Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 16


__ADS_3

" Kontrak apa tuan? Akhirnya suaraku keluar juga setelah susah payah aku membuka mulut, bagai seorang yang sedang bertarung dialam mimpi.


" Kontrak perjanjian nikahmu dengan cinta."Ucapnya membuat mulutku menganga.


" Biasa sajalah Rajj!Aku tahu putrikugadis yang tidak baik, tapi ia telah memilihmu untuk menjadi pendamping dan pembimbingnya, walau semula aku tak bisa terima, tapi ini keinginan dan keputusan putri semata wayangku, mana aku bisa menolak? Akupun tidak menerima penolakan mu! " Ujarnya terdengar tak berdaya pada putrinya dan sok kuasa pada diriku.


"Negara kita sudah merdeka 77 tahun tuan! Bagaimana bisa tuan memaksaku?" Jawabku setelah sekilas membaca isi perjanjian yang tidak adil itu.


" Cinta menyukaimu, apapun keadaannya kau harus terima Rajj.


" Jujur aku juga menyukainya tuan! Tapi bagaimana bisa tuan menikahkan kami dengan perjanjian 100 hari begini, inipun semua isinya merugikanku." Ucapku jujur.


" Oh! Ternyata kau memikirkan untung rugi hubunganmu denganku ya Rajj? " Sela sebuah suara datang dari arah pintu.


" Nona...Bukan begitu maksudku. A..Aku hanya ingin menikah sesuai syariah, dan dalam hukum tidak Syah menikah dengan niat yang tidak baik. Apalagi bercerai begini?" Jelasku melihat ia tertunduk dengan berurai airmata.


" Katakan saja kau tidak menyukai gadis klepto, pemaksa, brutal, masalalu gelap sepertiku! Hiks..hiks..." Tangisnya makin menjadi.


" Sayang...kamu menangis lagi? " Ujar tuan Jhon seraya memeluk putrinya.


Aku berdiri mematung melihat anak dan ayah itu saling bertangisan dan berpelukan. Setelah cukup lama meresapi isi perjanjian yang tadi kubaca, akupun siap membuat keputusan.


" Aku memang sebatangkara dan tidaksekaya kalian tuan..Tapi aku punya prinsip menikah itu hanya sekali saja dengan gadis yang kuinginkan, dan itupun harus sesuai syariat." Ucapku kemudian membuat keduanya menatapku dengan tertegun.


" Aku memang pria hitam nona..tapi percayalah hatiku tidak segelap kulitku ini, kalau aku sudah mengatakan iya, aku pasti akan menjalankan amanah yang kuemban semampuku tanpa perlu tekanan. " Ujarku seraya melangkah menuju pintu keluar.


" Satu lagi, aku tidak pernah berniat sedikitpun untuk merebut harta orang lain, karna akupun tak punya siapa yang akan kunafkahi. Uang 5 milyarmu akan kutransfer balik tuan! Don't Worry!" Ujarku tegas sembari lanjut melangkah.


" Rajj...Nikahi aku, jangan tinggalkan aku..." Ucap non Cinta memelukku dari belakang.


Aku diam tanpa reaksi, hatiku pedih dan terhina dengan isi perjanjian yang seolah- olah menjelaskan padaku kalau Jhon takut aku mau menikahi putrinya hanya untuk hartanya saja.


" Sebegitu pentingkah masa lalu wanitanya bagi seorang lelaki Rajj?" Tanyanya memelas.

__ADS_1


" Aku tidak mengatakan soal masalalumu nona! kalau aku sudah menyukai seorang gadis, maka aku tidak akan memperdulikan masa lalunya. Yang membuatku tersinggung adalah Surat perjanjian itu! " Tegasku.


" Kalau begitu paman akan merubahnya, tak ada butir tentang harta Gono gini, tapi dalam setahun ini kau harus bisa mengobati cinta dan membuatkan cucu untukku. Jika tidak kalian meski berpisah! " Ujar tuan Jhon lagi.


" Anak adalah titipan Allah tuan, aku tak bisa menjamin bisa menghamili putrimu dalam setahun jika Tuhanku belum berkehendak.


Dan satulagi, aku tak berani jamin juga putrimu bisa berubah dengan bersamaku, karna selama ini saja dia masih sering melakukannya, hanya aku yang lemah yang tak mampu melaporkannya padamu." Ujarku jujur dan tegas, lalu berusaha melepaskan dekapan cinta dipinggangku. Dan dengan langkah besar aku keluar dari ruangan itu.


" Rajj...jangan tinggalkan aku..Aku mencintaimu Rajj... Aku janji akan merubah perangai jelekku itu! " teriaknya.


Deg.


Tubuhku spontan berbalik, bagaimana bisa aku mengabaikan kata cinta yang diucapkan begitu sungguhan dari orang yang sebenarnya sangat kumau.


" Kamu jangan mempermainkan kata cinta seperti benda- benda kecil yang kau koleksi nona." Ucapku menahan langkah.


" Aku tidak main- main pria hitam. Aku sudah menyukaimu sejak kau menjebakku saat mencuri di plaza Hercules setahun yang lalu." Ujarnya membuatku akhirnya tersenyum. Tanpa sadar


kedua tanganku membentang.


" Rajj...hanya kamu saja yang bisa mencuri hatiku." Bisiknya parau.


" Kalau begitu, pria jelek ini akanmenerimamu apa adanya Cinta. Karna aku juga sayang kamu." Balasku seraya mencium puncuk kepalanya.


" Hanya sayang??


" Untuk tahap awal kurasa sudah cukup." Balasku terkekeh.


Lama kami saling peluk, bahkan tuan Jhon yang menyusul kami hanya bisa menunduk saja. Tapi detik berikutnya aku merasa heran, karna tidak terasa lagi olehku elusannya.


" Non Cinta...non Cinta...panggilku seraya menguncang tubuhnya begitu sadar gadis dalam pelukanku tak sadarkan diri.


" Tuan.. I...ini kenapa ?" teriakku panik.

__ADS_1


" Bawa ia ketempat tidur Rajj, ia sejak kecil menderita Portural Hopotention ( Tekanan darah rendah ) Bila terlalu stres atau kurang tidur ia suka pingsan." Ucap Lesu tuan Jhon, dari rautnya tidak terlihat lagi pandangan kuasa seperti tadi, yang nampak hanya kesenduan.


Tanpa bertanya lagi segera kugendong Cinta menuju kamar, sedang tuan Jhon menghubungi dokter keluarga.


Selang berapa menit dokter datang untuk memeriksa. Aku menatap tuan John yang terlihat sangat sedih." Selama setahun ia tak pernah mengalami ini tuan." Ujarku dengan mengernyit.


" Itu karna kau selalu mengatur asupannutrisi masuk ketubuhnya.Tanpa sadar kau sudah menjadi dokter bagi putriku. Makasih Rajj. Ucapnya seraya melangkah mendekatiku, lalu menepuk pundakku.


" Putriku hanya cantik luarnya Rajj, ia punya banyak kekurangan dalam dirinya, itulah mengapa aku selama ini selalu menuruti keinginannya, sebelum lima tahun ia tak ada hentinya sakit dan mencemaskan kami, Pada saat kelas tiga SD ia pernah pingsan dikamar mandi hingga mengalami geger otak juga. Sampai ketika sehat apapun aku lakukan untuknya, itu jugalah sebabnya ia suka mengambil barang milik orang lain. Karna setiap berkunjung kerumah teman, bila ia suka mainan anak kawan dia akan memintanya, dengan senang hati kawan dan anaknya memberikan padanya, tapi ternyata hal kecil itu berpengaruh buruk.Kelak kalau anak kalian lahir, jangan pernah biarkan ia membawa mainan dari rumah kawannya walau itu sudah diberikan sekalipun."


" O...Baiklah tuan...Aku akan mengingatnya dari sekarang." Ucapku.


" Semoga kalau anak kalian dianugerahi anak yang sehat fisik dan mentalnya Rajj, hingga kalian jangan sampai salah asuhan sepertiku karna kasihan dan kelewat sayang. " Ucap tuan itu lagi yang kuamini dalam hati sementara padanya aku mengangguk.


Untuk berkomentar aku tak mau salah kata yang nantinya akan menyinggungnya, walau tadi ia sudah sengaja menyinggung dan merendahkan harga diriku dengan isi perjanjian yang ia buat.Aku bukanlah orang yang suka balas dendam, walaupun kesempatan itu ada.Aku hanyalah pria spontan yang akan tanpa segan menyampaikan apa yang berlawanan dengan nuraniku.


Pintu kamar terbuka, dokter Diandra keluar


didampingi biSumi.


" Cinta sudah sadar bang Jhon, sepertinya ia beberapa hari ini kurang makan dan tidur." Ucap dokter itu terdengar kasar namun menatap mesra pada tuanku.


" Papa...teriak cinta dari dalam!


" Ya nak.." Tuan Jhon bergegas menemui putrinya, sampai ia tak sengaja menepis kasar tangan cantik dokter berusia kita- kira 40 tahun yang sudah berani menyentuh pundaknya itu.


" Itulah calon mertuamu Rajj, ia tidak akan peduli dengan apapun didunia ini kalau sudah


menyangkut putrinya itu, bahkan ia tahan menjadi duda lumutan hanya karna larangan sang putri untuk nikah lagi." Ucap wanita berjas putih itu pelan didepan mukaku, kulihat ia tersenyum pahit, seperti menyiratkan sebuah dendam.


Deg


" Wanita ini? darimana ia tahu aku akan menikah dengan non cinta? Tuan Jhon selama ini sangat tertutup, sedang aku sendiri barusan tahu rencana pernikahanku." Tiba- tiba aku curiga dengan wanita yang menjadi dokter keluarga Smitt ini.

__ADS_1


" Maaf dokter, aku lihat non cintanya dulu." Ucapku pura- pura tak mendengar ucapannya, lalu meninggalkan Dokter yang bernama Diandra yang masih terlihat celingak -celinguk menatap fhoto- fhoto- Almarhumah nona Samia yang terpajang didinding.


Bersambung.


__ADS_2