Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Tempat Baru


__ADS_3

"Kenapa kamu ingkar janji kak" Ucap Andara di sela isak tangisnya.


Masih sulit untuk dipercaya. Jika laki-laki yang selama ini selalu ada untuknya, Kini sudah mengatakan kata Talak hanya karna sebuah foto yang di tunjukkan oleh mamanya sendiri.


"Kenapa rasanya sesakit ini. Kenap kamu tidak mau mendengarkan penjelasan aku dulu kak"


Andara berjalan sambil membiarkan air matanya berjatuhan. Kali ini Andara tidak pulang ke rumah atau pun Apartemen yang di berikan oleh Raiden. Wanita itu memilih untuk pergi jauh dari kota Jakarta. Andara sudah memutuskan untuk memulai hidup barunya bersama dengan Bara. Bayi laki-laki yang sudah menjadi bagian terpenting dalam hidup Andara.


Namun sebelum itu. Andara memutuskan untuk pergi ke makam Dimas terlebih dahulu. Dengan berjalan kaki, Andara datang ke kuburan Dimas, tempat dimana dirinya selalu menumpahkan segara kesedihannya selama ini. Tempat dimana Andara selalu mencurahkan semua isi hatinya.


"Assalamualaikum Dimas, Aku datang lagi. Tapi kali ini mungkin akan menjadi hari terakhir ku untuk datang kesini. Aku cengeng ya? Akhir-akhir ini aku memang lebih mudah menangis. asal kamu tau Dimas, rasanya begitu sakit saat kata Talak itu keluar dari mulut kak Raiden"


"Aku masih tidak percaya kak Rai akan mengatakan hal itu. Seandainya kamu masih ada, mungkin kamu akan menjadi orang terdepan menghapus air mataku. Seperti yang dulu sering kamu ucapkan"


Di saat seperti ini membuat ingatan Andara kembali pada saat-saat masih jaman SMA. saat dimana dirinya masih sering menangis karna kedua orang tuanya.


Flashback beberapa tahun yang lalu


...Beberapa tahun yang lalu, Tepatnya saat Andara dan Dimas masih duduk di bangku SMA. Setiap ada acara pertemuan wali murid, Andara pasti selalu menangis karna orang tuanya tidak ada yang bisa hadir untuk acara di sekolah Andara. Yang mewakili mereka berdua hanyalah Bi Asih. Asisten di rumah Andara. ...


"Kamu kenapa sayang?"


Suara itu membuat Andara mengangkat wajahnya dan mengusap kedua matanya yang sudah basah karna air mata.


"Mama dan papa gak bisa hadir lagi Dim, mereka selalu sibuk dengan urusan mereka sendiri" Ucap Andara dengan suara seraknya.


Mendengar itu membuat Dimas mendekat dan membawa Andara dalam dekapannya. "Sudah, tidak perlu kamu pikirkan. Yang penting sudah ada bin Asih yang datang" Ucap Dimas sambil membelai lembut rambut Andara


"Iya tapi kan aku juga mau salah satu dari mereka hadir Dim. Aku hanya ingin merasakan bagaimana di dampingi oleh orang tua saat menerima piala"Ucap Andara sendu.


"Hei sayang, aku tau kamu sedih. tapi gak boleh cengeng gitu dong, nanti cantiknya hilang gimana"

__ADS_1


Mendengar ucapan Dimas membuat Andara terdiam lalu tersenyum ke arah dimas.


"Kamu itu ya, paling bisa buat aku senyum" Ucapnya sambil mengusap sisa air mata dari kedua pipinya.


"Gitu dong sayang senyum. Calon istrinya Dimas Alatas tidak boleh cengeng, harus selalu senyum seperti itu"


"Kamu itu ya Dim. Emangnya siapa bilang aku mau nikah sama kamu"


"Aku gak membuat pertanyaan loh sayang, itu sebuah perintah, aku mau kamu jadi istri ku. Jawabannya hanya ada 2"


"Apa emang jawabannya?"


"Iya dan Iya"


Mendengar ucapan Dimas membuat Andara memanyunkan bibirnya"Itu sih enak di kamu gak enak di aku"


"Emangnya kamu gak mau nikah sama aku?"


"Nggak"


"Gak mau nolak" Ucap Andara sambil lari menjauh dari Dimas.


"Eh sayang kamu curang ya, aku pikir tadi kamu gak mau"


Dimas mengejar Andara di koridor sekolah. Mereka berdua memang selalu bisa saling menyemangati, saat Dimas down, Andara yang menjadi penyemangat. begitupun sebaliknya. dan hal itu membuat mereka berencana untuk membina rumah tangga bersama. Namun, takdir berkata lain.


Flashback off


Andara mengusap air matanya yang sudah membasahi kedua pipinya. Wanita itu memandang wajah Bara yang masih terlihat tenang dalam dekapannya.


"Maafkan mama ya sayang. mama sudah nangis di depan Bara, Mama janji akan jadi wanita yang lebih kuat lagi. kita mulai hidup baru berdua tanpa papa ya. Papa sudah tidak sayang sama kita"

__ADS_1


Saat mengingat Raiden, Ingin rasanya Andara menjatuhkan air matanya kembali. Namun dengan cepat Andara menepis rasa sedih itu. Agar tidak kembali menangis di hadapan anaknya.


"Semangat Andara. Kamu kuat, kamu pasti bisa"


Setelah hatinya sudah mulai tenang. Andara bangkit dan pergi dari makam Dimas. wanita itu tidak sadar jika cincin nikahnya terjatuh di atas makan Dimas saat Andara sibuk membenarkan gendongan Bara.


Sudah seperti yang Andara rencanakan. Wanita itu akan pergi jauh dari kota Jakarta. Malai hari ini, Andara akan memulai hidup barunya di kota yang berbeda.


Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 17:00. Andara melangkahkan kakinya di sebuah kota yang akan menjadi tempat tinggal barunya bersama dengan Bara.


SURABAYA, Ya kota itu yang akan menjadi tempat yang baru untuk Andara memulai hidup baru. Wanita itu mencari sebuah kontrakan yang pas untuk dia tinggali bersama dengan anak laki-lakinya.


"Assalamualaikum bu, Apa disini masih ada yang mau di kontrakan?"


"Waalaikum salam, Kebetulan masih ada sisa 1 neng. tapi ya itu rumahnya tidak terlalu bagus"


"Tidak apa bu, yang penting masih bisa saya tempati. Apa saya boleh tinggal mulai hari ini bu?"


"Silahkan neng, tapi maaf ya neng, rumahnya seperti ini"


"Gak masalah bu, ini saja saya sudah seneng. setidaknya anak saya gak kepanasan atau kehujanan"


Meninggalkan Andara, Saat ini di Jakarta Raiden masih terus terbakar emosi. pria itu masih terbayang dengan foto yang di tunjukkan oleh sang mama pagi tadi.


Karna hatinya terlalu sakit. Raiden memutuskan untuk pergi ke Club untuk menghilangkan sejenak apa yang dia rasakan saat ini.


"Apa kurangnya aku Dara. apa? Selama ini aku selalu memberikan kamu kasih sayang dan cinta yang begitu besar, tapi apa yang kamu balas"Ucap Raiden yang sudah setengah mabuk


"Kenapa kamu lakukan ini terhadapku Andara! Apa kamu tidak tau, aku sangat mencintaimu. hanya kamu satu-satunya wanita yang bisa membuatku nyaman. tapi kenapa kamu selingkuh dari aku"


"Apa kurangnya aku, apa masih kurang kasih sayang dan cinta yang aku berikan! Kenapa kamu harus lakukan itu"

__ADS_1


Di saat Raiden sudah mabuk berat. tiba-tiba ada seorang perempuan yang datang ingin mengambil kesempatan pada Raiden. dia adalah Nayla. wanita yang selama ini selalu terobsesi padanya. Pria itu juga malah semakin mendekat karna Raiden pikir dia adalah Andara


"Jangan tinggalkan aku sayang, aku sangat mencintaimu"Ucap Raiden pada Nayla yang dia pikir Andara.


__ADS_2