Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 9


__ADS_3

Suasana pagi diibukota cerah berawan, matahari muncul malu- malu dari ufuk timur karna langit berselimut awan dan kabut tipis. Kutatap sang Surya yang terlihat enggan menyapa bumi ini." Somoga hari ini tidak turun hujan mengguyur kota. Biarlah langit begini saja, tidak terik namun jangan sampai hujan." harapku dengan bergumam." Agar tak capek penasaran menunggu apa yang terjadi diruang olahraga antara nona dan kandidat dari Turki itu, karna nona cinta mematikan seluruh CCTV diruangan itu. Akumemutuskan untuk jalan sehat mengelilingi istana ini.


Walau sudah keringatan berkeliling, tetap saja aku masih resah, sedang tuan sendiri memutuskan untuk pergi kekantor dan mempercayakan semua padaku. Setelah capek berdebat dengan putrinya subuh tadi.


Tadinya aku dan tuan tidak setuju dengan ide mematikan kamera pengintai,karna khawatir keselamatan nona. Tapi ia bersiteguh dengan keinginannya.


" Papa sama Rajj don't worry, karna aku bisa jaga diri. Kalau masih belum yakin padaku, papa boleh meminta beberapa bodyguard terkuat papa berjaga dipintu masuk, yang terpenting aku tak mau papa dan Rajj menonton apa yang terjadi didalam. Ini urusan jodohku, hak privasiku jangan dilanggar!" Ujarnya penuh kuasa.


Melihat tatap penuh percaya diri dan ekpresi tak mau dibantahnya, aku dan tuan Jhon terdiam sembari saling tatap.


" Percaya pada putrimu pa...Cinta janji akan jaga diri, dan lagian semua pria singgel yang ikut adalah anak kenalan papa, jadi takkan ada yang berani macam- macam pada putrimu ini." Bujuknya kemudian karna melihat wajah sang papa masih menunjukkan ekspresi bimbang.


" Baiklah! Matikan semua kameranya Rajj! " Akhirnya tuan Jhon menerima permintaan putrinya.


" Daripada keburu mati karena penasaran apa yang ia lakukan terhadap putra Tuan Ismed itu didalam, mending om kekantor saja sekarang. Kau saja disini yang menunggu, kalau ada yang tidak beres, cepat tuntaskan Rajj." pamit tuan Jhon menjelang jam tujuh pagi ini.


" Oke tuan. Seperti kata nona, sebaiknya tuan santai dan percayakan pada putrimu itu. " Balasku menasehati tuanku, padahal aku sendiri sangat khawatir tentang dia.


Berbagai praduga muncul berganti- ganti dibenakku, hingga aku mesti mengalihkannya dengan berkeliling begini.


" Hei, sebegitu indahnya sekitar rumahku hingga kau kuat keliling sembilan kali! "


" Hah...Nona?" Sahutku terkejut seraya menatapnya dari atas sampai kebawah.


" Tunggu...tadi ia bilang aku sudah keliling sembilan kali? Berarti ia sudah lama disini, dimana tuan muda Aslan?"


" Tenanglah Rajj, aku tidak mungkin melecehkan pria yang merupakan putra rekan bisnis papa diruang olahraga itu kok, tapi sepertinya ia yang tak betah kencan denganku, jadi ia memutuskan untuk secepatnya kembali kehotel." ucapnya santai namun masih bermakna sindiran.


" Apa? Kenapa sampe tak betah?" Aku cemas sekali dengan nasip pria itu, entah apa yang sudah diperbuat nona padanya hingga iapergi tanpa pamit, padahal tadi datangnya ia sangat semangat dan aku takkan lupa sapaan hangatnya sebelum memasuki ruang olahraga.


Cepat kuraih telfon genggam disaku celana dasarku, dan mulai membuat panggilan telfon untuk tuan muda dari konstantinopel itu. Dengan tak sabar aku menunggu telfon terjawab, namun tak kunjung.


" Sudahlah...Chatt saja, ia masih belum kuat menyampaikan alasan kepergiannya yang tanpa pamit." Sela nona cinta membuatku beralih menatapnya penuh curiga.


" Nona apakan dia? " tanyaku dengan dahi mengerut.

__ADS_1


" Jangan cemas begitu Rajj, sekarang atur kandidat selanjutnya! " Titahnya seraya tersenyum.


" Awas nona! Jangan sampai nona membuat tuan dalam masalah."


" Ha...ha...Kau lucu Mr Black! Mana mungkin aku melakukan tindakan yang akan merusak citra papaku, karna aku tahu ia susah payah mencapai posisinya yang sekarang, aku hanya menunjukkan beberapa hal saja tentang hobbyku, dan ternyata tuan muda Aslan Bin Ismed tak menyukainya, kami tak cocok, makanya atur kandidat yang lain."


" Baiklah...Semoga saja apa yang nona katakan kali ini benar, karna aku tak begitu mudah percaya,selama ini nona tidak menunjukkan sikap kalau nona benar- benar berusaha menjaga reputasi tuan Jhon." Jawabku sinis.


" Kau! Jangan ungkit lagi masa laluku Rajj!!!" Teriaknya yang membuat para pelayan, body guard dan satpam berlari menghampiri kami.


" Ada apa dengan nona Bro?" tanya Sohipku dengan berbisik, karna nona langsung memberi kode minggat pada mereka yang datang.


" Pergilah bro! Ini hanya masalah teknis, biar aku saja yang urus. " Balasku kemudian.


" Pergi !!! " teriak nona cinta lagi melihat Roni belum beranjak.


Pria sebaya denganku itu lari terbirit- birit karna terkejut dengan bentakan itu. Aku menatap kepergiannya dan para pelayan yang lebih dahulu angkatkaki, dengan rasa yang bercampur aduk.


Perlahan kuhampiri nona Cintami, kuberanikan diri menyentuh pundaknya dan menatap manik matanya, dan syukurlah dia tak menolakku. " Maaf nona...aku mengungkit itu bukan bermaksud membuatmu emosi begini, hanya ingin nona belajar darisekarang. Ini cara terakhir tuan untuk membawa putrinya pada kebahagiaan sejati dan hidup yang benar nona,maka jangan sia- siakan harapan orangtua."


Kulihat ia mendegup Saliva sebelum akhirnya membuka mulut." Aku janji tidak akan mengecewakan papa lagi, tapi aku perlu menguji calonku dengan benar, andai setelah menikah kleptomaniaku bisa berhenti, aku tetap saja Cinta yang mandiri, pengatur dan sedikit egois. Jangan lupa aku wanita yang gigih untuk mendapatkan apa yang kumau. Tapi aku tak gampang jatuh hati. Aku hanya akan tertarik dengan pria yang sedikit bisa mengimbangi ku dan mampu membuatku menurut padanya. Lelaki itu fisiknya Juara, tapi mentalnya tidak seberapa. Aku tidak tertarik dengan ketampanan luar saja. Pun kegagahannya itu belum berhasil memikatku. Lagian dengan kondisinya yang begitu, dia akan menderita denganku, sebab itu kuberi pencerahan dan kuajukan sedikit pertanyaan, tapi ia memilihmundur teratur." Jelasnya panjang, namun tetap saja penuh rahasia.


" Kalau begitu aku percaya padamu nona, semoga diantara mereka ada yang bisa membuat nona terpikat dan memutuskan untuk memilihnya, karna disamping terapi, menikahkan nona sepertinya juga usaha tuan untuk meramaikan istana ini, tuan ingin segera menimang cucu." Ujarku mencoba mengulas senyum.


" Menikahkan anak perempuan bukannya untuk meramaikan rumah tuan Black! Apa kau lupa kalau anak perempuan akan dibawa oleh suami begitu menikah. Sepertinya diusia 30an ingatanmu sudah sangat melemah, sungguh tak perlu dilanjutkan karermu jadi Detektif setelah ini, karna seorang detektif perlu ingatan yang tajam." Sanggahnya sembari mencibirku.


" Itu aturanlama nona, walau aku berasal dari Hindustan yang menganut aturan kolot itu, tapi daddyku tidak membawa bundaku kenegrinya, bahkan ia memilih mengikuti bunda menetap disini." Sangahku tak mau kalah.


" Itu hanya kebetulan saja karna daddmu bertugas disini dan dapat jodoh orang sini."


" Bukan karna itu saja, tapi karna cinta. Cinta mengalahkan segalanya."


" Itu terlalu klise tuan! Kalau cukup dengan cinta saja, mengapa masih banyak kasus perceraian karna pengaruh tuntutan adat, dan orang tua sebagai pihak ketiga?" Debatnya lagi.


" Itu karna dasar cinta keduanya tak kuat! " balasku tak mau kalah.

__ADS_1


" Kalau begitu aku akan memilih pria yang cintanya kuat dan yatim piatu, agar papa bisa membawa menantu dan cucunya tinggal bersama." Ujarnya kemudian sembari melangkah pergi.


" Apa maksudnya? Kuingat- ingat lagi data calonnya. Semua calon punya keluarga lengkap. Gawat!!!


" Ya Tuhan...kalau event ini tak berhasil, dan jika masih diperlukan calon lagi, aku putuskan akan mengundurkan diri dari pekerjaan, jika Duapuluh tuanmuda tersohor ditolak, mau cari calon kemana lagi. Atau yang dimaksudnya Raja ?" Kalau calonnya detektif muda itu, sepertinya aku akan mundur jadi panitia pesta."


Tiba- tibasaja hatiku menjadi panas. Dengan menghentak aku melangkah menuju pelataran depan rumah.


Dering telfon mengurai sedikit kekesalanku.


Segera kukeluarkan benda itu. Melihat nama Sipemanggil akupun tersenyum.


Aku lupa calon dari Arab sudah lepas landas siang ini. " Sepertinya tuanmuda ini pas! Tampan, kuat dan tegas! Semoga ia berhasil memikat nona, karna aku yakin jika sudah cinta, maka syarat akan tersingkirkan." Harapku.


Segera kusambungkan telfon.


آسف أيها السادة الشباب قررنا عدم


الذهاب


( Maaf tuan, tuan muda kami memutuskan untuk tidak jadi berangkat ) " Pernyataan yang membuat kedua kakiku melemas.


لابد أنني سمعت خطأ


La 'aetaqid 'anani samiet khataan ( Tidak! Aku pasti salah dengar.)" Sahutku tak percaya.


هل صحيح أن الرحلة ألغيت


Hal sahih 'ana alrihlat 'ulghiat ( Benarkah perjalanannya dibatalkan?" Tanyaku tak yakin sekali lagi.


سيدي هذا قراره مباشرة


( Ini keputusan darinya langsung)


Aku masih tak percaya dan kukuh inginbicara dengan pengusaha minyak itu, tapiasistennya mengatakan kalau tuannya tak mau bicara. Dengan terpaksa kujawab salam penutup telfon itu.

__ADS_1


" Semoga yang lokal lebih menarik bagi nona. " Ucapku lemas sembari menarik nafas berat.


Hai Teman baca NT / MT, jangan lupa bantu dukung karya ini dengan cara Fote, like, komen dan faforitkanya bagi yang mampir, karna dukungan teman motivasi bagi kami.


__ADS_2