Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 53


__ADS_3

Satu Minggu setelah ini, pasangan suami istri ini kian mesra.Bahkan Rajj tidak segan lagi menjalankan istrinya didepan penghuni rumah yang lain yang semua terasa seperti keluarga.Pelayan yang dulunya bekerja menjadi suruhan Diandra langsung mengundurkan diri dihari ia mengetahui gagalnya pertunangan papa Jhon dan nyonyanya.


Rumah mewah ini semakin hari semakin hangat dan membuat betah para penghuni didalamnya.Hubungan Roni dengan Jinni juga sudah semakin dekat.Sedang Cinta dan Rajj semakin gencar memanasi keduanya agar segera tak tahan untuk naik ke pelaminan.


" Kalau memang hanya ibu saja ditinggal dikampung, mending suruh datang kesini saja." Usul Cinta saat ia dan Jinni tengah bermain panah disore hari.


" Apa tidak masalah dengan papamu Ta,aku segan sekali, seperti membuat beban saja nanti pada tuan besar." Jujur Jinni.


Cinta meletakkan busurnya, lalu menghampiri


Jini.


" Beban itu berat bila diletakkan dikepala jin.Coba letakkan ketiak akan terasa enteng.Apalagi__"


" Apalagi apa?tanya Jinni penasaran.


" Apalagi ditaruh disengkangan, bikin ketagihan."Balas Cinta terkikik membuat Jinni dengan geramnya memukul angin.


" Kenapa pada angin say...Padaku saja kalau berani." Ucap Cinta tersenyum smirk.


Mana berani Jini memukuli perempuan yang dititipi padanya untuk dijaga Jini kemudian menggeleng dan mendegup Saliva.Sebagai perempuan normal ia merasa panas dingin juga digodain terus sama majikan mesumnya, apalagi kekasihnya sudah menyatakan cinta pada Jini, tinggal menunggu Jini jawab ya saja, Roni berjanji langsungmenghalalkannya. Bahkan malam tadi Roni sudah menitipkan cincin pada Jini untuk mahar wanita itu.

__ADS_1


" Semalam kan sudah dilamar jin, iyain aja ya, biar ada alasan bondong ibumu kesini."Ujar Cinta membuat Jini kembali tersintak kaget.


" Darimana ia tahu,padahal kami ketemunya diam- diam digudang."


" Aku mantan pencuri kelas ikan pari Jini!


Mana bisa kau sembunyi- sembunyi menyimpan rahasia apalagi curi waktudariku, bahkan setiap sudut fikiranmu bisa aku baca." Ujar Cinta terdengar pogah, tapi Jini tidak marah apalagi benci, karna wajar perempuan ini meninggi, ia punya segalanya.Sedang orang biasa saja banyak yang sombong, apalagi wanita seberuntung Cinta.


Mengenai masa lalu Cinta juga sudah diberitahu oleh wanita cantik itu pada Jini.


" Itulah tujuannya menjadikan kamu jadi penjaga sekaligus temanku, agar aku tidak bosan dan berfikir untuk berpetualang dan mengulang kebiasaan lama." Jelas Cinta diawal jumpa.


" Terima dia dan bawa ibu kesini untuk menemani kita.Aku ingin saat melahirkan putraku nanti sudah memiliki ibu yang akan mendampingiku dan menjagaku saat nipas." Ujar Cinta mengusap pundak Jinni.


" Apa kau sedang hamil???" Tanya Jini setengah berteriak.


" Suuuut....Diam...Jangan bilang siapa- siapa." Ujar cinta meletakkan ujung telunjuknya dibibir.


" Cinta apa yang kau lakukan?Bagaimana kau bisa merahasiakan ini pada papa dan suamimu?Kapan kau tahu ini?" Tanya Jinni beruntun.


" Sudah seminggu aku tespak dan hasilnya positif, aku tak mau mereka berlebihan padaku karna bayiku, biarkan mereka menyadarinya begitu perut ini besar.Aku ingin cinta yang alami Jin, tolong bantu aku jaga rahasia ini sampai waktunya tiba mereka menyadari kejutan ini." Ucap cinta dengan tatapan memohon.

__ADS_1


" Baiklah..aku juga bakalan membantumu menjaga ini."Balas Jini menyentuh perut Cinta yang masih datar.


Cinta tersenyum Smirk." Makasih ya...tolong penuhi juga ngidam anehku ini." Ucap Cinta.


" Ngidam apa itu???


" Bayiku minta dicariin nenek tiri."


" Apa???


" Ya Jin...Plis....Bawa ibumu kesini, kalau cocok bakal kujadikan mama! " Ucap Cinta membuat Jinni geleng- geleng kepala.


" Kalian bicara apa sih?Tampak serius sekali." Ujar Rajj baru tiba dari kantor langsung menyusul istrinya ketempat latihan dibelakang istana keluarga Smitt. Melihat Istri dan bodyguard nya terlibat percakapan serius langsung pria itu menghampiri dan mempertanyakannya.


" Anu...Cinta non minta dicariin ibu tiri lagi." Jawab gagap Jini.


" Oo...Semalam dia juga bilang begitu padaku, kalau kandidatnya ada usahakanlah Jin." Balas Rajj tanpa menoleh Jinni, pria itu sekarang mengembangkan tangannya untuk memeluk istrinya.


Keduanya lalu berpelukan mesra dihadapan Jini.


" Apa belum siap menyusul mereka sayang..." Bisik Roni melihat kekasih barunya sampai memejam menghindari pandangan itu.

__ADS_1


__ADS_2