
"Kamu mah gitu Wil. Selalu saja buat mama penasaran. Ayolah Wil, Jangan buat mama penasaran" Ucap mama Diana sambil menatap Wilda. yang sudah mengulum bibir
"Nanti kalau sudah waktunya Wildan akan cerita sama mama. Soalnya ini masih seperti bayangan ma. Takutnya kalau Wildan cerita sekarang nanti malah gak jadi mama kecewa deh. Jadi nanti aja" Ucap Wildan sambil tersenyum
Mendengar perkataan Wildan membuat mama Diana tak lagi bertanya. Wanita paruh baya itu paling tau bagaimana sifat anaknya. Terkadang Wildan memang suka bersikap tertutup kalau soal masalah pribadi.
"Oh iya Wil. Apa kamu sudah mengabarkan pada Raiden kalau mama sudah keluar dari rumah sakit?"
"Belum ma. Wildan lupa, Nanti kalau sudah sampai di rumah Wildan akan kabari kak Raiden"
"Iya Wil"
Di sepanjang perjalanan. Wildan tak henti-henti tersenyum. Pria itu terus teringat perkataan Nadia. Jika saat ini Nadia masih belum ada calon suami.
Entah kenapa perkataan itu berhasil membuat Wildan terasa begitu bahagia. Wildan sudah berencana akan melanjutkan niatnya untuk mendekati Nadia. Karna berharap kepada Andara rasanya sudah tidak mungkin. Mengingat Andara adalah wanita yang juga di cintai laki-laki yang ternyata kakaknya sendiri.
"Apa sebaiknya aku segera memberi tahu Nadia kalau aku mau mendekatinya. Tapi bagaimana nanti reaksinya. Apa Nadia akan memberikan respon seperti yang aku harapkan" Ucap Wildan dalam batinnya
Di Tempat Lain.
"Bagaimana mami. Kita mau cari mama Mayang kemana lagi? Aku benar-benar tidak menyangka jika mama Mayang akan melakukan hal itu mi" Ucap Dika pada Melati
Mendengar ucapan Dika membuat Melati mengambil nafas berat. Bukan hanya Dika yang merasa kecewa terhadap Mayang, Tapi Melati juga merasakan hal yang sama.
Wanita itu juga merasa sangat kecewa terhadap kakak angkatnya. Bukan hanya karna penghianatan yang sudah Mayang lakukan terhadap Mahendra. Tapi juga karna kebohongan Mayang tentang kedua orang tuanya.
"Mami juga masih sangat tidak menyangka dengan kak Mayang Dik. Dulu dia mengatakan seorang yatim piatu, Tapi ternyata dia masih memiliki orang tua yang lengkap"
"Iya mi. Dika juga sangat kecewa dengan mama Mayang" Ucap Dika yang terlihat begitu sendu
Tak lama kemudian. Wirayudo yang baru saja kembali dari luar langsung menatap penasaran dengan Melati juga Dika yang sudah terlihat saling diam. Melihat itu membuat Widayudo mendekat dan menanyakan apa yang sudah terjadi. Sehingga membuat mereka berdua saling diam.
__ADS_1
"Ada apa mi? Kenapa wajah kalian seperti itu" Tanya Wirayudo sambil mendekat ke arah Dika juga Melati
"Entah lah pi. Mami hanya merasa tidak percaya saja dengan apa yang sudah di lakukan kak Mayang"
"Memangnya apa yang sudah di lakukan kak Mayang?"
"Mami gak tau harus bagaimana menceritakan nya sama papi. Mami gak habis pikir dia seperti itu. Mungkin papi juga akan merasa sangat kecewa"
"Iya ada apa mi?" Tanyanya yang terlihat begitu penasaran
"Kak Mayang ternyata sudah tidak tinggal di rumah kak Mahendra. Kak Mayang ternyata ketahuan selingkuh dan memiliki anak dari pria lain"
Betapa terkejutnya Wirayudo yang mendengar perkataan Melati. Pria itu benar-benar tidak menyangka jika kakak iparnya sudah mengkhianati suaminya sehingga memiliki anak. Benar-benar di luar dugaan
"Apa! Kamu tidak sedang bercanda kan mi? Aku tidak menyangka hal itu"
"Iya pi. Beneran, Mami tidak sedang bercanda" Ucapnya
Di Tempat Lain
Andara dan Hana sudah bisa saling menerima jika mereka berdua adalah saudara kembar yang terpisahkan. Setelah 25 tahun, Mereka baru mengetahui fakta besar ini sekarang.
"Dar, Aku benar-benar tidak menyangka jika kita adalah saudara kembara" Ucap Hana pada Andara
"Aku juga Han. Rasanya masih seperti mimpi jika aku punya saudara kembar, Aku juga masih tidak menyangka kita adalah saudara" Balas Hana sambil menatap Andara
Setelah itu. Adrian mendekat dan langsung memeluk kedua adiknya. Pria itu mengangkat kedua sudut bibirnya. Adrian benar-benar merasa sangat bahagia. Akhirnya setelah sekian tahun hal ini selalu mengganggu pikirannya, Hari ini, Tepat di ulang tahun mereka berdua Adrian bisa mengatakan hal yang sebenarnya.
Pria itu merasa begitu bahagia dengan keadaan saat ini. Seenggaknya tidak ada lagi hal yang selalu menghantui pikirannya.
"Dara, Hana. Karna kalian sudah bertemu. Dan hari ini tepat di ulang tahun kalian yang ke 26 tahun, Kakak mau kita semua merayakan hal bahagia ini nanti malam. Biar kakak yang akan menyiapkan semuanya. Kalian berdua hanya tinggal datang saja.
__ADS_1
"Aku setuju kak. Pasti sangat seru kalau kita merayakan ulang tahun bersama. Aku benar-benar bahagia" Jawab Andara sambil mengangkat kedua sudut bibirnya
"Aku juga setuju kak" Jawab Hana sambil menatap Adrian dan Andara
****
Tanpa terasa hari sudah berlalu. Malam ini Andara dan Hana akan merayakan ulang tahun bersama di sebuah restoran yang sudah di siapkan oleh Adrian.
Kali ini Andara akan menggunakan baju yang sudah mereka beli siang tadi saat pulang dari restoran.
"Rasanya aku bahagia sekali. Malam ini aku akan merayakan ulang tahun bersama dengan saudara kembarku. Saudara yang tak pernah aku ketahui" Ucap Andara sambil menatap dirinya dari pantulan cermin
Andara menggunakan sebuah gamis berwarna Jingga dengan hijab berwarna hitam. Wanita itu sedikit memoleskan bedak juga lipstik berwarna merah ceri pada bibirnya.
Tok ..tok ..tok
Mendengar suara ketukan pintu membuat Andara berjalan ke arah pintu kamar, Wanita itu sudah bisa menebak jika itu sudah pasti Raiden. Karna Raiden juga sudah memutuskan untuk kembali ke Apartemennya dengan menggunakan kamar yang terpisah.
"Iya kak sebentar" Ucap Andara dari dalam kamar
Setelah pintu kamar terbuka. Raiden menatap Andara tanpa berkedip. Malam ini wanita itu benar-benar terlihat sangat cantik. Bahkan Raiden seperti tidak mengenal mantan istri yang sebentar lagi akan dia halalkan kembali.
"Cantik" Ucap Raiden dan langsung berhasil membuat Andara merona
Biarpun pujian ini bukan yang pertama kali untuk Andara, Tapi entah kenapa malam ini rasanya berbeda. Andara seperti merasakan hal lain dari dalam hatinya.
"Kenapa jantungku bertalu secepat ini. Kenapa aku malah seperti anak muda yang baru mengenal cinta" Ucap Andara dalam batinnya sambil menatap Raiden
"Kamu cantik sekali malam ini Dar. Aku jadi tidak sabar ingin menghalalkan kamu kembali" Ucap Raiden sambil menggenggam tangan Andara dengan penuh sayang.
Mendengar itu membuat Andara merona. Wanita itu merasa begitu salah tingkah dengan pujian yang batu saja Raiden ucapkan padanya."Aku sangat mencintaimu sayang" Pungkas Raiden lagi
__ADS_1