Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 44


__ADS_3

Begitu sampai dikantin depan kantor, kami langsung disambut oleh Titi, gadis yang bekerja menghidang disana.Sedang Bi Shanum yang sibuk melayani pelanggan lain hanya tersenyum sambil melambaikan tangan.


" Ya Bi, Lanjut saja, mudah- mudahan lancar terus! " Sorakku sembari membalas lambaiannya.


" Amiiin..." Sahut BI Shanum dari depan estalase.


" Amiin..." Sambut beberapa pelanggan yang sedang duduk makan.


Aku tersenyum bahagia, pagi ini sudah cukup banyak yang mendoakan sesama, tandanya nilai kebersamaan masih ada dilingkungan sekitar Copry collection ku ini.


" Bang Rajj berdua mau Titi hidangin apa?" tanya ramah Titi melirik aku dan Bro Ujang yang sudah mengambil posisi duduk berhadap- hadapan dengan meja bundar sebagai Sekat.


" Dua porsi nasi Kapau berikut 10 tusuk sate ayam." Pintaku.


" Oke Bos,wait moment." Balas Titi dengan berbinar seraya melangkah cepat menuju estalase makanan.


" Apa ini juga usahamu Bro?" tanya Ujang kelana celingukan memeriksa kondisi kebersihan kantin sarapan itu.


" Bukan, hanya tempat saja yang aku punya, sedang pemilik usaha ini Bi Shanum, teman sekampung almarhum bunda."Jelasku apa adanya.


" O..." Gumamnya entah menanggapi Ucapanku, atau melihat hidangan yang menggiurkan yang sedang disusun Titi dimeja kami.


" Cekatan sekali gadis ini menghidang ya." Bisiknya kemudian.


" Ya, tapi awas, jangan mengagumi wanitalain melebihi yang dirumah.Karna dulunya yang dirumah juga tak kalah cekatan." Balasku dengan berbisik melihat sohib baruku itu terus meliriki lenggang- lenggok Titi yang sudah beralih pula menyapa pelanggan yang baru datang.


" Benar tu Bro Bos, tapi yang namanya mata tetap condong ke yang kinclong Bos." Ucapnya sembari menjewer kuping sendiri.


Aku tersenyum sembari geleng- geleng kepala." Ayo cepat,makanlah yang banyak bro, biar perutnya ngak nyanyi- nyanyi lagi didepan orang." Ucapku mengalihkan perhatiannya seraya mendorong seporsi nasi Kapau beserta piring berisi 10 tusuk sate ayam kedepannya.


" Memang,tadi saking senangnya mulai bekerja, aku sampai lupa sarapan, sedang istri sibuk pula ngurus anak hingga absen ngingatin makan." Ucapnya tersenyum malu.


" Biasa aja lagi bro, ngak usah sungkan juga! Ayo dicicipi sampai tandas karna sebentar lagi kita bakalan berjalan jauh." Ujarku membuat kedua alisnya menaut.


" Kemana?


" Kekampung tempat istriku dilahirkan."

__ADS_1


" Oke, kemanapun Ujang sedia berkelana, yang penting bebas intimidasi dan deskriminasi! " Balasnya lebay seraya mulai makan.


" Eh..Tunggu...Bro Bos kok ngak ikut Makan?" tanyanya dengan mulut penuh.


" Kalau aku sudah sarapan Doble tadi, maklum pengantin baru, istri masih belum bosan ngidangin." Candaku.


" Benar Bro! Wanita sih gitu, baru- baru nikah jadiin suami kayak Raja, setelah punya anak anggap suami tak lebih dari pemulung" Ceplosnya.


" He...he...Ngak usah gitu kali curhatnya Bro."Ujarku dengan senyum dikulum.


" Tunggu aja nanti,kalau ngak yakin, saatnya pasti tiba! kalau istrinya Bro ngak gitu,


berarti ia benar- benar perempuan pilihan."Ujarnya berapi- api.


" Sebenarnya ngak ada manusia yang sempurna teman... Sebagai pasangan kita mesti belajar terus untuk saling melengkapi kekurangan diantara kita.Jika ada hal dirasa yang sudah tak pantas.Cepat bicarakan dan selesaikan baik- baik." Ujarku sekaligus menasehati diri sendiri.


" Benar! Setelah ini aku akan memasukinya dengan hati- kehati." Ucap sembari mengedap- ngedipkan Mata.


Aku hanya tersenyum saja, tak mengerti mana yang serius dan mana yang bercanda dari temanku ini.


Tapi tidak perlu dipusingkan.Tetap saja untuk urusan rumah tangga orang sebagai siapapun kita tidak berhak ikut campur, kalaupun yang bersangkutan curhat dan minta nasehat, kita tidak boleh salah dalam menyampaikan saran, salah dikit saja persoalan orang makin runyam, disitu bukannya pahala yang didapat malah dosa besar dan karma buruk yang akan tiba menimpa kita, padahal maksud kita sebenarnya baik.Belum lagi jika ada yang ber maksud buruk merusak ketenangan orang, jangankan dilakukan, diniatkan saja tidak boleh.


"Ini menu khusus buat pengantin baru,kalau tak dicicipi bibi bakalan merajuk sampai anak pertamamu lahir." Ujar Bibi Syanum sebelum pergi.


Aku menatap punggung bibi Shanum yang kembali melangkah untuk melayani pelanggan yang baru pula, sepertinya warung sarapan bibi ini menang sangat lancar. Kutatap Bro Ujang yang hendak menghabisi piring berikutnya, akupun mulai mengaduk soto dipiringku dengan sendok dan garpu.


" Tunggu dulu!" Cegahnya saat aku hendak mencicipi soto yang dihidangkan bibi.


" Ada apa?" tanyaku dengan kedua alis nyaris menaut.


" Biasanya diIstana kerajaan yang dihuni banyak orang dengan berbagai intrik,sebelum hidangan dimakan oleh Raja, pelayanlah yang lebih dahulu mencoba." Ucapnya buat senyumku mengembang dengan kepala geleng- geleng.Tapi tak kuputuskan perhatiannya,segera kutuang beberapa sendok soto kedalam piringnya.


" Benaran ngak takut nih? Banyak yang bakalan nangis dirumah lho kalau terjadi apa- apa dengan Bro." Ucapku menggodanya dengan bergumam saat ia mulai menyicip.


Ia menggeleng pasti"Ngak ada racun kok Bro Bo!. Yang kutakutnya racun asmara yang berbahaya." Balasnya tak mau kalah menggodaku.


" Kalau disono kena racun asmara lebih gawat lagi bukan? Mak sama anak- anaknya bakalan patah hati berjamaah."

__ADS_1


" He...he....Patah hati berjamaah bisa nangis sama- sama, sakitnya kalau non Cinta patah hati sendiri nangisnya sama siapa, mana papanya mau diculik pula sama ibu tiri." Ujarnya terdengar konyol.


" Ya sudah...Kita kembali ke menu ya Bro."Sahutku memangkas perbincangan tak berarti kami.


Ia mengangguk dan memakan kembali makanannya. Akupun juga mulai menikmati sotoku dari bibi Shanum.


*


*


*


Baru beberapa langkah kami memasuki lobi kantor setelah makan,bunyi ponselku mengurai langkah kami.Setelah kukeluarkan benda pipih yang masih berdering itu dari saku, segera kusentuh layar untuk memeriksa


Sipemanggil.


Aku langsung menyambungkan telfon begitu melihat itu panggilan dari Cinta.


"Ada apa sayang!" pekikku cemas mendengar keributan dari sebrang telfon.


" Hiks... hiks.. Aku ketangkap satpam Rajj...Ada yang masukin sekotak berlian kedalam tasku.


" Apa?" Pekikku dengan perasaan campur aduk. Aku percaya ini bukan perbuatan istriku, karna kalau ia yang melakukan tentu ia tidak akan semudah itu tertangkap.


" Tenang ya sayang...Rajj akan datang! Ujarku menenangkannya. Aku tahu saat ini istriku sangat takut dan malu, apalagi kalau ia tidak tahu kalau sebenarnya pemilik plaza tempat mereka belanja itu adalah ayahnya sendiri.


" Apa wanita itu juga tidak tahu kalau itu milik keluarga Smitt?"


" Ada masalah Bro Bos? " Tanya Ujang kelana bingung melihatku berbalik buru- buru setelah


menerima telfon.


" Ya bro! Sepertinya rencana kekampung kita re schedule aja ya, sekarang aku harus kepusat perbelanjaan Untuk jemput Cinta." Ucapku setenang mungkin.


" Apa aku tidak boleh membantu?" Tawarnya.


" Boleh, bantu sopirin mobilku, tapi hanya sampai parkiran plaza ya!." Ujarku memberi syarat tak mau makin bertambah banyak orang yang mengetahui tentang istriku.

__ADS_1


" Siap Bos!" Ujarnya seraya menadahkan tangan meminta kunci mobil.


__ADS_2