
****
Setelah sampai di dalam kamarnya, akhirnya Raiden membaringkan tubuh istrinya di atas kasur miliknya, karena memang Mayang yang sudah menyuruh Raiden untuk membawa Andara ke dalam kamarnya, yang sekarang juga sudah menjadi kamar milik Andara,
meskipun sudah berstatus suami istri, namun Raiden belum pernah menyentuh Andara sedikitpun, karena setelah acara pernikahan keadaan Andara memburuk sehingga mengharuskan untuk segera operasi transplantasi jantung.
Malam pertama yang seharusnya menjadi malam paling indah bagi pasangan yang baru selesai menikah, namun tidak dengan mereka berdua, karena harus menghabiskan malam pertama di rumah sakit, karena hari sudah mulai sore akhirnya Raiden memutuskan untuk segera mandi, karena sebentar lagi magrib.
Setelah 2 jam Andara tidur akhirnya wanita cantik itu Bangun lalu berteriak histeris memanggil-manggil nama Dimas, Mendengar teriakan Andara akhirnya Raiden yang baru saja mau makan terpaksa harus segera menemui Andara, Pria tampan itu berusaha menenangkan Andara seperti yang sudah pernah dia lakukan saat di rumah sakit, Namun kali ini Raiden tak lagi bisa menenangkan Andara, hingga terpaksa membawa Andara ke makam Dimas yang ada di pemakaman umum yang tak jauh dari rumah mereka.
" Jangan pergi dim........as, jangan pernah tinggalkan aku..!"
Andara histeris dan makin menjadi-jadi, setelah sampai di Makam Dimas, Akhirnya Andara menangis tepat di atas makamnya Dimas, wanita cantik itu tetap tidak percaya bahwa, laki-laki yang selama ini selalu ada untuk nya sudah pergi selama-lamanya,
" Kamu jahat Dimas,!kenapa kamu malah pergi dengan meninggalkan begitu banyak kenangan manis yang sangat sulit aku lupakan, "
Raiden melihat Andara yang begitu kelihatan terpukul, bahkan saat ini wanita itu sangat hancur, dengan rambutnya yang acak-acakan serta mata sebam karena menangis dari pagi, tatapannya pun masih tetap kosong,
Akhirnya setelah 30 menit berada di makam Dimas, Raiden kembali mencoba untuk menenangkan istrinya lagi, pria itu menggendong Andara meninggalkan tempat pemakaman Dimas, namun kali ini Raiden tidak langsung menidurkan istrinya, pria itu. membawa Andara ke kamar mandi, Dia mau membersihkan tubuh Andara yang begitu kotor setelah menangis histeris di makam adiknya.
Akhirnya Raiden membuka baju Andara hingga membuat wanita itu tidak memakai sehelai kain pun, Pertama kalinya bagi Raiden melihat tubuh istrinya yang begitu putih dan mulus, tentunya sebagai laki-laki normal hasrat pria itu tiba-tiba naik dan nafsunya menggebu, namun Raiden masih bisa menahannya karena tidak ingin melakukan hal itu di saat Andara masih belum bisa menerima dirinya.
__ADS_1
setelah Raiden selesai membersihkan tubuh Andara, akhirnya dia menggendong istrinya lagi serta membawa wanita itu ke dalam kamarnya, lalu memakaikan Andara baju piyama, lalu pria itu mengambil kan Andara nasi, dan menyuapinya, karena memang dari pagi wanita cantik itu belum makan.
" Andara, kamu makan dulu ya, biar aku suapi" Ucap Raiden pada Andara serta sambil menyuapkan nasi pada istrinya, Andara pun hanya kan kepalanya serta membuka mulutnya perlahan, meskipun saat ini Andara masih tidak bisa membendung air matanya.
"Sudah kak,!rasanya nasi itu tidak bisa aku telan,!Kepergian Dimas benar-benar membuat aku terpukul"Ucap Andara Dengan tatapan yang begitu kosong dengan pelupuk mata yang berusaha membendung airnya jatuh, sambil melihat ke arah Raiden, Membuat laki-laki itu semakin iba.Andara yang terus saja mengingat Dimas, Hingga membuat dirinya kembali histeris.
Sedangkan Raiden kembali mencoba menenangkan Andara, Pria itu memeluk istrinya, serta mengusap lembut rambut Andara, Andara sudah bisa kembali tenang dan mulai tidur lagi, Mendengar suara jeritan Andara akhirnya Mayang datang untuk melihat keadaan menantunya, _
" Rai, Andara histeris lagi,?"tanya Mayang sambil melihat searah Andara,
" Iya ma,!tadi Andara kembali histeris, tapi syukurlah aku masih bisa menenangkan dia, dan sekarang Andara sudah tidur ma, tapi sepertinya besok aku harus segera membawa Andara ke dokter psikiater sesuai usulan dari dokter Gladys, Raiden gak mau kalo keadaan nya semakin memburuk ma, karena mau bagaimana pun saat ini Andara sudah menjadi istri sahnya Raiden,"
Ucap Raiden pada mama Mayang, Mayang pun akhirnya mengangguk kan perkataan anak sulungnya,
Wanita paruh baya itu juga mencoba menahan air matanya untuk tidak jatuh, karena melihat keadaan Andara sudah baik-baik saja,
akhirnya mayang langsung meninggalkan kamar Raiden, sedangkan Raiden, pria tampan itu pun juga ikutan tidur di sampingnya andara, karena hari juga sudah mulai larut malam, Raiden memberi guling di tengah-tengah mereka, karena tidak ingin melewati batas, namun yang terjadi setelah pagi adalah, Andara tidur di atas lengannya Raiden, sedangkan Raiden memeluknya dari belakang, entah kemana guling itu perginya,! Alarm berbunyi membuat Raiden bangun, karena pria itu memang selalu memasang alarm untuk membangunkannya di waktu subuh,
" Ternyata sudah subuh, loh, tapi kok aku malah peluk Andara dari belakang,"
Ucap Raiden kebingungan, di samping itu Raiden terus memandang wajah istrinya yang begitu terlihat cantik, pria itu mengelus lembut rambut istrinya dan mendaratkan ciuman pertama di kening Andara,
__ADS_1
" Kasian sekali kamu dara, aku pikir selama ini hidup kamu begitu sempurna, tapi aku salah, pikiran jelek ku terhadap kamu membuat aku membenci wanita sebaik kamu, mungkin memang selama ini aku terlalu trauma sama perempuan, sampai-sampai kamu jadi imbas dari masa laluku, dan sekarang kamu harus kehilangan orang yang paling berharga dalam hidupmu, maafin aku yang selalu memandang kamu buruk, tapi aku janji mulai sekarang aku akan menjadi pengganti Dimas, aku akan menjadi suami terbaik buat kamu, "
Ucap Raiden dalam batinnya, dan tak lama kemudian akhirnya pria tampan itu bangun lalu mandi dan wudhu untuk segera melaksanakan sholat subuh, namun sebelum Raiden sholat ada suara yang memanggil nya,_
" Kak Raiden, apa boleh aku ikut sholat bersama kakak"Ucap Andara dengan suara parau, Pria itu langsung menghampiri Andara yang masih di atas tempat tidurnya,
" Iya boleh banget lah andara, ya sudah, sekarang kamu cepat ambil wudhu lalu kita sholat ya, kakak tunggu, "
Andara hanya mengangguk kan kepalanya dan langsung segera pergi ke kamar mandi, setelah Andara mengambil wudhu, Raiden yang sudah menunggu dan sudah menyiapkan 2 sajadah untuknya juga Andara, mereka berdua akhirnya melangsungkan sholat, lalu setelah sholat Andara kembali menangis karena ingat akan Dimas lagi, lalu Raiden mengajak Andara pagi ini untuk bertemu dengan dokter psikiater,
" Dara, aku sudah membuat perjanjian dengan dokter psikiater, nanti setelah sarapan kita langsung ke sana ya,"
" Yasudah kak, aku ikut apa kata kakak aja,"
setelah itu ada yang mengetuk pintu tak lain adalah Mayang yang mengajak mereka sarapan,
tok....tok...tok...
" Rai,Apa kamu sudah bangun,?ayo kita sarapan sayang, sekalian bawa Andara ya, "
" Iya ma, ini Raiden sama Andara baru selesai sholat, nanti kita langsung ke sana ya ma,"
__ADS_1
" Ya sudah mama tunggu ya Rai,"