
Tanpa di sadari ternyata ada seseorang yang memperhatikan semua yang andara lakukan di dalam mini market.
ya, orang itu adalah wildan, pria itu masih terus memperhatikan andara dari dalam mobilnya. pandangannya begitu sendu..
" ternyata setelah 5 tahun tidak bertemu, perasaan ini masih tetap untuk mu dara, tapi kenapa kita harus dipertemukan lagi setelah kamu di miliki oleh orang lain"
satu kata yang sedang wildan rasakan," kecewa" dia merasa kecewa akan dirinya sendiri. kenapa selama 5 tahun kepergiannya namun belum juga bisa melupakan cinta pertamanya.
" kenapa aku belum juga bisa melupakan kamu dara, aku pikir dengan pergi jauh rasa ini juga ikut pergi, tapi ternyata aku salah, kamu masih tetap menjadi penghuni hatiku"
flashback SMA
Waktu itu saat hari pertama andara masuk sekolah, dia langsung mengikuti mos (masa orientasi siswa). saat andara mau meminta tanda tangan pada kakak seniornya dia tidak sengaja melihat cowok yang juga siswa baru, sedang kesakitan di koridor sekolah. andara pun membantu dan membawanya ke ruang uks,
" terimakasih" ucap laki-laki itu
" iya sama-sama, kamu gak papa kan"
"aku gak papa, hanya sedikit pusing aja, boleh minta tolong ambilkan obatku di dalam tas"
Andara tak menjawab, dia langsung menuju tas dimas dan mengambil botol obat dan juga air di atas nakas,
" terimakasih"
" jangan bilang terimakasih terus. oiya nama aku andara"
" aku dimas, kamu ambil kelas apa"
" aku ips 1"
" kok sama. aku juga ips 1, kayaknya kita bisa jadi teman baik"
__ADS_1
lirih dimas sambil memperhatikan andara,
" kenapa tidak" andara tersenyum ke arah dimas
dari luar ruangan ada seseorang yang memperhatikan mereka berdua, dia wildan,
wildan adalah wakil ketua osis di SMA nusa bangsa, sejak pertemuan tadi pagi di lapangan dia sudah merasa tertarik akan andara, bukan karna kecantikannya, melainkan sifat lembut yang andara miliki, suara lembut andara saat meminta tanda tangan pada osis lain yang tak sengaja terdengar oleh wildan selalu terngiang di indra pendengarannya.
" Kenapa suaranya selembut itu" ucapnya sambil melihat ke arah andara
hari berlalu, saat andara sedang menunggu supir yang menjemputnya tiba-tiba dia mendapat kabar jika mobil yang biasa di pakai buat antar jemput andara lagi bermasalah dan harus di bawa ke bengkel. wildan yang diam-diam mengikuti andara pun tak membuang kesempatan untuk mengantar pujaan hatinya.
namun saat dia lagi mengambil motornya ternyata sudah ada orang lain yang menawarkan andara untuk pulang bersama, dia adalah dimas, teman pertama yang andara miliki di SMA nusa bangsa.
melihat itu hati wildan terasa nyeri, apa ini yang di namakan cinta pada pandangan pertama?
pria itu mengambil nafas panjang dan melajukan motornya.
hati wildan semakin sakit, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, wildan sudah mengikhlaskan andara bersama dengan dimas. bukankah cinta tak harus memiliki?
sebenarnya banyak siswi yang mengejar-ngejar wildan. wildan yang pintar. tampan,baik, juga anak orang kaya. Perfek bukan!
namun tidak ada satu wanita pun yang menarik di mata wildan selain andara yang lemah lembut,
2 tahun berlalu,
hari ini adalah hari pengumuman kelulusan, sudah 2 tahun berlalu, namun perasaan wildan sama andara masih tetap sama, jantungnya selalu berdetak cepat saat berpapasan dengan andara, apalagi saat andara mengucapkan kata selamat, wildan bahagianya tak terkira, setelah diam-diam memperhatikan sang pujaan hati, hari ini dia bisa mendengar lagi suara lembut itu menerpa indra pendengarannya.
" kak wildan selamat ya, katanya kak wildan lulus dengan nilai terbaik, ini buat kak wildan, kenang-kenangan dari aku" dan memberikan gelang yang di pakai
" terimakasih dara," wildan sangat bahagia, apalagi saat menerima gelang pemberian andara.
__ADS_1
" terimakasih selama ini kak wildan diam- diam sering bantuin aku"
" kamu tau dari mana kalau aku diam-diam sering bantuin kamu"
" iya aku tau kak, terimakasih banyak kak" dara mendekat dan memeluk wildan singkat,
" iya sama-sama dara" ucapnya singkat
deg!!!
jantung wildan semakin bertalu, satu pelukan pertama yang dia dapatkan dari wanita pujaan hatinya.
" aku pergi dulu kak, dimas sudah menunggu di kantin"
andara pun berlalu dari hadapan wildan yang seakan terhipnotis buat beberapa saat.
" kamu peluk aku dar, mimpi apa semalam" ucapnya sambil melihat telapak tangannya yang tadi sempat membalas pelukan andara,
" flashback off"
" sampai saat ini pun aku masih menyimpan gelang pemberianmu dar, dan aku masih menyimpan seragam sekolah saat kamu memelukku". lirih wildan sambil membuka kotak kecil yang isinya gelang dengan inisial A.
gelang pemberian andara yang dia simpan selama 5tahun.
setelah di dalam mobil, raiden kembali menggenggam tangan andara lembut. andara masih sedikit malu akan kejadian di dalam kantor tadi pagi,
" Sayang, nanti kita ke rumah mama ya"
" iya kak. aku sudah kangen sama mama"
tak lama kemudian telfon andara berdering. ada panggilan masuk dari sang mama martua
__ADS_1