
"Pelakunya adalah Firman"Jawab om Arga sambil melihat ke arah Raiden
"Apa! Firman. Bukan kah dia yang di tempatkan di bagian keuangan dan sudah sangat lama bekerja di perusahaan ini. Lalu kenapa dia melakukan hal itu om. Jujur Arga tidak habis pikir jika pelakunya adalah Firman"
"Sebenarnya ini bukan murni kesalahan Firman. Dia hanya di suruh seseorang"
Lagi-lagi perkataan om Arga membuat Raiden terkejut. Siapa orang yang ada di balik Firman?
"Maksudnya om. Firman hanya di suruh?"
"Iya Rai. Firman sudah mengatakan semuanya, Jika selama ini sudah banyak uang perusahaan yang diam-diam di alihkan pada nomor rekening mama kamu"
"Apa!! Mama? Maksud ok Arga mama Mayang?"
"Betul Rai. Sebaiknya kamu dengarkan sendiri dari si Firman" Ucap om Arga dan langsung meminta seseorang untuk memanggilkan karyawan yang bernama Firman.
5 Menit kemudian. Firman sudah datang dan bergabung di ruang meeting. Pria itu menundukkan wajahnya tatkala melihat raut wajah marah yang Raiden tunjukkan.
"Cepat katakan, Sudah berapa lama mama meminta mu untuk melakukan hal ini?" Tanya Raiden dingin tanpa ekspresi
Firman yang begitu takut masih terus menundukkan wajahnya. Pria yang sudah bekerja sangat lama di perusahaan itu terlihat sudah semakin pucat pasi saat suara Raiden menerpa indra pendengarannya.
"Jawab. Apa kamu tiba-tiba saja menjadi tuli. Atau sudah menjadi bisu!"
"M...mafkan saya pak. Saya terpaksa melakukan hal ini. jadi waktu itu saya sedang butuh banyak uang untuk biaya pengobatan istri saya. Tapi saat saya mengajukan pinjaman sama kantor, Pinjaman yang saya ajukan di tolak. dengan alasan karna saya belum melunasi pinjaman yang sebelumnya."
"Saya yang begitu kepepet akhirnya menerima penawaran dari bu Mayang yang bago saya itu nominal yang sangat besar" Terang Firman lagi
"Memangnya berapa yang sudah mama janjikan terhadap mu?"
__ADS_1
"200 juta pak. Itu sudah lebih dari cukup untuk membiayai pengobatan istri saya"
"Sekali lagi saya minta maaf pak"
"Sekali salah tetap salah. Apapun alasannya, tidak ada kesalahan yang bisa di benarkan. Kamu akan tetap saya laporkan ke kantor polisi dengan tuduhan menyelewengkan data perusahaan" Ucap Arga hang masih terdengar begitu pilu
"Saya mohon pak. Jangan penjarakan saya, saya mohon pak. Kalau sampai saya di penjara, Lalu bagaimana nasib anak dan istri saya pak. Siapa yang akan membiayai hidup mereka"Ucap Firman sambil bersimpuh di kaki Raiden
"Seharusnya kamu berfikir sebelum melakukan sesuatu. Tidak ada lagi kata maaf bagi orang yang sudah berkhianat terhadap saya" Ucap Raiden begitu dingin.
Memang seperti itulah sosok Raiden. dingin dan tegas. Dia tidak akan pernah memberikan kata maaf untuk orang yang sudah berani mengkhianati kepercayaan yang sudah Raiden berikan untuknya.
"Saya mohon maafkan saya pak" Ucap Firman lagi. Namun Raiden tidak sedikit pun menggubris perkataan Firman. Pria itu sudah terlanjur kecewa dengan apa yang sudah di lakukan oleh firman.
Tak lama kemudian. Raiden mengambil ponselnya dari dalam saku jasnya. Yang ada dalam pikiran Raiden saat ini hanyalah memberikan pelajaran terhadap apa yang sudah Firman lakukan.
Tak berselang lama. Telpon Raiden sudah di angkat oleh seseorang dari ujung telpon.
📞:Selamat pagi kantor polisi. Saya hanya ingin melaporkan jika ada seseorang di kantor saya yang sudah berani berkorupsi. Saya minta berikan hukuman yang setimpal dengan apa yang sudah dia lakukan
📞:Baiklah. Saya akan segera kesana
Setelah sambungan telpon terputus. Raiden langsung menarik tangan Andara untuk keluar dari sana. Sedangkan Firman yang mendengar perkataan Raiden langsung merasa lututnya seakan begitu lemas. Dunianya seperti berhenti berputar. Yang ada dalam pikiran Firman saat ini hanyalah anak dan istrinya.
Bagaimana nasib anak dan istrinya jika hal itu benar-benar terjadi. Firman tidak bisa membayangkan untuk hal itu.
Firman mengejar Raiden dan memohon untuk Raiden mencabut laporannya. Namun bukan Raiden namanya jika dengan mudah bisa luluh terhadap orang yang sudah berani mengkhianatinya.
"Pak tunggi" panggil Firman serta berjalan cepat ke arah Raiden.
__ADS_1
Mendengar suara itu membuat Raiden berhenti sejenak dan menoleh ke arah Firman. "Ada apa lagi? Saya tidak memiliki banyak waktu untuk seorang ****Penghianat****" Ucap Raiden dengan penuh penekanan dengan kata penghianat.
"Saya mohon tolong maafkan saya pak. Saya benar-benar menyesal" Ucap Firman yang terdengar begitu pilu
"Bukan kah dari awal kamu sudah tau seperti apa sifat saya. Jika saya mengatakan tidak, Maka tidak akan pernah berubah Iya. Jadi berhentilah berharap jika saya akan mencabut laporan saya" Ucap Raiden dingin dan langsung melangkah kan kakinya kembali
Andara yang sejak tadi memperhatikan hanya bisa mengambil nafas pelan. Memang seperti itulah sifat Raiden. Sangat lah keras, Tapi ada sisi lain yang tak pernah orang lain tau tentang sifat Raiden.
"Ternyata kamu masih sekeras dulu kak" Ucap Andara dalam batinnya tanpa mau ikut berkomentar. Karna memang seperti itulah sifat dari mantan suaminya.
Sedangkan Firman menatap kepergian Raiden dengan perasaan yang campur aduk. Antara kesal dan benci. Tapi Firman masih cukup sadar jika semua ini memang kesalahannya.
Sekarang hanya ada sebuah penyesalan yang begitu mendalam dari diri Firman. hidupnya berakhir di penjara hanya karna sebuah ambisi ingin cepat kaya.
Raiden dan Andara sudah tiba di luar kantor. Tanpa mereka sadari, Ternyata di sepanjang perjalanan Raiden menggandeng tangan Andara begitu erat.
Hana dan Chandra yang melihat dari dalam mobil ikut mengangkat kedua sudut bibir mereka."Sepertinya ada yang tidak sadar jika saat ini mereka sedang bergandengan tangan" Ucap Hana pada Chandra
"Iya sayang. Sepertinya Andara belum menyadari hal itu"
Hana dan Chandra tak henti-hentinya tersenyum. Saat seperti itu sudah terlihat jelas jika Raiden Sangat mencintai Andara yang saat ini memang sudah berstatus sebagai mantan.
Tak lama kemudian. Andara dan Raiden sudah masuk ke dalam mobil. Hana dan Chandra sengaja membuat Raiden duduk di kursi penumpang, Agar hubungan mereka bisa kembali seperti dulu lagi.
"Kalau seperti ini kita terlihat seperti sedang dobel date ya" Ucap Hana sambil melirik ke arah Andara juga Raiden.
Mendengar perkataan Hana membuat Raiden dan Andara saling lirik satu sama lain. Mereka berdua merasa jantungnya berdegup kencang saat sedang ada di jarak sedekat ini.
"Perasaan ku masih sama untuk mu Dara. Aku masih begitu mencintaimu" Raiden bermonolog dalam batinnya
__ADS_1
"Kenapa perasaan ini masih sangat besar kak. Apakah masih ada kemungkinan kita untuk bersama di kemudian hari. Aku masih sangat mencintaimu kak" Ucap Andara dalam batinnya