
"subhanallah sempurna sekali ciptaanmu ya Allah"
lirih Raiden dalam batin, pria itu benar-benar pangling dengan perubahan yang terjadi pada istrinya..
" bagaimana kak, apa aku pantas memakai hijab seperti ini" kataku pelan.. jawaban kak Raiden membuat aku tersipu malu,
" sempurna dara, sumpah demi apapun kamu benar-benar terlihat cantik dengan hijab seperti ini" perkataan kak Raiden seakan-akan membawa aku terbang melayang, baru pertama kali selama aku kenal dengannya kak Raiden mengatakan aku cantik bahkan sempurna..
" gak perlu berlebihan kak," sahutku pelan dengan tersenyum dan sedikit melihat ke arah kak Raiden. mungkin kak Raiden memang benar-benar pangling dengan perubahan ku saat ini. dia memaku melihat ke arah wajahku yang sudah berbalut dengan hijab berwarna merah maron. aku liat wajah tampannya yang dulu selalu bersikap dingin denganku. memang akhir-akhir ini senyumanan manisnya selalu mampu membuat aku dag-dig-dug dan terpesona..
" gak berlebihan dara, kamu memang sangat sempurna dengan berhijab" katanya serta sambil memegang lembut tanganku.. aku semakin baper di buatnya.. mungkin saat ini wajahku juga tak kalah merah dari kepiting rebus,
" terimakasih kak sudah bersedia membantu aku menjadi wanita yang jauh lebih baik lagi" sahutku pelan,
biar awalnya aku terpaksa menerima pernikahan ini, tapi mau bagaimana pun saat ini kak Raiden sudah sah menjadi suamiku.. sifat dingin yang selama ini selalu aku lihat dari wajahnya seketika berubah setelah ijab qobul itu berlangsung dan ucapan sah dari semua saksi yang hadir dalam acara pernikahan kami, begitu juga dengan Dimas, aku lihat kebahagiaan benar-benar terpancar dari wajahnya yang mulai sedikit pucat. entah apa yang terjadi sebelum aku berbaring lemah di ranjang rumah sakit, tapi yang pasti di saat aku bangun sifat kak Raiden benar-benar manis, serta aku tak melihat wajah dingin dan sifat batunya lagi..
" kak sudah jam 10 malam, lebih baik kita istirahat dulu" ajak ku pelan, walau sebenernya sedikit canggung mengajak kak Raiden tidur namun aku mencoba untuk menahan rasa malu dan gengsi yang ada.. kak Raiden sedikit tersenyum melihat ku..
" apa kamu sudah siap dara?" ku dengar suara kak Raiden yang melontarkan pertanyaan seperti itu, namun aku pura-pura tidak mengerti apa yang dimaksud kak Raiden. walaupun sebenarnya aku mengerti apa maksud dari pernyataan suamiku ini..
__ADS_1
" siap apa kak?" jawabku yang pura-pura tidak mengerti..
" Kamu mau kan melayani aku malam ini?, seperti setiap pasangan yang baru saja menikah" jawabannya lirih.
mendengar jawaban dari kak Raiden hatiku mulai dag-dig-dug. aku mendengar detak jantung kak Raiden pun juga berdetak lebih cepat dari biasanya. nafasnya juga mulai naik turun. seperti nya saat ini suamiku lagi berusaha menahan nafsunya yang melihat aku mengganti pakaian ku. aku sengaja memakai ingrie merah yang di berikan oleh mama mertuaku sehari sebelum kita berangkat hanymont..
namun belum juga aku menjawab kak Raiden sudah lebih dulu mengecup lembut bibirku. membuat aku kesulitan bernapas.. seperti nya saat ini suamiku benar-benar sudah tidak bisa menahan hasrat yang dia tahan selama kita menikah. akhirnya aku pun juga menikmati setiap sentuhan lembut yang di berikan oleh kak Raiden.. sebab aku pun sebenarnya sudah tidak bisa menahannya lagi, seperti nya semesta juga mendukung niat kak Raiden untuk menjadikanku istri seutuhnya. hujan turun dengan angin kencang dan suara petir yang cukup keras..
" kamu tahan ya sayang, nanti emang akan terasa sedikit sakit, tapi aku akan melakukan nya dengan selembut mungkin" kata kak Raiden ke arah telingaku..
tanpa menjawab aku hanya mengangguk pelan dan memejamkan mataku, di saat kak Raiden sudah mulai mengukung di atas tubuhku. terdengar suara kak Raiden yang mulai membaca doa dan mengecup lembut keningku.
aku mulai mengepal kuat seprei hotel berwarna putih itu, menahan rasa sakit dan sedikit nyilu di bawah sana. air mataku meluruh.
" sakit juga ternyata" kataku dalam batin.. aku lihat ada rasa tidak tega dari raut wajah kak Raiden yang melihat aku menahan rasa sakit.
" sakit ya sayang, maafkan aku" lirihnya pelan..
" nggak kok kak gak sakit" sahutku lembut karena tidak ingin membuat kak Raiden semakin merasa bersalah. setelah beberapa kali mencoba memasukkan senjata miliknya. namun kak Raiden selalu gagal karena benteng yang aku miliki terlalu kuat, sehingga kak Raiden sulih untuk menggapainya.. aku lihat ada rasa kecewa dari raut wajahnya..
__ADS_1
" nanti di coba lagi ya kak" ucapku dengan sedikit memeluk kak Raiden.
akhirnya kak Raiden meminta ku untuk segera tidur..
" selamat tidur sayang.. maaf ya jika tadi aku menyakitimu" katanya lembut serta mengecup keningku kembali.. dia memelukku dan menjadikan tangannya sebagai bantalku. hingga posisinya kita benar-benar dekat. tanpa terasa setelah beberapa jam aku tertidur lelap kak Raiden membangunkan ku. ternyata sudah subuh. aku merasa badanku terasa sakit semua bahkan kakiku sangat sulit untuk di bawa melangkah. rasanya sakit dan nyilu. padahal kata kak Raiden selaput daranya belum sobek tapi rasanya sudah sesakit ini. aku lihat suamiku sudah siap dengan baju Koko dan sarung yang membalut sempurna di bagian tubuh bawahnya..
" ayo mandi sayang, kita sholat berjamaah" lirihnya pelan.. aku mengangguk dan mencoba beranjak dari ranjang. namun tak bisa di pungkiri rasa ngilu itu masih begitu terasa.. membuat aku berjalan dengan sedikit menjinjit ke kamar mandi.
" Masih sakit ya sayang" tanyanya lagi. tapi aku mencoba kuat karena tidak mau membuat suamiku kembali merasa bersalah..
" nggak kok kak, cuma sedikit nyilu aja" jawabku pelan dan segera pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhku dari hadas besar. setelah aku keluar dari kamar mandi ternyata kak Raiden sudah menyiapkan 2 sajadah untuk kita sholat berjamaah..
" terimakasih ya Allah sudah memberikan suami seperti kak Raiden" lirihku dalam batin.
aku benar-benar bersyukur telah di berikan suami seperti kak Raiden. memang saat ini aku belum terlalu mencintai nya tapi aku akan selalu berusaha menerima dan mencintai kak Raiden seperti permintaan Dimas waktu itu.. setelah kita selesai melaksanakan sholat subuh kak Raiden memintaku untuk kembali istirahat dan kak Raiden mau mencari sarapan untuk kita. juga mencari obat penahan rasa sakit untukku. karena tidak mungkin jika aku menemui kak Adrian nanti dengan berjalan berjinjit..
terimakasih yang selalu setia mendukung novelku ya, jangan lupa like,komen dan vote ya😊
selamat bertemu di episode selanjutnya.. jangan lupa baca juga novel pertama ku ya kak 🙏🏻
__ADS_1