Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Flashback 10 tahun yang lalu


__ADS_3

" Terimakasih tambahan energinya sayang, kita berangkat sekarang" ucapnya tepat di daun telinga andara, membuat sang empunya membulatkan matanya, pria itu meninggalkan andara yang masih mematung di tempat,


kemudian gadis cantik itu menutup mulut dengan kedua telapak tangannya. masih tidak menyangka jika suaminya akan menciumnya di dalam kantor seperti ini


" duh jantungku, ini benar-benar tidak baik buat kesehatan jantung" ucapnya lalu membenarkan hijab dan sedikit riasan di wajahnya, kemudian keluar menemui raiden yang sudah menunggunya.


" Sudah siap sayang?" Lirihnya pelan


" Em iya kak, sudah, ayo kita berangkat"


Raiden mengambil jemari andara untuk di gandengannya, namun dengan cepat di cegah oleh andara, wanita wantik itu masih tidak mau ada yang tau perihal suaminya, dan dia juga belum siap jika semua karyawan tau jika istri sang direktur adalah dirinya


" Jangan kak" ucapnya dengan sedikit gugup


mendengar ucapan andara, raiden mengerutkan keningnya, kenapa juga istrinya melarang untuk menggandengnya


" Kenapa sayang, kok gak mau di gandeng?" Tanyanya penasaran


" Em.. gak papa kak, hanya saja aku belum siap jika semua karyawan tau kalau aku adalah istri kak raiden"


" kenapa memangnya kalo mereka tau sayang,?"


" Em... gak papa sih kak, tapi aku butuh waktu, tunggu sampai aku benar- benar siap buat memberitahukan mereka. aku gak menyangka. ternyata bosku adalah kak raiden" Ucapnya lembut


" Baiklah sayang,jika memang itu yang kamu mau, lebih baik kita jalan sekarang ya"


mereka pun keluar dari ruangan raiden layaknya bos Dan sekertaris, Raiden berjalan lebih dulu lalu diikuti andara yang mengekor di belakang.


beberapa karyawan yang di lewati raiden pun menunduk hormat, ada juga beberapa dari mereka yang menyapanya, namun laki- laki itu tak menggubris sapaan mereka, hanya mengangkat sedikit bibir hingga membentuk senyum kecil,

__ADS_1


itupun sudah mampu membuat semua karyawan wanita senengnya tak kepalang,


setelah sampai di parkiran andara menunggu raiden yang masih mengambil mobilnya, sebab pria itu memilih untuk mengemudi sendiri, tak mau menggunakan sopir agar bisa berdua dengan sang istri.


" Kak kita meeting nya dimana?" tanya andara dengan suara lembutnya


" kita meeting di restoran senja sayang" jawabnya sambil sekilas melihat ke arah andara


30 menit kemudian, sepasang suami istri ini pun sudah sampai di depan restoran senja, di sana sudah ada reno asisten pribadi raiden, reno sudah mengabdi pada raiden sejak dia masih sekolah menengah atas.


*Flashback 10 tahun yang lalu*


10 tahun yang lalu tepat di malam kelulusan raiden, saat raiden pulang dari acara kelulusan di sekolahnya, di tengah perjalanan tiba-tiba dia hendak menabrak bocah yang sedang menangis di tengah jalan sambil membawa ransel.


bum...bum... bruk..


motor raiden terpleset saat akan menghindari bocah kecil yang sedang menangis tersedu, dengan kemampuan bermotornya sehingga pria itu mampu menghindar dari anak yang hampir di tabrak nya..


namun anak itu tak langsung menjawab, masih terisak dalam tangisnya, membuat raiden semakin bingung di buatnya.


" dek kenapa kamu menangis, apa ada yang sakit" tanyanya lagi


" ayah, ibu, kenapa kalian tega tinggalin aku sendiri"


akhirnya anak itu mengeluarkan suara, membuat raiden semakin heran, ada apa sebenarnya dengan bocah ini?


" Kamu kenapa dek, sini duduk sebelah kakak, barangkali kakak bisa bantu" ucapnya lembut..


beberapa saat terdiam, hingga akhirnya anak itu mendekat ke arah raiden. " Aku gak kenapa-napa kok kak," ucapnya dengan nada serak.

__ADS_1


" kamu sudah makan?" tanya raiden pelan. anak itu menggeleng.


Akhirnya raiden membawanya ke sebuah warung di pinggir jalan, memesankan makan untuk anak tersebut, setelah makanannya datang dia pun memakannya dengan sangat lahap.


" kakak gak makan" tanyanya pelan


" kakak sudah makan, kamu makan saja yang banyak, habis ini kakak antar kamu pulang, mana kamu siapa?"


" Namaku reno kak, tapi...aku gak tau harus pulang kemana, kedua orang tuaku baru saja meninggal, dan rumah kami di ambil rentenir karna hutang ayah dan ibuku. aku bingung harus kemana kak" lirihnya sendu dan menitikan air mata.


beberapa saat kemudian raiden memutuskan untuk membawa reno ke apartemen miliknya, meskipun baru 19 tahun, tapi raiden sudah mempunyai unit apartemen yang dia beli dengan uang hasil kerjanya sendiri, meskipun masih sekolah namun raiden sudah paham tentang dunia bisnis, dan dia menjabat sebagai wakil ceo di usianya yang masih belia.


Dari saat itulah reno tinggal bersama raiden di apartemennya, raiden memperlakukan reno layaknya adiknya sendiri. Raiden juga yang membiayai sekolah reno hingga lulus kuliah,


sejak saat itulah reno memutuskan untuk membalas kebaikan raiden dengan mengabdikan diri kepadanya..


* flashback off*


" Reno dimana mejanya?" tanya raiden


" di sana pak" balas reno sambil menunjuk ke arah meja tempat meeting nya.


tak menjawab pria itu langsung berjalan menuju meja yang reno maksud, reno yang sudah paham akan sikap raiden pun ikut mengekor di belakang bersama dengan andara.


" Maaf pak saya telat" ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


" tidak masalah pak, mari silahkan duduk"


" baiklah, mari kita mulai meeting nya"

__ADS_1


30 menit berlalu, meeting pun telah selesai, setelah itu raiden mengajak andara untuk langsung pulang, semua pekerjaan kantor dia percayakan pada reno.


__ADS_2