Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Siapa pelakunya


__ADS_3

Tak lama kemudian. Andara keluar dengan menggunakan gamis berwarna Navy pemberian Raiden 2 tahun yang lalu. Tepat di ulang tahun Andara yang ke 25 tahun.


Raiden yang melihat Andara menggunakan gamis itu tercengang sambil terus menatap wanita itu tanpa berkedip sedetik pun. Raiden jadi teringat saat dimana dia memberikan Andara hadian gamis itu. Ingatan Raiden terbawa pada kejadian dua tahun yang lalu.


Flashback 2 tahun yang lalu


Hari ini adalah hari yang paling di tunggu-tunggu oleh Raiden. Ini adalah tahun pertama dia merayakan ulang tahun untuk wanita yang saat ini sudah sah menjadi istrinya.


Sepulang bekerja, Raiden memtuskan untuk mencari kado ulang tahun yang akan dia berikan untuk Andara. Awalnya Raiden cukup bingung mau memberikan apa untuk kado Andara.


"Kira-kira apa ya kado yang pas aku berikan untuk Andara" Gumam Raiden sambil terus memikirkan apa yang pas dia berikan untuk Andara.


Pria itu langsung menepikan mobilnya saat melihat sebuah butik yang memang menjual berbagai model gamis terbaru.


Melihat butik itu membuat Raiden kepikiran akan membelikan Gamis untuk hadian yang akan dia berikan pada Andara.


"Ada butik muslim. Apa aku belikan Dara gamis saja ya. Saat ini dia kan sedang suka mengoleksi baju muslim" Ucap Raiden sambil turun dari dalam mobilnya.


Setelah tiba di dalam butik. Karyawan butik langsung menyambut Raiden dengan sangat sopan.


"Selamat sore pak. Ada yang bisa saya bantu?"


"Sore. Saya sedan mencari gamis yang modelnya sederhana tapi Elegan. Apa bisa bantu saya mencarikan gamis yang sesuai dengan keinginan saya"


"Mari ikut saya pak. Kebetulan sekali butik kami baru saja launching gamis dengan model terbaru. Sederhana tapi sangat elegan, Sesuai dengan yang bapak inginkan" Ucap Karyawan itu sambil berjalan menuju deretan baju muslim yang terlihat bagus-bagus. Raiden sampai bingung harus pilih model yang mana.


Setelah cukup lama memilih. penglihatan Raiden terfokus pada satu gamis berwarna navy. Gamis itu terlihat sederhana namun sangat elegan. Sangat cocok dan pas dengan apa yang Raiden inginkan.


Melihat itu membuat Raiden langsung mengambil gamis itu dan dia perhatikan dari ujung. Gamis ini sangat pas untuk Andara. Pikirnya.


Raiden tersenyum saat sudah menemukan gamis seperti yang dia harapkan. Pria itu benar-benar langsung jatuh cinta pada gamis yang saat ini sedang ada di depan matanya.


"Mbk, Tolong bungkus yang ini ya" Ucapnya pada karyawan di sana


"Baik pak. Apa sekalian sama hijabnya pak?"


Mendengar tawaran karyawan itu membuat Raiden mengangkat kedua sudut bibirnya. kenapa pria itu sampai tidak kepikiran soal hijab untuk di pasangkan dengan gamis itu.


"Boleh mbk.


10 Menit kemudian. Raiden sudah keluar dari butik itu dengan membawa paper bag di tangan kirinya. Senyum merekah terukir sempurna dari kedua sudut bibir Raiden.


Pria itu sudah membayangkan wajah bahagia Andara saat mendapat sebuah hadian yang akhir-akhir ini menjadi kesukaannya.


"Kado sudah. Sekarang aku tinggal pesan kue untuk nanti malam" Gumamnya dan mengambil ponselnya untuk memesan kue ulang tahun untuk Andara.


"Semoga kamu suka dengan hadian pemberian aku sayang" Ucap Raiden sambil melajukan mobilnya.


Namun sebelum itu. Raiden mengirim kan pesan singkat untuk Andara. Pria itu mengatakan jika malam ini Raiden ada lembur hingga pagi dan tidak bisa pulang malam ini.


Mendapat kabar seperti itu membuat Andara menunduk sedih. Wanita itu memejamkan kedua matanya lalu masuk ke dalam kamarnya.


"Apa kak Raiden tidak tau kalau nanti malam adalah hari ulang tahun ku" Ucap Andara yang terdengar begitu sendu.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Andara teringat akan Dimas. Setiap ulang tahun Andara, Dimas pasti akan selalu datang ke rumah Andara dan merayakan ulang tahun wanitanya.


Karna kedua orang tua Andara yang selalu sibuk sampai tidak pernah ada waktu untuk sekedar mengingat hari spesial bagi putri mereka.


"Seandainya saja Dimas masih ada. Pasti dia akan datang dan memberikan ku kejutan ulang tahun"Ucapnya sendu


Ini adalah ulang tahun pertama yang Andara lalui tanpa adanya Dimas di sampingnya. Setiap mengingat akan Dimas, Andara selalu menjatuhkan air matanya.


Wanita itu teringat setiap momen yang sudah Andara lewati bersama dengan Dimas. Begitu banyak kenangan manis yang sangat sulit untuk Andara lupakan.


"Kenapa kamu benar-benar ninggalin aku Dim. Kenapa kamu harus pergi secepat itu" Ucap Andara sambil memperhatikan foto Dimas yang ada di dalam ponselnya.


Tanpa Andara sadari. Jarum jam terus berputar. Wanita itu keluar dari dalam kamarnya. Saat ini Andara sedang ada di balkon kamar sambil menatap ribuan bintang.


Setiap sedang sedih, Andara memang selalu memutuskan untuk menatap ribuan bintang yang terlihat sangat indah.


"Kamu indah, Tapi tak bisa ku gapai" Ucap Andara sambil terus menatap satu-persatu bintang di atas langit.


Andara melihat layar ponselnya. Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 23:45. Andara menghembuskan nafasnya. Ternyata Raiden benar-benar tidak pulang hingga tengah malam begini.


"Apa kak Raiden benar-benar tidak ingat jika sebentar lagi adalah ulang tahun ku" Ucap Andara sendu.


Tak lama kemudian. Tiba-tiba saja lampu Apartemen nya mati dan membuat Andara menjadi panik. Karna Andara cukup takut dengan yang namanya gelap.


"Aduh. Bagaimana ini, Kok malah mati lampu" Ucap Andara pelan. Beruntung saat ini Andara sedang ada di balkon. Sehingga masih ada sedikit cahaya dari sinar rembulan.


Andara masuk ke dalam kamarnya, Betapa terkejutnya Andara saat melihat ada cahaya lilin dari arah ruang tamu.


Melihat itu membuat Andara menutup mulutnya. Dia sempat mengira jika Raiden tidak tau jika malam ini adalah ulang tahunnya yang ke 25 tahun.


"Kamu tau kak?" Tanya Andara setelah Raiden sudah ada di hadapannya


"Ya tau lah sayang. Segala hal yang berhubungan denganmu aku tau semua. Selamat ulang tahun istriku sayang. Panjang umur, Sehat selalu. Makin sholeha. Pokok doanya yang baik-baik ya sayang. Semoga apapun yang kamu inginkan cepat terkabul" Ucap Raiden sambil mencium kening Andara


Mendengar semua perkataan Raiden membuat Andara mengangkat kedua sudut bibirnya. Senyum merekah terukir jelas dari bibir Andara.


"Aku pikir kak Raiden gak tau kalau malam ini adalah malam ulang tahunku"


"Mana mungkin aku tidak tau sayang. Oh iya aku punya sesuatu buat kamu" Gumam Raiden sambil memberikan paper bag yang berisi sebuah gamis berwarna Navy.


Andara menerima pemberian Raiden dan dia langsung melihat isi dari paper bag itu. Kedua mata Andara membulat saat melihat isi dari paper bag yang ada di tangannya.


"Wah, Ini kak Raiden yang pilih?" Tanya Andar sambil menatap Raiden penuh rasa bahagia


"Iya sayang, Ini aku yang pilih. Apakah kamu menyukainya?"


"Sangat kak, Aku sangat menyukainya" Balas Andara dan langsung memeluk Raiden sangat erat


Kesadaran Raiden kembali saat suara Chandra mengagetkannya.


"Raiden"Panggil Chandra lagi


Mendengar namanya di panggil membuat Raiden tersadar dari lamunan kejadian 2 tahun yang lalu.

__ADS_1


"Liatin Nya begitu amat. Tau kalau memang masih cinta" Bisik Chandra tepat di telinga kiri Raiden


Raiden tak menjawab, Pria itu hanya mengalihkan pandangannya dari Andara. Pagi ini Andara benar-benar terlihat sangat sempurna.


"Maaf ya aku pinjem baju ini, Soalnya aku lupa gal bawa baju ganti" Ucap Andara sambil melihat ke arah Raiden


"Pakai saja. Itu memang baju milik mu" Jawab Raiden sambil terus menatap dalam Andara


"Lebih baik kita jalan sekarang. Lebih cepat lebih baik" Ucap Chandra sambil menggandeng tangan Hana


Sedangkan Raiden saat ini berjalan beriringan dengan Andara. "Chandra. Bagaimana kalau kita mampir sebentar ke kantor ku dulu, Soalnya aku sedang ada urusan penting. Sebentar saja" Ucap Raiden di sela langkahnya


"Baiklah. Tapi nanti aku sama Hana menunggu di mobil saja ya"


Raiden mengangguk dengan perkataan Chandra. Kali ini mereka memang hanya menggunakan satu mobil. Karna arah tujuan mereka sama, Bertemu dengan Adrian dan keluarga Hana


45 Menit kemudian. Mobil Raiden sudah tiba di depan perusahaan yang dia kelola, Raiden turun dengan mengajak Andara. Karna mau bagaimana pun, Andara masih menjadi sekretarisnya, Biarpun sudah tidak pernah hadir beberapa bulan ini.


"Dara, Kamu ikut sama saya sebentar" Ucap Raiden sambil menoleh ke arah Andara yang ada di kursi penumpang.


"Untuk apa?"


"Tidak usah banyak tanya, Kamu hanya perlu turun dan ikut masuk bersama saya" Gumam Raiden lagi


Akhirnya Andara mengikuti perkataan Raiden. Andara turun dan berjalan mengekor di belakang tubuh Raiden.


"Andara" Panggil seseorang yang dulu menjadi teman dekat Andara di kantor itu


Mendengar ada yang memanggil, Membuat Andara menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara.


"Berlin" Ucap Andara sambil melihat ke arah Berlin yang saat ini mendekat ke arahnya


"Kemana saja kamu Dar, Aku kesepian tidak ada kamu di sini" Pekik Berlin pada Andara


"Maaf ya Berlin. Aku sedang banyak urusan. Kita ngobrol lain kali ya, Ini lagi urgen" Ucap Andara dan langsung kembali melangkahkan kakinya mengejar Raiden yang sudah semakin jauh.


Di kantor ini memang tidak ada yang tau jika Raiden dan Andara sudah bercerai. Karna kabar perceraian Raiden hanya di ketahui oleh keluarga Mahendra saja.


Setelah tiba di dalam ruangannya. Raiden meminta Reno untuk memanggil kan om nya yang bernama om Arga, Selaku manager di perusahaan ini.


"Akhirnya kamu sudah kembali Rai" Ucap Om Arga sambil mendekat ke arah Raiden.


"Apa yang sebenarnya terjadi selama aku tidak ada om?"


Om Arga tidak langsung menjawab. Pria paruh baya itu masih mengambil nafas panjang sebelum mengatakan apa yang sudah terjadi pada perusahaan ini selama Raiden tidak ada.


"Jadi begini Arga. Ada tikus yang sudah berani mengambil data penting perusahaan ini. Beruntung om dengan cepat dapat mendeteksi siapa pelakunya" Terang om Arga


"Siapa pelakunya om?" Tanya Raiden begitu penasaran


"Pelakunya adalah"


Siapakah pelaku yang sudah menjadi tikus di perusahaan yang Raiden pimpin?

__ADS_1


__ADS_2