Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 55.


__ADS_3

Kami tunangan Enam bulan! " Putus Jinni habis kami sholat jamaah bersama diruang ibadah keluarga.


" Apa? " Tanya Cinta membelalak.


" Ngak bisa!" Sanggah Bro Roni keberatan menunggu selama itu.


" Nanti kebobolan!" aku turut memprotes karna kejadian tadi membuatku tak yakin keduanya dapat bertahan selama itu bertunangan.


" Biarkan Jini memutuskan sendiri, lagian mereka yang kalian jodohkan, tak baik main paksa dan tancap gas begitu." Timpal papa Jhon seperti seorang penasehat hukum terpandai mencoba membela Jini.


" Iya tuan...Lagipula aku akan membawa Mak kesini dan maunya saat nikahanku nanti umak sudah yakin kalau kang Roni sudah layak menjadi menantu umak.Untuk itu sejak


sekarang Kang Ron Harus belajar melupakan kisah kegagalan cinta pertamanya dan belajar mengambil hati Mak selama 6 bulan ini." Jelas Jini mengedip pada Cinta.


Sebenarnya aku curiga makna kedipan tak lazim itu, tapi untuk terlalu banyak bertanya rasanya ngak laki sekali.


" Baiklah...Semua terserah yang punya badan, tapi awas jangan ada pertemuan rahasia selama 6 bulan ini.Kami sudah menaruh sesuatu yang bisa melihat kalian dimanapun, jadi jangan coba- coba kalau tak mau jadi tontonan gratis lagi." Ujarku sembari menatap semua.


Kulihat bro Roni cemberut karna tidak lagi mendapat dukungan, apalagi saat pria itu menatap Cinta dan Cinta hanya mengangguk membuat Roni mengalah lemas.


" Bagaimana orang lain bisa menampik,kalau tuan besar sendiri membela calon istriku itu.Semoga pembelaan ini tidak ada udang dibalik bakwan."Sungut hati Roni yang dilanda Cemburu buta karna papa Jhon membela Jini kali ini, hal yang tidak pernah dilakukan oleh seorang Jhon Smitt pada wanita muda selain putrinya Cinta.


Semua bubar dari ruang ibadah itu, seakan tak ada yang peduli dengan seorang Roni yang masih tertunduk kecewa dengan keputusan calon istrinya.


"Apalah dayaku, aku hanyalah seorang kepala pelayan.Siapa yang mau peduli perasaanku, atau memang Jini tidak serius mencintaiku?Sekedar ingin mematuhi nona muda sipaksa itu saja.." Gumam Roni mulai meragukan cinta kekasih baru yang sekarang naik status jadi tunangannya.


Aku tersenyum menatapnya, seraya menepuk pundak Roni."Tugasku mengantarmu sampai dikamarmu dengan aman, sebagai P3 Yang baik aku tak mau calon pengantin pria sampe kesurupan segala karna kebanyakanmelamun dan mengomel sendiri dalam hati,padahal hari pernikahannya masih lammmaaaa Tak ya!"Sorakku menggoda pria yang tengah bermenung diatas karpet hijau dengan wajah ditekuk itu.


" Rajj...Apa dia sengaja memperlama pernikahan karna sebenarnya menyukai pria lain?" tanya Bro Roni tak sanggup menyembunyikan perasaannya dariku, atau barangkali ia merasa hanya aku yang memperhatikannya saat ini, jadi merasa pantas menjadikanku sebagai curahan hati.


Aku kembali tersenyum padanya."Dari yang kulihat tadi bagaimana perempuan tomboy itu


takluk dibawah cumbuanmu, tak mungkin ia menyukai pria lain Bro.Berbaik sangkalah pada calon istri sendiri.Wanita itu mahluk yang uniq, kita takkan tahu pasti maksud tersembunyi dari mereka jika memutuskan sesuatu, semoga alasannya tadi benar, ia menunda semua ini untuk mendekatkan Bro dengan ibunya, lagian tidak buruk juga, siapa tahu dengan datangnya ibu Jini hidup kita semua disini makin lengkap.Aku sendiri juga bingung,mengapa istriku memilih menerima keputusan Jini,entah apa yang mereka rencanakan.Apapun itu bro tak sendiri,ada aku disini dan aku yakin istriku juga andil dalam drama ibu mertuamu ini."Ucapku menebak- nebak apa yang sudah direncanakan para wanita.


Ia akhirnya ia mengangguk."Thank Bro sudah memberi pencerahan, tak perlu mengantar juga, aku bisa ketempatku sendiri."Balasnya mengubah posisi menjadi berdiri dan bermaksud hendak mengayun langkah.

__ADS_1


" Tunggu...Aku akan tetap mengantarmu bro, karna rasanya lebih asyik dicari daripada mencari." Ucapku membuat langkahnya tertahan dan sebelah alisnya naik.


" Maksudnya?"


" Kalau aku ditempatmu, pasti nanti Cinta mencariku, tapi kalau aku balik kekamar sekarang, ia pasti masih dengan Jini, aku terpaksa menyusulnya untuk mengajak istirahat." Jelasku sembari melangkah.


" Ha...ha....Iya juga Bro bos! Bukankah istrimu yang centil itu sudah mengumumkan kalau ia juga akan bertanggung jawab sebagai P3 yang baik untuk Jini.Pasti mereka tengah berdiskusi sekarang tentang urusan perempuan." Akhirnya tawa bro Roni pecah, dan lidahnya kembali lancar menyerocos.


" Tu tahu sendiri kan? Sekarang kita tak perlu baper lagi memikirkan tunangan lama, tinggal menunggu saja, kakek dan nenekku dulu tunangan tiga tahun biasa aja lho bro!"


" Busyet! Namanya saja dulu Bro! Mana bisa disamain Zaman batu dengan zaman Now.


Ruaaar..." Tampik Roni disertai Auman ala Dilan KW sianak tiktok.


Ha...ha...ha..." Tawa kami berdua pecah meledak dan berbuntut panjang, sampai Ketika kami berpapasan dengan papa Jhon, barulah kami terpaksa membekap mulut sendiri.


" Mau kemana kok riang sekali Rajj?" tanya Papa Jhon langsung.


" Mau keruang belakang Pa, mengantar Roni." Ucapku asal.


" Sejak bakalan menyusul beberapa pengantin


baru menggantikan posisi pengantin usang." Tambahku menggoda papa mertua.


" Belum kapok juga memikirkan calon mama mertua?" Sahutnya membalas canda berisi sindiran dariku tadi.


"Sampai ketemu yang pas barulah putrimu puas pa, jadi sebagai suami yang takut dan patuh pada istri aku harus mendukungnya juga.Papa jangan berkecil hati ya, ini bukan idenya Rajj, Raj hanya korban keinginan aneh istri saja."


" Eits!!! Terserah lakukanlah, kurang kerjaan sekali, padahal sudah kebebani dengan urusan beberapa perusahaanku." Sungutnya sembari menggeleng pasrah kemudian pergi tanpa pamit dari hadapan kami.


" Tega ya kalian suami istri Bro..Apa tidak lihat


betapa tidak sukanya tuan besar dengan ide kalian itu." Ucap Bro Roni membela majikan lamanya begitu pria itu telah tak terlihat lagi punggungnya.


" Cik, tadi cemburu sekarang baik membela." Ujarku menariknya agar melangkah lebih cepat mengikutiku.

__ADS_1


" Memang benar kata tuan besar, dunia jadi terbalik.Pelayan berasa Bos!" Sahutnya cengengesan.


" Sampaikau berstatus suami seorang Jini, aku akan melayanimu tuan...Setelah menikah nanti barulah kau tahu siapa bos sebenarnya dalam sejarah kehidupan umat manusia sejak zaman batu." Ucapku sembari menghempaskan bokong diatas kasur bro Roni Sampai menimbulkan bunyi krak.


" Hey...Jangan hancurkan peraduanku ya..Itu tak sekuat punyamu, tapi jelek- jelek begitu, inilah tempat ternyaman yang kumiliki saat ini."


" Nanti bakalan ada tempat ternyaman sekaligus terseram lagi setelah enam bulan Bro, bersabar saja."


" Rajj...Raj...." Terdengar panggilan manja dari arah luar pintu, membuat kami saling tatap kemudian tersenyum.


" Dicari kayaknya memang lebih seru dari mencari." Bisiknya menarikku agar sembunyi dibalik lemari miliknya.


Aku mendecak tak suka, tapi kayaknya seru juga, menggantikan masa kecil kurang bahagiaku dulu.Aku diam dibalik bersembunyi sampai suara cinta memenuhi ruangan pribadi kepala pelayan ini.


" Bang....Mana suamiku? " Tanya rengek Cinta.


"Salah sendiri berani meninggalkan suami sendiri karna sibuk bergosip dengan bestie!" Sahut Bro Roni terdengar drama sekali.


" Bang...Sudahlah jangan becanda, aku pengen tidur nih, mana bisa aku tidur tanpa dia..." Rengek cintaku kembali.


Ingin rasanya aku keluar dari persembunyian, tapi kudengar bro Roni bicara lagi.


"Janji ya dek! ngak bakalan marahi Rajj lagi, apalagi membelakanginya saat tidur. Kasihan dia kalau sampai dicuekin apalagi Ampe dianggurin, siapa lagi yang dia punya selain Cinta, orang kami sama tak punya orang tua, hanya bisa berbagi kasih dengan wanita kami saja kalau mereka ada dan tulus mengasihi kami, disitulah keindahan hidup kami yang hakiki." Ujar Bro Roni entah dapat bisikan hantu zaman apa hingga berani bicara begitu pada Cinta.


" Ya...Bang Cinta janji bakalan mencintai dan menyayangi dia sampai ujung nafas!"


" Astaga...Apalagi ini." Rasanya ingin cepat aku keluar untuk memeluknya, tapi sekali lagi langkahku tertahan dengan ucapannya.


" Rajj bersedih dibalik lemari itu, ia berusaha menyembunyikan kesedihannya padaku karna adik Cinta membohonginya." Ujar Bro Roni lagi.


" Apa?? Cinta berjalan menemuiku, dengan mata yang sudah basah.


" Rajj,maaf...." Ucapnya memelas seolah tuduhan bro Roni benar adanya.


Aku tak tahan untuk tidak memeluk tubuh mungil istriku segera." Sini kugendong pulang kekamar kita, tapi setelah ini jujur ya."Ucapku yang diangguki olehnya.

__ADS_1


__ADS_2