
Suasana pagi.
Kejadian ditempat kami sudah tidak perlu ditebak lagi karna nyata jelang subuh permainan elang ayam kembali berlanjut, ketika sang elang menukik Karas saat terbangun dikandang ayam putih jinak tanpa penjaga, sudah pasti Ayam tak akan punya kesempatan untuk menghindar, karna salah sendiri membawa elang kedalam kandang. Tentu saja elang tanpa ampun menyantapnya sebagai sarapan.
" Rajj...Nanti subuhnya kelewatan lho." Ujar Cintami mengingatkanku begitu aku mulai menghujamnya kembali dengan senjata Laras panjang yang sejak semalam nancap disarung sempit miliknya.
" Tenanglah sayang...Ini tidak akan lama kok, lagian katanya dokter Spesialis Ahli seksologi teman Papa Jhon,orgasme pagi lebih nikmat dan produksinya bagus untukperkembangan." Rayuku mengatasnamakan pendapat ahli yang sudah terkenal sejak 20 tahun ini.
" Maksudmu pak Dokter B yang sohip papi itu?Tunggu Rajj...Mengingat nama bestynya papa yang ahli dibidang urusan Syur- syur itu, aku jadi berfikir apa papa melakukan sesuatu dengan dirinya hingga betah menduda puluhan tahun ya?"
" Mau cepat siap agar bisa segera mandi dan jamaah kan sayang?" tanya balikku dengan mengabaikan pertanyaan istriku.
" Ya sih? Tapi benaran lho, aku terfikir apa papa melakukan Vasektomi Ya?" Ujarnya lagi membuatku terpaksa membungkam mulutnya dengan ciuman yang panas.
" Rajj...A...Apa kau ingin menjadi Viral dengan membuat istri kehilangan nyala saat bercinta? " Ujarnya setelah berhasil melepas ciuman dengan nafas ngos- ngosan.
" Makanya jangan berfikiran macam- macam selagi sedang syur- syuran gini cantikku...
Kita sedang dalam sesi berbagi air, bukan sesi interview apalagi acara memandu gosip selebratas." Ucap sarkasku sembari beralih meremat dan menghisap kembarnya bergantian.
" Ngak dibolehin makan cery, naik kepuncak gunung sepertinya juga canduku, disini ada pabrik Susu." Ujarku sebelum menenggelamkan mulutku kesatu puncuk tertinggi yang sekarang hampir terbentuk berkat kelihaianku selama sehari semalam.Sedang tanganku takkan membiarkan saudara satunya diangguri, tak tega diriku diantara mereka ada yang merasa diabaikan, maka saat satunya dihisap dengan rakus yang lainnya merasakan remasan lembut, membuat yang punya menggeliat dengan dada membusung dan bokong terangkat, mulut tak henti mendesis tak karuan menahan gelombang kenikmatan. Sementara yang dibawah sana pedang panjangku terus melakukan gerakan menusuk- nusuk dengan maju mundur, hingga kembali yang terdengar hanya paduan suara antara tepukan daging, deru nafas memburu, bunyi decapan, dan de*sahan kami yang sedang menikmati asmara subuh nan syahdu.
" Aughhh...Akhirnya tumpah diwaktu yang tepat" Ucapku senang setelah melihat Jam digital didinding kamar masih menunjukkan pukul Setengah lima pagi ketika kami selesai menuntaskan kegiatan berbagi peluh ini.
" Memang kerasa bangat lengket dan hangatnya tumpahan pagi begini." Ucapnya saat aku melabuhkan beberapa kecupan dikeningnya.
" Iyalah bidadariku... Makanya Rajjmu mengganti malam pertama kita jadi pagi pertama." Balasku yang langsung dapat cubitan sayang dihidung mancungku.
" Itu mah terjadi karna malam pertama kita nyaris ditikung sama calon pelakor yang gagal." Ujar nya sembari menggelitik pinggangku.
" Geli sayang..." Keluhku manja.
" Makanya lepas ni bika Ambon!
Tu jam udah mau pukul lima." Ucapnya sembari menunjuk jam dinding dengan bibirnya.
Cup kembali kuhadiahi istriku dengan kecupan sayang." Oke manis...Kita lanjutkan dengan sesi mandi berdua." Ujarku membawanya duduk tanpa melepas penyatuan kami.
" Rajj...Dengar ngak..." Rengeknya mulai cemas karna didalam sana kepala botak tegap kembali.
" Iya sayang..." Sahutku sembari menggulung tubuhku dengan selimut.
" Rajj__" Ucapnya tertahan begitu tubuhnya sudah melayang dalam gendonganku tanpa seutas benang. Disembunyikannya wajah indah yang sudah merona lagi karna malu dibalik dadaku.
" Sepertinya aku sudah memakan semua yang kulihat ini sayang...Jadi jangan malu terus. Masak dimakan mau dilihat malu." Godaku sembari mencium telinganya yang merah.
" Bagaimana aku tidak punya malu Rajj..Akukan perempuan." Ucapnya mengeluarkan wajahnya dari balik dada bidang ku, bibinya sudah benar- benar seperti tomat masak.
" Ya..Sayang...Sejak mulai hari ini obahlah candumu dari yang sudah- sudah kesini ya." Ucapku sembari menurunkan sebelah tangannya untuk meraba kepala siToni yang memang sudah tegak menantang dibawah sana.
" Rajj...Apa kau serius akan membawaku nganu lagi dikamar mandi!" Pekiknya merasakan geliat situmpul yang ia sentuh.
__ADS_1
" Apa yang sedang kau fikirkan sayang...Rajj hanya menggoda saja. Kita benar- benar akan mandi dan setelahnya bergegas menunaikan kewajiban 2 rakaat berjamaah." Ujarku sembari melangkah menuju kamar mandi.
" Itu baru suamiku oke." Pujinya sembari mengecup dadaku.
" Bukan Oke tapi Rajj Copry.Kalau oke tetangganya mang Udin didesa." Ucapku asal.
" Is..." Desisnya sembari tersenyum smirk.
" Rajjku seorang! " Tegasnya kemudian.
" Tentu! Siap sedia nancap dimana saja untuk istri tercinta! Cintaku seorang! Yang penting_" Aku sengaja memotong ucapan, saat mulai akan mengguyur tubuh polos istriku.
" Yang penting apa?" tanyanya dengan raut tak suka aku menggantung ucapan seperti tadi.
" Yang penting bidadariku jangan melakukan perbuatan memacu Andrenalin ditempat umum lagi Ya." Ujarku yang diangguki olehnya.
" Bisa digantikan dengan melakukan pacu kuda berdua diruang frivasi yang kita mau, termasuk kamar mandi begini jika sayang kepengen." Ucapku sembari membasuh sarung pedangku.
" Puas mana nganu daripada ngintu?" Tanyaku penuh selidik sembari menyisir lembut rambut halus sekitar pintu nirwana.
" Ini lebih menggilakan, makanya aku sampai teringat gimana papa melewatkan berpuluh tahun tanpa pendamping." Ucapnya menerawang.
" Kita akan mencarikan orang yang tepat untuk papa, yang penting sayang janji tidak akan mencuri lagi, cukup nyicil tiap hari nyuri hati Mr Black Saja. Mau kan?"
Ia mengangguk." Cintamu janji akan berjuang keras membuatkan cucu untuk papa kita, dan menjadi ibu yang baik untuk anak kita." tegasnya mantap.
" Oke syurganya Rajj.. Tetaplah manis begini selamanya. Rajj sedia mati seperti semut didalam gula." Rayuku lebay, sedang tanganku meliar dibawah sana.
Aku tersenyum." Biarkan aku membersihkannya sayang...jangan cuma pandai menikmati saja." Ucapku membuatnya terdiam pasrah.
Lima menit berlalu...
" Semua sudah beres sayang... Wudhulah.."ujarku setelah menggulung tubuhnya dengan handuk.
Tanpa protes ia melakukan yang kupinta, sementara aku bergegas mandi suci dan setelahnya kami menunaikan kewajiban utama tunduk sebagai mahluk ciptaan Allah SWT karna tiada daya kami dihadapanNya, kecuali kuasa seizinNya sang pemilik langit dan Bumi dan diri kami.
*
*
*
Sementara disebuah kamar yang cukup luas dan mewah dengan kasur berukuran king Size sepasang anak manusia tengah lelap saling memeluk dalam satu selimut.
Dinginnya pagi membuat sang wanita semakin erat memeluk guling kesayangannya yang ia rasa entah mengapa semakin hangat saja.
" Aughhh...Nyamannya." Gumam wanita itu dalam keadaan terpejam.
Sementara sang pria mulai membuka mata karna sayup- sayup kepalanya yang berat mendengar gumaman seorang gadis.
Mata Liam membeliak terkejut, dan sontak merubah posisi menjadi duduk tatkala tersadar ia sedang diatas ranjang dengan seorang gadis.
__ADS_1
" Kenapa begini, kemana perginya pakaianku?" Tanya bingung Liam sembari memeriksa tubuhnya.
" Nona?Aku dan nona Yana sama- sama polos? Apa yang sudah kami lakukan semalam?" Fikirnya menatap dada dan leher Yanna yang tersingkap penuh dengan jejak kiss mark.
" Kemudian ia memeriksa tubuhnya yang juga banyak ditandai bekas hisapan, bahkan punggung disekitar pinggang terasa perih. Cepat- cepat ia periksa. Ternyata itu bekas cakaran kuku.
Belum juga yakin dengan apa yang terjadi, Liampun senyingkap tubuh molek dibalik selimut tebal.
" Polos sampai bawah!" Pekiknya.
" Tunggu...Itu apa?titik noda merah dialas kasur, Darahkah???" Dengan cepat ia menutup ************ nona yang barusan ia periksa.
" Aku sudah mengambil mutiaranya." Gumam Liam lirih. Sebentar kemudian lelaki itupun berteriak frustasi.
"Tidak!!!!!" Teriak Liam memukuli dada sendiri merasa kecewa, putus asa telah gagal total menjaga nonanya.
" Hah...Kenapa kau teriak dikamarku?" Sergah Yanna yang nampaknya belum menyadari apa
yang terjadi.
" Ka..Kau dan Aku..." Tunjuk Yanna dengan bibir bergetar menyadari tubuhnya dan Liam sama- sama polos.
Liam terdiam, dilihatnya gadisnya sudah terisak disisinya sembari menarik rambut sendiri.
" Pukul aja aku nona...Karna aku yang sudah merusakmu!" Ujar Liam menyerahkan dadanya.
" Aku melakukannya denganmu? Bukan dengan Rajj seperti yangkumau...Hiks...hiks..." Sekarang Yanna bukannya memukuli dada Liam, tapi membenamkan wajahnya dalam tangis disana.
" Aku sudah mencegahmu minum banyak semalam nona...Tapi kau malah memaksaku minum bersama." Lirih Liam.
" Aku tak menyalahkanmu Li...Aku yang meminta semuanya padamu." Ujar Yana sendu. Liam memeluk Yanna, ternyata Yanna memang asli turunan Tuan Scypin, gadis itu berarti tidak mabuk seberat dirinya semalam, darah wanita itu hampir sekuat sang papi.
" Maaf...tatap saja aku yang salah.Katakan apa yang bisa kulakukan untuk menembus dosa ini?" Tatap sendu Liam.
Brak! Suara pintu kamar digebrak dari luar membuat keduanya tersintak dari haru biru.
" Papi!" Pekik Yanna sembari menggulung tubuhnya dengan Selimut.
Tuan Scypin tidak menjawab, ia maju dengan wajah tampannya yang tampak merah.
" Ini pakai dan turuti semua perintahku!" Ujar Tuan Sypin seraya melempar 2 paper bag kewajah keduahya, lalu lelaki matang itu kembali melempar pintu dan berlalu.
Brak..
Dengan bergetar Yana dan Liam memeriksa isi paper bag.
" Kebaya !!! Tekwondo!!! Pekik mereka serentak.
Artinya....
Kasih Ulasan ya say...bagi yang mampir lupa Komen, like Faforit, fote and Givenya.
__ADS_1