
Setelah tiba di ruang tengah. Langkah Dika dan Melati terhenti saat suara berat Subagio menerpa indra pendengaran Dika.
"Bagaimana tentang tawaran kakek yang tadi malam Dika. Apa kamu sudah memutuskan?" Tanya kakek Subagio pada Dika
Mendengar itu membuat Dika langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sang kakek.
"D....dika belum siap kek. Dika masih mau menjadi pria sukses dan membangun sebuah perusahaan dengan hasil kerja keras Dika sendiri kek" Jawab Dika berbohong.
Padahal sebenarnya Dika menolak tawaran tentang mau dikenalkan dengan seorang wanita karna yang Dika cintai adalah Andara. Istri kakaknya sendiri.
Sampai detik ini Dika belum tau jika Andara dan Raiden sudah berpisah sejak satu bulan yang lalu.
"Dika sama mami pamit dulu ya kek. Hari ini kita mau kerumahnya Mama Mayang" Ucap Dika pamit sama kakek Subagio
"Iya, Hati-hati di jalan ya"
Setelah itu Dika dan Melati keluar dari kediaman orang tua Melati.
Di Tempat Lain
Setelah di usir oleh Mahendra. Mayang keluar hanya dengan membawa barang-barang yang hanya dia belo dengan uangnya sendiri, Karna mobil serta hak lain sudah lebih dulu Mahendra sita dari Mayang.
Bukan maksud apa-apa Mahendra melakukan semua itu, Hanya ingin memberikan sebuah pelajaran saja pada Mayang atas apa yang selama ini sudah Mayang lakukan.
Apalagi kebohongan yang sudah Mayang lakukan sudah begitu fatal. "Astaga. Gak pernah terbayang sebelumnya kalau akhirnya aku akan di usir sama papa. Tapi bagaimanapun caranya, Aku harus bisa mengambil hati papa lagi. Aku tau betul jika papa sebenarnya masih sangat mencintaiku, Hanya saja saat ini dia sedang emosi" Ucap Mayang sambil melihat jam di layar ponselnya.
"Hari ini aku harus menemui papa dan minta maaf. Bukankah selama ini aku sudah menjadi istri yang sangat baik, Ya biarpun sebenarnya aku juga terpaksa" Ucap Mayang lagi
Setelah di usir dari kediaman Mahendra. Mayang memang memilih menginap di sebuah hotel yang harganya terjangkau. Karna semua uang yang dia miliki sudah habis untuk mengurus kasus Tisha.
Sehingga mau tidak mau, Mayang harus tinggal di tempat yang sesuai dengan keadaannya saat ini.
__ADS_1
Di Surabaya
Setelah merasa kepalanya sudah tidak terlalu pusing. Andara meminta Wildan untuk mengantarnya ke restoran. Namun sebelum itu Andara masih pamit terlebih dahulu pada Diana juga Raiden.
"Kak, Aku sudah mendingan. Boleh minta tolong antar aku ke restoran sekarang aja gak kak? Kalau kak Wildan gak bisa aku mau naik taksi kak" Ucap Andara pada Wildan
Sebelum menjawab Wildan masih melirik ke arah Raiden. Entah kenapa melihat raut wajah sanga kakak membuat Wildan menumbuhkan satu rencana yang kemungkinan besar akan membuat mereka untuk bersatu kembali, Biarpun saat ini Andara belum mengingat jelas siapa Raiden.
Tapi setidaknya Andara sudah tau jika Raiden adalah mantan suaminya.
"Eeeeem maaf ya Dara. Kayaknya aku gak bisa. Soalnya ini sudah waktunya aku jaga mama. Kak Raiden kan sudah mau balik ke kantor. Bagaimana kalau kamu bareng sama kak Raiden. Bukankan kalian memiliki arah yang sama?" Ucap Wildan tiba-tiba
Entah kenapa Wildan malah mengatakan hal itu. Padahal sebelumnya Wildan sudah sempat ada keinginan untuk memperjuangkan Andara, Kenapa sekarang sudah berubah, Kenapa Wildan seperti memang sengaja ingin mendekatkan mereka kembali.
Sebenarnya apa yang sedang Wildan rencanakan. Apakah pria itu akan mengikhlaskan Andara bersama dengan Raiden kembali setelah mengetahui fakta jika Raiden adalah kakaknya!
Raiden yang mendengar namanya di sebut langsung menoleh ke arah Wildan dan Andara.
Ini baru pertama kalinya Raiden mendengar Wildan memanggilnya dengan sebutan kakak. Mendengar itu membuat Raiden merasa sedikit bahagia.
"Iya nak Dara. Sebaiknya kamu bareng sama Raiden saja ya. Mungkin kamu belum tau jika Raiden ini adalah kakak kandungnya Wildan. Mereka berdua sama-sama anak tante" Ucap Diana lembut pada Andara
"Gak usah tante. Andara mau naik taksi saja. Semoga tante lekas sembuh ya, Andara pamit. Assalamualaikum" Andara mencium punggung tangan Diana.
"Kak Wildan aku pamit dulu ya"
Hanya kepada Raiden Andara tidak berpamitan. Jangan kan pamit, Melihat wajahnya saja Andara tidak minat. Memang Andara sendiri tidak bisa memungkiri jika wanita itu seperti ada menahan rindu yang teramat dalam.
Namun selain rindu, Andara juga seperti menahan goresan luka yang sudah mampu membuatnya merasa sakit.
Melihat itu membuat Raiden menundukkan wajahnya. Seperti inikah rasanya tidak dipedulikan.
__ADS_1
"Ma, Raiden pamit dulu ya, Hari ini Raiden masih ada meeting dengan beberapa klien, Dan sepertinya Rai sore baru bisa kesini lagi" Ucap Raiden pada sang mama
"Iya sayang gak papa. Kamu hati-hati ya"
"Iya ma"
Raiden melangkahkan kakinya yang terasa begitu berat. Pria itu masih belum menyadari jika ada Andara yang saat ini sedang mengantri obat di apotek. Wanita itu masih menebus resep obat yang sudah di berikan oleh dokter Madia.
"Atas nama Andara" Ucap seseorang penjaga apotek
Setelah namanya di panggil, Andara langsung mengambil obatnya dan keluar dari rumah sakit itu. Raiden sejak tadi hanya memperhatikan Andara tanpa mau mendekat ke arahnya. Pria itu masih yakin jika Andara akan merasa risih jika di dekati olehnya.
"Kenapa sulit banget nyari taksi" Ucap Andara sambil terus mencoba memesan taksi lewat aplikasi, Namun lagi-lagi Andara tidak mendapatkan
Sudah cukup lama Andara berdiri di sana. Hingga akhirnya Wanita itu memutuskan untuk berjalan kaki sambil mencari ojek.
Melihat Andara keluar dari area rumah sakit membuat Raiden langsung masuk ke dalam mobilnya.
Tiba-tiba saja hujan turun begitu saja. Dan membuat Raiden menepikan mobilnya tepat di sebelah Andara.
Tin...Tin...
Mendengar suara klakson mobil. Andara menoleh ke arahnya. namun sedetik kemudian wanita itu langsung berlari ke arah halte karna hujan yang turun semakin lebat.
"Ya ampun kenapa tiba-tiba hujan" Ucap Andara sambil mengusap hijabnya yang basah karna air hujan.
Raiden turun dari mobilnya sambil membawa sebuah payung di tangan kirinya. Pria itu berjalan ke arah halte.
Melihat kedatangan Raiden membuat Andara mengerutkan keningnya. Untuk apa pria ini datang kesini. Pikirnya
"Ngapain kamu kesini?"
__ADS_1