Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 54


__ADS_3

Jinni yang tersentak kaget karna hembusan nafas hangat serta bisikan seksi dari Roni, spontan membuat kedua mata perempuan tomboy itu melebar kembali."Sejak kapan kau ada disini?" Ketus Jini karna Roni terkesan makin berani padanya.


" Baru saja, menyusul bosqu,sekalian menemui calon istriku." sahut Roni dengan menyentuh pundak Jini.


" Kamu jangan ikut - ikutan mesum kayak mereka ya."Ujar Jini mengingatkan Roni, tapi hanya bibirnya saja yang berkata begitu sementara tubuhnya bereaksi merespon sentuhan Roni,saat pria itu melabuhkan sebuah kecupan hangat dibibirnya, Jini tak mampu menolak, bahkan wanita itu tanpa sadar membuka mulutnya hingga Roni bebas mengapsen setiap inci didalamnya dengan Indra pengecap pria itu.


Decap demi decap yang dihadirkan oleh persatuan bibir mereka bersinergi dengan angin sore dilapangan olahraga milik pribadi keluarga Smitt ini, hingga menambah keintiman keduanya.Tubuh mereka kian panas dan desakan demi desakan menyintak dari dalam inti mereka mendorong untuk melakukan hal yang lebih dan dalam lagi.


Dimenit berikutnya Jini kini balas mengesap rakus bibir tebal Roni.


Mereka melakukan itu ganti- berganti memandu.


Ciuman makin dalam ketika Roni menekan dagu Jinni dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya mulai merambah area diantara dua gundukan dibalik bus berwarna krem panjang sebahu yang gadis tomboy itu kenakan.


Bukannya marah dijamah bukit kembarnya dari luar, malahan dada Jini makin membusungkan dada.


" Kang..mengapa tanganmu yang gemulai bisa membuat tubuhku rasa kesetrum begini.


Rengek Jini dalam hati, lalu wajah wanita itu semakin mendongak dengan dada makin dibusungkam kearah kekasihnya, hingga tangan Roni yang satu makin gesit bermain meremas dan memelintir lembut puncuk gunung yang ternyata tidak dilapisi benda berbentuk tempurung.


Saking buru- buru dibawa Cinta untuk menemaninya memanah habis sholat, Jini tak sempat memakai Bra.Wanita itu hanya menyarungkan blusnya saja dengan kilat, untungnya tidak terbalik, kalau terbalikkan lebih menggelikan.


" Wow...Calon istri sudah mulai buka akses ternyata."pekik senang Roni dalam hati mendapatkan sikembar dalam keadaan semenantang itu.


Keduanya makin larut dan meliuk- liuk bagai penari ular karna sudah tak tahan dengan sentakan- sentakan api cinta yang mereka ciptakan berdua, hingga tak sadar juga keduanya mengeluarkan suara yang mengundang perhatian kami yang tengah menikmati indahnya bermesraan disaksikan sang surya yang mulai sembunyi dibalik Mega merah.


Empat pasang mata kami membola sempurna melihat pemandangan tak terduga dan lebih dari apa yang kami lakukan tadi mereka perbuat dibawah lembayung senja ini.


Istriku maju lebih dahulu tanpa dapat kucegah. Hanya berdoa saja dalam hati semoga ia tidak menghakimi terciduk itu dengan keji.


"Kalian ketahuan sudah khilaf berjamaah! Saatnya mempertanggung jawabkan semua perbuatan kalian ini dimeja penghulu!" Seru Cinta melangkah mengelilingi keduanya. dengan berkacak pinggang dan memainkan ujung telunjuk kepada pasangan yang tengah mabuk asmara itu.


Keduanya terkejut, dan spontan saling lepas lalu terpaku dan tertunduk malu.Tak ada yang berani menatap sorot tajam milik Cinta yang seolah menguliti mereka.


Sedang Aku hanya menyeringai seraya mengacungkan jempol pada istri.

__ADS_1


Begitu istri mengambil nafas sejenak, aku langsung menyela untuk bicara."Tak ada yang boleh beralasan baru kenal lagi, karna perbuatan kalian barusan menunjukkan kalau kalian ingin saling mengenal sampai kepada titik yang terdalam dari diri kalian masing- masing." Imbuhku mendukung penuh ucapan Cinta.


"Keluarkan apa yang sudah dititipkan Roni disakumu Jin, dan berikan pada calon suamimu itu, kami ingin melihat apa ia cukup berani melamarmu didepan kami, seperti keberaniannya menyosor bibirmu dan menjamah bukit saljumu!" Ujar Cinta gamblang membuat Jini makin menunduk dengan pipi merah karna malu.


Sedang Roni memaku dengan wajah keringatan.


" Bagaimana aku berani berucap kalau bibirku


dan tubuhku kebas begini." Roni berulang kali berusaha mengangkat wajahnya.


" Stupid! Kenapa aku semudah itu terhanyut karna tontonan gratis dari pasangan mesum itu, kan dedek Jini jadi malu didepan mereka sebab ulahku." Sesal Roni menyalahkan dirinya, Rajj dan Cinta dalam hati.


"Bagaimana bisa aku terlena dengan permainan tiba- tiba Kang Roni, dan malah berakhir memalukan begini, mimpi apa aku semalam sudah jatuh kecebur comberan pula." Gerutu kesal Jini pada dirinya pula.


"Jangan mencari kambing hitam atas kesalahan yang dibuat akibat dorongan dari dalam diri sendiri bro! Dan jangan malu mengakui kemauan sendiri Jin!" Kecamku yang sedikit mengerti bahasa telepati pada mereka berdua.


Deg.


Keduanya makin tunduk tak berdaya.Bahkan Jini sijago karate seperti sedang mengalami retak tulang dadakan.


" Ini dia! Perhiasan ini dibawa bobok, kepasar, keToilet bahkan kemana saja! Kalau bang Roni tak mau benda ini hilang dijalan, cepat sematkan kejemari wanitamu ini."Ujar Cinta menyodorkan kotak cincin mini berbentuk hati itu kepada Roni.


" Ta...tapi A...Abang malu Ci...Cin." Sahut Roni terbata sembari menghapus kasar keringat dingin yang membasahi jidat lebarnya.


Rajj turut maju, lalu tanpa permisi mengelap pelipis pria sebaya dengannya itu dengan tisusaku yang ia punya."Beginilah Jona melayaniku saat aku jadi pengantin waktu bulan lalu! Sekarang gantian aku yang bakalan Jadi PPPmu Bro, jangan takut begini, begitu sudah halal semua rasa canggung seorang pria langsung lenyap dengan sendirinya.Apa bro benar- benar pria normal kan???" tanyaku menantang pria dewasa ini.


" Pria normal Lah!" Seru sengit Roni ditantang begitu oleh seorang Rajj copri.Pria itu spontan menegakkan kepala menatap nyalang aku sekilas, lalu membuka lebar telapak tangannya untuk menyambut kotak dari tangan Cinta.


Aku yang tidak mau istriku bersentuhan langsung dengan pria manapun yang bukan muhrim, walau tanpa sengaja, segera merebut kotak cincin dari Cintaku, dan meletakkan benda itu kasar diatas telapak tangan Bro Roni yang sedang menengadah.


" Lakukan sekarang atau didepan papa Jhon dan semua pelayan?" Tawarku pada Bro Roni.


" Sekarang saja! Kelamaan kalau mesti menunggu penghuni rumah ngumpul,lagian


ini bukan yang pertama kali mereka main incip- incip!" Ujar Cinta buka kartu keduanya.

__ADS_1


Jini hanya menunduk pasrah, untuk balas dendam dengan bongkar balik rasia majikan cantiknya tak mungkin, karna selain udah janji, ia tak ingin dipecat diminggu- Minggu awal ia bekerja ditempat terindah ini.


Tentu saja istana ini sangat indah Dimata Jini, karna selain memang megah, disinilah untuk pertama sekali Jini merasakan kuch kuch Hota hai yang membuat tubuh tegapnya jadi gemulai.


" Kufikir aku takkan pernah tertarik dengan lawan jenis." Batin Jini kala merasakan debaran didada saat pertama sekali beradu pandang dengan seorang Roni beberapa waktu lalu.


Sekarang ia akan melangkah menuju serius bersama pria yang berhasil mengobrak Abrik hatinya hanya dengan senyum pria itu saja.


Jini mendegup Saliva, lalu berusaha mengangkat wajah untuk dapat memandang Roni.Lama Jini menatap Roni untuk meyakinkan hatinya.


Merasakan dadanya masih berdegup sama kuatnya seperti awal jumpa, maka iapun mengangguk.


Roni yang mendapat kode dari Jin, mulai menghirup nafas beberapa kali sembari melangkah maju mendekati Jinni, seakan dengan setiap nafas pria itu berjuang keras menurunkan detak jantungnya yang makin memacu dengan irama kian laju.


" Maukah dirimu menikah dengan akang dedek Jini sayang..."Ucap Roni pelan nyaris tertelan angin senja.


" Ya, aku bersedia karna ini memang Mauku juga, bukan karna intimidasi mereka!" Ucap Jini cukup tajam membalas kami.


Cinta istriku baru saja ingin berkata melawan ucapan Jini, tapi buru- buru kuletakkan ujung telunjuk dibibirnya.


" Jangan merusak momen indah mereka dengan berbantah sayang..." Bisikku lembut menenangkannya.


Seiring menghilangnya sinar Surya dan berganti dengan cahaya lampu taman, Bro Roni berhasil menyelipkan cincin kejemari Jini dan Jinipun melakukan hal yang sama pada Roni.


Sejenak keduanya saling tatap mesra Usai pemasangan ikatan itu.


Saat Bro Roni hendak menunduk sontak istriku teriak."Belum Syah! Mulai senja ini kalian bakalan dipingit sampai malam pernikahan.


" Dipingit???"Tanya keduanya dengan nada protes.


" Ya Rajj...sebagai P3 cepat amankan bang Roni sekalian beri pembekalan sebagai calon imam.Aku P3 Jini akanmengamankan pula perempuan ini sebelum akad sekalian mengajarinya pula." Ucap Cinta kali ini aku yang protes.


" Aku tak mau tidur dengan bro Roni." Tolakku langsung.


" Siapa bilang begitu? Maksudku hanya tiga waktu sholat kau bersama BG Roni, selebihnya robot yang kuminta mengintai pergerakan mereka." Ucap Cinta akhirnya buatku mengangguk. Sedang kedua orang itu mengernyit tak mengerti mengikuti kami.

__ADS_1


__ADS_2