Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 24


__ADS_3

Ditempat yang berbeda seorang wanitacantik tengah berbaring tengadah menatap langit-langit kamarnya. Sudah entah berapa kali ia berdecak kesal karna ulah calon suaminya yang ia rasa sangat tidak peka dan menyebalkan.


Gadis itu mencoba pasrah dengan memejamkan mata, tapi justru hatinya kian resah.Baru beberapa menit pria itu jauh darinya rasanya sudah berhari-hari,apalagi pria itu pergi dengan meninggalkan pertayaan besar Cintami yang sengaja tidak dijawab jelas oleh pria itu.


" Cik, coba kutelfon sekali lagi, kalau masih sibuk aku tidak akan tersenyum sedikitpun padanya esok dihari pernikahan kami." Gusarnya seraya mengusap Kasar layar telfonnya untuk menghubungi calon suami pujaan hati. Bukannya harapannya terkabul untuk mendengar suara berat Rajj Copri,tapi suara operator yang terdengar mengatakan kalau telfon lelaki itu sudah tak aktif.


" Hahhhh....! Kenapa nih beruang Amazon suka berbuat seenak undel.Udah ngelamar ngak romantis, bergumam ngak jelas tambah selingkuh dimalam jelang Akad." Tuduh wanita itu bermaksud ingin melempar iPhonenya. Emang kalau sedang marah,


Wanita bisa melihat yang hangat jadi dingin,sedang laut es seperti api.Memang perempuan mahluk yang lebih mengemukakan emosi ketimbang fikirannya.


Hampir saja alat komunikasi ditangannya melayang ketika terdengar ketukan dipintu.


Tok..tok .tok..Ketukan itu menyelamatkan alat komunikasi Cintami. Dengan lemas dijatuhkannya benda itu dikasur.


" Siapa!" ketus wanita itu sembari duduk.


" Papa ingin bicara sebentar boleh?" terdengar suara berat namun bernada lembut dari luar.


Cinta segera membukakan pintu lalu menghambur kepelukan papanya begitu melihat papanya berdiri didepannya. Sang ayah mengusap lembut rambut sang putri untuk menenangkannya, tahu kondisi putrinya saat ini tidak dalam mode bagus.


" Anak gadis papa kok bete kali kelihatannya?" Ujar tanya Jhon setelah putrinya mengurai pelukan.


" Itu Rajj ditelfon- telfon HPnya sibuk, siapa coba yang ditelfon tengah malam begini." Jelas Cinta cemberut.


" He...he..Anak papa Cemburu ni ye!" Goda Jhon sembari menangkup wajah putrinya.


" Siapa yang ngak curiga sih pa, apalagi aku tahu dokter muda berambut emas itu menyukai Rajj, jangan- jangan ia yang menggoda Rajj dengan menelfonnya tengah malam begini, sialnya beruang kutup itu mau saja melayani telfonnya." Tuduh Cinta sembarangan.


" Emang Rajj belum melepas chip yang kamu pasang didada pria itu Ta?" Tanya selidik Jhon sembari membawa putrinya duduk dipinggiran tempat tidur.


" Udah! Kalau masih terpasang, aku takkan buang- buang waktuku menelfonnya." Sungut Cinta makin mengerucut.


" He...he...Berarti benar putri papa lagi cemburu buta ni ye!" Jhon sekali lagi menggoda dengan menoel hidung bugir sang putri.


" Coba hubungi lagi,sapa tahu sudah ngak sibuk, daripada anak papa mencak- mencak gini, ntar wajah Miss Glownya cepat kriut mau,lantaran keseringan cembetut sama ngumpat sendiri." Masih saja Jhon berceloteh


sembari menggoda.


" Telfon pria jelek itu langsung tak aktif setelah sibuk bicara dengan orang pa..." Adu Cintami manja.


" Hei...Sejak kapan anak papa belajar jadi pecundang gini? Jangan nuduh sembarangan


terus dong sayang. Atau kalau cinta tak yakin pada calon pasangan hidupnya, mending papa batalin aja rencana pernikahannya, papa sih ngak apa, kan undangannya ngak disebar,hanya diketahui orang terdekat saja."


" Mana boleh begitu pa, walau papa takkan malu dengan pembatalan nikahan aku, tapi akunya yang tak mau lama-lama membiarkan Rajj bebas, aku tak mau pria tua itu digaet orang."


" Emang ada yang mau sama pria jelek dan tua pujaanmu itu?" Rajj tersenyum gencar menggoda sang anak.


" Adalah, terutama dokter itu, sudah lama ia menaruh hati pada Rajj."


" Dokter? Kenapa bisa sama pesaing cinta Putriku dengan mamanya ya?"Tiba- tiba terlintas dokter Diandra yang dari dulu berusaha keras ingin merebut dirinya dari almarhumah Samia.

__ADS_1


" Pa...kok bengong..." Cinta mengguncang tubuh Jhon.


" Eh ngak sayang...Papa cuma lagi mikir.


Kan selama ini cinta yang mengenal Rajj, Cinta pasti tahu wanita mana saja yang sering berhubungan dengannya, dan siapa diantara mereka yang sering ia tanggapi." Ujar Jhon seraya menepuk- nepuk lembut pundak sang putri,berusaha mengalihkan fikiran buruk dirinya sendiri.


" Selama ini sih cuma suka telfon Almarhumah bi Cana pa."


" Terus tak ada lagi?"


" Ngak ada kayaknya." Jawab Cinta sembari mikir.


" Trus kenapa sampe curiga gini?" Jhon kembali menatap dalam manik putri cantiknya.


" Wanita itu pernah sesekali menghubunginya pa,tapi_


" Dokter itu?


Cinta mengangguk. " Tapi_"


" Tapi kenapa sayang..?"


"Rajj menjawab telfonnya biasa saja,hanya dengan kalimat kaku dan formal." Jujur Cinta.


Jhon memeluk putrinya kembali." Berarti anak papa tak boleh cemburu yang tak jelas. Kalaupun Rajj jawab telfon seseorang, pasti itu telfon penting dan tak dapat dihindari.


Atau siapa tahu ia punya teman dikota asal bundanya yang ingin dihubungi sekedar curhat.Nanti juga ia akan cerita sendiri kalau benar ia sayang sama Cinta. Kita harus positif thinking pada pasangan kita nak, kasih ia kesempatan untuk membuktikan kesungguhannya." Nasehat Jhon dengan lembut.


" Tak ada tapi - tapian sayang...Kasih kepercayaan padanya, kalau dia bisa pegang kepercayaan kita dengan baik, maka cintailah dia dengan sepenuh hati."Tambah tuan tampan itu.


Cinta mengernyit mendengar nasehat tulus sang papa." Papa serius mau kasih kepercayaan padanya?"


" Uhum...Sang papa menjawab dengan berdehem.


" Berarti kontrak itu hanya___


" Ya, hanya ingin tahu sebesar apa ia berjuang


mempertahankan mu nanti." Jawab Jhon tapi itu hanya ia ucapkan didalam hatinya.


"Semua tetap berjalan sesuai kontrak!" Tegas Jhon.


" Kok kelihatannya hati papa berlawanan dengan ucapan dan kontrak yang papa buat?" Cinta menatap papanya dengan menelisik.


Jhon tersenyum misterius." Jalani saja dulu sayang."


" Jangan teka- teki dong pa.." regek cinta manja.


" Hidup memang teka teki sayang,kita tak tahu apa yang akan terjadi sebelum menjalani." sahut sang papa seraya mengusap kepala Cintami.


" Andai saja ada satu saja mesin untuk melihat masa depan, aku pasti berani ngantri untuk melihat masa depanku."

__ADS_1


" Mesin waktunya sudah dibuang Doraemon kelaut,takut Novita tambah malas."


" He...he..Akhirnya Cintami tertawa.Jhon lega mendengar tawa sang putri.


" Ayo tidur dan bermimpilah melihat masa depanmu yang indah." Ujar Jhon.


" Emang bisa? Gimana caranya?" Cinta terlihat


seperti Novita sikonyol benaran.


" Berniatlah sebelum bobok untuk memimpikan yang baik- baik saja.Semoga mimpi indahmu jadi kenyataannak.Karna fikiran baik akan mendatangkan kebaikan pula. Jangan sekalipun berfikiran buruk tentang sesuatu yang tidak kita ketahui."Nasehat tuan Jhon lembut.


Cinta menarik nafas pelan, kemudian tersenyum." Oke Pa! Cinta akan coba memikirkan yang baik saja untuk hari esok."


" Itu baru anak papa!" Seru Jhon sembari mengacungkan jempolnya.


" Emang anak gedebong pisang? Mana mau secantik ini." Balas Cintami dengan sarkasnya.


Kali ini Jhon tidak menyembunyikan senyumnya lagi.


" Anak bidadari bersama Tuanmuda yang tampan, dan inilah hasilnya." Puji Jhon sembari membayangkan kalamudanya dulu dengan Samia. Jhon kemudian menarik selimut.Cinta yang mengerti langsung merebahkan tubuh moleknya ditempat tidur.


" Papaku kasihan ya, sudah bertahun- tahun tidak memiliki teman hidup, bagaimana cara papa menepis hasratnya?" Tiba- tiba terbersit pertanyaan itu dikepala Cinta. Saat Jhon memasangkan masker penutup mata untuknya.


" Pa..."


" Mhum...Ada apa lagi nak, udah merem masih merengek."


" Setelah cinta menikah papa boleh menikah lagi kok pa." Ucap Cinta yang menyebabkan sang papa yang baru akan pergi berbalik lagi.


" Ngomong apa sih sayang?"


" Serius pa..Sorry selama ini selalu ngalangin papa." Ujar cinta sembari menaikkan masker tidurnya, menatap tuan Jhon dengan raut sesal.


" Tidak! Papa tidak menikah bukan karnamu nak, tapi papa memang tidak bisa menggantikan mamamu dengan siapapun dihati dan hidup papa." Tegas Jhon.


" Pa...Kalau memang papa tersiksa dengan keputusan papa, jujur sama cinta pa." Ucap cinta dengan menatap Jhon lekat.


" Papa serius, Papa tidak berniat menggantikan mamamu lagi." Tegas Jhon sekali lagi.


" Oke dech ..Have Anice sleep Papa.." Ujar cinta sembari tersenyum.


" Semoga suamiku nantinya punya hati sesetia papa."


" Sudah..Jangan mikir lagi.Tidurlah..." Nice Dream Kids." Balas Jhon.


" Ih papa...Emang aku childish bangat ya kalau lagi marah?"


" Sangat!!!" Seru Jhon sebelum kabur dari ruang pribadi sang putri.


" Iya Ya...Semoga kedepannya bisa lebihdewasa."Gumam cinta sebelum memutuskanmenurunkan lagi masker tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2