Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 63


__ADS_3

Kucoba mengangkat tubuhku yang sangat Lemas dengan perlahan, namun sangat berat sekali.


Melihat diriku yang seperti mengalami stroke dadakan,bro Roni yang baru datang kekamar kami tidak menghampiri dua wanita yang tengah melolong berdua sambil berpelukan mengurungkan niatnya.Ia malah melangkah kehadapanku dengan mengulurkan tangannya.Karna dibantu tarik oleh Roni,akhirnya aku dapat berdiri kembali.


Rupanya faktor kejiwaan memang sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan fisik.


Pantaslah banyak orang zamansekarang masih muda sudah banyak yang menderita Stroke.Ternyata pemicunya tidak lain tidak bukan oleh beban fikiran yang terlalu berat,dan kegundahan hati yang dibawa berlarut- larut tanpa mencari titik terang dan tenang.Untuk itu semoga kita pembaca jangan terlalu baper dalam menghadapi masalah ya, karna itu berpengaruh besar pada jiwa yang sasarannya kerusakan fisikmu.


Untung aku masih bisa melangkahkan kakiku kemudian.Dengan tenaga yang baru datang kembali, kulangkahkan kaki mendekati istriku.


Kedua adik beradik itu saling melepas pelukan dan memandang kami suami mereka.Cinta menghambur kepelukanku masih dengan tangis panjangnya.Demikian juga Jini akhirnya menyandarkan tubuhnya didada bidang Bro Roni suaminya.


"Hidup menunggu giliran sayang...Tuan besar dan ibu mertua menghadap Illahi ditanah Suci,itupun setelah lengkap melaksanakan semua rukun Haji,semoga beliau berdua Khusnul khotimah dan mendapat tempat yang mulia disisi Allah SWT.Kita semua meski mengikhlaskan agar perjalanan ruh mereka lancar dan tidak terhalang menuju Robb yang maha Indah dan Suci." Ucap Roni menasehati istrinya yang tentu saja masih bisa kami dengar.Aku tersadar sudah dalam titik lemah imanku saat ini,maka akupun mengucapkan istigfar dalam hati beberapa kali sembari mengusap punggung istriku dalam dekapanku.


"Ya sayang...Tidak seharusnya kita merintih dan meratap begini,karna papa dan bibi pergi memenuhi janjinya pada Allah SWT itupun setelah memenuhi semua janjinya pada kita." Ucapku kemudian.


Cinta menarik dirinya dari pelukanku, lalu beralih menatapku sendu,dengan perlahan suara tangisnya mereda,walau linangan airmatanya masih seperti airbah.Tak dapat dicegah aliran itu,karna akupun sama,seakan kehilangan orang tua yang terakhir ini rasanya lebih memilukan lagi, karna setelah ini takkan ada lagi yang bisa kupanggil papa,ataupun bibi.Seterusnya aku dan Cintailah yang bakalan jadi orang tua dirumah ini.Benar!hidup hanya menunggu giliran, hendaknya kita siap selalu, andai tiba giliran kita,kita sudah siap sedia,karna tiada yang bisa mencegah apalagi menolak bila masa itu telah tiba.


Dengan kesadaran yang berangsur kembali, kamipun melangkah bergandingan menuruni tangga,saling menguatkan langkah satu sama lain.


Dibawah Sumi ternyata sudah menunggu untuk menyambut kedua wanita kami dengan mengembangkan tangannya.

__ADS_1


Kedua wanita itu bergantian menangis dipelukan kepala Asisten rumah tangga keluarga ini.Kulihat para pelayan yang lain sudah mulai berbenah dan mulai membawa tikar menuju ballroom.


"Arjuna mana Jin?" tanya Istriku teringat pada putra kami yang tadinya bersama bibinya itu.


"Sudah bibi tidurkan dikamar bibi Non.Maaf tadi bibi jemput mendengar tangis histeris non Jini."Balas bibi Sumi.


" Oh tak apa, makasih bi." Sahut istriku lirih.


Kulihat biSumi memberikan saputangan kecil pada Cinta.Istriku itu menerimanya dan menggunakan sapu tangan itu untuk mengusap bening yang masih seperti hujan membasahi pipi mulusnya.


Beberapa menit berikutnya terdengar dering telfonku yang ternyata ada disaku.Aku segera meraih benda itu dan mulai menyambungkan panggilan.


"Haji dan Hajjah menyampaikan wasiat ingin dikubur diMedinah sebagai mana Raaulullah.Itu mereka ucapkan sebelum mereka menghembuskan nafas yang terakhir."Ucap seseorang yang ternyata kepala rombongan Haji.


"Tidak sayang...Dimanapun kita disemayamkan,nantinya akan dikumpulkan juga dipadang Mashar.Tentang mama akan tetap menjadi istri papa disyurga nanti,karna mamamu tetap istri dan ia istri yang baik dan hamba yang taat.Semoga nanti mereka akan dikumpulkan diSyurganya Allah SWT saat hari


pembalasan."Ucapku menenangkannya.


"Lagian, setahuku dalam sejarah hanya bung Tomo jamaah kita yang dipulangkan ketanah air saat meninggal di tanah Suci.Untung papa maunya memang disemayamkan disana, lagian prosesnya lumayan sulit jika akan dikembalikan ketanah air." Tambahku.


Cintapun mengangguk pasrah,disusul Jini.

__ADS_1


Beberapa menit berikutnya notifikasi telfonku berbunyi lagi.Aku kembali memeriksanya, ternyata yang dikirim adalah Certificate of Death (COD) yaitu sertifikat formulir yang menjelaskan sebab wafat dari jamaah disertai bukti ilmiah yang ditanda tangani oleh dokter spesialis.Sertefikat itu juga disertai bukti Autopsi dan keterangan kepolisian.


Bahkan WA ini juga ditambahkan dengan surat keterangan atau izin jamaah siap dimakamkan kepada Muassasah Adilla yang ada di Madinah.


Aku menenangkan Cinta lagi,lalu menanyakan pada mereka apa siap terbang keMedinah sekarang juga.


Kedua wanita kami mengangguk bersamaan, dengan itu BiSumi segera memerintahkan para pelayan untuk menyiapkan bawaan kedua wanita.


Akupun segera menghubungi asisten pribadiku untuk mengurus kilat Persyaratan keluar negri.


Dalam waktu setengah Jam Bro Kelana tiba membawa semua berkas yang kami butuhkan untuk berangkat Ke Arab Saudi.Aku tak tahu bagaimanacaranya hingga ia bisa mengusahakan semua ini lebih cepat dari waktu yang kuberikan.Yang jelasnya aku sangat bersyukur dalam hati dengan kemudahan ini, mungkin ini bagian dari Rahasia Illahi.


Jet pribadi keluarga mengudara menuju cakrawala tujuan Saudi Arabia setelah aku mengkonfirmasikan dan dapat persetujuan dari sana untuk menunggu kami pihak keluarga ikut penyelenggaraan jenazah.


Untuk pertama sekali kubawa putra kecilku naik burung besi,demi untuk melihat opa dan Omanya sebelum keduanya disemayamkan ditanah Hijrah Rasulullah yang dahulunya dinamakan kota Yatsrib.


Syukurnya tidak lewat dari 9 jam mengudara, pesawat pribadi kami tiba selamat mendarat dibandara Muhammdad AbdulAzis Madinah.


Sesuai dengan reques,kami langsung disambut oleh travel perjalanan cepat yang akan membawa kami menuju Masjid Nabawi tempat papa dan Bibi akan disholatkan.


Masih Syukur lagi, kami tiba tepat waktu,hingga masih dapat kesempatan menyolatkan.Dengan perasaan haru bercampur aduk kami mengantar orangtua kami ketempat peristirahatan yang terakhir.

__ADS_1


Pertama aku menginjakkan bumi Saudi,ternyata untuk tujuan ini.Tiada yang tahu 4 hal sebelum terjadi,yaknilangkah,Rezki, jodoh dan maut seorang hamba.Maka tiada yang boleh menyalahkan 4 hal ini, karna ini takdir Mufran( Takdir pasti ) Seorang manusia yang tidak dapat ditebak,dihindari apalagi ditolak.Kita bisa berusaha dan berdoa untuk yang lainnya, kalau 4 hal ini adalah rahasia Illahi, kita hanya bisa menerima dan senantiasa berdoa untuk sabar dan ikhlas menjalani keempat ketentuan pasti ini.Semoga kita selalu mendapat hikmah dari setiap peristiwa yang sudah terjadi,agar kedepannya lebih baik lagi.


"Aminn...


__ADS_2