Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 69


__ADS_3

Matahari pagi mulai menunaikan tugasnya menyapa seluruh jagat raya.Orang- orang kembali berlalu lalang dijalanan sesuai haluan menuju tujuan aktifitas harian menurut frofesi masing- masing.


Pagi ini Aris membawa mobilnya bertolak arah dari biasanya,karna ia dan keluarganya ini punya tujuan beda pula dengan biasa.Tujuan keluarga kecil itu ke Bandara T.


Zainal sopir pribadi Aris kali ini duduk manis diibelakang,karna Aris sendiri yang meminta untuk mengemudi.Sedang Zainal nantinya bertugas bawa balik mobil kerumah tuannya setelah keduanya mengudara.


Sebenarnya Aris sangat ragu membawa bayinya terbang diusia bayi itu yang baru 3 hari dengan ini pagi.Tapi kalau istri sudah bertekad,Aris hanya bisa menurut saja sembari berdoa semoga perjalanan mereka aman dan selamat,dan sibabby kuat.


Seperti punya tekad yang sama dengan mamanya,baby Sinta malah berubah jadi sangat manis sejak semalam.Bahkan sekarang setelah pesawat Lion air yang mereka tumpangi mengudara,bayi itu makin manis saja.Ia tidak tidur,tapi tidak pula merengek sedikitpun,padahal dua hari sebelumnya untuk pakai celdam saja mama Adelia ngak sempat saking rewelnya tu bayi.


"Cayang mama pengen kekota ya,pengen ketemu sama babang Juna?"Tiba- tiba Adel teringat pada Arjuna,anak lelaki Sohipnya yang menggemaskan.Entah karna apa pula,Adel melihat bayinya tersenyum seolah mengerti ucapannya,itu membuat mama muda itu sangat senang.


Aris mendegup salivanya yang terasa pahit,istri girang tapi Aris malah merasa sendu,ada rasa takut akan berpisah lama dengan seseorang yang entah siapa itu.


Aris memandang istri yang sedang memangku bayi mereka dengan senyum terindah wanitanya itu,hatinya Aris kembali semakin sendu.


"Kalau Cinta menginginkan bayi kita,apa kau akan memberikannya?" tiba- tiba pertanyaan itu meluncur dari bibir Aris.


Adel sejenak menghentikan kegiatannya mengajak bayinya bicara,dipandanginya suaminya dengan senyum."Cik,fikiranku kejauhan kayaknya bang,mana mau Cinta sembarang minta anak orang."Jawab santai Adelia.


Ingin sekali Aris mengemukakan alasan mengapa Cinta bisa meminta babby itu,tapi Aris tak tega mengganggu lagi,karna sekarang Adelia sudah sibuk lagi menimang Babbynya.


Setelah satu jam lebih,akhirnya pesawat mendarat dibandara HPK.Adel mengajak Babbynya bicara dulu sebelum memutuskan turun.Babby Sinta memang makin manis dan menggemaskan saja sekarang.Bayi itu bahkan tidak lelap dari tadi,ia seperti sedang menikmati momen perjalanan udara petamanya.Itu membuat Adelia menjadi ibu paling beruntung sedunia merasa punya anak yang sudah bisa diajak kompromi walau masih bayi.


Mereka menaiki taksi untuk sampai dirumah sakit tempat Cinta dirawat.Walau tujuan mereka sekalian takziah, namun memastikan kondisi sohipnya adalah misi utama Adel.


Mereka tiba diruang rawat Sinta tepat jam setengah dua siang.Didalam ada Rajj yang tengah termenung menatap istrinya yang masih belum sadarkan diri juga setelah malam tadi selesai operasi.Akhirnya Rajj memutuskan untuk menandatangani operasi pengangkatan rahim Cinta, karna tak mau terjadi sesuatu yang membahayakan istrinya itu.Cukup ia kehilangan orang tua dan babbynya saja,Rajj takkan sanggup hidup jika kehilangan Cinta juga.


Saat ini Daddynya Arjuna itu tengah dalam dilema,bagaimana menjawab pertanyaan istrinya nanti andai wanita yang dicintainya ini


sadar.Ia sudah membuat keputusan besar sebelum wanita itu sadarkan diri."Bagaimana kalau Cinta membenciku setelah tahu ia takkan bisa mengandung lagi karna aku telah menyetujui operasinya tanpa melibatkan dirinya?Ya Allah...Mengapa ini begitu berat?" Batin Rajj Berkecamuk, hingga ia tak sadar sudah ada tiga nyawa yang tengah memperhatikannya saat ini.


" Rajj...Apa Cinta belum pernah sadar sejak operasi caesar?"tanya sebuah suara lembut disusul regek bayi, membangunkan Rajj dari lamunan panjangnya.


" Aris! Adel! Benarkah kalian?Sejak kapan kalian tiba???" tanya Rajj bertubi dengan sorot terpana dengan kehadiran tak terduga tamu- tamu istrinya.


"Saya ditelfon sama bi Sumi,mendengar kabar buruk itu, istriku tentu tak mau tidak bertemu segera dengan sohipnya." Jelas Aris melirik istrinya yang sudah berdiri disisi hospital Bed Cinta.Bahkan tanpa berfikir panjang wanita itu membaringkan bayinya disisi Sinta untuk dapat segera menyentuh sohipnya yang tak bergeming dengan banyak selang mencokili tubuh wanita cantik sebaya dirinya itu.


" Cin...jangan begini,Ayo cepat buka matamu,bagaimana bisa kau mengabaikanku yang jauh- jauh datang karena merindukanmu."Ujar Adelia sengaja tak membahas duka sobatnya itu.


Wanita itu menggenggam tangan Cinta dengan hati- hati." Bagunlah,lihatlah bayi cantikku ingin menyapamu.Apa kau tidak ingin jadi ibunya juga?" Ucap Adel lagi membuat Aris ingin protes.Tapi melihat bayi Sinta tersenyum dan menggapai- gapaikan tangannya seperti senang dengan ucapan perkenalan dari mamanya,Aris hanya bisa mendegup ludah pahit.

__ADS_1


Bahkan bayi mungil itu mulai merem melek,dan sebentar kemudian menguap,lalu tidak lama terlelap.


"Bayi kami nyaman disisi Cinta.Jangan sampai saking sayang pada sohipnya, Adel memberikan bayinya juga." Doa Aris dalam hati khawatir sekali.


Rajj juga terkaget dengan ucapan Adelia barusan,sekarang hati Rajj makin dilanda dilema."Jangan sampai istriku meminta bayi itu,itu sesuatu yang mustahil Adel kabulkan." Batin Rajj. Walau ia sangat ingin istrinya segera sadar,tapi ucapan Adel yang ambigu mencemaskannya.


" Cin...Bagunlah....Kita akan rawat bayi ini sama- sama." Ujar Adelia membuat kedua pria makin tercengang.


" A...apa yang kau katakan Del?" Tanya protes Aris dengan gagapnya.


Mata Rajj mulai tertuju pada baby Sinta." Massa Allah cantiknya bayi itu,aku makin takut nantinya istriku akan merengek ingin memilikinya." Batin Rajj.


"Jangan PHP Cinta Del,kalau ia sadar dan meminta bayi cantik itu apa yang akan kau lakukan?" Ujar Rajj bermaksud mengingatkan Adel.


Adelia terdiam sejenak, kemudian menatap bayinya yang sekarang nampak nyaman disisi karibnya.


"Jika Sinta tenang dengan Cinta dan Cinta bahagia menerima Sintaku,aku akan memberikannya pada Sohipku ini dengan satu___" Ucapan Adel tertahan mendengar suara batuk.


" Huk...huk....Cinta membuka mata dengan terbatuk, dengan sayu matanya menatap sekeliling.


Mula- mula pandangannya kabur,lalu perlahan


" Bayiku sudah lahir Del,tapi dalam mimpiku kulihat ia dirawat para bidadari?" Ucap Cinta sendu, ketika tatapannya bertumpu pada bayi mungil terlelap disisi kanan pembaringannya.


"Bayimu kah ini? Bolehkah aku yang jadi ibunya?Aku takut pulang tanpa membawa adik perempuan Juna,itulah sebabnya aku enggan bangun." Ucap Cinta membuat mata Rajj dan Aris membola sempurna.


"Jadi istriku sudah sadar selama ini,dan ia tahu bayi kami sudah tiada.Ia sengaja membuatku menunggunya sadar dengan cemas,atau ini wujud protesnya karna aku memutuskan operasi tanpa izinnya?


Ya Tuhan...Cobaan apa lagi ini?" Batin Rajj sembari menatap nanar istrinya yang sengaja mengalihkan pandang dari nya.


" Ya Robb...apa aku harus batal jadi ayah lagi, padahal baru tiga hari momen indah ini kurasakan." Ringis cemas hati Aris.


" Kalau begitu aku akan memberikan Sinta kami pada kalian,tapi syaratnya Juna jadi putraku secara hukum." Ujar Adelia mengejutkan semua.


Cinta tercekat sejenak,lalu matanya bertumpu lagi pada bayi mungil disisinya.


" Tolong bantu aku duduk." Ucap Cinta kemudian menyingkirkan selang oksigennya.


" Sebaiknya aku panggil dokter dulu."Ujar Rajj setelah menekan tombol mengatur tempat tidur pasien untuk memposisikan istrinya duduk bersandar.


Cinta menggeleng." Tak usah panggil dokter,kau dengan para medis itu telah menghilangkan kesempatanku untuk jadi ibulagi,badanku akan segera sehat,hanya hatiku yang tiada obatnya saat ini."Ketus Cinta tak mau menutupi kekecewaannya pada suaminya.

__ADS_1


Rajj terdiam dalam fikiran yang kalut." Ternyata benar,ia kecewa dengan operasi Histerektomi itu.Tapi hanya itu jalan satu- satunya menyelamatkan dirinya dari ancaman kanker."


"Jangan salahkan Rajj dengan ini Cin,biarkan sekali saja ia egois ingin istrinya tetap disisinya." Ujar Adelia membela Rajj.


" Apa kau mau memberikan Sicantik ini untukku rupanya?" tantang kesal Cinta yang memang dihatinya sudah langsung jatuh cinta pada Bayi Sinta saat pertama melihatnya tadi.


Bayi mungil itu terbangun dan menangis.


Aris segera mengambil bayi itu untuk menenangkannya.


Hua...Hua ...Hua ...


Sinta babby makin histeris.Adelpun mengambil Alih,tapi tetap sama,sibayi makin menangis dengan menjadi.


" Kalau Sinta kalian mau diam dengan mommynya,maka berikan ia padaku ya RIS..." Ucap Cinta mengembangkan tangannya.


Adel menatap Aris, melihat istrinya sudah panik mendiamkan bayinya,Arispun mengangguk.


Adel menyerahkan Sinta kepangkuan Cinta.Seperti motor mogok direm paten,sibayi


langsung diam.


Rasanya Cinta ingin memberi Asi pada Sinta.Tapi begitu wanita itu memegang gudang nutrisinya, Adel langsung menggeleng.


" Kau tak boleh memujuknya dengan ASI. Selama sebulan ini kita bersaing sehat.Aku tak ada ASI kau pun tak boleh memberi ASI,kita memujuknya dengan susu bantu dan kasih seorang ibu asuh,jika ia memilihmu,maka aku akan meninggalkannya bersamamu dan Rajj,tapi sebagai gantinya Arjuna jadi anak kami." Ujar Adel memberi syarat.


Kedua ayah ingin protes,tapi kedua ibu sama- sama mengacungkan telunjuk untuk menutup mulut pasangan masing- masing.


"Kami akan menjadi ibu kedua anak itu,dan kalian menjadi ayahnya.Para ayah hanya punya tugas cari nafkah,urusan pengasuhan biar jadi urusan para ibu." Imbuh Cinta membungkam mulut para pria.


" Ya...Arjuna dan Sinta sama- sama anak kita." Balas Adelia pula. Sebenarnya Cinta itu tanpa syarat dan Cinta berhasil mencuri hati siapa saja yang ia mau tanpa syarat.


Melihat bayi Sinta yang senang bersama Cinta walau perempuan itu tak jadi menyusuinya Adelpun berkata lagi." Kalau kau menang,biar kita buatkan surat adopsinya Sinta.Tapi Juna jadi putra kami,kami bebas membawanya kalau anak itu mau."Ucap Adel kemudian.


" Dengan surat adopsi?" Tanya Rajj berat melepas Arjuna.


"Kita lihat setelah akhir bulan ini, kita jalani saja dulu." Putus Adelia.


Rajj dan Aris saling pandang,kemudian keduanya mengangguk lemah."Kita tak berdaya dihadapan para wanita,karna mereka merasa selalu benar." Ucap Aris.


"Andai mereka salah,mereka akan tetap merasa benar.Tapi yang sangat tak dapat disangkal,kita tak bisa ada tanpa adanya para wanita." Balas Rajj.

__ADS_1


__ADS_2