
Setelah memastikan jika Andra sudah samapi di rumah dengan baik-baik saja. Raiden pergi dari tempat itu. Namun Raiden tidak langsung pulang ke rumahnya, Pria itu masih memutar haluan ke sebuah tempat perjanjian antara dirinya dengan seseorang yang selama ini sudah Raiden minta untuk mencari keberadaan mamah kandungnya.
"Bagaimana tentang pencarian kalian?" Tanya Raiden setelah tiba di tempat pertemuan mereka
"Mama kandung tuan ada di sebuah rumah sakit di surabaya ini tuan. Selama ini saya sudah memastikan jika wanita itu memang benar-benar mama kandung tuan"
Mendengar kata rumah sakit membuat Raiden mengerutkan keningnya.
"Untuk apa mama kandung saya ada di rumah sakit?"
"Menurut info yang kami dapatkan. Beliau mengalami kecelakaan dan koma selama 1 tahun lamanya"
"Apa! Tapi kalian sudah benar-benar memastikan jika dia benar mama kandung saya?"
"Sudah tuan. Tapi sepertinya tuan memiliki saudara laki-laki. Soalnya setiap kami datang ke rumah sakit itu selalu ada dia yang keluar masuk ruangan ICU"
"Seorang laki-laki. Seperti apa?"
"Ini saya ada gambarnya tuan. Soalnya saya pernah mengambil gambar itu di saat dia sedang keluar dari ruangan ICU dengan kedua mata yang terlihat basah"
Orang suruhan Raiden menunjukkan sebuah gambar yang tidak terlalu jelas. tapi yang Raiden lihat orangnya masih lebih muda dari pada dirinya
"Apa dia adalah adikku?"
"Kami berdua hanya menduga-duga tuan. Tapi jika di perhatikan, Wajahnya memang sedikit ada kemiripan dengan tuan"
"Benarkah? rumah sakit mana mama saya di rawat?" Tanya Raiden pada kedua orang itu
"Rumah sakit EDI SUTOMO tuan"
"Baiklah. Kalian boleh kembali, Tapi ingat jangan sampai ada yang tau jika saya sudah membayar kalian untuk mencari tahu keberadaan mama kandung saya. Apalagi mama Mayang" Pesan Raiden sebelum kepergian mereka
"Baik tuan" Ucap mereka secara bersamaan
Setelah itu kedua orang suruhan Raiden berlalu dari sana. Tanpa Raiden sadari, Ternyata jam sudah menunjukkan tengah malam. Tidak mungkin juga jika dia datang ke rumah sakit saat ini juga.
Akhirnya mau tidak mau Raiden harus pulang ke apartemen terlebih dahulu. Karna tubuhnya juga perlu istirahat setelah seharian ini sudah menghabiskan banyak tenaga.
__ADS_1
🍃
Tanpa terasa malam berganti pagi begitu cepat. Raiden bangun dari tempat tidurnya. Seperti yang sudah di rencanakan, hari ini pria itu akan datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan mama kandungnya yang menurut info yang dia dapat ada di sebuah rumah sakit besar di Surabaya.
"Hari ini aku harus bisa menemui mama kandung ku juga saudaraku" Ucap Raiden setelah selesai bersiap
Setelah itu, Raiden keluar dari dalam Apartemen miliknya. pria itu berjalan cepat ke arah pintu lift yang kebetulan memang sedang terbuka.
Karna terlalu terburu-buru Raiden sampai tidak menyadari menabrak tubuh seseorang yang baru saja keluar dari dalam lift itu
"Maaf maaf. Saya tidak sengaja" Ucap Raiden pada orang itu
"Hmmm. Lain kali hati-hati" Ucapnya
Laki-laki yang batu saja Raiden tabrak ternyata adalah seseorang yang tempo hari sudah membawa Andara ke rumah sakit. Seseorang yang tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Andara, Wanita yang amat di cintanya.
Siapakah laki-laki itu?
"Bagaimana tentang pencariannya" Tanya orang itu kepada seseorang yang sudah menunggunya di ruftof apartemen.
"Tisha? Cari dia sampai dapat. Dan pastikan dia mendapat balasan yang setimpal dengan apa yang sudah dia perbuat" Ucap Chandra dingin
Setelah mengatakan hal itu Chandra langsung berlalu meninggalkan kedua anak buahnya.
Wajah Andara memang sangat mirip dengan mendiang istri Chandra yang sudah meninggal karna penyakit kanker darah 2 tahun yang lalu.
Dari saat itulah Chandra yang hangat menjadi sosok dingin dan tidak pernah tersenyum seperti saat ini. saat pertemuan pertama dengan Andara 1 bulan yang lalu membuat pria itu selalu mengikuti Andara dan mencari tau identitasnya.
Sejak saat itulah. Chandra kembali bisa tersenyum di saat melihat senyuman Andara dari arah kejauhan.
Flashback 1 bulan yang lalu
Saat Andara sedang membeli barang-barang Bara. Tanpa sengaja wanita itu menabrak tubuh Chandra. Dan hal itu membuat Chandra yang dingin hampir mengumpatnya. Namun, Hal itu Chandra urungkan disaat melihat wajah Andara serta suara lembut wanita itu.
"Be..."Ucapan Chandra terhenti saat melihat wajah Andara yang begitu mirip dengan mendiang istrinya
"Maaf mas, saya tidak sengaja" Ucap Andara sopan
__ADS_1
"Melati" Ucap Chandra tanpa sadar
"Maaf mas. Nama saya Andara bukan Melati. Sekali lagi saya minta maaf ya mas"
Setelah mengatakan hal itu Andara berlalu dari hadapan Chandra yang masih terpaku tanpa berkedip sedetikpun.
"Wajah itu kenapa begitu mirip dengan Melati ku. Hanya saja wanita itu menggunakan hijab" Ucap Chandra
Chandra mengikuti langkah Andara yang sedang menggendong bayi mungil di tangannya. Sejak saat itulah Chandra selalu mengikuti kemanapun Andara pergi.
Flashback off
"Kenapa wajah kalian begitu mirip" Ucap Chandra sendu
Di Tempat Lain
Andara menggeliat saat suara Alarm mulai mengusik tidurnya. Wanita itu mengerjab saat pencahayaan sudah mulai masuk pada indra penglihatannya
"Eemmmm. jam berapa ya. Hah jam 8 pagi. Ya ampun aku kesiangan" Ucap Andara dan langsung bergegas ke dalam kamar mandi.
Andara melakukan ritual mandi dengan sangat cepat. Setelah selesai mandi, wanita itu sedikit memberi polesan bedak juga lipstik tipis pada bibir ranumnya.
Hari ini Andara memilih menggunakan setelah berwarna Navy dengan hijab hitam. Hal itu semakin membuat Andara terlihat begitu elegan.
Kali ini Andara ada meeting bersama Chandra di kantor miliknya. Karna 2 hari yang lalu orang suruhan Chandra datang dan memberikan sebuah tawaran besar untuk Restoran Andara. Mendapat tawaran seperti itu membuat Andara tak berpikir panjang. Wanita itu langsung menerima tawaran dengan catatan Andara harus meeting dengan direktur utama perusahaan mereka. orang itupun langsung menyetujui apa yang Andara minta.
Karna hal ini memang sudah di rencanakan oleh Chandra beberapa waktu yang lalu. Semua itu Chandra lakukan agar bisa lebih sering datang ke tempat Andara dengan alasan ingin melihat restoran.
Di Rumah sakit
1 Jam kemudian, Raiden sudah tiba di rumah sakit EDI SUTOMO. Salah satu rumah sakit besar di Surabaya. Setelah memarkirkan mobilnya. Raiden berjalan ke arah resepsionis untuk memastikan kembali ruangan rawat ibu Diana yang ternyata adalah mama kandungnya
Setelah mengetahui ruangan sang mama. Raiden berjalan cepat dengan jantung berdetak cepat. setelah puluhan tahun Akhirnya dia mengetahui sebuah rahasia yang selama ini tersimpan rapat oleh Mahendra juga Mayang
Setelah tiba di depan ruangan BUGENVIL, Raiden mendengar suara wanita paruh baya memanggil nama Wildan dengan sebutan anak mama.
Mendengar itu membuat Raiden terdiam untuk beberapa saat."Gak mungkin Wildan itu kan! Lagian nama Wildan kan banyak" Ucapnya
__ADS_1