
Sesampainya di hotel Raiden pun memberikan paper bag yang berisi makanan kepada Andara, Wanita itu langsung menyiapkan Makanan yang sudah dibeli suaminya di atas meja, Setelah itu akhirnya pasangan suami istri ini mulai melahap makanannya,,Di samping itu Raiden juga memberikan obat penahan rasa sakit untuk Andara,,
" Dara tadi kakak juga udah beliin kamu obat, buat penahan rasa sakit" Ucapnya lembut dan mengambil obat yang dia simpan di saku celananya..
" Oh terimakasih kak, Nanti dara minum" Sahut Andara pelan..
Tiba-tiba telfon Andara berdering, Ada panggilan masuk dari Rara sang mama..
" Iya halo ma, ada apa mama telfon dara pagi-pagi?"
" Nggk ada apa-apa sayang, Apa kamu sudah bertemu kakakmu lagi,"
" Oh belum ma, Tapi nanti sore dara sama kak Adrian sudah janjian mau ketemu," Sahut dara pelan..
" Kalo nanti kamu jadi ketemu kakakmu bisa kan Videocall mama nak,?Mama kangen sekali sama Adrian" Ucap Rara dengan suara parau...
" Iya insyaallah ya ma, Akan dara usahakan, Seperti nya kak Adrian juga kangen sama mama.. Soalnya waktu itu kak Adrian juga nanyain kabar mama sama dara"
" Yaudah sayang, Mama tutup dulu telfonnya, Ini mama mau berangkat ke kantor nak, Kamu jaga diri baik-baik ya dara" Setelah itu mama Rara pun langsung menutup telfonnya..
" Apa kata mama sayang?" Tanya Raiden pelan..
" Itu kak mama minta Videocall nanti kalo udah ketemu sama kak Adrian" Sahut Andara lembut..
Setelah selesai makan, Akhirnya Raiden memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai.. Biarpun perusahaan nya sudah di handle oleh sang papa, Tapi sebagai pemimpin yang baik pria tampan itu selalu menyempatkan untuk mengontrol pekerjaan nya lewat email..
" Dara aku mau ngecek kerjaan dulu ya," Ucap Raiden pelan serta mencium lembut kening istrinya..
__ADS_1
" Iya kak, Oia bukannya pekerjaan kakak sudah di handle sama papa ya" Tanya Andara..
" Iya sayang emang papa sudah menghandle semuanya, Tapi aku juga harus sedikit mengontrol," Sahut Raiden..
Akhirnya Raiden pun segera meninggalkan Andara yang masih sibuk membersihkan bekas makanan mereka..
Raiden pun sudah fokus dengan laptop yang ada di depannya.. sedangkan Andara dia hanya memainkan handphone karena sudah tidak ada kesibukan lainnya.. Dia memutuskan untuk melihat YouTube.. Karena sebelumnya Andara tidak pernah melihat YouTube tiba-tiba wanita itu di kejutkan dengan konten pria yang membuat nya seperti sedikit memikirkan sesuatu.
" Kenapa laki-laki ini mirip sekali dengan kak raiden" lirih andara dalam batin.. Dia mulai penasaran dan ingin segera menanyakan terhadap suaminya...
Namun Raiden masih terlalu fokus sama laptopnya, Hingga Andara mengurungkan niatnya untuk segera menanyakan tentang orang yang mirip seperti dirinya...
Wanita itu memutuskan untuk rebahan sambil mendengarkan musik, Karena Raiden juga cukup lama akhirnya Andara pun sudah mulai terlelap dan berada dalam mimpi.. Di alam mimpi wanita itu bertemu dengan Dimas..
" Dimas aku bahagia banget bisa ketemu kamu, Bagaimana keadaan kamu Dimas?" Ucap Andara serta memeluk Dimas erat..
" Dimas, Kak Raiden sudah memperlakukan aku dengan sangat baik, Dia sama seperti kamu, Tulus dan penyayang, Doakan aku Dimas semoga aku dan kak Raiden segera di berikan keturunan seperti keinginan mama Mayang, Sungguh aku tidak ingin membuat dia kecewa" Ucap Andara yang masih begitu erat memeluk Dimas..
" Tanpa kamu minta pun, Aku selalu mendoakan yang terbaik buat kamu juga kak Raiden, Jadilah istri yang baik untuk kakak ku ya sayang,!Oia dara kamu terlihat begitu cantik dengan hijab ini, aku pergi dulu" Ucap Dimas dengan penuh senyuman dan kebahagiaan yang terpancar di wajahnya, Sebelum menghilang pria itu mencium lembut kening Andara**..
" Dimas" Ucap Andara di alam sadarnya.. Membuat Raiden yang masih fokus bekerja melihat ke arah istrinya, Pria itu langsung menghampiri Andara yang masih terlelap.
" Mimpi apa kamu sayang, sampai-sampai kamu panggil-panggil nama dimas" Lirihnya dalam batin dan mengelus lembut rambut istrinya.. Seketika Andara terbangun..
" Mimpi apa sayang?" Tanya Raiden pelan
" D....dim..as kak, Aku mimpi Dimas" Ucap Andara dengan terbata-bata.
__ADS_1
" Iya Dimas kenapa sayang,?Coba ceritakan sama kakak" Sahut raiden serta memeluk Andara..
" Tadi Dimas datang ke mimpi aku kak, Dia berpesan agar aku bisa menjadi istri yang baik buat kak Raiden," Tutur Andara dan menyandarkan kepalanya di dada Raiden...
" Lalu kenapa ekspresi kamu seperti ini" Ucapnya lagi..
" Aku takut kak" Sahut Andara pelan..
" Memangnya apa yang kamu takutnya dara,?"
" Aku takut gak bisa jadi istri yang baik buat kak Raiden, Aku takut mengecewakan semua orang" Sahutnya lagi..
" Andara percayalah, Kamu pasti bisa menjadi istri juga ibu yang baik buat anak-anak kita nanti, Hanya saja saat ini kamu masih harus banyak belajar" Lirih Raiden pelan dan mengelus rambut istrinya..
Tak menjawab perkataan Raiden Andara hanya mengeratkan pelukannya,,
" Jangan pernah tinggalkan aku kak" Lirihnya dengan suara parau..
" Kenapa kamu bicara seperti Andara,?"
" Aku takut kak Raiden juga akan meninggalkan ku seperti Dimas," Dada Andara mulai sesak. Pandangan nya pun sudah mulai buram.. Entah kenapa wanita cantik itu mulai takut kehilangan Raiden seperti dia kehilangan Dimas,
" Sayang!!, Aku janji akan menjadi pengganti Dimas buat kamu, aku akan selalu mencintai kamu sepenuh hati ku. Aku juga akan selalu berusaha membahagiakan kamu sebisa ku, Selama Nadi ini belum berhenti berdetak kamu akan selalu menjadi prioritas utamaku, Jujur dara, Aku sudah mulai mencintaimu, Kamu wanita baik yang pantas aku pertahankan," Ucap Raiden pelan...
Entah kenapa tangis Andara semakin terisak setelah mengingat Dimas, Dadanya sesak, Dunianya seakan hancur saat pertama kali dia mendengar kabar kepergian Dimas, masih sulit untuk di percaya, Jika laki-laki yang selama ini selalu bersamanya sudah benar-benar pergi, Bahkan saat ini wanita cantik itu masih bertahan dengan jantung yang di berikan oleh Dimas, Andara sudah memutuskan untuk mencintai Raiden seperti dia mencintai Dimas, Dia akan berusaha menjadi istri yang sangat baik buat Raiden yang sudah sah menjadi suaminya sejak 2 Minggu yang lalu, Bahkan andara pun sudah rela menyerahkan semua miliknya untuk Raiden, Wanita itu mulai takut kehilangan Raiden seperti dia kehilangan Dimas.
Jangan lupa klik♥️+ komen juga voute nya kak, semoga suka dengan alur ceritanya 🙏🏻
__ADS_1