
30 menit berlalu, semua meeting telah selesai, dan raiden mengajak andara untuk langsung pulang, semua pekerjaan dia serahkan sama reno,
reno sudah menjadi orang kepercayaan raiden selama ini, reno juga pria yang cukup pintar, bisa di andalkan dalam segala hal.
" Reno aku sama andara pulang dulu, kamu tolong gantikan akau di kantor."
" baiklah kak, aku akan mengurus semua pekerjaan."
Setelah itu raiden langsung pulang, dan hari ini mereka berdua berencana akan pergi ke rumah orang tua raiden juga orang tua dara, untuk memberikan oleh-oleh yang sudah mereka beli.
di tengah perjalanan raiden meminggirkan mobilnya saat berada di dekat mini market, pria itu berencana membeli beberapa bahan makanan, karena belum sempat mengisi kulkasnya yang sudah kosong, sebab sudah lama apartemen itu tidak di tempati oleh raiden, namun pria itu selalu mengirim orang tiap seminggu sekali untuk membersihkan apartemennya,
jadi meskipun tidak di tempati, apartemen itu masih tetap bersih dan terawat,
" kenapa kita berhenti di sini kak?" tanya andara pelan
" Iya sayang, kita belanja dulu, kan kita belum sempat mengisi kulkas," balas raiden lembut
__ADS_1
Biarpun raiden orang yang dingin pada semua orang, tapi tidak dengan andara.
" Baiklah kak, ayo"
mereka pun melangkahkan kakinya menuju pintu mini market, namun tiba-tiba langkah kaki raiden dan andara terhenti saat seseorang memanggil nama andara, membuat yang punya nama pun menoleh ke arah sumber suara.
" Maaf siapa ya" tanya andara yang merasa tidak mengenalnya.
" Ini aku wildan, kakak kelas kamu waktu SMA" ucap laki-laki itu
andara terdiam dan mencoba mengingat nama wildan,
" Em ya aku ingat, apa kabar kak wildan, kenalin ini kak raiden suami aku" ucapan andara membuat laki-laki itu sedikit berasa kecewa.
Wildan bukan hanya teman andara, pria tampan itu sebenarnya sudah mencintai andara sejak andara awal masuk sekolah, saat masa orientasi siswa berlangsung,
" Maaf kak wildan, aku duluan" titahnya fan meninggalkan wildan yang masih diam tak bergeming,
__ADS_1
sedangkan raiden, pria itu diam hanya mengekor di belakang andara, mengikuti andara yang memilih beberapa barang yang akan dia beli, hingga troly itu pun penuh dengan berbagai barang buat persediaan selama 1 minggu.
andara memang tak begitu banyak membeli barang, mengingat hanya dirinya dan raiden yang akan memakannya, jadi wanita itu hanya membeli buat stok selama 1 minggu.
raiden menyerahkan 1 buah black card pada andara untuk membayar semua belanjaan nya.
" buat apa black card ini kak"
" Malai saat ini. aku mau kamu yang mengurus keuangan ku" titahnya lembut, sangat lembut
" ta....." ucapan andara terhenti saat tangan andara menutup mulut andara,
" aku tidak suka di bantah sayang"
Akhirnya andara pun menurut, dia mengambil black card itu dan segera ke kasir. setelah selesai membayar raiden yang membawa semua barang belanjaannya ke dalam mobil,
tanpa mereka sadari ternyata kegiatan andara dan raiden tak pernah lepas dari seseorang yang memakai jas dan kaca mata hitam, ya dia adalah wildan.
__ADS_1
Wildan masih mengamati andara dari dalam mobilnya, pria itu masih tidak menyangka setelah beberapa tahun tidak bertemu ternyata perasaannya pada andara masih tetap sama,
" ternyata setelah 5 tahun tidak bertemu kamu semakin cantik dara, dan perasaan ini masih tetap sama, kenapa kita harus di pertemukan di saat hati kamu sudah ada yang memiliki"