
Sarapan pagi di meja makan mewah kami kali ini cukup Canggung.Semua fokus pada santapan pagi pilihan masing- masing.
Kulihat papa mertua makan dengan elegan sekali, sehingga segan mengajaknya bicara apalagi bercanda.Terlebih tadi malam aku sudah gagal membatalkan pertunangannya karna ditikung oleh Yanna yang merasa punya kepentingan lebih besar pada calon tunangan papa Jhon yang ternyata adalah ibu kandung perempuan Blasteran Indonesia Amerika itu.
Istriku juga makan dengan anggun, tidak ada ocehan manja apalagi tatapan menggoda darinya selama makan.Bahkan ketika aku menambahkan isi piringnya, ia hanya tersenyum kecil saja, dan terus melanjutkan makanannya dengan lahap.
" Kuharap kalian akan segera memberikan kabar baik tentang penerus keluarga ini Rajj." Terdengar suara berat papa Jhon begitu selesai mengelap sudut bibirnya dengan tisu.
Deg.
Intimidasi dingin dari papa mertua membuat dadaku berdegup tak karuan." Apakahbenihku bisa tumbuh dirahim istriku ya, benarkah kami berdua sama subur dan tak ada yang bermasalah?"Tiba- tiba keraguan kembali merayap hatiku,apalagi teringat pada perjanjian nikahku dengan Cintami.Perjanjian yang sebenarnya melukai harga diriku bilamana menyadari kalau aku secara tersurat seolah telah dituntut jadi mesin penanam benih saja dirahim putrinya.Kalau sampai gagal tanam, aku akan dibuang atau digudangkan.
Cinta menatapku lembut, lalu tangannya terulur untuk menggenggam tangan lebarku.
" Kami akan tetap bersama sampai kapanpun walau ada atau tidaknya bayi dalam rumah tangga kami!." Ujar Cinta menatap nyalang papanya.
Kedua Alis papa Jhon mengernyit, mungkin ia tak percaya putrinya berani menantangnya seperti ini.
" Kamu marah nak???" Tanyanya terdengar konyol.
" Tidak! Aku sedang tertawa!" Sahut Sinta sembari berdiri menghadang sang papa.
Aku mengikuti dirinya berdiri, lalu menatapnya dengan menggeleng, kuusap pelan punggungnya, berharap dapat meredakan emosi wanitaku ini.
" Tidak Rajj..Aku tak mau dijadikan mesin pembuat anak.Bagiku pernikahan ini karna cinta, bukan demi keturunan atau apapun."
Deg.
" Benarkah begitu, istriku mencintaiku dengan tulus." Sorak hatiku senang.
Papa Jhon kian mengernyit, menatap putrinya tanpa berkedip." Are you serius Kid?"
" Aku bukan anak kecil lagi, dan sekarang aku sudah jadi istri seorang pria dewasa yang kucintai, papa tidak berhak mengaturku lagi,tanggung jawab papa untukku sudah papa lepas pada Rajj begitu ijab Qobul selesai. Kalau papa tidak menghancurkan surat kontrak itu, aku akan membawa suamiku pergi dari istanamu ini!" Terang panjang Cinta disertai ancaman.
Papa Rajj melangkah maju kearah kami, kemudian beralih menatapku." Kau benar- benar sudah berhasil menguasai seluruh hati putriku sebelum genap satu bulan menikahinya Rajj.Selamat Ya nak...Jangan pernah mau dibawa oleh wanita itu jauh dariku, karna hanya kalian saja yang papa punya." Ucap Papa Jhon dengan tersenyum manis.
" Jadi ini hanya Frank?" Tanya kami kompakan.
" Uhu....Aku hanya ingin mendengar ucapan serius dari seorang mantan gadis kolektor."
Hi...hi..." Kekeh papa Jhon yang langsung dapat pukulan dari sang putri.
" Kau kerasukan setelah gagal menikahi siluman."Cerca Cinta yang membuat kami para pria tertawa.Bahkan Bro Roni yang baru datang didapur ikut nimbrung.
" Apa kau sudah dengar cerita dibalik gagalnya pertunangan papa tampanmu ini Kid?" Ujar tanya papa Jhon usai menuntaskan
tawanya.
__ADS_1
" Mana aku takkan tahu, Akukan istri seorang detektif terkemuka." sahutnya sembari mengecup pipiku dihadapan yang lain, apalagi kini Jinni juga telah bergabung diruangan ini. Pipi wanita tomboy itu ternyata bisa merona juga karna aksi nakal istriku.
" Mulai hari ini kami akan terus pamer kemesraan dirumah ini, supaya semua kebelet nikah! " Sorak Cinta.
" Jangan!!!" Ucap Papa Jhon.
" Oh, tidak!" Sahut Jinni.
" Plis...Jangan ya dek..." Bro Roni memohon dengan memelas.
" Satu pasang sudah pas! Tinggal cari mama tiri berasa mama kandung lagi."Balas Cinta cengegesan lalu melirik nakal ketiga orang didepan kami.
Ketiganya sontak menggaruk kepala mereka yang tidak gatal." Bawa istrimu ketempat dokter B Rajj, rasanya wanitamu ini banyak bergeser." Ujar papa Jhon.
" Ogah ah, aku bukan sakit jiwa, tapi lagi demam cinta, ntar lagi kalian pasti mendengar kabar terbaiknya dari penyakit cintaku ini." Ucap Cinta sembari mengangkat kedua ketiaknya.
Aku yang mengerti keinginan istriku langsung
menggendongnya model koala didepan semua orang.
" Kaduanya ternyata sama!" Ejek Papa Jhon.
" Tentu iyalah...Kan udah satu selimut." Balas lirih istriku, tapi tetap saja masih bisa mencemari pendengaran mereka yang suci.
" Mau diantar duduk dimana menonton sayang...Soalnya Rajjmu mau berangkat kerja." tanyaku melihat Ujang kelana sudah sampai didepan pintu masuk.
" Oke!
Akupun mengantar istriku menuju gazebo taman belakang.Selama beberapa detik kami saling berbagi Saliva, sebelum terdengar detak sepatu.
" Dunia milik berdua, yang lain pada nebeng!" Sorak suara Serak- serak basah Milik Asisten baruku.
Pagutan bibir kami sudahi, kemudian ia menyalamiku dengan tersenyum manis.
Kusambut jabat tangannya, lalu iapun mencium tangan gelapku.
" So Sweet...Benar- benar pasangan teromantis tahun ini!" Seru Bro Ujang sekali lagi.
Kami hanya saling angkat bahu, lalu aku pamit ulang, dan melihat Jinni dan bibi Sum datang menghampiri, akupun melambaikan tangan pada Cinta.
" Baik- baik bawa suamiku ya Bro!" Pekik cinta pada Bro Ujang.
" Oke Bro! " Balas Bro Ujang tanpa menoleh.
Kamipun melangkah cepat menuju pelataran parkir, ketika kami sampai didepan, kulihat mobil papa Jhon sudah melaju meninggalkan gerbang Utama.
********
__ADS_1
Satu jam lebih berselancar diatas keyboard membuat tanganku sedikit lelah, segera kuhentikan pekerjaan ini karna emang sudah selesai melakukan beberapa transaksi digital.
Setelah melakukan beberapa gerakan peregangan kepala, tangan, pinggang dan kaki, aku beralih meraih pada IPhoneku.
Sebentar kuintipi aktifitas cinta dirumah melalui rekaman CCTV. "Oh...Dia asyik menonton Vidio Yana Liam dan Yana sampai tak berkedip.Tak tega mengganggunya dengan menelfon." Ucapku bermonolog.
Kuputuskan untuk melanjutkan pekerjaan sampai jelang waktu istirahat tiba.
********
Cinta fokus menonton rekaman yang dikirimkan Rajj Cory.Tapi ia tetap waspada agar Jinni sang bodyguard tak dapat mengintip sedikitpun.
Dividio terlihat Yana dengan seksinya menantang Suaminya, agar mau melakukan sesuatu yang dapat membuat Diandra tanpa sadar menandatangani berkas nikah Tuan Scypin dengan Diandra.
" Kau lihat betapa sakitnya papi mendengar kabar wanita itu akan bertunangan?" Ucap bisik Yana menunjuk Tuan Scypin yang sedang terbaring diranjang dengan posisi membelakangi pintu.
" Terus kita harus apa?" Balas bisik Liam.
" Atur supaya papi bisa menikahi wanita itu bagaimanapun caranya.Orangtua wanita itu sudah tiada, jadi walinya wali hakim." Terang Yana menarik suaminya keluar pelan- pelan dari kamar sang papi.
Yana ******* kasar bibir sang suami, lalu menarik kedua tangan pria itu menyentuh tiga titik ditubuh moleknya." Jangan harap kau bisa lagi menyentuh ini, ini dan ini lagi sebelum kau berhasil mengatur pernikahan mereka sebelum malam pertunangan itu terjadi.
" A...apa Syah pernikahan tanpa mempelai wanita?" tanya Liam yang tidak terlalu memahami rukun nikah.
" Syah! asal pengantin wanita ridho dan ada bukti tertulis." Jelas Yana.
" Liam menegang kepalanya karna merasa takkan bisa membuat wanita yang merupakan ibu kandung istrinya itu Mau dinikahi oleh Tuan Scypin, mengingat wanita itu pengen dinikahi oleh tuan Jhon Smitt.
" Cari tuan John dan minta asistennya mendapatkan tanda tangan dari wanita itu." Ucap Yana.
" Oh, bagus! Sekarang aku mengerti sayang..." Ujar Liam kemudian mengesap nakal puncuk kembar dibalik blus pembungkus badan Yana.
" Hey...Sana dulu selesaikan tugasmu!"Tepis Yana memelototi suami.
" Nutrisi sebelum berjuang sayang...
sekali saja..." Rengek Liam tak mau pergi.
" Semalam udah, selanjutnya tergantung keberhasilan perjuangan anda tuan Liam.Cinta butuh perjuangan!"Tegas Yana.
He...he...Lucu juga mereka...Tidak disangka secepat itu melupakan Rajj ku yang semula sempat digilai wanita itu." Omel Cinta saat menonton.
" Nonton apaan sih non...Bisa lihat ngak?" Ujar Jinni penasaran.
" Yang dibawah umur minggir!"
" Kan bawah 40..." Sungut Jinni.
__ADS_1
" Tetap tak boleh! " Tegas Cinta membuat Jinni terpaksa mundur.