Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 65


__ADS_3

" Tidak sayang...tadi saja Cintaku sudah sangat kelelahan, aku tak mau sampai membuat mu tak kuat berjalan."Ucapku sembari menepis tangannya yang sudah merambat dibagian bawahku.


" Tapikan Juna ngebet pengen punya adik Rajj, lagian sudah wajar juga, ini sudah tiga tahun kok aku belum hamil juga ya? padahal aku kita sudah maksimal lho! Apa karna kau terlalu sibuk hingga kwalitas Spermanya kurang bagus?"


" Namanya juga belum dikasih sayang...Syukur kita sudah punya Juna yang tampan dan menggemaskan." Sahutku sembari mengecup keningnya agar ia tak tersinggung dengan penolakanku.


" Atau jangan- jangan kamu sengaja KB seperti Liam ya?" tudingnya kemudian.


" Ngak ahhh, mana berani aku pasang itu tanpa izinmu bidadariku." Imbuhku merayu.


" Trus kok susah jadinya, padahal dulu langsung lho." Ucapnya sembari beralih menatap langit-langit kamar kami.


"Atau bahkan udah ya?Kan waktu itu ngak bilang- bilang.Sekarang aku balas menuduhnya.


Ia terdiam sejenak lalu meraba perut ratanya.


"Ngak Rajj,setelah waktu itu tak ada yang aku sembunyikan darimu lagi.Ini benar lho,aku sudah mulai khawatir rasanya,kalau sebelum dua tahun Arjuna dulu aku tenang saja ngak hamil- hamil,selain belum haid lagi habis darah nifas,ketidakhamilanku rezeki ASI Full bagi putra kita.Ini dia tak nyusu lagi,dan haidku sudah kembali lancar,kok susah nyangkut ya?Padahal tak pernah pasang alat kontrasepsi sekalipun,dan waktu penetrasi kita selalu nahan lama didalam." Curhat panjang istriku.


Kuraih wajahnya untuk menghadapku kembali lalu kukecup keningnya."Ngak apa! Kan udah ada Arjuna,semestinya kita bersyukur,orang ada yang tidak diberi anak satupun."Ucapku menenangkannya.


Ia menggeleng keras."Ngak Rajj! Sepertinya kita harus program nih,aku mau anak perempuan juga,aku ingin kasih adik perempuan untuk Arjun,kalau perlu kita pergi berbulan madu,mungkin ini terjadi karna faktor kelelahan."Kukuhnya.

__ADS_1


"Baiklah,Kita akan berbulan madu,tapi tunggu akhir tahun ya sayang...setelah proyek ditimur


kelar.Lagian biar usia Arjuna genap empat tahun baru kita tinggal titip pada biSumi,Roni dan Jini,kita bulan madu setelah Menunaikan ibadah umroh ya.Kalau sudah ketanah suci,baru boleh melakukan perjalanan keluar negri manapun kau mau.Legkapi ibadah dulu,baru kemana- mana."


Kulihat istriku kemudian tersenyum seraya memelukku erat."Oke Hubby...aku akan jadi istri yang patuh."Ucapnya.


"Gitu dong...Paket lengkap istriku ini."Sahutku sembari menyibak anak rambutnya lalu mengecup pelipisnya berkali- kali setelah menatapnya sejenak dengan penuh kasih.


Azan pertama berkumandang memangkas pagutan mesra kami diatas ranjang." Belum mandi kan?Sini biar mandi bareng." Ucapku membuatnya melotot.


"Katanya ngak mau,takut istri kecapean."Ujarnya tersenyum smirk.


Ia menciumi ketiakku lalu tersenyum, mandi tengah malam ya?pantasan udah wangi dan bikin aku pengen lagi tadinya." Ucapnya lagi mengendusi kitikku.Aku tersenyum,setelah kurasa ia puas,barulah aku duduk dan berbarigsut turun,kemudianmenggendongnya menuju kamar mandi.Ia yang sudah biasa selama empat tahun bersama tidak canggung


lagi dengan senyum bangganya ia mengalungkan tangannya dileherku seraya menatapku penuh kasih." Suami pilihan Cinta." Gumamnya.


" Suami idola,siap siaga." Balasku sarkas.


Begitulah cara kami melewati malam dan hari- hari kami.


Kami berusaha melaksanakan apa yang istriku pinta dan ia memenuhi apa yang kumau.

__ADS_1


Setelah kami melakukan ibadah umroh ketanah suci ditahun kelima kelahiran Arjuna.


Karna Sinta terus meminta akhirnya kami berbulan madu keTurki selama sepuluh hari sembari memenuhi undangan sahabatku Ali yang sekarang Stay disana mengembangkan bisnis istrinya.


Setiap sudut kota shehrazat itu kami intari dan menikmati,tanpa lupa menutup malam dengan membuat bayi.


Betapa bahagianya istriku setelah bulan madu itu bulan berikutnya ia tidak mendapatkan menstruasinya lagi.Gejala mualpun mulai terlihat membuatnya tak sabar ingin periksa.


" Rajj...Aku deg- deg an nih...Rengeknya


manja sebelum aku membawanya kebilik mandi untuk tes urine suatu pagi.


" Aku juga deg degan sayang..." Ungkapku yang juga merasakan sama.


Diluar Arjuna, Jini dan Roni sedang menunggu hasil testpack cinta.


"Bagaimana?" Tanya mereka bersamaan ketika kami keluar dengan memasang wajah biasa saja.


" Hasilnya adalah___


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2