
Ternyata Andara dan Raiden masih memiliki satu harapan yang sama. Raiden masih begitu mencintai Andara, Begitu juga dengan sebaliknya. Andara juga masih begitu mencintai Raiden begitu dalam.
Mereka membatin sambil saling tatap. Tatapan yang terlihat begitu hangat. Sebuah tatapan yang selama ini Raiden rindukan.
Lagi-lagi Hana dan Chandra saling pandang saat melihat Raiden dan Andara seperti itu. Satu akal bulus tiba-tiba saja muncul di benak Chandra.
Pria itu berniat untuk membuat Raiden dan Andara saling jatuh dalam pelukan nya.
Chandra menjalan kan mobilnya dan langsung menginjak rem secara tiba-tiba. Sehingga membuat Andara dan Raiden saling berpelukan karna kaget akan hal itu.
Hana dan Chandra yang melihat dari kaca spion langsung mengangkat kedua sudut bibir mereka. "Berhasil" Ucap Hana pada Chandra
Saat ini Andara dan Raiden kembali saling menatap dalam. Kedua manik mata mereka kembali bertemu. Jantung Raiden juga Andara berdetak begitu cepat. Seperti anak muda yang baru saja bertemu dengan cintanya.
Ehemmm
Suara itu membuat Raiden dan Andara tersadar jika saat ini mereka berdua sedang ada dalam posisi yang begitu intim dan romantis.
"Sepertinya akan segera ada cinta yang bersemi kembali nih" Ucap Chandra sambil menatap Hana
"Bener itu mas, Kayaknya sebentar lagi deh" Timpal Hana cepat
Setelah puas menggoda Raiden dan Andara. Chandra kembali melajukan mobilnya ke tempat kediaman kedua orang tua angkat Hana yang ada di Jakarta timur.
Hari ini adalah hari yang cukup padat. Pertama ke kantor Raiden, Kedua menjemput Aisyah dan yang terakhir bertemu dengan Adrian
di tengah perjalanan, Tidak ada pembicaraan di antara mereka semua. Chandra memilih fokus pada jalanan, Hana jug memilih fokus untuk mengatakan apa yang sudah terjadi kepadanya selama setahun ini.
"Aku sangat merindukan Aisyah mas" Ucap Hana pada Chandra
Chandra yang mendengar itu langsung melirik ke arah Hana yang sudah terlihat sedih. Bukan hanya Hana yang merindukan Aisyah, Chandra juga merasakan hal yang sama. Karna Aisyah adalah anak mereka satu-satunya.
__ADS_1
"Sabar sayang. Sebentar lagi kita akan bertemu dengan Aisyah. Kita akan membawa dia untuk kembali lagi bersama kita" Ucap Chandra sambil menggenggam tangan Hana lembut.
"Iya mas. Aku sudah sangat merindukan nya"
1 Jam kemudian. Mobil Chandra sudah sampai di depan sebuah rumah mewah yang tak lain adalah kediaman orang tua angkat Hana.
Hana bisa langsung melihat sosok anak kecil yang bermain di taman samping rumahnya. Siapa lagi kalau bukan Aisyah, Anak yang mereka rindukan.
"Mas, Itu Aisyah" Ucap Hana sambil langsung turun dari dalam mobilnya.
Hana berjalan sedikit berlari agar bisa segera tiba di dekat sang anak yang saat ini sedang bermain bersama dengan baby sitter nya di taman rumah itu.
"Aisyah" Panggil Hana sambil berjalan setengah berlari agar bisa segera tiba di sana
Mendengar namanya di panggil. Aisyah langsung menoleh ke arah Hana. Suara serta sosok mama yang sudah sangat Aisyah rindukan.
Anak kecil itu tercengang saat melihat sosok mamanya. Sosok yang sudah meninggalkannya satu tahun yang lalu. Aisyah merasa dunianya seakan berhenti berputar untuk sejenak. Masih sepeti mimpi jika sosok yang saat ini sedang mendekat ke arahnya adalah Hana.
Lidah Aisyah terasa begitu kelu walaupun hanya untuk mengucapkan kata mama. Anak kecil itu juga membuka kedua tangannya serta berlari ke arah Hana.
"Mama" Ucap Hana sambil meneteskan air matanya
Apakah aku sedang bermimpi. pikirnya
Setelah sudah tiba di samping Aisyah. Hana langsung memeluk tubuh mungil anaknya. Melepaskan sebuah kerinduan yang selama ini sudah Hana tahan. Kerinduan yang begitu dalam.
"Aisyah, Anaknya mama" Ujar Hana sambil memeluk tubuh mungil Aisyah
"Mama. Ini beneran mama kan? Ais tidak sedang bermimpi kan?" Ucap Aisyah yang terdengar begitu pilu.
Mendengar suara pilu itu membuat Hana semakin mengeratkan pelukannya. "Tidak sayang. Ini bukan mimpi, Ini memang mama sayang. Mamanya Aisyah, Mama Hana" Ucapnya sambil mengeratkan pelukannya terhadap bocah kecil itu.
__ADS_1
"Mama" Ucap Hana di sela isak tangisnya
Sudah sangat lama Aisyah menantikan hal ini. Di saat semua orang mengatakan jika sang mama sudah tidak ada, Aisyah tidak pernah mempercayai hal itu.
Buat Aisyah. Mamanya masih hidup. Bocah itu meyakini jika sang mama akan datang di kemudian hari. dan ternyata apa yang Aisyah yakini terjadi juga. Kini sang mama benar-benar hadir dan memeluk tubuh mungilnya.
"Mama kemana saja. Kenapa mama dan papa meninggalkan Hana sendiri. Aisyah kesepian tanpa ada mama dan papa di samping Aisyah" Ucap Aisyah sambil terus memeluk Hana erat
"Maafkan mama ya sayang. selama ini mama ada urusan penting. Mama baru bisa kembali hari ini. Bagaimana kabarnya Aisyah?"
"Jangan pergi lagi ya mama. Aisyah benar-benar kesepian. Aisyah baik-baik saja ma. Mama juga baik-baik saja kan?"
"Iya sayang. Mama janji tidak akan pernah meninggalkan Aisyah lagi. Mama akan selalu membawa Aisyah"
"Bukan hanya mama. Aisyah juga akan selalu bersama dengan papa." Timpal Chandra sambil berjalan ke arah Hana dan Aisyah
Mendengar suara itu membuat Aisyah menoleh ke arah Chandra" Papa" Teriak anak itu sambil berlari ke arah Chandra
"Aisyah sangat merindukan papa. Kenapa papa tidak pernah datang menemui Aisyah, Apa benar apa kata uncle Bram jika papa tidak pernah menginginkan Aisyah"
Perkataan Aisyah membuat Chandra dah Hana saling pandang. Apa yang sudah Bram katakan pada anak kecil ini.
"Memangnya apa yang sudah di katakan Uncle Bram sayang?" Tanya Chandra lembut sambil membelai rambut Aisyah
"Uncle Bram mengatakan jika papa sudah tidak sayang lagi sama Aisyah. Uncel Bram juga mengatakan jika papa tidak pernah mengharapkan kehadiran Aisyah. Tapi papa tenang saja. Karna Aisyah tidak pernah mendengarkan apapun yang sudah di katakan Uncle Bram" Terang Aisyah sambil memeluk Chandra begitu erat.
Seperti ada sebuah kerinduan yang begitu dalam dari lubuk hati Aisyah.
"Terimakasih ya sayang sudah mau meyakini jika papa sayang sama Aisyah. Apa yang Aisyah yakini memang benar adanya. Papa sangat merindukan Aisyah. Buat papa Aisyah adalah bintang yang selalu bersinar di tengah gelapnya malam"
"Janji ya pa, Jangan pernah tinggalkan Aisyah lagi. Aisyah sangat kesepian saat tidak ada mama dan papa"
__ADS_1
"Iya sayang. Papa sama mama janji akan selalu ada di samping Aisyah selamanya"
Tak lama kemudian. Karna mendengar suara bising dari taman. kedua orang tua angkat Hana keluar dan melihat apa yang membuat bising taman rumahnya.