
"Siapa kamu?" Tanya Andara setelah pria itu melepaskan sapu tangan yang dia gunakan untuk menutup mulut Andara
"Jangan pura-pura lupa ingatan. Ingat Hana, Tujuanku masih sama. Ingin melenyapkan mu dari dunia ini" Ucapnya sambil mendekat ke arah Andara
"A....apa! Tapi aku bukan Hana" Ucap Andara dengan wajah yang terlihat ketakutan
Felix yang melihat raut wajah wanita yang dia pikir Hana ketakutan tentu saja langsung mampu membuat nya mengangkat kedua sudut bibirnya. Sungguh Felix benar-benar bahagia melihat wajah takut wanita itu.
"Aku mohon lepaskan aku, Aku bukan Hana. Kamu siapa sebenarnya?" Ujar Andara dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca
"Tidak perlu pura-pura bodoh Hana. Ingat atau pun kamu lupa terhadap saya, Tapi yang pasti tujuan saya masih tetap sama. Mau melenyapkan mu dari muka bumi ini" Ucapnya sambil menatap Andara begitu tajam
Andara yang melihat tatapan tajam itu tentu saja merasa semakin ketakutan. Ini adalah pertama kalinya Andara di hadapkan dengan situasi seperti ini.
"Jangan menangis Dara. Jangan sampai orang ini menganggap kamu sebagai wanita lemah. Kamu pasti bisa terlihat kuat. Kamu bisa Dara" Ucap Andara dalam batinnya
Seketika saja Andara teringat akan kata-kata Raiden yang dulu pernah dia dengar. Mungkin apa yang Raiden katakan memang benar. Jika wanita terlihat lemah, Maka akan selalu di remehkan oleh orang lain.
"Jangan lemah Dara. Kamu pasti bisa melawan dia. Oh iya, Kenapa aku baru ingat dengan apa yang dulu pernah kak Raiden katakan" Ucapnya dalam batin lagi
Andara menatap Felix tanpa menunjukkan ekspresi apapun. Wanita itu ikut menatap Tajam Felix yang saat ini sedang menatapnya tajam.
"Sekali lagi aku katakan. Aku bukan Hana, Kamu akan sangat menyesal jika sampai berani melukaiku"
"Apa! Apa aku tidak salah dengar? Memangnya kenapa kalau aku sampai melukaimu? Apa yang bisa kamu lakukan. Mau melawan?"
"Dasar pria tidak tau diri. Beraninya sama wanita. Dasar banci"
Mendengar kata banci membuat Felix menatap Andara dengan raut wajah marahnya. Pria itu merasa tidak terima dengan apa yang baru saja Andara katakan.
"Apa kamu bilang! Banci. Berani kamu mengatakan aku banci!"
__ADS_1
"Kenapa tidak. Bukankah kamu memang banci. Hahahahah"
"Kurang ajar!!! Aku bunuh kamu sekarang" Ujar Felix dan langsung mendekat ke arah Andara dengan pengeluaran pisau dari dalam saku jasnya
Melihat Felix memegang pisau membuat Andara menegang. Rasa takut semakin menjalar ke seluruh tubuhnya. Wanita itu benar-benar merasa ngeri dengan apa yang saat ini dia lihat.
Andara memejamkan kedua matanya saat Felix sudah mengarahkan pisau itu padanya. Jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat pisau tajam itu akan mengarah pada lehernya.
"Jika memang hidupku harus berakhir dengan cara seperti ini. Maka ikhlaskan aku ya allah" Batinnya sambil terus memejamkan kedua matanya
Tak berselang lama. Di saat Andara sudah memejamkan kedua matanya. Tiba-tiba saja dia bisa mendengar suara yang begitu familiar pada indra pendengarannya.
"Berani kami melukainya, Ku bunuh kamu detik ini juga" Ucap Raiden dingin dan tanpa ekspresi dengan wajah datarnya
Mendengar suara itu membuat Felix membalikkan tubuhnya. Pria itu memicingkan kedua matanya saat melihat sosok yang tak pernah dia kenal sebelumnya.
"Siapa kamu. Tidak usah ikut campur!!"
"Apa maksudmu? Memangnya ada hubungan apa kamu dengannya?" Tanya Felix sambil menatap tajam Raiden
"Apakah kamu kurang paham dengan kata-kataku. Dia adalah wanitaku! Apapun yang bersangkutan dengannya, Maka akan menjadi urusanku"
"Waaaaw... Menarik! Apakah kamu adalah selingkuhannya?"
"Kamu sudah salah sasaran kak. Dia bukan Hana, Tapi saudara kembarnya" Ucap Chandra yang tiba-tiba saja datang
Betapa terkejutnya Felix saat melihat adanya sosok adiknya di sana. Sosok yang selama ini sangat Felix hindari."K...kenapa kamu bisa ada di sini?" Tanya Felix sambil menatap Chandra dengan rasa takut.
Namun sebisa mungkin pria itu bersikap biasa saja, Agar Chandra tidak semakin mencurigainya.
"Tidak perlu kaget begitu kakak. Aku kesini karna ingin menemui kakakku yang selama ini selalu menghindar" Jawab Chandra sambil mendekat ke arah Felix
__ADS_1
"Apa maksudmu. Siapa yang mengatakan jika aku menghindar darimu? Memangnya kenapa aku harus menghindar dari adikku sendiri?" Ujar Felix yang masih berusaha santai
"Sudahlah kak. Aku sudah tau apa yang selama ini kamu lakukan. Pantas saja pengeluaran di perusahaan ku seperti tidak masuk akal, Ternyata kamu yang menjadi biangnya"
"Siapa yang mengatakan itu? Aku tidak pernah melakukan apapun dengan perusahaan mu" Ucap Felix yang masih berusaha tidak mengakui apa yang sudah dia lakukan
"Benarkah. Kalau sampai aku ada bukti, Apakah kak Felix bersedia untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah kakak lakukan"
Felix terdiam. Pria itu sama sekali tidak bisa menjawab. Felix merasa sangat bingung dengan apa yang harus dia katakan. Di satu sisi Felix tidak ingin di penjara, Tapi disisi lain, Dia sudah terpojokkan. Seperti di skak matt
"A...ku"
"Sudahlah kak, Sebaiknya kak.Felix menyerah. Lebih baik sekarang kak Felix mengakui apa yang sudah kakak lakukan dengan perusahaan mas Chandra" Ucap Hana tiba-tiba yang baru saja masuk ke tempat itu.
Melihat Hana datang membuat Felix semakin bingung, Ternyata apa yang dikatakan mereka benar, Hana memiliki saudara kembar.
"Kak Felix mau ngaku sekarang atau di depan polisi"
Mendengar kata polisi membuat Felix seketika menegang. Mau bagaimanapun. Felix tidak ingin masuk penjara."Oke, Gue ngaku. Memang gue yang sudah melakukan semua itu. Tapi itu semua beralasan. Aku melakukan itu karna satu hal yang membuat gue mau tidak mau harus melakukan semua itu" Ujar Felix yang terdengar pilu
"Cepat katakan. Aku kasih waktu selama 30 menit" Jawab Chandra datar.
Mendengar itu membuat Felix teringat akan hal yang sudah membuatnya dengan terpaksa harus korupsi di perusahaan adiknya sendiri. Perusahaan yang sudah susah payah Chandra bangun dengan hasil kerja kerasnya sendiri.
"Kamu tidak pernah tau bagaimana aku menjalani hidupku Dra. Kamu tidak pernah ingin tau dengan apa yang harus aku lalui"
"Kamu tidak akan pernah tau bagaimana rasanya kebingungan saat istri sedang sakit dan membutuhkan banyak biaya" Ucap Felix yang terdengar begitu pilu
"Apa maksud mu kak?" Tanya Chandra pada Felix
"Arina sakit kanker rahim dan sudah stadium akhir. Sudah begitu banyak biaya yang aku keluarkan, Bahkan, semua aset yang aku miliki sudah habis karna buat Arina berobat"
__ADS_1
"Apa!!" Jawab Chandra yang begitu terkejut saat mendengar perkataan kakaknya