Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Sweet couple


__ADS_3

Setelah di dalam mobil, raiden kembali menggenggam tangan andara, andara sendiri masih terlalu malu saat mengingat kejadian tadi pagi saat di kantor.


" Sayang nanti kita kerumahnya mama ya" ucap raiden memecahkan keheningan di dalam mobil itu


" iya kak, aku juga mau memberikan oleh-oleh yang sudah aku siapkan buat mama, "


tak berselang lama telfon andara pun berdering, ada panggilan masuk dari sang mama mertua.


" assalamualaikum ma"


" waalaikum salam nak, kamu kapan kerumah mama?"


" insyaallah nanti malem ya ma, soalnya habis ini dara masih mau kerumah orang tuanya dara"


" ya sudah sayang, mama tunggu ya, kamu sama rai


nginep kan?"


" iya ma, insyaallah aku sama kak raiden nginep di sana,"


" ya sudah nak, mama tutup dulu telponnya ya,"


sambungan telponnya pun terputus, terdengar dari suara sang mama mertua, jika beliau begitu bahagia saat mendengar andara bersama raiden akan bermalam di kediamannya..


" kak, nanti kita langsung kerumah mama rara ya, ada sesuatu dari kak adrian yang harus aku berikan ke mama"


" Baiklah sayang, habis ini kita langsung kesana"


" oia kak, nanti malem kita ngidep dirumahnya kak raiden ya, aku kangen sama mama" pinta andara lembut


mendengar itu raiden tentu sangat setuju dengan permintaan sang istri..


Setelah menempuh jalan sekitar 1 jam, akhirnya mobil milik raiden pun sudah tiba di basement apartemen miliknya.


Raiden membukakan pintu buat andara, lalu menggandeng tangan sang istri hingga memasuki lift apartemen, menekan tombol 30, tak berselang lama pintu lift pun terbuka,


sepasang suami istri ini sudah tiba di lorong apartemen yang menuju ke apartemen miliknya.

__ADS_1


Ketika hendak masuk ke dalam apartemen, langkah kaki mereka terhenti saat suara wanita paruh baya memanggil mereka.


Dia adalah wanita yang tadi pagi bersama andara dan raiden di dalam lift,


" eh tante lasmi, ada apa ya tante?" tanya andara pelan


" tidak ada apa-apa, tante cuma mau kasih jamu ini, biar kalian yang pengantin baru cepat dapat momongan"


Andara dan raiden saling lempar pandang, ternyata perkataan wanita yang dia temui dalam lift tadi pagi benar, dan dia menepati janjinya.


" Terimakasih tante," ucap raiden dan andara secara bersamaan


" tidak perlu berterimakasih, itu ramuan keharmonisan, percaya sama tante, kalo gitu tante pergi dulu ya, sudah di tunggu sama suami tante, kapan-kapan tante kenalkan ya" pungkas tante lasmi dan berlaku dari hadapan mereka


Setelah kepergian tante lasmi, andara dan raiden memasuki apartemen nya. andara meletakkan jamu yang di berikan lasmi di atas meja makan.


" Kak, apa kita harus meminum jamu ini?"


" aku juga tidak tau sayang, nanti kita cobain saja sedikit, untuk menghargai pemberian tante lasmi"


" baiklah kak, aku taruh dalam lemari pendingin dulu ya"


Setelah 30 menit kemudian, andara sudah keluar dengan menggunakan gamis berwarna hitam,


" kak aku udah selesai mandi, sekarang kak raiden mandi, biar kita bisa langsung ke rumah mama"


Raiden bangkit dari duduknya, dan mendaratkan kecupan singkat di bibir andara..


Cup...cup..." I love you sayang"


Tubuh andara menegang, matanya membulat sempurna, jantungnya mulai bertalu, wajahnya memerah seperti kepiting rebus.


Entahlah, padahal ini bukan kali pertama raiden mencium bibir ranum andara, namun mendapatkan perlakuan demikian selalu mampu membuat jantung andara berdetak kencang.


" Astaga, ini benar-benar gak baik buat kesehatan jantungku" lirih andara sambil memejamkan matanya.


setelah kepergian raiden, andara mulai menyisir rambutnya, dan merias wajahnya tipis, hanya menggunakan bedak dan lipstik, walaupun begitu wajah andara terlihat begitu cantik,

__ADS_1


setelah selesai semua, andara mengambil pasmina berwarna merah maron, gamis hitam dan pasmina merah maron menjadi pilihan andara.


" Selesai" ucapnya sambil melihat pantulan dirinya lewat cermin.


tak lama kemudian raiden keluar dari kamar mandi,


menatap takjub ke arah andara, istrinya benar-benar bak bidadari, sangat cantik, hingga tanpa sadar raiden mengucapkan satu kata " SEMPURNA"


Mendengar ucapan sang suami tentu mampu membuat andara bersemu malu. wajahnya kembali memerah,


Andara tercengang saat mendapati sang suami keluar kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk sepinggang.


penampakan 6 kotak roti sobek terpampang sempurna. wanita itu mencoba mengalihkan pandangannya ke lain arah untuk menghilangkannya rasa gugupnya.


" Astaga, kalau seperti ini terus jantungku bisa meledak" batinnya.


Melihat tingkah lucu istrinya raiden tersenyum, semakin merasa gemas,


" Sayang boleh ambilkan aku baju gak" pinta raiden lembut


" Iya kak,"


andara berjalan ke arah lemari. mengambil celana, daleman dan juga hem berwarna merah maron menjadi pilihan andara,


" Ini kak" titahnya sambil menyodorkan pakaian sang suami.


Kening raiden berkerut kecil, saat melihat baju pilihan istrinya..


" Warna merah maron sayang, biar sama kayak hijab kamu ya, biar kayak sweet couple, iya gak sayang" Tanya raiden sambil memainkan matanya.


Andara baru menyadari bahwa baju pilihannya memang sama dengan warna hijab yang saat ini dia gunakan.


" Eh, aku kok baru sadar ya kak kalo warnanya senada dengan warna hijabku" andara tersenyum malu.


" gak papa sayang, biar terlihat seperti sweet couple, tapi kita kan emang sweet couple ya"


Setelah selesai bersiap, andara membawa beberapa oleh-oleh yang dia beli khusus untuk kedua orang tuanya. setelah tiba di basement, raiden memasukkan barang bawaannya ke dalam bagasi,

__ADS_1


Memerlukan waktu 1 jam untuk tiba di rumah orang tuanya, sepanjang perjalanan wajah andara terus bersemu malu, kenapa tidak, raiden tidak pernah melepaskan genggaman tangannya, Membuat jantung andara bertalu-talu


__ADS_2