Pilihan Cinta

Pilihan Cinta
Chapter 51


__ADS_3

Malam baru saja hendak berganti, fajarpun menyingsing dari ufuk timur sebagai pertanda alami kegelapan akan berangsur- angsur terang.


Aku yang lebih dahulu terbangun tak lupa membelai dan mengusap lembut pipi mulus Cinta sebelum memutuskan untuk membangunkannya.


" Bangun sayang, kita sholat jamaah dulu terus olahraga." Bisikku dikupingnya.


Kedua mata indahnya mengerjab, lalu perlahan menatapku dalam kondisi setengah sadar." Mana Vidionya, kapan diputar?" tanyanya dengan suara khas bangun tidur.


" Cik, istri ini! Suami minta dimimpikan semalaman, kok malah mikirin Vidio begitu membuka mata." Decisku menggerutu.


Ia mengusap wajahku kemudian dengan mengerling nakal." Orang dibuat penasaran sebelum tidur ya gitu, yang difikirkan tentu apa yang ingin ia ketahui.Suami sendiri tak perlu diimpikan lagi, Dia sudah nyata doyannya syurga diantara kedua kaki.Ya kan?" Ucapnya sembari melancarkan satu tangannya dibagian bawah pusarku.


" Hanya yang ini! Yang lain ngak!" Tegasku yang membuat senyumnya makin melebar.


Dan tangannya makin meliar juga dibawah sana.


"Nanti ya sayang...ini masih kebelet dan waktu subuh sudah mepet."tepisku lembut dengan tatapan lembut juga.


" Oke.. Tapi gendong ya..." Rengeknya manja.


Aku tersenyum lalu memagut bibirnya sekilas


"Manis sekali." Pujiku tulus setelah menyudahi tabir kilatku.Terus mengangkat pinggangnya dan mendudukkannya diatas pahaku dengan posisi menghadapku.


Ia tersenyum, menatapku mesra, sungguh berani sekali sorotnya mendongakku dengan menantang, bibir indah itu juga sedikit dimajukan kedepan bagian bawahnya, membuat degup jantungku memacu keras, kupejamkan mata menepis goda, karna taksanggup iman cetekku menahannya, untunglah juga suara azan dari Iphoneku berkumandang,menyelamatkanku dari situsi Genting ini."Habis mandi dan sholat baru godalah suamimu ini lagi sampai puas ya sayang..." Ucapku menahan Saliva, lalu ujung telunjukku menyentuh pertengahan bibir bawahnya yangmembentuk belahan yang sangat seksi.


" Bentar lagi akan kumakan ini semua." Ujarku lagi seraya mulai beringsut membawa tubuh kami turun, Lalu menggendongnya dengan model koala.Jangan ditanya lagi bagaimana yang dibawah saat ini, yang pastinya sangat sesak dan mendesak ingin dikeluarkan.


" Trus Nonton Vidionya kapan?" Ia masih memikirkan Vidionya dalam gendongan seseksi ini.Dengan gemas kuciumi pipinya bertubi sambil jalan.


" Hebat sekali suamiku ini, bisa melihat tanpa mata."Sarkasnya saat kami tiba dikamar mandi dengan selamat dan aku masih sibuk menciumi pipinya berganti- ganti.


"Kalau soal Vidio, nanti babang Rajj kirim keperangkat sayangku,biar bebas ditonton sembari menghabiskan hari dirumah." Ujarku menurunkannya lembut dirinya begitu langkahku telah sampai.


"Jadi maunya sibuk terus kerja tiap hari Ya..Rengeknya dengan bibir cemberut saat aku membuka satu persatu kancing piyamanya.


" Iya dong sayang...Kan mau siapkan diri jadi suami tangguh dan ayah yang pantas buat putra kita." Ucapku berbinar sembarimencium perut mulusnya yang datar yang saat ini sudah tersingkap karna pakaiannya sudah kuloloskan.


" Mau mandiin istri atau menggoda." Ucapnya menahan geli diperutnya.


"Baru nyadar sedang digoda ya, padahal sepanjang jalan udah... Tapi tenanglah, kalau yang ini cuma miscol pada cabang baby kita." Balasku sarkas.

__ADS_1


" Semoga setiap perkataan baik suamiku jadi doa yang manjur! " Serunya.


" Aamiiin...Sahutku berbinar kemudian mulai mengatur air Dibathtup.


" Masuklah Cintaku...suhunya sudah pas." Ujarku tanpa menolehnya lagi, takut bebar- benar bakalan melewatkan waktu kalau sampai tergoda berkecimpung berdua lagi didalam bak itu.


Aku cepat- cepat membuka sangkar siburung yang dari tadi menjerit keras ingin bebas. Dengan berjongkok aku mulai memegang kepala botak.


" Memang suamiku tingkat kesopanannya diatas rata- rata." Gumamnya melihat caraku membuang urin.


" Untuk memberi contoh yang baik saja buat Sibabang."Ujarku masih membicarakan soal calon putra kami.


" Iyalah, kalau Ayah kencing berdiri, alamat anak bakalan kencing maraton." Sahutnya terbahak.


Aku tak meningkahnya lagi, segera kuguyur tubuhku dibawah Shower usai mengeluarkan amoniak yang sangat banyak.Cukup dingin airnya, tapi karna sudah terbiasa rasanya sangat nyaman.Mandi subuh begini baik untuk kejiwaan kita,bagi yang tidak biasa biasakan ya Gays.Tapi untuk yang Asma airnya mesti yang hangat.💗


Dengan bersenandung kecil aku menyampo dan membilas cepat rambutku.Kemudian menyemprotkan sabun cair ketubuh, lalu mengosok balap badan ini, bilas sigap, dan gosok gigi kilat pula lalu setelahnya siap menggulung tubuh dengan handuk bersih.


Istriku yang melihat pergerakan serba cepat yang kubuat juga tidak lama- lama berendam.


Sejenak iapun menyudahi ritual memanjakan badan itu, terus keluar untuk membilas tubuh dibawah shower. Bahkan saat aku duluan keluar setelah wudhu, iapun tak pala protes.


Jamaah subuh tetap terlaksana sesuai waktu yang tepat, setelahnya kami tutup acara doa dengan bersalaman, ciuman, berbagi Saliva, lalu membimbingnya kearah tujuanku semula.


Desakan kuat dari bawah membuat kami tak tahan berlama- lama melakukan pemanasan


Kedua paha istriku yang melebar tanpa diminta ketika mulutku menghisap puncuk- puncuk bukit kembarnya, dan tatapannya uang sayu membuat king kobra milikku segera mendesis dan tak kuat menahan diri untuk segera memasuki liang terdalam persembunyian termegahnya.


Aku mulai memperdalam penjelajahan siKing dengan melakukan gerakan maju mundur yang disambut goyang gergaji istriku dari bawah.


Bibir seksi nan indah istriku akhirnya membuka, ketika durasi makin bertambah, dan King makin meleset dalam menusuk dan menggigit liangnya kian mengganas.


Rajj...Aghhhh..FasterBy...Faster...Aghhhh...Aghhhh...A...aku Sudah tak kuat m m...mau..." Ucapnya gelagapan saat gelombang puncak asmara subuh kami menyengat tubuhnya.


" Sabar diboncengan ya cantik...Rajjmu masih belum..." Ucapku masih menunggang, tatkala tubuh istriku sudah melemas dibawahku, tapi King copra berkepala plontosku belum juga siap menyemburkan bisanya didalam sana.


Ia mengangguk pasrah saat aku masih terus kuhujam hingga beberapa menit setelahnya barulah larvaku menyembur menyirami rahimnya.


" Maaf lama ya sayang.." Bisikku mesra kemudian mengecupi pelipisnya yang keringatan.


Ia tersenyum menyeringai, saat aku ingin mengangkat tubuh,ia kembali menjepit." Pintu syurgamu belum memberi izin kau keluar." Ucapnya kemudian melahap bibir tebalku.

__ADS_1


"OMG...Istriku makin ganas dan agres!" Pekik terkejut sekaligus sebangku didalam kalbu.


King kobra yang tadinya lemas,sekarang mendongak, mengangguk dan menggeliat keras lagi diliang sana.


" Oke sayang... rasakan ini yang lebih lebih dahsyat lagi!"Ucapku mulai menghujamnya


lagi setelah tautan bibir mengecup bibirnya lembut.


Kuturunkan kepala kebawah, wajahku bergerak menyusuri bukit kembar yang sekarang terasa semakin keras kenyal saja.


Tak mau membiarkan dua gunung indah itu senyap, akupun ganti berganti menggesap kuat mereka. Satu dihisap, maka yang satunya lagi mendapat remasan


" Rajj...Aghhhh....Aghhhhh...Cinta bisa gila karenamu.. Kau sangat nakal sayang..." Racaunya disela aktifitas panas kami.


" Rajjmu juga mabuk berat disetiap detik penyatuan kita sayang..." Balasku sembari berusaha terus memberikan kehangatan terbaik disetiap titik sensitif tubuh istri yang mampu kujangkau diposisi ini.


Percintaan kedua pagi kami berlangsung panas lagi. Bahkan Cinta tanpa sungkan meminta posisi cicak nemlok didinding.


"Aghhhhh....Aghhhhh..." Lenguhku disambut olehnya.Kali ini kami menyembur bersama seiring tubuh kami yang melemas, namun tetap dalam posisi bersatu.


" Jangan bergerak lagi bakalan membuat king kobra ini bangun lagi ya sayang...Cukup dulu kan? takutnya nanti sayang tak kuat."Ujarku menilik senyum istriku yang dari tadi tak kunjung lekang.


" Uhu... Tapi nanti cepat pulang ya, aku mau melakukannya lagi nanti sore sembari menyaksikan matahari tenggelam dari bilik teratas." Ujarnya menunjuk kearah lantai tiga.


" Lagi???


" Ya nanti sore lagi!!!" tegasnya.


" Oke!" Sahutku melihat wajahnya mulai terlihat mendung.


Sontak senyumnya kembali melebar."Aku akan meminta para pelayan menyiapkan kamar khusus itu buat kita.


Aku mengangguk dan segera melempar tubuh disisi kanannya.


"Jangan lupa makan yang banyak nanti ya sayang..." ucapku dengan berbisik seksi, sebelum memutuskan untuk duduk.


" Aku memang makan tiga porsi saat siang hari." Sahutnya membuat kedua mataku membola.


" Jangan- jangan__" Pekikku tertahan.


Ia tersenyum smirk." Sekarang gantian istri yang mandiin." Ucapnya mengulurkan kedua tangannya agar kugendong.

__ADS_1


Aku mengangguk dan mulai beringsut untuk berdiri dan menggendongnya untuk mandi yang kedua kali.


__ADS_2