
Dengan penasaran Farhan mulai mendekati dengan berpura-pura duduk dengan jarak dekat. Ia mulai memperhatikan jari dan juga corak mata sama dengan yang dilihat waktu di restoran itu. 'kalau dilihat-lihat itu Anisa pelayan resto itu, apa dia tidak bekerja hari ini? Apa jangan-jangan ia memang libur hari ini dan bertemu teman-temanya' batin Farhan. Lama farhan duduk sambil memperhatikan orang yang diduga Anisa yang tengah asik ngobrol bersama dua teman lainya itu, tiba-tiba wanita bercadar yang diduga Anisa menoleh pada Farhan. Wanita itu melihat lebih dari dua kali seakan ia juga mengenali Farhan dan ia juga menyadarinya.
'Sepertinya benar ia Anisa pelayan resto itu, buktinya ia melihatku seakan mengenaliku. Apa aku tidak apa mendekati?'. Batin Farhan lagi.
Asyik mengobrol tiga orang wanita bercadar itu melontarkan nama Anisa. "Anisa kamu mau es krim rasa apa?". Suara salah satu orang dari mereka kepada Anisa.
Farhan mendengar langsung menoleh dan sedikit tersenyum, ternyata dugaanya benar.
"Mau strawberi saja ya kak, Nisa mau yang ada toping coklat ya kak". Ujar suara lembut Nisa menjawab pertanyaan dari wanita bercadar yang menawarinya.
Dari bertiga diantara mereka dua diantara mereka pergi ke minimarket seberang jalan dekat taman alun-alun ini. Tinggalah Anisa sendiri yang duduk di taman yang lapang ini disertai lalu lalang para pengunjung. Farhan yang berjarak sekitar tujuh meter memberanikan diri untuk mendekati Anisa.
"Asalamualaikum..." Salam Farhan.
"Walaikumsalam". Jawab Anisa menoleh dan segera menundukkan pandanganya.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?". Jawab Anisa sopan yang sedikit terkejut.
"Tidak,, boleh saya duduk disini." Menunjuk tempa kosong yang berjarak dua meter dari Anisa.
"Iii..iya boleh kak, silahkan". Ujar Anisa gugup yang disangka Farhan takut.
"Kamu jangan takut, saya kesini cuma mau bertanya". Ujar Farhan lembut.
"Iya, silahkan". Jawab Anisa singkat.
"Kamu Anisa kan? Wanita yang bekerja di resto tempo hari". Tanya Farhan.
"Benar saya Anisa, aku juga sering kerja di diresto". Ujar Nisa membenarkan.
"Kenalkan saya Farhan, tempo hari saya makan diresto kamu bekerja. Salam kenal ya". Ujar Farhan berusaha tenang karena telah merasakan goncangan hebat ditubuhnya.
"Iya salam kenal kak, dari mana kakak tau namaku dan kenapa kakak ada disini?" Balik Nisa bertanya.
"Aku tau saat temanmu memanggilmu saat diresto. Mmm aku tinggal dekat dekat sini yang kebetulan lagi pengen keluar nyari angin". Jelas Farhan.
__ADS_1
"Oh begitu ya kak, berarti kakak asli orang sini?". Tanya Anisa lagi.
"Iya. Oo ya, kamu lagi libur ya hari ini?" Balik tanya Farhan.
"Iya, lagi pengen santai saja bareng kakak dan sepupuku kak Farhan". Jelas Anisa.
"Ooo gitu, sudah lama kerja direstoran itu Nis?. Kebetulan restoran tempat kamu bekerja adalah restoran favorite orang tuaku dari dulu". Jelas Farhan.
"Dari kecil kak". Jawab Anisa singkat.
"Maksudnya?". Tanya Farhan kurang faham.
"Iya, dari aku masih SD sudah senang membantu pekerjaan direstoran kak." Jawab Anisa santai.
Farhan terlihat bingung dan memikirkan perkataan Anisa.
"Maksudnya kamu membantu, berarti orang tuamu pemilik restoran itu?". Ucap Farhan yang mulai faham.
"Iya kak, alhamdulillah pemilik restoran itu orang tuaku kak." Jawab Anisa.
"Ooo begitu ya. Tapi dari dulu sampai sekarang orang tuaku masih tetap memuji masakanya. Mmm berarti ayahmu bernama pak haji Dahlan ya? Maaff... ". Ujar Farhan yang memuji dan menebak.
"Asalamualaikum.." salam wanita bercadar yang telah kembali dari minimarket.
"Walaikum salam". Jawab Anisa serentak sama Farhan.
Dua wanita bercadar itu duduk disebelah Anisa.
"Mhmmm,,, lelaki itu siapa dek?" Tanya salah satu wanita bercadar diduga kakak Anisa.
"Ooo iya kak, kenalkan itu kak Farhan. Kebetulan ia pernah mampir kerestoran dan kebetulan Anisa yang mengantarkan menu". Jelas Anisa.
"Iya, saya Farhan. Kebetulan saya juga mampir kesini dan melihat Anisa. Ooo iya saya kebetulan tinggal dekat-dekat sini juga". Ujar Farhan menyambung Anisa.
"Oo begitu ya. Saya kakak Anisa dan itu Rasti sepupunya Anisa." Ujar kakak Anisa singkat.
__ADS_1
Dalam gugup Farhan kehabisan kata-kata karena degup jantungnya yang semakin kencang.
"Baiklah, saya tidak ingin mengganggu waktu santai kalian. Aku pamit dulu ya. Selamat bersantai. Asalamualaikum." Ujar Farhan yang pamit terlihat sedikit tergesa-gesa.
"Walaikum salam" jawab tiga orang wanita bercadar.
Anisa dan dua saudaranya melihat ada yang aneh pada Farhan. Mereka menatap saling pandang setelah kepergian Farhan dan tersenyum juga sedikit tertawa.
Farhan yang sedikit tergesa merasa dadanya seperti kecepatan kereta 1000km/jam saat telah berada dekat motornya. Ia sandarkan kening nya di head motornya.
"Syukurlah aku sudah jauh dari mereka. Aku hampir tidak bisa bernafas." Ujar Farhan disengal nafasnya.
"Tapi kenapa begitu kencang dada ini seperti ini. Apakah itu cinta?." Ujar Farhan sambil tersenyum. Setelah dadanya mulai tenang Farhan mengendarai motornya untuk pulang kerumahnya.
Sesampai di rumah Farhan tersenyum cengingiran sangat bahagian, sehingga Andin yang duduk di disofa ruang tamu tidak diperhatikanya.
"Kak Farhan kenapa senyum-senyum seerti itu." Ujar Andin heran.
Farhan hanya berlalu menuju kamarnya setelah meletakkan kunci motor ditempat biasa yang disediakan.
Sesampai dikamar Farhan yang sedang jatuh cinta itu merebahkan badanya ditempat tidur sambil membayangkan kejadianya tadi. Tak hentinya tersenyum bahagia sehingga ia terlelap.
Hari menunjukkan jam lima sore, Farhan terbangun dan segera membersihkan tubuhnya ke kamar mandi, ya tentu senyum bahagianya ia sambung sambil melakukan aktivitas mandinya. Setelah rapi Farhan turun kebawah untuk bertujuan melihat orang tuanya sudah pulang atau belum.
Orang tua Farhan sudah kumpul diruang keluarga dan juga Andin. Ketika mendekati mereka Farhan disambut dengan ejekan Andin dan tawa dari orang tuanya.
"Cieeee,,, ada yang lagi jatuh cinta nih." Ujar Andin melihat Farhan yang mau bergabung.
Farhan yang awalnya tersenyum langsung berhenti tersenyum melihat adik semata wayangnya itu.
"Apaan sih kamu Ndin. Sok tau!!!." Ujar Farhan terlihat sedikit jengkel.
"Iya nih, bahagia banget Mama liat, apa jangan-jangan habis vidio call sama Nita ya?." Ujar Mama Farhan mengira.
"Ga kok Ma, Farhan cuma senang saja ada perusahaan swasta daerah Jakarta yang menawarkan posisi manajer keuangan." Alih Farhan.
__ADS_1
"Oh ya... Bagus itu Han. Semoga anak Papa bisa mengawali karier yang baik di perusahaan yang dipilih." Sambar Papa yang menghentikan baca koranya. Juga diamiin kan serentak oleh seluruh anggota keluarga.
"Sebenarnya ada dua pilihan yang Farhan kantongi Pa dan berencana mewawancarai lusa. mereka telah mengabari kalau lusa waktu wawancaranya. Farhan akan memilih salah satu dari dua perusahaan nanti Pa,Ma." ujar Farhan menjelaskan.