
Setelah tau jika Andara sedang lupa ingatan. Hana mengiyakan perkataan Chandra. Namun sebelum itu Hana masih masih memeluk Chandra yang memang sudah sangat Hana rindukan.
Selama satu tahun ini, Tidak ad hari yang terlewatkan tanpa memikirkan Chandra juga anak nya Aisyah. "Aku sangat merindukan mu mas, Akhirnya tuhan masih mempertemukan kita lagi" Ucap Hana yang terdengar begitu lirih.
Hana semakin mempererat pelukannya. akhirnya setelah 1tahun menunggu, Hal yang melaka ini Hana rindukan datang juga.
Bukan hanya Hana, Chandra juga sudah begitu merindukan pelukan yang sudah lama tidak dia rasakan.
Chandra juga ikut membalas pelukan itu, Sebuah pelukan yang sangat Chandra nantikan. Pria itu hingga tidak menyadari jika sudah ada begitu banyak perubahan terhadap Hana.
Hana yang dulu selalu bersikap dingin dan cenderung cuek kita berubah sedikit hangat dan tidak terlalu cuek. Chandra juga belum menyadari jika saat ini Hana menggunakan pakaian muslim.
"Aku juga sangat merindukan mu sayang. Sejak kapan kamu pakai hijab? Kamu terlihat benar-benar cantik" Puji Chandra pada Hana
"Sejak Raiden mengatakan aku seperti gembel mas. Dia itu jahat, Masa wanita secantik diriku si katakan seperti gembel jalanan" Ujar Hana sambil melirik ke arah Raiden
Mendengar namanya di bawa-bawa membuat Raiden menoleh ke arah Hana dan Chandra yang masih belum melepaskan pelukannya.
"Apa kamu bawa-bawa namaku?" Tanya Raiden sambil menatap tajam Hana
"Memang benar kan, Kamu sudah mengatakan jika aku seperti gembel"
"Kan itu memang kenyataanya Hana. Tadi itu penampilan kamu benar-benar terlihat seperti gembel yang menyedihkan"
"Apa kau bilang. Dasar pria menyebalkan!"
"Dasar wanita tidak tau terimakasih" Ucap Raiden dan langsung berjalan ke arah Andara yang sejak tadi hanya terdiam
Wanita itu tidak ikut untuk berkomentar. Andara hanya diam-diam memperhatikan Raiden yang saat ini sedang berjalan ke arahnya.
"Ngapain kamu kesini?" Tanya Andara sambil menatap tajam Raiden
"Aku mau besok kamu ikut aku ke suatu tempat" Ucap Raiden
"Kemana? Aku tidak mau. Apalagi bareng sama kamu"
__ADS_1
"Ayolah Dara. Kali ini saja ya"
Belum sempat Andara menjawab. Hana datang dan mengatakan jika dia juga akan ikut ke tempat yang di maksud oleh Raiden.
****
Tanpa terasa hari sudah semakin larut. Hana sudah memejamkan kedua matanya sejak beberapa jam yang lalu. Sedangkan Andara masih terjaga hingga saat ini.
Wanita itu keluar dari dalam kamar Apartemen dan menuju ke arah balkon. Setelah tiba di balkon, Andara menatap ribuan bintang yang sedang berkelip indah di atas langit.
Melihat itu membuat Andara mengingat saat-saat sedang bersama dengan Raiden beberapa tahun yang lalu.
"Aku sangat merindukan saat-saat kebersamaan kita kak" Ucap Andara yang terdengar begitu pilu.
Sebenarnya Andara sudah mengingat semua tentang masa lalunya. Wanita itu sudah sepenuhnya mengingat semua jalan hidup yang sudah Andara lewati.
Andara mengambil nafas saat teringat akan perkataan Raiden pagi itu. pagi di mana Raiden sudah mengatakan kata yang tidak pernah Andara bayangkan sebelumnya.
"Kenapa semudah itu kamu mengucapkan kata talak kak. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang sudah kamu katakan"
Andara suka merasa sedih saat teringat akan semua perhatian serta cinta yang sudah Raiden miliki untuknya.
Perasaan Raiden bahkan melebihi perasaan yang dulu Dimas berikan untuknya. Raiden benar-benar menjadi sosok suami yang sangat baik untuk Andara.
Bahkan Andara sendiri pun sempat tidak menyangka jika sosok yang dulu selalu bersikap dingin terhadapnya malah menjadi sosok terhangat untuk Andara.
"Apa mungkin suatu hari nanti kita masih bisa bersama lagi kak? Aku masih sangat berharap jika kamu adalah pria terakhir yang akan menjadi teman ku hingga menua bersama" Ucap Andara lagi
Setelah mengatakan hal itu, Andara kembali masuk ke dalam kamarnya saat teringat akan ajakan Raiden beberapa saat yang lalu.
Tak berselang lama, Andara sudah bisa memejamkan kedua matanya. Saat ini dia sedang tidur bersama dengan Hana di apartemen milik Raiden.
Malam berlalu begitu cepat. Andara mengerjab saat mendengar suara Alarm yang sudah dia pasang untuk membangunkan nya setiap subuh.
Wanita itu merenggangkan otot-otot tangan dan kakinya. Kemudian turun dari tempat tidur dan langsung mengambil wudu untuk melakukan kewajiban nya.
__ADS_1
10 Menit kemudian, Di saat sedang membuka mukena, Andara tiba-tiba saja teringat akan saat-saat di mana dia dan Raiden sedang melakukan solat berjamaah.
Suara bacaan surah Raiden masih bisa terngiang jelas pada ingatan Andara. Dan wanita itu sangat merindukan memon-momen dimana Raiden sedang mengajarinya membaca Alquran.
"Aku merindukan semua itu kak" Ucap Andara sambil memejamkan kedua matanya.
Hingga tanpa sengaja netranya melihat sebuah foto pernikahan yang masih terpajang sempurna di tempat yang sama.
Andara berjalan ke arah foto itu. Dia baru menyadari jika foto pernikahan yang dulu dia pasang bersama Raiden ternyata masih ada di tempat yang sama.
"Ternyata kamu masih menyimpan foto pernikahan kita kak"Gumam Andara lagi sambil menatap foto itu
Setelah itu. Andara berjalan ke arah lemari baju. Betapa terkejutnya Andara saat melihat isi lemari itu. Semua baju-baju miliknya ternyata masih tersimpan rapi di dalam lemari itu.
Namun netra Andara hanya fokus pada satu gamis berwarna Navy. Gamis pertama yang dia dapatkan dari Raiden pada saat ulang tahun Andara yang ke 25 tahun.
Ingatan Andara kembali pada saat Raiden memberikan dia hadiah gamis yang selama ini Andara impikan. Biarpun modelnya begitu sederhana, Tapi gamis itu terlihat begitu elegan.
"Andara? Kamu sudah bangun?" Suara itu membuat Andara kembali dari lamunannya.
"Eh Hana. Kamu sudah bangun?"
"Iya aku sudah bangun. Kamu ngapain di sana, Memangnya itu gamis siapa?'
"Ooh, Aku hanya sedang lihat-lihat saja. Apa kamu juga mau sholat?" Tanya Andara pada Hana
Hana tak menjawab. Wanita itu hanya mengangguk serta langsung masuk ke dalam kamar mandi.
***
1 Jam kemudian. Mereka semua sudah siap untuk bertemu dengan Raiden di tempat yang sudah Raiden dan Chandra sepakati. Sebelum ke tempat Aisyah, Chandra sudah menyetujui perkataan Raiden untuk bertemu dengan Adrian di alamat yang sudah di tentukan.
"Sekarang saatnya" Ucap Chandra pelan dan hanya terdengar oleh Raiden.
Tak lama kemudian Andara keluar dangan menggunakan gamis navy yang di berikan oleh Raiden 2 tahun yang lalu.
__ADS_1