Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 64


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Udara kembali ketanah air setelah penyelenggaraan papa kulihat istriku cukup tenang demikian juga Jini.


Aku dan Bro Roni sengaja diam mengamati wanita kami,sengaja tidak membahas apa- apa,takut nanti salah kata nantinya hanya membuat luka mereka berdarah kembali. Lagian siapa yang tidak akan sedih ditinggal untuk selamanya oleh orangtua yang karnanya kita ada,beliau juga pahlawan,guru besar utama dan pertama dalam hidup kita,apalagi mereka orangtua yang sangat baik,tokoh protagonis yang paling kita idolakan dalam panggung kehidupan.


Dan lagi Almarhum papa Jhon,walau beliau termasuk orangtua yang kuasa,tapi tidak satupun kekuasaan yang ia tunjukkan merugikan kami.Justru pada akhirnya karna keputusannyalah Cinta dapat menjadi putri yang lebih baik dari waktu ke waktu.Di juga ayah yang mau dan mampu mengorbankan harta, raga dan perasaannya demi memenuhi janji dan keinginan sang putri.Sepamjang hidupnya hanya melakulan sesuatu demi putrinya setelah kepergian Almarhumah istrinya.Bahkan dijodohkan dengan wanita biasa ia rela,hanya untuk mengabulkan permohonan putrinya yang mau anaknya lahir memiliki keluarga besar yang lengkap.Ternyata inilah khikmahnya, ia membawa wanita yang dipercaya putrinya sebagai ibu sambung itu menghadap yang Kuasa dengan waktu yang sama ditempat yang diharamkan untuk Dajjal.Semoga keduanya benar- benar diterima ditempat yang mulia disisi yang Kuasa,sekali lagi Tuhan menunjukkan padaku bahwa Allah itu tidak memilih hambanya berdasarkan rupa dan bangsa,melainkan amalan dan tingkat takwalah yang samalah yang membuat hamba bisa setara kemuliaannya disisi sang Khalik.


Allah juga mengangkat derajat manusia yang masih hidup yang mau memperbaiki diri.Memberikan obat yang tepat bagi hati yang mencari kebaikan setelah menyadari adanya kesalahan.Memberi kesempatan bagi pendosa untuk bertaubat,dan menunjukkan jalan terang bagi hati yang masih gelap yang merindukan Cahaya.


Sekarang istriku sudah bersih dari penyakit kleptomanianya.Sejarah masa lalu itu telah berganti dengan lukisan indah masa depan kami dan buah hati kami.


"Wonder Mom! Jini sudah memberikan nama baru bagi istriku,nama yang walaupun tidak akan mampu menghapus sejarah masa lalu,namun menghadirkan kisah baru yang lebih menarik untuk dibaca yang akan mengalihkan perhatian semua orang dari kisah lama yang dari buku yang sudah usang.Ya buku baru dengan Season baru Cintami baru saja dimulai dengan kelahiran Arjuna kami,walau sekarang sudah dimulai dengan cobaan berat,aku hanya berharap semoga Cinta kuat.


Saat Bidadari dan jagoanku terlihat mengantuk,tanpa perlu bicara kulayani keduanya senyaman mungkin agar bisa istirahat tenang ditempat tidur king Size fasilitas private jet yang tentu saja masih warisan Papa Jhon.


Setelah Arjun lelap aku beralih menidurkan istriku."Tidurlah sayang,agar sesampainya di rumah tidak begitu lelah."Ucapku sembari membelai surai hitamnya yang sengaja kubantu buka dari hijab sarung besar yang ia kenakan agar bisa istirahat Lebih nyaman.Lagian juga kami sedang berada dikamar,tak ada yang bisa curi pandang kecantikan istriku selain Aku dan Arjuna kami yang kadang memang sengaja mengintip mommynya dalam keadaan lela.Baby Boy itu suka juga sesekali membuka mata sejenak,mengintip dan lelap lagi dengan memggemaskan.Pipi gembulnya nan berwarna kuning Langsat selalu membuat Mata dan hati tak teralihkan dari sosok malaikat kecilku itu.Sitampan kecil yang sudah pandai menunjukkan perhatian dengan tertawa, mengoceh,mengedip dan tingkah tak terduga lainnya yang kadang buat kita tercengang, ada pula kalanya seolah ia ingin menunjukkan perhatian besarnya pada kami,Kadang kami melihat ia bak orang dewasa yang lagi memastikan orang tersayangnya tidak jauh dari sisinya namun tak lelah pula bersamanya.Walau masih berusia enam bulan putraku kadang berlagak seperti anak enam tahun.Ia akan minta direbahkan atau didudukkan dengan bahasa tubuh bila melihat mommynya terlihat lelah.Ia tidak manja sama sekali,tapi begitu nampak sangat ingin memanjakan kita,hanya saja kemampuan berbuatnya yang masih belum banyak.


Arjuna tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu.Ia semakin mandiri namun penuh kasih,pandai juga bergaul dan sayang pada orang yang lebih kecil dan santun pada yang tua.


Diusia Arjuna yang ke3,Jini melahirkan anak lelaki yang kami beri nama Ahmad Zaki. Arjuna kecil sudah mampu menunjukkan rasa sayang dan jiwa pelindungnya pada bayi Mungil itu.Bahkan satu nyamukpun tak boleh berdengung disekitar adiknya itu,apalagi menyentuh kulit bayi itu.Ia akan mengusirnya dengan sangat hati- hati.


Arjuna jadi sosok Abang yang penuh kasih dan over protektif pada Zaki.Sampai suatu hari Arjuna menyelinap kekamar kami menjelang subuh.


"Mom...Apan mommy kasih adik plinces untuk Una dan Aki."Ucapnya membangunkan mommynya yang terlelap dalam selimut tanpa sehelai benangpun.


Aku dan Cinta tersentak dan buru- buru

__ADS_1


kucari daster Untuk Cinta kelemari. Syukurnya aku berpakaian lengkap karna sudah mandi tengah malam untuk sholat,sedang istriku yang kelelahan tidak kupaksakan sehabis dua kali kami menyatu sebelum ia terlelap.


" Angan pake baju tuk mommy Daddy,!Kalau pake baju ntar adik cantiknya ngak jadi lahil."Ucap cadelnya sembari menahan tanganku yang ingin memakaikan daster untuk mommynya.


"Astaga!!! Seru kami bersamaan,namun aku terus memakaikan daster untuk Cinta.


Untung juga lampu kamar tidak dihidupkan, jadi putraku tidak melihat tubuh mommynya tersingkap swsikit.Hanya lantera kecil diatas nakas sebagai lampu tidur kami,itupun sangat redup.


"Siapa yang bilang begitu Sayang?"tanyaku kemudian setelah mengatur nafas dan mengusap keringat setelah bergegas membajui mommynya Arjuna.


" Bibi Jini sama Om Loni."Jawab jujurnya.


Berusaha Cinta ingin mengomel mengingat pengajaran Jini pada putranya.Arjuna kecil sudah menutup mulut mommynya dengan ujung jari kecilnya itu." Suuuut...Angan malah sama Bibi Jini ya Mom...Plis.. Ini tidak salah bibi dan Oom.Juna yang maksa bibi lahirin adik satu lagi yang inces." Ucap Arjuna membuat kami melongo.


"Janji jangan ada yang malah ya." Ucap Arjuna


sembari mengulurkan tangannya meminta kepastian.


Aku dan Cinta saling pandang dan akhirnya mengangguk.


"Tak oleh angguk- angguk balam aja!


Deal dulu!" Soraknya mengulurkan tangan padaku.


" Deal!" Ucapku menyambut tangan mungil malaikat kecil itu.

__ADS_1


" Deal!" Balasnya, kemudian melakukan hal yang sama pada mommynya.


"Bibi Jini bilang setelah melahirkan opelasi adek Zaki, pelut bibi Jini ada bekas lukanya, jadi jelek kalau buka baju didepan oom Loni.


Katana bibi Jini tidak bisa kasih adik lagi karna bekas luka itu.Kalau Una sama Adik Zaki Penen adik inces,Alus minta sama mommy dan Daddy kalna mommy pelutnya cantik cama mulus,nanti adik incesnya akan antik pula, apalagi kalau mommy seling- seling ngak pake baju dekat Daddy."Jelasnya polos menyampaikan apa yang sudah ia dengar dari Aunty dan Unclenya itu.


" Apa???Jinni!!! Ronni!!!" Pekik kami bersamaan.


" Kan udah Deal nak oleh malah!" Timpal Arjuna langsung melompat turun dari tempat tidur.


" Mau kemana Jun?" Tanya Cinta melihat putranya buru- buru menuju pintu.


"Mau unci pintu, Atut mommy sama Daddy kelual untuk malahi om cama Bibi.Kacian kan meleka masih tidul cekalang." Ucapnya seraya menutupkan daun pintu.


"Aduuuh...Una lupa pintunya pake lemot.Dad...Minta emotnya dong..." Ucapnya berbalik dengan wajah memelas melangkah menghampiri ayahnya membuat kami berdua akhirnya tak bisa menahan tawa.


"Kalau mom cama Daddy tak malah lagi Juna pelgi aja.Daddy kunci Dili pintunaYa!.


Angan lupa buka lagi baju mommy ya...Buatkan Aljun adik inces yang antiiiiiik sekali....."Ujarnya sembari melangkah keluar dengan mimik menggoda,hingga mata kami kembali melotot.


"Kata Om Loni kalau Penen punya adik cepat nak boleh ganggu mommy cama Daddy ploses.Bay dadd..."Ujarnya kemudian sebelum mendorong pintu dari luar.


"Ya Ampuuun...benar- benar ya bang Roni sama jini.sepertinya kita___" Ucap Cinta menjeda ucapannya lalu menatapku centil.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2