Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Permintaan Chandra


__ADS_3

Sejak masuk ke dalam mobil Raiden. Andara sama sekali tidak menoleh ke arah pria itu. Andara memilih fokus melihat hujan dari jendela. Sedang kan Raiden memilih fokus untuk mengemudikan mobilnya.


Selama di perjalanan, Entah kenapa suara pria yang tadi tiba-tiba terdengar oleh Andara hingga sampai saat ini suara itu masih terngiang jelas.


"Siapa pria itu. Kenapa tiba-tiba suaranya terngiang begitu saja. Kenapa wajahnya hanya seperti bayangan. Aku tidak bisa mengingat jelas siapa pria itu" Ucap Andra yang masih mencoba mengingat


Raiden yang mendengar itu langsung menghentikan mobilnya. Pria itu menatap Andara yang saat ini masih setia menatap ke arah jendela. Hingga suara petir itu kembali membuat Andara mendekat lalu memeluk tubuh Raiden begitu erat.


"Apakah memelukku sudah menjadi candu mu?" Ucap Raiden sambil membalas pelukan Andara.


Mendengar apa yang Raiden katakan membuat Andara melepaskan pelukannya seketika itu. Namun Raiden yang justru malah memeluk tubuh Andara dengan sangat erat.


"Tetaplah seperti ini Andara. Aku benar-benar merindukanmu" Pekik Raiden sambil mengeratkan pelukannya.


"Lepas. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Aku risih rasanya ada dalam pelukan pria asing" Ucap Andara sambil mencoba melepaskan dekapan Raiden.


"Jangan terlalu banyak bicara, Nanti yang ada kamu bakalan lelah. Diam dan nikmati saja pelukan ku. Di luaran sana masih banyak wanita yang ingin mendapatkan pelukan dari pria tampan sepertiku"


"Iya itu mereka, Tidak dengan ku. Aku benar-benar tidak menyukaimu. Kamu terlalu menyebalkan. Hanya wanita stres saja yang mau kepadamu"


"Benarkah! Bagaimana kalau kamu yang mau terhadapku.Apa kami juga akan tergolong wanita stres?"


"Itu tidak akan mungkin terjadi! pria idaman ku itu tidak sepertimu. Sudah dingin, Sombong, sok tampan dan banyak lagi. Pria idaman aku itu, Baik, tampan, soleh, penyayang, mengayomi. Dan semua ciri-ciri itu sangat bertolak belakang denganmu" Ucap Andara yang masih dalam dekapan Raiden.


"Siapa bilang aku tidak perhatian. Aku orangnya. Penyayang, setia, perhatian, mapan,sukses. Yakin kamu tidak mau sama pria sepertiku?"


"Tidak tidak tidak!" Ucap Andara lagi.


Tanpa mereka sadari. Ternyata mereka masih dalam keadaan berpelukan. Andara masih begitu menikmati pelukan Raiden yang entah kenapa terasa begitu nyaman.


"Aroma parfum ini. Kenapa begitu familiar buat aku"Ucap Andara dalam batinnya


Setelah beberapa saat. Raiden mengangkat wajah Andara. Pria itu mendekatkan bibirnya dengan bibir tipis Andara lalu tanpa Andara duga. Akhirnya bibir Raiden mencium lembut bibirnya. Andara yang reflek langsung membulatkan kedua matanya.


Hujan sudah semakin deras. Suasana dingin membuat Raiden semakin memperdalam ciumannya. Hingga ciuman itu menjadi semakin intim.


Andara yang awalnya menolak Akhirnya dia setelah kedua tangannya di tahan oleh Raiden. Wanita itu memejamkan kedua matanya sambil meresapi setiap detik ciuman yang Raiden berikan untuknya.

__ADS_1


"Balas ciumanku Dara" Ucap Raiden tepat di telinga Andara


Setelah mengatakan hal itu. Raiden kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Raiden. Saat Andara mau membalas ciuman itu, Tiba-tiba saja Andara merasa kepalanya begitu sakit.


"Kamu kenapa Dara?" Tanya Raiden saat melihat Andara memegang kepalanya.


Belum sempat menjawab, Andara jatuh pingsan dalam pelukan Raiden. Entah apa yang Andara ingat untuk kali ini!




Siang berlalu. Jam sudah menunjukkan pukul 19:00. Andara keluar dari dalam Restorannya. Wanita itu melihat ponselnya yang berdering. Ternyata ada sebuah pesan masuk dari sebuah kontak yang dia beri nama 'Pak Chandra'


[ Sudah pulang kah Dara? ]


[ Belum pak. Ini baru mau pulang. ada apa ya pak? ] Send


Kling


[ Kalau begitu, Ijinkan saya mengantar mu pulang. Ada suatu hal yang ingin saya katakan ]


[ Soal apa pak? Kalau soal pekerjaan, Kita bahas besok siang saja ] Send


Kling


[ Bukan soal pekerjaan. Ini masalah kecelakaan yang sudah menimpamu beberapa hari yang lalu ]


[ Baiklah, Saya akan menunggu di restoran. Kita bicarakan disini saja pak. Kebetulan restoran saya belum tutup ] Send


30 Menit kemudian. Ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depan restoran Andara. Jika di lihat dari warna mobilnya, Itu sudah bisa di tebak jika mobil itu adalah mobil milik Chandra.


Tak lama kemudian. Chandra turun dengan membawa sesuatu di tangan kirinya. Pria itu ternyata membawa surat kontrak yang belum sempat Andara tanda tangani.


"Assalamualaikum, Selamat malam Andara. Apa aku lama?"


"Waalaikum salam. Malam juga pak Chandra. Tidak kok pak. Bapak tidak terlalu lama. cuma sekitar 30 menit saja. Silahkan duduk pak" Ucap Andara sopan.

__ADS_1


Chandra duduk sambil terus memandang wajah Andara. Setiap melihat Andara, Chandra seperti sedang melihat mendiang istrinya. Wajah mereka benar-benar sama. Seperti pinang di belah dua.


"Ada apa pak Chandra. Apa yang ingin anda sampaikan mengenai kecelakaan yang terjadi pada saya?" Tanya Andara sambil melihat ke arah Chandra


"Saya sudah tau siapa orang yang sudah menabrak kamu. Orang itu sekarang sedang dalam pencarian polisi" Terang Chandra


"Benarkah! Siapa namanya pak? Apa dia perempuan atau laki-laki?"


"Perempuan. Namanya Tisha"


"Tisha? Tapi untuk apa bapak membantu saya mencari siapa yang sudah menabrak saya?" Tanya Andara penasaran. Karna yang dia tau, Chandra hanyalah partner kerja yang baru mau investasi di restoran Andara.


"Karna kamu memiliki wajah yang sama persis dengan mendiang istri saya. Saya tidak terima saat ada orang yang menabrak kamu dan langsung pergi begitu saja tanpa mau bertanggung jawab" Ucap Chandra sambil terus menatap wajah Andara


"Apa! Wajah saya sama persis engan mendiang istri bapak? Apa saya boleh melihat foto istri bapak?"


Setelah mendengar ucapan Andra. Chandra langsung mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto dirinya beserta anak dan istrinya.


Saat melihat foto itu, Andra benar-benar tidak bisa membedakan dirinya dengan mendiang istrinya Chandra. Wanita itu merasa memang begitu mirip dengan foto yang ada di ponsel Chandra.


"Istri bapak meninggal karna apa?" Tanya Andara sambil terus memandang foto itu


"Istri saya meninggal karna sebuah kecelakaan" Jawabnya sendu


"Lalu anak bapak kemana?"


"Anak saya di ambil oleh kelurga istri saya. Mertua saya menyalahkan saya atas kecelakaan yang sudah menimpa istri saya hingga membuatnya meninggal. Sejak kejadian itu, Saya tidak di perbolehkan untuk menemui anak saya"


"Apa saya boleh minta tolong sama kamu Andara?"


"Minta tolong? Bapak mau minta tolong apa?"


"Tolong bantu saya untuk mengambil anak saya kembali. Kamu mau kan berpura-pura menjadi Aisyah mendiang istri saya?"


Mendengar perkataan Chandra membuat Andara terdiam. Wanita itu tidak tau harus menjawab apa.


"Kamu mau kan? Saya mohon Andara. Tolong bantu saya"

__ADS_1


"S....s


__ADS_2