
" Seperti apa sih wanita yang menjadi istri kamu, sampai-sampai kamu menolak aku buat kembali lagi,"
_Nayla semakin kesal ketika mendengar Raiden yang begitu membela istrinya, disaat perdebatan itu masih berlangsung tiba-tiba suara lembut memanggil Raiden, karena menurut Andara suaminya sudah pergi terlalu lama, akhirnya wanita cantik yang sudah berstatus sebagai istri dari Raiden Mahendra ini memutuskan untuk menyusulnya. sebab sebelum pergi Raiden memang sempat memberitahu jika dirinya Akan membeli makanan ke sebuah restoran yang berada tepat di depan hotel penginapan nya,
" Kak Rai,"
Panggil Andara dengan suara lembut, seketika membuat Nayla menoleh dan melihat ke arah Suara yang memanggil Raiden,
" Eh dara, kamu udah bangun. Aku kelamaan ya perginya,"
Ucap Raiden dengan nada pelan,
" Iya kak, sebenarnya aku udah bangun dari tadi. terus aku gak nemuin Kak Rai dimana-mana, makanya aku mutusin buat nyusul kesini."
" Oh ya udah kita makan disini aja ya, kamu kan juga belum makan sejak kita sampai disini,"
Andara hanya mengangguk patuh, sementara Nayla dia masih sedikit terlihat kesal dengan sikap Raiden yang tidak memperdulikan keberadaannya, padahal 3tahun yang lalu saat dia meninggal Raiden. laki-laki ini masih sangat mencintai nya,
" Siapa wanita ini, kenapa dia terlihat dekat sama Raiden, apa dia istrinya.!!"
Gumamnya dalam hati, Nayla gak tau aja jika Raiden menikah hanya karena menggantikan adiknya Dimas, Pernikahan yang diawali tanpa cinta diantara keduanya. dan tak lama kemudian pria tampan itu akhirnya mengajak Andara untuk mencari tempat duduk yang masih kosong, karena memang sore ini restoran nya lumayan rame.Tak heran banyak pengunjung yang datang. sebab makanan yang di sediakan di restoran ini adalah makanan-makanan yang terkenal enak di negara Turki. selain makanannya enak, pelayanan yang di berikan pun memang membuat para pengunjung nya puas, begitu juga dengan tempat nya yang sangat bersih, Namun sebelum meninggalkan Nayla, akhirnya Raiden memperkenalkan Andara jika wanita cantik mungil yang saat ini berada di sampingnya adalah istri dari Raiden-
" Oia Nayla, kenalin ini Andara istriku."
belum juga Nayla menjawab, Pria tampan itu langsung mengajak istrinya pergi.
" Sayang, Kita cari tempat dulu ya, baru nanti kamu bisa pesan makan yang pengen kamu makan sejak dari Indonesia,"
Ucap Raiden seraya menggandeng tangan istrinya, Mendengar perkataan Raiden yang memanggil nya dengan sebutan sayang, membuat Andara mematung sejenak, dan bergumam dalam batin.
__ADS_1
"Kak Raiden manggil aku sayang, Kenapa aku jadi gugup dan deg degan gini ya!."
wanita cantik itu akhirnya mengangguk patuh dan mengikuti suaminya dari belakangnya, Biarpun Andara belum sepenuhnya menerima Raiden, tapi dia bisa mengkondisikan di depan banyak orang. mereka berperilaku layaknya pengantin baru pada umumnya, Raiden gak menyangka jika Andara bisa jadi partner yang sangat baik. setelah memesan beberapa makanan, Akhirnya seorang pelayan datang membawa makanan yang sudah di pesan mereka, "Silahkan tuan, Ucapnya dengan nada sopan, Karena kebetulan yang punya restoran ini adalah orang Indonesia. maka dari itu yang kerja di sana sebagian besar adalah orang Indonesia,
" Iya terimakasih ya,"
Balas Raiden pelan. Disaat makan itu berlangsung Andara tak sengaja melihat seorang laki-laki berjas hitam yang sedang berdiri di depan meja tepat di sebelah meja Andara. Wanita itu sejenak mematung dan sedikit mengingat sosok laki-laki yang ada di dekatnya, seketika dia memanggil laki-laki itu dengan sebutan kakak.
" Kak Adrian."
Ucapnya dengan nada yang lumayan keras. membuat pemilik nama seketika mencari sumber suara yang memanggil nya. Akhirnya laki-laki yang berusia sekitar 5thn lebih tua dari Andara ini menghampirinya,
" Loh, Andara, sama siapa kesini, karena memang lumayan lama tidak bertemu membuat Adrian pangling akan wajah Andara yang saat ini terlihat lebih cantik,"
" Kak, aku kangen,!!kenapa kakak gak pernah ngasih kabar buat aku dan mama, Mana istri kakak,?"
tanya Andara sama laki-laki yang di sebutnya kakak. sedangkan Raiden masih bingung dan bertanya-tanya,
gumamnya dalam batin. Andara pun langsung memeluk Adrian begitu juga dengan Adrian, karena memang dia sudah pergi dari rumah sejak 7tahun yang lalu, sejak mama Rara menentang hubungan nya dengan Bilqis, hanya karena Bilqis berasal dari keluarga biasa, Andara menangis haru, tak menyangka bisa bertemu lagi dengan kakak yang begitu menyayangi nya.
" Kakak,"
Ucap Andara dengan suara parau, Adrian yang melihat sendu adiknya,begitu terlihat jika adiknya benar-benar merindukannya,
" Dara adikku, ternyata kamu sudah besar sayang, Kamu cantik sekali,bagaimana kehidupan kamu setelah kakak pergi,"
tanya Adrian pada Andara, Karena Adrian tau jika hanya dirinya lah yang perduli terhadap Andara, sebab sejak orang tuanya sukses, mereka berdua banyak menghabiskan waktu diluar tanpa memperdulikan anak-anaknya,
"bagaimana keadaan papa dan mama,?"
__ADS_1
Wanita cantik itu tak langsung menjawab, dia masih terus memeluk erat kakaknya, tiba-tiba Raiden yang sedari tadi penasaran akhirnya memanggil Andara,
" Dara, siapa dia, kenapa kamu memanggil nya kakak."
Mendengar perkataan Raiden seketika Andara melepas pelukannya,
" Oia kak, kenalin ini kak Adrian, kakak aku."
Raiden masih terlihat cukup bingung dengan pernyataan yang di berikan oleh istrinya, karena memang dia tidak pernah tau jika Andara mempunyai seorang kakak,
" Hah, kakak!! Bukankah kamu hanya anak tunggal,"
ucapnya lirih,
" nggak kak Rai, aku bukan anak tunggal, Kak Adrian ini adalah kakakku, dia pergi dari rumah sejak 7tahun yang lalu, sejak aku masih duduk di bangku SMP, "
Mendengar jawaban Andara, Raiden terdiam sejenak dan mencoba mencerna penjelasan yang di berikan sang istri,
" Maaf kak, soalnya aku gak pernah tau jika dara punya saudara,Kenalin kak, Aku Raiden suaminya dara,"
ucap Raiden pada Adrian serta menjabat tangan kakak iparnya,
" Jadi dara sudah menikah, ??selamat ya,! apa jangan-jangan kalian kesini untuk berbulan madu,??"
Namun belum juga selesai bicara tiba-tiba telepon Adrian berdering, ada panggilan masuk yang mengharuskannya segera pergi, akhirnya Adrian pamit sama dara dan Raiden, dan sebelum itu sudah meminta nomor Andara,
" Maaf dar, Rai, kakak harus pergi. ada urusan mendadak, nanti kita ketemu lagi ya, sekalian kakak ajak istri dan anak kakak,"
" Yasudah kak, jangan lupa telfon aku ya kak"
__ADS_1
, jawab Andara Pelan. Setelah Adrian pergi dan Raiden juga sudah memesan makanan untuk di bawa pulang, Akhirnya pria tampan itu memanggil istrinya yang masih mematung dan melihat langkah kaki kakaknya,
" Dara, sebaiknya kita balik ke hotel sekarang ya, aku juga sudah memesan makanan untuk nanti malem,"