
PROV Jhon Smitt.
Rasa cinta yang kumiliki pada putriku membuatku lemah dan selalu kalah dengan keinginannya. Sedari dulu aku tak pernah kuasa menolak keinginannya yang kadang diluar nalar. Harta tahta dan kejayaan yang kupunya hanya semata untuknya. Sejak istriku kembali diusia putri kami 10 tahun, tujuan hidupku hanya satu yaitu membuat Cinta bahagia.
Dari kecil cinta sudah jadi pencuri hati. Setelah kematian Samia, mami papi memutuskan untuk menjemput aku dan putriku begitu tahu ada Cinta. Kedua orang tuaku sampai memohon untuk mendapatkan maaf dariku demi untuk bisa tinggal bersama aku dan Cinta.
Awalnya aku sangat berat menerima mereka, karna sampai istriku tiada papi belum juga menerima pernikahan kami. Hinga suatu hari mobil papi hampir menabrak Cinta didepan sekolahnya. Papi beserta asistennya datang kekebun kelapa kami untuk mengantar gadis kecilku. Betapa terkejutnya papi karna ternyata gadis kecil yang ada dalam gandengannya adalah cucunya sendiri.
" Papi sudah lama mencari keberadaan kalian Jhon, kiranya kalian didesa ini." Ucapnya dengan ekspresi terkejut kala itu.
" Dan gadis cantik ini putrimu kah? " tanyanya lagi sebelum aku menanggapi ucapannya.
" Apa urusan papi kalau memang ini putriku?Jangan sentuh dia? Karna kalian sangat membenci ibunya." Ujarku seraya menarik cinta darinya.
" Jangan marahi opa baik papa..." Protes cinta kala itu.
Siapa juga yang tega mengasari ayah sendiri. Tapi bayangan saat bagaimana papi mengusirku untuk keduakali tatkala tiga tahun yang lalu aku datang ke kantornya untuk meminta bantuannya soal pengobatan istriku, membuatku tak mudah memaafkannya.
" Jika sedikit saja pria ini punya jiwa kemanusiaan, entah mamamu masih bisa tertolong saat itu sayang." Ucapku seraya membawa Cinta kedalam dan segera menutup pintu rumah kami.
Apa yang kulakukan tentu saja membuat cinta protes, katanya opa tampan dan baik tidak mungkin melakukan semua itu.
" Putriku tak tahu apa- apa masalah keluargaku dengan papi." Ucapku sadar tanpa sengaja memperlihatkan arti sebuah dendam padanya. Begitu kulihat ia tak ada di kamarnya, akupun mencarinya kebelakang, dan benar saja cinta sedang asyik melampiaskan protesnya dengan membidik sasaran.
" Esok kalau opa datanglagi, papa akan terima" Ucapku kemudian.
" Opa tampan orang kota ya pa?
" Mhu...Kenapa?
" Bagaimana kalau kita ikut dengannya kekota pa...Rengek putriku dengan berbinar.
Aku mengangguk, tak kuasa membuat wajah cerahnya berubah mendung hanya karna penolakanku.
" Ciye! Kekota!!!
" Dikota pasti lebih seru, aku akan lebih giat latihan biar nanti bisa melawan kalau ada orang jahat." Ucapnya kemudian.
" Ya, tapi harus makan dulu ya sayang, jangan sampai pingsan lagi."
__ADS_1
" Oke papa tampan!" Balasnya riang.
Selang dua Minggu setelah itu,papi datang dengan mami. Karna ada mami, aku tak berani menutup pintu rumah kecilku lagi, Bagaimanapun juga wanita yang telah melahirkan ku itu tidak pernah menentang hubunganku dengan Samia, hanya karna mami terlalu takut saja pada papi yang sangat keras, hingga tak bisa membelaku saat aku diusir dari rumah ketika bersama Samia istriku malam itu. Malam dimana aku membuat pengakuan telah menikahi Samia
diam- diam.
Takkan kulupa selamanya, bagaimana akhirnya papi berani berlutut hanya untuk mendapatkan maaf dariku. Mami juga menangis memohon agar kuberi kesempatan berkumpul bersama anak dan cucu satu- satunya disisa umur mereka.Dengan adanya Cinta putriku keduanya tak lagi memintaku untuk menikahi Clara ataupun Diandra, ponakan yang dari dulu sangat ingin mereka jodohkan denganku.
Cinta juga yang membuat mami dan papi mantap untuk belajar tentang Islam. Hingga akhirnya kedua orang tuaku yang atheis jadi penganut muslim yang taat sampai akhir hayat mereka.
Apapun keinginan cinta selalu kami turuti. Bahkan mami dan papi pergi haji juga atas usulan putriku.
Putriku secara fisik tumbuh normal, hanya sesekali suka pingsan kalau keinginannya ada yang terhambat. Sejak SMP sudah terlihat kalau dia sangat cantik.Tapi ia punya kebiasaan yang memalukan, yaitu mengambil barang yang ia suka tanpa membayarnya.
Sudah berulang kali aku mengatakan padanya
kalau semua boleh kita dapatkan kalau sudah dibayar. Aku bahkan memberinya uang yang lebih, tapi anehnya ia bukan gadis yang suka belanja seperti orang kebanyakan. Bahkan sampai tingkat SMU aku masihmengandalkan nyonya Max untuk berbelanja keperluan anak gadisku itu, walau sudah pandai pacaran, tapi Cinta tak tertarik dengan model ataupun brand seperti gadis berada kebanyakan, jadi dibelikan apapun dia tak masalah.
Yang mengecewakan bagiku adalah belakangan ia dengan bangganya menunjukkan benda- benda unik yang ia curi padaku dan mengumpulkan koleksinya itu dilemari besar kamarnya.
Telah kucoba bicara baik- baik padanya masalah itu, tapi dengan santainya ia katakan, " Cinta tidak akan ketahuan pa, papa tenang aja. Rasanya puas gitu lho dapat barang dengan cara ginian." balasnya santai.
" Ya Tuhan itu dosa nak.." Ucapku mengingatkannya.
Anehnya putriku tak pernah pingsan saat bertarung, tubuhnya justru lemas kalau ada masalah dengan keinginannya. Sempat terfikir ia ditempeli Jin klepto saat kami tinggal didesa, aku sampai membawanya keorang pintar, terakhir ruqiah keUstadz juga.
Tidak berhasil juga, aku mendatangkan psikiater diam- diam menyamar jadi guru lesnya. Itupun gagal lagi karna dokter itu angkat tangan mengatasi putriku yang sangat
tertutup.
Upaya apapun sudah kucoba,bahkan meminta psikiater tampan menjadi guru di sekolahnya lalu memacari Cinta. Namun tetap saja gagal. Cinta memarahiku dan memutuskan pacar barunya itu begitu ia tahu kalau guru itu seorang psikiater. " Cinta tidak gila pa, masalah ini suatu hari akan berhenti dengan sendirinya, papa tak perlu repot!" Ucapnya penuh marah kala itu.
Bujukanku tak mampan sekalipun, ia masih saja melakukan hal yang sama tiap ada kesempatan. Sekarang penuh sudah lemari besar itu hasil koleksinya. Untungnya sebagian besar aksinya dilakukan diplaza miliknya, walau ia mungkin tak tahu itu.
Aku belum juga putus asa berusaha, bahkan aku rela berpisah dengannya dan menguliahkannya keluar negri, berharap dinegri orang ia tidak mau melakukan itu lagi.
Selama setahun aku cukup senang karna tak pernah mendengar pengaduan dari detektif yang kuutus untuk memantai cinta. Bahkan detektif keturunan India Sumatra itu dapat diterima oleh putriku jadi sahabat, walau sempat didamprat juga diawal, tapi baru ini satu- satunya yang bertahan orang yang kuutus.
Beberapa Minggu yang lalu aku mengutus detektif lain untuk mengetahui bagaimana perkembangan putriku. Baru tiga hari pria itu kuutus,ia sudah melapor kalau putriku hampir
__ADS_1
ketahuan melakukan aksi nakalnya disebuah plaza ternama.
Rasa kecewa, sedih menyatu dalam diriku, hingga sampai aku tertidur dan didatangi oleh
almarhumah Samia istriku dalam mimpi.Ia mengatakan padaku kalau sudah saatnya putri kami untuk dinikahkan.
Aku terjaga dari mimpi yang seperti nyata itu, lalu akupun berfikir untuk memintanya pulang
untuk dijodohkan dengan salah satu anak kolega Bisnisku.
Sekali lagi putriku membuatku kehilangan akal, setelah susah payah menuruti keinginannya yang mau mengadakan sayembara jodoh, malah meminta berhenti begitu saja tiga hari yang lalu.
" Pa,Cinta sudah telfon dan cancel semua janji yang dibuat Rajj." Ujarnya yang pertamanya takkufahami.
" Janji apa?" tanyaku bingung.
" Janji kencan selanjutnya." Ucapnya santai.
" Ini keterlaluan Cinta!Rajj pasti kecewa dan malu. Bagaimana bisa kau mengacaukan pekerjaannya, padahal awalnya kau sendiri yang meminta. " Ujarku dengan muka merah padam memendam emosi.
" Biarkan dia marah, karna aku akan menikahinya pa."
" Apa?"
" Kenapa papa terkejut? Apa karna dia bukan milyarder kayak papa? " Dia balik bertanya padaku.
" Bukan begitu Cinta, tapi yang papa tahu selama ini kau selalu mencercanya."
" Aku mencacinya untuk mengungkapkan perasaanku.Aku menyukainya sejak pertama menggebukinya karna ketahuanmenguntitku." Jelasnya dengan senyum penuh arti.
" Apa sudah yakin?
" Ya pa! Hanya dia yang bisa mencuri hati selama ini." Ucapnya terdengar mantap.
" Terus para mantan dimasa remajamu? Kalau boleh papa tahu mengapa cinta tak mau dekat lagi dengan pria setelah menduduki bangku kuliah? " tanyaku penuh selidik.
" Aku takut pa, takut kalau peristiwa hari itu merusak diriku.Walau zaman sekarang sudah modern, tidak semua lelaki modern bisa menerima wanitanya andai wanita itu sudah tak suci lagi." Ucapnya sendu.
" Sayang...Jangan menebak- nebak, siapa tahu pria itu tak melakukan apapun padamu saat itu. Untuk jelasnya cinta periksa ya.. Papa punya kenalan dokter ahli dibidang itu, kalau memang, bisa operasi juga, uang kita tidak kurang untukmu." Balasku menyemangatinya.
__ADS_1
" Tidak pa, itu memalukan, lagian aku mau diriku yang alami" Tolaknya mentah.
Bersambung....