Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Ajakan rujuk


__ADS_3

"Arina sakit kanker rahim dan sudah stadium akhir. Sudah begitu banyak biaya yang aku keluarkan, Bahkan, semua aset yang aku miliki sudah habis karna buat Arina berobat"


"Apa!!" Jawab Chandra yang begitu terkejut saat mendengar perkataan kakaknya


Chandra masih tidak menyangka jika di balik semua perbuatan Felix ternyata ada seseorang yang dia perjuangkan. Chandra baru tau jika kakaknya adalah seorang pria yang begitu bertanggung jawab dan memiliki rasa cinta yang begitu besar.


"Kamu tidak akan pernah paham Chandra. Karna kamu belum pernah merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Rasa takut kehilangan yang sudah menggelapkan aku" Ucapnya yang terdengar begitu pilu


Melihat kakaknya seperti itu membuat Chandra mendekat dan langsung memeluknya erat. Selama ini karna terlalu sibuk akan pekerjaan, Chandra sampai tidak tau bagaimana kakaknya menjalani hidupnya.


"Maafkan aku kak. Aku benar-benar minta maaf" Ucap Chandra sambil memeluk erat Felix


"Kamu tidak salah Chandra. Aku yang seharusnya minta maaf. Maafkan aku yang sudah melakukan semua itu. Maafkan karna sudah mengambil uang perusahaan mu dan membuat istrimu hampir terbunuh dalam kebakaran itu. Aku menyesal"


Semua yang mendengar itu tanya bisa memperhatikan Chandra dan Felix. Hingga tak berselang lama. Ponsel Felix berdering, Ada sebuah panggilan masuk yang ternyata dari seseorang yang dia minta untuk menjaga Ariana di rumah sakit.


Melihat nama yang tertera di layar ponselnya membuat Felix dengan cepat mengusap tombol hijau di layar ponselnya.


📞:Ada apa?


📞:Maaf pak Felix Saya hanya mau mengabarkan jika ibu Ariana saat ini keadaannya semakin down dan kritis


📞:Apa!! saya kesana sekarang


Setelah mendengar itu. Betapa terkejutnya Felix. Wanita yang selama ini dia perjuangkan saat ini sedang di kabarnya kritis.


Mendengar keadaan istrinya, Seketika dada Felix terasa sangat sesak. Hingga tanpa dia sadari, Kedua matanya sudah dipenuhi dengan butiran bening yang perlahan turun dan membasahi kedua pipinya.


"Aku harus pergi Chandra. Maafkan aku atas apa yang sudah aku lakukan selama ini" Ujar Felix pada Chandra dan langsung keluar dari dalam rumah itu


Chandra yang melihat Felix begitu panik membuat dia merasa begitu penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi, Kenapa setelah menerima telpon Felix menjadi begitu panik bahkan menangis.


"Ada apa kak? Kenapa wajahmu terlihat begitu panik?" Tanya Chandra dan mengejar Felix


"Ariana kritis. Aku harus segera kembali ke Surabaya"

__ADS_1


"Kamu naik apa kak?"


"Taksi"


Saat mendengar jika Felix mau menggunakan taksi membuat Chandra menyerahkan kunci mobilnya. Karna mau bagaimana pun, Chandra paham apa yang saat ini sedang Felix rasakan.


"Bawa mobilku saja kak. Semoga kak Arin bisa segera sembuh. Kalau perlu apa-apa kamu langsung hubungi aku saja" Ucap Chandra sambil menyerahkan kunci mobilnya


"Terimakasih Chandra. Terimakasih. Maafkan semua yang sudah aku lakukan" Ucap Felix yang terdengar begitu pilu


"Sudah. Jangan minta maaf terus. Lebih baik sekarang kak Felix segera temui kak Ariana. Kasih dia semangat"


Setelah itu, Felix berjalan setengah berlari untuk segera bisa sampai ke mobil Chandra.


Sejak tadi Hana menatap Felix dengan kebencian. Ternyata wanita itu belum bisa memaafkan apa yang sudah Felix lakukan padanya. Karna ulah Felix, Hana hampir kehilangan nyawanya.


"Kenapa kamu segampang itu memaafkan dia mas. Apa kamu tau. Gara-gara dia aku hampir kehilangan nyawaku. Aku kecewa sama kamu mas" Ucap Hana sambil menatap Chandra


"Sayang, Kamu dengarkan aku dulu ya. Aku tau bagaimana perasan kamu. Tapi sebagai adik aku harus bisa mengerti bagaimana perasaan kakakku. Saat ini dia sedang menghawatirkan istrinya yang kritis sayang"


"Aku harap kamu mau mengerti ya" Ucap Chandra lagi


Chandra mendekat dan langsung memeluk Hana erat."Aku tidak akan membebaskan dia begitu saja sayang. Kak Felix masih akan mendapatkan akibat dari apa yang sudah dia lakukan" Ucapnya lembut


Mendengar perkataan Chandra membuat Hana mengangkat wajahnya"Janji ya mas" Ucapnya pelan


"Iya sayang"


Setelah itu. Andara dan Raiden keluar dari dalam. Mereka berdua mendekat ke arah Chandra dan juga Hana."Apa yang sebenarnya terjadi? Kenap Andara sampai menjadi korban penculikan?" Tanya Raiden sambil menatap Chandra


"Ceritanya sangat panjang. Lebih baik sekarang kita kembali ke restoran. Kasian Adrian menunggu di sana"


"Baiklah. Kita kembali ke sana" Jawab Raiden sambil melirik ke arah Andara


****

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa sampai Andara jadi korban penculikan" Tanya Adrian pada mereka yang baru saja tiba. Karna memang sejak tadi penasaran dengan apa yang sudah terjadi.


"Aku akan ceritakan lain waktu ya Dri. Saat ini lebih baik kita fokus pada acara ulang tahun Hana dan Dara" Jawab Chandra pelan


"Baiklah. Oh iya Hana, Dara. Kakak ada hadiah buat kalian berdua"


"Hadiah apa kak?"


Adrian tak menjawab. Pria itu hanya memberikan sebuah kotak bludru pada Hana dan Andara"Apa ini kak?" Tanya Andara penasaran


"Buka saja"


Betapa terkejutnya Andara dengan hadian yang di berikan oleh kakaknya. Wanita itu menutup mulutnya dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.


"Kakak mengingatnya?" Tanya Andara pada Adrian


"Tentu aku mengingat itu dek. Sejak dulu kamu menginginkan itu bukan. Aku sengaja membeli sepasang kalung itu. Untuk berjaga-jaga jika seandainya aku bertemu dengan saudara kembar kamu. Dan ternyata Allah mengabulkan harapan kakak"


"Eemm kakak. Dara tidak tau harus berkata apa. Tapi yang jelas terimakasih kakak. Kakak memang yang terbaik"


"Sama-sama"


Hana yang sejak tadi terdiam, Tiba-tiba saja menjatuhkan air matanya. Hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana penasaran. Ada apa dengan Hana?


"Kamu kenapa Hana? Apa kamu tidak bahagia dengan hadiah pemberian kak Adrian?" Tanya Andara sambil menatap Hana


Hana tak menjawab. Wanita itu hanya semakin tersedu. Entah apa yang sudah membuatnya menangis.


"Hei sayang. Kenapa kamu malah menangis. Apa kamu tidak bahagia?" Tanya Chandra sambil menangkup kedua pipi Hana


"A...aku nangis bukan karna sedih mas. Tapi karna aku bahagia. Tidak pernah menyangka jika aku memiliki saudara yang ternyata menyayangiku" Ujar Hana sambil menatap Adrian dan Hana


Setelah itu. Sekarang giliran Raiden yang akan memberikan hadiah pada Andara. Pria itu menatap Andara dengan sangat dalam.


"Dara. Aku ada sesuatu buat kamu"

__ADS_1


"Apa itu kak?"


Raiden tak menjawab. Pria itu hanya mengambil sebuah kotak dari saku jasnya. "Apakah kamu mau rujuk kembali dengan aku Dar?" Ucap nya sambil memperhatikan Andra dalam sambil menunjukkan sebuah cincin berlian yang sejak dulu sangat ingin Andara miliki


__ADS_2