Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 37


__ADS_3

Artinya...


" Kita mendadak akan dinikahkan !" teriak mereka sekali masih terdengar kompak dengan raut yang sama- sama Syok pula.Tanpa disadari keduanya melempar diri kembali ketempat tidur saking galaunya. Cukup lama keduanya baring tengadah sembari menatap langit- langit kamar dibawah selimut tebal yang sama.


Keduanya larut dalam fikiran masing- masing,Yana yang sedang bingung harus bersikap apa terhadap pernikahan dadakan ini,apalagi hatinya masih terpaut dengan pria impiannya,dan begitu Syulit rasanya melupakan Rajj hanya dengan hubungansatu malam dengan kakak angkat sendiri yang merangkap asisten sang papi, apalagi yang ia tahu Liam Cung selama ini juga tidak menyukainya,lelaki itu hanya menganggapnya nona yang perlu dijaga dan dilindungi, tidak boleh disakiti oleh teman- teman mereka, menurut Yanna hanya seperti itu saja.Bahkan untuk mengajak pria itu supaya mau menjadi penghangat ranjangnya butuh trik cercaan yang banyak dari Yana untuk membangkitkan emosi pria itu agar mau minum dengannya hingga mabuk, karna Yana tahu kekuatan pria turunan campuran pribumi dan negri tirai bambu yang satu ini, tidak seperti turunan yang lain, pria itu sangat lemah terhadap Alkohol.


Berbeda lagi dengan Liam Cung, ia khawatir pernikahan seperti apa yang bakal ia jalani dengan wanita yang jelas hatinya milik pria lain, bahkan secara fisik satu tangan detektif tampan pemilik Copry Collection itu saja tidak bisa ia ditandingi olehnya,apalagi ia tahu selama ini nonanya penyuka yang black Sweet seperti pria itu, yang kegagahannya mengalahkan pesona aktor Laga India yang terkeren sekalipun.


"Yang gini yang hot Li, bukan kayak you yang kesiangan."Begitu selalu yang gadis cantik itu katakan setiap kali memamerkan fose terkeren pria pujaannya yang berhasil ia ambil secara sembunyi-sembunyi.


"Tolong Tuhan..Jangan sampai cintaku terkunci dalam ikatan yang tidak berasa dihati.Lalu apa bedanya nasipku dengan tuanku."Keluh hati Li yang frustasi.


Kesalahan satu malam berujung pernikahan. Entah rumah tangga macam apa yang akan keduanya bina dengan hati yang belum tentu bisa saling memiliki.Keduanya sama- sama gentar menghadapi keputusan papi Scypin yang nyata sudah finalty.


" Ini bukan fiksi papi, ini my real live. Bagaimana putrimu harus melewati lelucon yang kau buat, apakah kau kira dengan merancang hidupku persis novel, bakal terjadi hubungan yang berujung bahagia persis novel mula benci jadi bucin."Ingin Yana melontarkan protes ini pada papinya, tapi apa alasannya?Sementara ia sudah berani memperkosa pria yang diam-diam sangat disayangi oleh tuan Scypin ayahnya.


Ditengah keduanya yang sekilas terlihat seperti orang sakau, sang ayah masuk lagi diam- diam


Menatap lekat kedua insan yang tengah hanyut dalam fikiran masing- masing.


" Papi sudah bilang sejak lama Li, papi ngak mau kalian mewarisi hubungan happy - happy tanpa status kayak papi!"Ujar Suara yang membuat muda mudi itu terlonjak duduk kembali dengan tubuh yang masih polos, sedang selimut mereka terlempar Saking syok dan Grogi.


Mata tajam tuan Scypin tanpa permisi langsung menyoroti tubuh polos kedua anaknya itu,sadar telah jadi sorotan, keduanya spontan saling peluk untuk sembunyi.


"Jangan berfikir untuk mengulangi itu lagi sebelum married, apalagi dihadapan papi sendiri."Ujar Scypin membuat keduanya spontan saling dorong dengan wajah tertunduk malu,sembari menutup bagian akses berharga mereka dengan paperbag kostum yang sudah disediakan sang ayah.


" Mandi dan memakailah! Setengah jam lagi Squt akan datang menjemput kalian untuk dibawa ke gedung pernikahan Angkasa P."


Titah Tuan Scy.


"Awas kalau belum bersiap, kalian akan dinikahkan dikamar ini saja.Tidak malu nikah ditempat bejad ini kan?fotonya bakal dilihat anak- anak kalian nanti lho! " Ujar Scypin dengan nada ancaman melihat keduanya masih tak bergeming.


" Anak-anak???" Keduanya terpekik bersamaan dan saling pandang dengan mata yang melorot.


" Biasa aja ekspresinya!Semalaman sudah membuat anak kok sekaget itu disebut soal anak.Cik... cik.. cik.. dasar generasi milk animal!" Sergah Tuan Scypin.


" Mileneal...ralat Yanna tapi ia sampaikan dengan wajah tertunduk malu.


" Terserahlah...Yang penting nikah." Sahut asal tuan Scypin.


" Jangan lupa! Setengah jam saja siap- siapnya!"Ancam orangtua itu lagi sebelum beranjak pergi.


Keduanya mengangguk seperti burung balam yang habis diajari tuannya pagi- pagi.

__ADS_1


Jangan heran mengapa tuan Scypin bisa mondar- mandir disini karna pemilik tempat bejad yang ia sebut ini sudah menganggap tuan Scypin langganan tetap."Tukang bejad teriak bejad. He.. he..Tapi sekali lagi kita ingat, bahwa orangtua manapun tidak akan pernah mau keturunan mereka mewarisi keburukan yang mereka miliki, pengennya anak- anak dapat yang baiknya saja.Hanya saja susah mencari buah yang jatuh jauh dari pohonnya, barang kali hanya buah karet kali ya?atau ada yang tahu buah lain?


Buah karet terlempar jauh karna ketika matang buah bercangkang keras ini sepertinya melawan dengan panas terik mentari hingga sibiji buah karet terlempar jauh jatuh dari pohon aslinya, ditekan oleh sicangkang.


Tuan Scypin pengennya begitulah kira- kira, walau ngak jauh- jauh sekali, setidaknya hidup sang putri sedikit lebih baik dari hidupnya.Moga tercapai niat baiknya tuan...


Amiin.


*


*


*


" Mandilah dulu..." Ucap Li seraya mengambilkan handuk dari lemari fasilitas dan menyerahkan pada Yana yang termangu melihat Li yang berjalan santai tanpa seutas benangpun.


" I...Iya..." Gugup Yana.


" Gile, sipucat kok pede amat pamer gadingnya gonjal-ganjil gitu." Sungut Yana dalam hati dengan kedua pipi merona.


Li menatap bingung nonanya beberapa detik.Detik berikutnya ia sudah membuat tubuh wanita yang entah lagi mikirin apa itu belayang dalam gendongannya.


Kedua mata Hazel Yana melotot kaget.


" Bukan cari kesempatan dalam kesempitan, hanya teringat saja kalau itu semalam berdarah, takutnya nona kesakitan jalan kekamar mandi." Jelas jujur Liam Chung.


Yana mengangguk, ia sudah berfikiran kemana- mana buat kedua pipinya kembali memerah karna malu.Cepat- cepat disemayamkan wajahnya dibalik dada bidang lelaki yang selama ini sering Yana panggil sipucat, tapi pria itu tak pernah protes.


Keduanya Sampai digedung tepat pukul sepuluh pagi.Keduanya berjalan sembari menunduk menuju kedalam gedung nikah ini.


Disana tuan Scypin sudah tersenyum manis didepan menyambut calon pengantin.


" Welcome to Handsome man and my beautiful girl...( Selamat datang pria tampan dan gadis cantikku)." Ucap tuan Scy sebelum memeluk keduanya bergantian.


" Welcome to a beautiful married life.( Selamat tiba di kehidupan pernikahan yang indah)." Ujarnya lagi penuh harap, kedua bola mata tua tuan itu tampak berkaca- kaca menyampaikan ucapan berisi harapan besar ini.


Panggilan dari moderator dalam gedung memangkas keharuan sesaat.Tuan Scypin membimbing keduanya masuk, putrinya Yana dipeluk dengan tangan kiri bule itu,sedang putra angkatnya Liam Chung digandengnya dikanannya. Ketiganya melangkah pasti menuju mimbar pernikahan.


Didalam ternyata semua sudah menunggu. Pak penghulu menyambut tuan Scy dengan mengulurkan tangannya.Setelah semuaduduk diposisi yang tepat pak penghulumulai angkat bicara.


" Tuan yang menikahkan Yanna langsungatau diwakili?" tanya Pak penghulu sekali lagi, walau sudah ada surat kuasa nikal terwakil.


" Saya tidak nasap putri saya pak." Ungkap jujur Tuan Scypin dengan logat baratnya.

__ADS_1


Pak penghulu dari Kepala Kantor KUA manggut- manggut, kemudian mulai menghadap pengantin pria. Setelah pembukaan dan sesi pembekalan pernikahan pun dilangsungkan.


Prosesi ijab Qobul hanya berlangsung sekitar 20 menit. Akhirnya para saksi menyerukan kata Syah.."


Tangis tuan Scypin pecah membuat semua hadirin tercengang.


" Akhirnya impianku tercapai melalui putriku..." Ucap tuan Scypin disela isaknya.


Pak penghulu tersenyum sembari memeluk bule Tampan itu." Semoga hidup anda akan indah pada waktunya tuan, yakinlah kalau Allah tak pernah Lelap.Jujur saya pribadi salut pada kejujuran tuan.Ingatlah bahwa pintu taubat selalu terbuka lebar bagi yang mau membenahi diri." Nasehat pak penghulu dengan setengah berbisik.


Tuan Scypin mengangguk dan tersenyum sembari menatap anak dan menantunya bergantian, setelah itu ia memandang kearah pintu.


" Aku sudah potong untuk bisa nikah dengannya dulu, nyatanya sampai sekarang pernikahan itu tak terjadi.Hari ini bahkan dia tidak datang di pernikahan putri kami, padahal saat kutelfon tadipagi ia terdengar senang Yana menikah. Biarkanlah dia begitu! Aku takkan peduli lagi, biar semua terjadi sesuai kehendak Illahi, setelah ini aku tak akan berharap padanya lagi, aku hanya akan meminta kepada Tuhanku yang berhubungan dengan kebahagian Putri dan putraku saja."


" Papi pasti memikirkan wanita itu Li."Tanpa sadar Yanna memeluk pundak pria yang barusan menikahinya. Hal itu tak luput dari pandangan hadirin.


Belum sempat Li menjawab istrinya sudah terdengar sorak riuh hadirin.


" Cium dong ko!!!


Cium...Cium...


Sesaat Liam masih terlihat ragu menatap Yana.


" Cepet dong ko,Istrinya udah ngak sabar tuh!" Timpal seorang pria yang tadinya jadi saksi.


Yana tertunduk malu dengan kedua pipi yang merona.


"Cik, bisa- bisanya orang itu bilang begitu." Cicit Yana.


Cup


Sebuah kecupan kilat mendarat dibibir Yana yang sedang mengomel kecil.


Ger....Hadirin tertawa disusul tepuk tangan.


Sekarang kedua pengantin tertunduk malu, sampai acara doa mereka berdua masih menunduk.


Tuan Scypin tersenyum bahagia.


" Sepertinya tidak akan sia- sia usahaku mengikat kalian dalam sebuah kontrak pernikahan seumur hidup." Ujar tuan Scy begitu mobilnya yang membawa pengantin meninggalkan pelataran gedung Angkasa P.


" Seumur hidup???" Tanya keduanya serentak.

__ADS_1


" Ya,Karna aku seorang ayah, bukan penulis naskah." Sarkas tuan Scy.


__ADS_2