Ba... Baik pak.. Saya akan segera tuntaskan masalah ini." Ujarnya segera melangkah.
" Tunggu!"
" Ya pak..."
" Beri wejangan pada para penjaga keamanan agar Nex time tidak mudah menerima tuduhan sebelum memeriksa. Dan satu lagi, beri hukuman yang pantas untuk wanita yang menjebak perempuan muda itu.Lakukan ini pada siapapun juga tanpa perlu bertanya seperti tadi! " Jelasku yang langsung diangguki manager itu.
" Pasti Bos! Sahutnya sebelum kembali menunduk hormat lalu melangkah menuju ruang keamanan.
Aku kembali memeriksa layar ponselku, untuk
melihat kejadian apa selanjutnya. Disana kulihat istriku cemberut, lalu mematikan poselnya. Detik berikutnya terdengar umpatannya." Katanya sebentar, sampai sekarang belum nongol. Awas kalau sampai aku keluar dari tempat ini tanpa bantuanmu, kuangguri satu bulan tu Sitoton sampai ngences darah!" Ucapnya dengan pipi merah karna marah.
" Hey nona! selain pencuri kau depresi juga ya! " Ujar seorang satpam membuat kedua tanganku mengepal, ingin aku segera sampai diruangan itu untuk menghancurkan mulut resek security, tapi detik berikutnya aku melihat manager Jean sudah sampai disana mencegah satpam itu bicara banyak lagi.
Aku fokus kembali pada kamera, sembari menenangkan diri, melihat bagaimana manager itu menjalankan tugasnya.
Selama 10 menit manager itu berhasil menjalankan perintahku. Kulihat Nyonya Diandra memucat saat camera CCTV menyorot dirinya yang memasukkan kotak perhiasan itu keras istriku. Istriku sontak memarahi wanita itu.
" Bagaimana bisa aku menerima wanita sepicik dirimu jadi ibu pengganti! " Pekik Cinta lantang menghadang Diandra.
Wanita itu mendegup Saliva kemudian berbisik dikuping istriku." Tenanglah Cinta...Aku hanya ingin kasih pelajaran padamu, untuk memastikan kau tidak akan mengulangi lagi kebiasaan buruk dimasa lalumu yang nanti bakalan buatku malu sebagai ibu sambungmu. Anggap ini tetapi untuk memberimu efek jera." Ucap wanita itu sembari meremas lengan istriku.
__ADS_1
Kedua tanganku mengepal kesal, sekarang sudah hampir jelas olehku siapa bibi Diandra, aku tidak ragu lagi akan kebenaran peristiwa yang menimpa kakek istriku belasan tahun yang lalu. Walau tanganku sangat gatal ingin segera membalas perlakuan wanita itu pada wanitaku saat ini, aku berusaha menahannya, demi mengumpulkan bukti yang lebih besar untuk mendepaknya jauh dari keluarga Smitt untuk selamanya.