
"Lalu kenapa kamu masih disini?" Tanya Raiden pada Hana
Mendengar perkataan Raiden membuat Hana mengangkat sebelah alisnya.
"Apa maksudmu? Lalu kamu maunya aku ada dimana, Di kuburan?" Tanya Hana pada Raiden
"Ya nggak bukan seperti itu. Maksudku kenapa kamu bisa selamat dari kebakaran itu?"
"Ceritanya sangat panjang. Ada begitu banyak usaha yang harus aku lewati selama 1 tahun ini untuk bisa sampai di titik ini. Aku mohon bantu aku untuk bertemu dengan suamiku" Ucap Hana lagi dengan mengiba
"Astaga. Kenapa aku harus terjebak dalam masalahmu itu" Ucap Raiden sambil menepuk jidatnya
"Ayolah. Aku mohon kepadamu. Kalau kamu mau membantu aku untuk bertemu dengan suamiku, Aku janji akan melakukan apapun yang kamu mau, Ayolah aku mohon"
Melihat raut wajah Hana yang begitu memelas membuat Raiden tidak tega. Raiden seperti melihat wajah Andara di saat dulu hubungan mereka sedang baik-baik saja.
"Baiklah, Aku akan mencoba membantu sebisa ku"
"Tapi ngomong-ngomong kenapa wajah kamu bisa begitu mirip dengan mantan istriku?" Ucap Raiden sambil memperhatikan wajah Hana.
Wajah mereka memang benar-benar mirip. Seperti pinang di belah dua. Yang membedakan hanyalah kepribadian mereka saja. Jika Andara kalem. Makan dia lebih ke dingin.
"Apa maksudmu. Aku sama seperti mantan istrimu? Aku tidak paham" Tanya Hana pada Raiden
Raiden tak lagi menjawab ucapan Hana. Pria itu mengambil ponselnya dan memperlihatkan sebuah gambar dirinya bersama dengan Andara saat bulan madu ke turki beberapa tahun yang lalu.
"Kenap wajahnya begitu mirip denganku?" Ujar Hana setelah melihat wajah Andara
"Wajah kalian memang begitu mirip.Tapi kepribadian kalian sangat berbeda. Istriku adalah wanita sholeha"
"Apa maksudmu. Jadi aku bukan wanita sholehah, Begitu?" Ucap Hanya sambil menatap tajam Raiden.
Entah kenapa saat bersama dengan Raiden Hana berubah menjadi begitu cerewet. Padahal biasanya dia memiliki kepribadian yang diam dan dingin. Sangat jarang bagi Hana membuka suaranya.
"Tidak. Aku tidak mengatakan hal itu" ucap Raiden
"Sudahlah. Lebih baik kamu turun dari mobilku, Karna aku mau segera pulang lalu istirahat"
"Kamu mengusirku!"
"Ya begitulah"
__ADS_1
"Tapi aku bingung mau kemana. Ayolah tolong berikan aku tumpangan untuk malam ini. Aku takut yang mau pulang ke kontrakan ku. Aku takut jika mereka akan kembali ke tempat itu dan akan mencoba membunuhku lagi"
Raiden melirik ke arah Hana yanng sudah pasang wajah melas"Baiklah. Malam ini kamu boleh menginap di tempatku. Tapi besok pagi kami harus pergi"
"Baiklah. Setidaknya malam ini aku akan dari kejaran mereka"
Setelah itu, Raiden kembali melajukan mobilnya menuju ke arah apartemen miliknya. Tak butuh waktu lama. Mobil Raiden sudah tiba di parkiran Apartemen yang dia tempati.
"Turun. Nanti akau akan menyewakan apartemen untukmu"
"Kamu serius. Terimakasih banyak ya. Siapa sih namanya?"
"Raiden" Jawab Raiden dingin
"Iya terimakasih banyak ya Raiden. Kamu memang orang yang sangat baik" Ucap Hana sambil mengekor di belakang Raiden
Tak lama kemudian. Raiden mengambil ponselnya dan menelpon seseorang. Tak butuh waktu lama, Panggilan itu langsung terhubung.
📞:Halo Rai, Ada apa?
📞:Aku butuh satu Apartemen untuk malam ini. Apakah di Apartemen sini masih ada Apartemen kosong?
📞:Ada Rai. Kamu langsung bilang sama resepsionisnya.
Tut...tut..tut...
Setelah sambungan telponnya terputus. Raiden berjalan ke arah resepsionis dan langsung meminta kunci Apartemen yang batu saja dia sewa untuk malam ini.
"Ini Hana. Kamu bisa langsung masuk ke apartemen nomor 30 dan istirahatlah" Ucap Raiden sambil memberikan kunci Apartemen.
"Bolehkah aku meminta sesuatu lagi Rai?"
Mendengar perkataan Hana membuat Raiden mengambil nafas berat. Apa lagi yang wanita ini inginkan!
"Apa lagi Hana. Aku lelah mau istirahat!" Ucap Raiden sambil mengusap kasar wajahnya
"Bisa tolong belikan aku makanan gak. Aku lapar Rai" Ucap Hana sambil tersenyum menahan malu
"Astaga Hana. Kamu beli sendiri ya. Aku benar-benar lelah" Ucap Raiden sambil mengeluarkan dompetnya dan memberikan 3 buah uang kertas dari dalam dompetnya.
"Terimakasih ya Rai. Tapi aku janji akan menggantinya nanti" Ujat Hana sambil mengambil uang yang Raiden berikan
__ADS_1
"Hmmmm"
Setelah itu, Raiden pergi meninggalkan Hana yang masih sibuk mau membeli makanan apa untuk makan malam ini.
Saat sudah tiba di dalam Apartemennya.Raiden merebahkan tubuhnya dan memejamkan kedua matanya. Pria itu masih tidak habis pikir karna di pertemukan dengan seorang wanita yang memiliki wajah mirip seperti Andara.
"Kenapa wajah mereka begitu mirip" Ucap Raiden
Di saat Raiden masih memikirkan kejadian hari ini. Tiba-tiba saja apa yang sudah dia lakukan pada Andara pagi tadi terlintas begitu saja.
Mengingat itu membuat Raiden mengangkat kedua sudut bibirnya. Jantungnya berdegup kencang saat mengingat kejadian dimana dirinya mencium bibir Andara begitu intens.
"Kenapa aku harus melakukan hal itu" Ucap Raiden
"Pantas saja Andara mengatakan aku pria mesum. Aku saja memang suka nyosor tanpa bilang-bilang" Ucap Raiden lagi
Pria itu tak henti-hentinya tersenyum saat mengingat kejadian tadi pagi. Raiden seperti merasakan momen-momen dimana dia sedang bulan madu bersama dengan Andara.
"Semoga kita masih bisa dipersatukan lagi Dara. Aku masih begitu mencintaimu" Ucap Raiden sambil menatap foto Andara yang dia pasang sebagai wallpaper ponselnya.
Tanpa terasa malam berlalu begitu saja. Andara menggeliat saat suara alarm sudah mulai mengusik tidurnya. Malam tadi sebelum tidur Andara memang sudah memasang alarm untuk membangunkannya pada jam 05:00 pagi.
Seperti yang sudah di rencanakan. Pagi ini Andara akan ikut Chandra ke jakarta dan mencoba membantunya mengambil anaknya kembali.
Andara bangun dari tidurnya. Hari ini Andara tidak bisa datang ke Restoran. Wanita itu meminta orang kepercayaannya untuk menghandle semua pekerjaannya hari ini.
1 Jam kemudian. Andara sudah rapi dan siap untuk berangkat ikut Chandra. Kali ini wanita itu menggunakan gamis berwarna hitam dengan hijab berwarna dusty.
Tin...tin..
Mendengar ada klakson mobil membuat Andara langsung keluar dari dalam rumahnya. Awalnya wanita itu mengira jika yang datang adalah Chandra, Tapi ternyata Andara salah. Karna yang datang bukan Chandra melainkan Raiden.
Deg!
Melihat Andara menggunakan gamis hitam dengan hijab dusty membuat Raiden mengingat saat pertama kali Andara menggunakan hijab waktu di turki.
Melihat adanya Raiden membuat Andara menghentikan langkahnya. Wanita itu menatap Raiden yang saat ini juga sedang menatapnya dalam.
Di saat Andara dan Raiden masih saling tatap. Tiba-tiba suara Chandra membuat mereka mengakhiri tatapan itu.
"Andara. Apa kamu sudah siap?" Tanya Chandra yang baru saja menginjakkan kaki di tempat Andara
__ADS_1
"Sudah pak. Apa kita akan langsung berangkat?"
"Lebih cepat lebih baik" Ucap Chandra dan langsung masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Raiden yang masih terpaku sambil menatap Andar