Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Hari pertama bekerja


__ADS_3

Dua hari berlalu Farhan siap menghadiri perusahaan yang telah ia kirim email balasan. Dari segi wawancara Farhan akan menilai mana yang akan dia pilih. Baik bagus dari finansial maupun soal gaji juga itu adalah patokan Farhan untuk memilih perusahaan mana ia bergabung.


Tepat jam yang dijanjikan satu persatu perusahaan sudah dihadiri Farhan. Namun ia hanya memilih satu perusahaan saja dan Farhan memutuskan diperusahaan otomotif.


"Baiklah, bismilah... Aku akan memilih perusahaan otomotif ini sebagai manager cabang di pusat kota." Ujar Farhan menetapkan pilihanya.


Setelah yakin dengan pilihanya Farhan akan menunggu kabar konfirmasi tanda tangan kontrak. Setelah tanda tangan kontrak kerja Farhan resmi bekerja dengan perusahaan yang ia pilih.


'Ya begini lah kalau orang yang berprestasi cari pekerjaan. Perusahaan yang menawarkan pekerjaan, bukan kita yang luntang lantung mencari lowongan. Makanya belajar yang rajin ya pembaca'.


Beberapa hari berlalu setelah tanda tangan kontrak kerja, hari pertama Farhan bekerja telah tiba. Di pagi hari Farhan telah siap dengan seragam kemeja putih dan celana hitamnya terlihat gagah melekat ketubuhnya. Ditambah sepatu pantofel warna hitam menutupi kakinya.


"Pa, Ma selamat pagi ujar Farhan." Ujar Farhan sambil duduk di kursi meja makan.


"Iya pagi anak Mama, dan Papa, ga berasa Farhan mulai bekerja. Selamat ya sayang." Ujar Mama sambil meletakan sepiring nasi goreng di depan Farhan.


"Anak siapa dulu Ma, lihatlah ketampanan Papa menurun kalau sudah rapi begini." Ujar Papa bangga.


"Ga tampan kok pa, tepatnya kayak orang magang." Ujar Andin sedikit sewot mengejek.


Farhan hanya sedikit tersenyum melihat pujian,kesenangan dan ejekan keluarganya.


"Akasi Ma,Pa. Hari ini hari pertama aku bekerja dan belum punya seragam jadi harus pakai hitam putih dulu, dan alhamdulillah sekarang dan seterusnya Farhan akan memulai karier dengan baik." Ujar Farhan semangat.


"Iya... Jangan lupa traktir Andin pas gaji pertama ya." Ujar Andin dengan sedikit antusias.


"Kalau masalah duit kencang biru mata kamu dek, apa lagi mengejek kakaknya sendiri terasa menyakitkan." Ujar Farhan pada adik semata wayangnya itu.


"Iihhh kak Farhan ini ga tau mana yang becanda sama yang mengejek, bikin kesel kakak ini." Ujar Andin sedikit cemberut.


"Sudah ayo cepat sarapan, Farhan kan sejam lebih di perjalanan. Oo ya Han, apa perlu Papa beli mobil buat kamu bekerja." Ujar Papanya menawarkan untuk anaknya.


"Ga usah Pa, untuk sementara Farhan naik motor saja dulu. Lagian motor Farhan masih bagus juga tidak beresiko macet dijalan pa". Jawab Farhan sambil mengunyah nasi gorengnya.


"Bener ga butuh mobil?? Nanti kalau ada mobil kamu bisa ajak Nita jalan Han". Tambah Mamanya yang membuat Farhan tersendak.


"Kok mama kepikiran sampai ke Nita sih ma. Farhan focus kerja dulu, uang Papa dan Mama ditabung saja. Lagian Andin kan sebentar lagi masuk kuliah jadi butuh biaya. Nanti kalau Farhan sudah lama bekerja harusnya Farhan yang ikut bantu." Ujar Farhan pada Papa dan Mamanya. Papa Farhan tersenyum dengan kata-kata putranya itu juga diikuti Mamanya.

__ADS_1


"Baiklah Pa, sarapan Farhan sudah habis Farhan berangkat dulu ya." Ujar Farhan mengambil tas selempang kerjanya dan bersalaman pada kedua orang tuanya. "Asalamualaikum.."


"Walaikumsalam..." Ucap mereka serentak menjawab kepergian Farhan.


Hari pertama kerja berjalan lancar. Farhan dikenalkan pada staf seniotlr dan junior juga Farhan meneati posisi yang lumayan tinggi di perusahaan otomotif tersebut. Didampingi bread manager sambil mengajarkan Farhan untuk bikin laporan serta mengatur keuangan perusahaan. Juga mengenalkan pada CEO yang kebetulan sedang berkunjung ke perusahaan cabang ini.


Orang-orang diperuhaan merasa kagum Farhan mau bergabung di perusahaan karna prestasi yang diukir di kampusnya sangatlah gemilang. Sebenarnya sangat disayangkan kalau farhan tidak melanjutkan S2, tapi Farhan memilih jalur bekerja terlebih dahulu.


Waktu berlalu, hari yang sibuk,melelahkan juga menyenangkan bertemu orang-orang baru ini sangatlah cepat. Waktu sudah menunjukan jam pulang kerja. Karena telah menyelesaikan materi keuangan telah dikuasai dengan cepat Farhan mulai besok tidak perlu di dampingi lagi.


Farhan pulang dengan mengendarai motor KLX nya itu. Tidak butuh waktu lama Farhan sampai dirumah sebelum jam 6 sore.sesampai dirumah Farhan melihat kedua orang tuanya telah pulang bekerja begitu juga Andin.


"Asalamualaum Ma,Pa. Farhan pulang." Ucap Farhan menyalami orang tuanya.


"Aku ga usah disalami kak, ini lagi sibuk main game cacing." Ujar Andin dengan becanda tapi tanpa berekspresi hanya fokus pada ponselnya.


"Yeee... Kamu harusnya mengulurkan tangan pada kakak bukak kakak. Dasar adik durhaka." Ujar Farhan yang masih menenteng tas juga mengacak jilbab adiknya sehingga terganggu ke focusan main game adiknya.


"Iihhhh kakak,, kan aku jadi kalah gara-gara diganggu." Ujar Andin kesal.


"Lagian siapa suruh main game mulu, bukanya belajar malah main game terus." Sanggah Farhan.


"Yeee,,, mentang-mentang udah mandi." Ujar Farhan pada adiknya dan melangkah keatas menuju kamarnya.


Setelah Farhan selesai mandi Farhan tidur terlentang diatas kasurnya dengan baju santainya.


"Ahhh,,, syukurlah hari ini lancar.. hmmm sehari ini aku belum mengingat Anisa. Lagi apa kamu sekarang Nis? Apa kamu juga mengingatku dan membayangkanku juga?."ujar Farhan bicara sendiri akan perasaanya pada Anisa.


Tak lama kemudian ketukan pintun kamarnya terdengar. Ternyata Andin mengetuk pintu menyuruh untuk bergabung makan malam.


"Kak, Papa dan Mama nyuruh kebawah untuk makan malam." Ujar Andin dan berlalu pergi setelah terdengar jawaban dari Farhan.


Farhan segera turun ingin bergabung makan malam. Farhan duduk dikursi meja makan, terdengar dentingan suara piring menghiasi kehangatan saat makan malam.


"Bagaimana pekerjaanmu hari ini Han." Papa Farhan membuka suara keheningan.


"Alhamdulillah lancar Pa, juga senior dan junior disana sangat baik. Atasan juga baik dan hari pertama yang menyenangkan Pa". Ujar Farhan menceritakan pada Papanya.

__ADS_1


"Syukurlah kalau kamu cocok kerja disana. Semoga ini awal karier yang baik buat kamu ya Han. Kerja yang baik ya nak." Ujar seoarng Papa menasehati anaknya.


"Iya Pa. Farhan akan bekerja dengan baik sesuai nasehat Papa." Balas Farhan dengan sangat semangat.


"Tak terasa Farhan sudah mulai bekerja ya Pa, Andin sebentar lagi juga kuliah. Ternyata anak kita sudah besar-besar ya Pa. "Ujar Mama Farhan haru.


"Iya, semoga anak kita jadi orang baik dan juga sukses nantinya." Balas Papa Farhan dan diaminkan anggota keluarga.


Setelah selesai di meja makan Farhan dan keluarganya berkumpul di ruang keluarga untuk menonton TV. Itulah rutinitas keluarga Farhan setiap harinya dikala mereka berkumpul. Saat berkumpul Papa Farhan duduk diteras rumah juga disusul Farhan.


"Kok duduk diteras Pa?." Tanya Farhan.


"Mau cari angin saja Han. Diluar terasa agak sejuk." Ujar Papa.


"Iya Pa, diluar terlihat agak sejuk. Tapi ga baik juga angin luar kalau cuaca tidak bagus Pa." Ujar Farhan.


"Iya, tapi hari ini cuaca terlihat bagus. Hmmm Han, Papa sudah tua dan Papa merasa telah melalaikan kewajiban sudah lama Han." Ujar Papa.


"Maksudnya Papa?." Ujar Farhan yang kurang mengerti ungkapan Papanya.


"Papa sudah lama meninggalkan kewajiban seoarng muslim. Papa ingin sholat lima waktu tapi Papa malu di ketawain teman-teman telah taubat." Ujar Papa Farhan.


"Loh kok malu pa, sebenarnya ucapan Papa sangat benar dikeluarga kita sering melupakan kewajiban. Hanya Andin yang rajin sholat walaupun kadang Farhan perhatikan sering bolong."jelas Farhan lagi.


"Bagaimana kita mulai saja secepatnya Pa. Mulai dari shubuh nanti kita sholat berjamaah ke masjid." Tambah Farhan lagi.


"Tapi apa tidak malu nanti di ejek tetangga yang ikut." Ujar Papa Farhan.


"Kenapa harus malu pa. Kan itu kewajiban kita Pa. Farhan juga sangat senang kalau Papa dan keluarga kita mulai sholat berjamaah, terlihat adem Pa seperti wajah Anisa." Ujar Farhan yang sedikit tidak sadar.


"Anisa??? Siapa Anisa Han." Tanya Papa Farhan sedikit terkejut.


"Hahhh... Tidak Pa. Itu.... Itu...." Jawab farhan gugup.


"Ternyata dihati anak Papa sudah ada perempuan ya? Bagus itu Han, ada kemajuan anak Papa selain fokus belajar dan bekerja". Ejek Papanya dan Farhan tidak bisa menyembunyikanya.


"Mmm dia cuma dua kali bertemu sama Farhan kok Pa. Belum ada yang spesial". Jelas Farhan sedikit mau menyangkal.

__ADS_1


"Wahhh gadis mana yang beruntung dikagumi anak Papa." Ujar Papa Farhan.


"Bisa saja Pa, liat saja nanti pa kalau bertemu lagi berarti itu jodoh Pa, hehe". Ujar Farhan asal dan diiringi tawa ayah dan anak itu.


__ADS_2