Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Kenangan masa lalu


__ADS_3

Mendengar itu membuat Andara merona. Wanita itu merasa begitu salah tingkah dengan pujian yang baru saja Raiden ucapkan padanya."Aku sangat mencintaimu sayang" Pungkas Raiden lagi


"Aku juga mencintai kak Raiden" Balas Andara sambil mengangkat kedua sudut bibirnya


Mendengar itu membuat Raiden tersenyum sangat bahagia. Ternyata harapannya tidak pernah sia-sia. Karna ternyata Andara juga memiliki perasaan yang sama seperti dulu. Tepat seperti harapan Raiden.


"Apa kamu sudah siap buat jalan sayang?" Ucap Raiden lembut sambil menggandeng tangan Andara


"Iya kak, Aku sudah siap" Ucap Andara sambil menatap Raiden begitu dalam


Wanita itu bisa melihat ada cinta yang begitu besar dari kedua mata Raiden. Andara masih bisa melihat jelas bagaimana kedua sorot matanya.


"Aku seperti melihat adanya cinta yang begitu besar dari kedua sorot mata kak Raiden" Ucap Andara dal batinnya sambil terus menatap Raiden


Setelah itu. Andara dan Raiden keluar dari dalam Apartemen sambil terus bergandengan tangan. Di sepanjang koridor tidak henti-hentinya Raiden dan Andara mengukir senyum merekah. Mereka berdua sampai tidak sadar jika saat ini mereka berdua menjadi pusat perhatian.


"Raiden" Panggil seseorang dari arah belakang.


mendengar namanya di panggil membuat Andara dan Raiden menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah belakang.


"Nayla" Ucap Mereka secara bersamaan


Ya. Orang yang sudah memanggil Raiden adalah Nayla. Wanita itu ternyata juga tinggal di Apartemen yang sama. Melihat keberadaan Nayla di sana membuat Raiden teringat akan kejadian 3 bulan yang lalu. Kejadian dimana Nayla dan Mayang berulah sehingga membuat Raiden terlihat marah seketika.


"Ayo sayang"Ucap Raiden sambil menarik tangan Andara.


Pria itu tidak memperdulikan Nayla yang sedang berjalan cepat ke arahnya, Tapi yang pasti saat melihat wajah Nayla membuat Raiden kembali teringat hal yang sudah membuat rumah tangganya bersama Andara berantakan.


"Raiden tunggu" Panggil Nayla lagi.


Namun lagi-lagi Raiden tak menggubris panggilan wanita itu. Raiden masih terus menggandeng tangan Andara sambil berjalan menuju Lift. "Raiden tunggu" Panggilnya lagi


Andara yang mendengar panggilan Nayla langsung merasa begitu penasaran. Kenapa Nayla sampai memanggil nama Raiden berkali-kali sambil berjalan cepat. Wanita menghentikan langkahnya.

__ADS_1


Raiden yang melihat Andara berhenti juga ikut menghentikan langkahnya"Ada apa sayang? Kenapa kami berhenti?" Tanya Raiden pada Andara


"Sebaiknya kamu dengarkan apa kata Nayla kak. Siapa tau saja memang ada hal penting yang ingin dia katakan" Ucap Andara sambil menatap Raiden.


"Tidak akan ada hal penting yang akan dia katakan sayang. Sudahlah, Aku sudah tau apa yang akan Nayla katakan. Lebih baik kita secepatnya ke Restoran itu. Saat ini Hana dan Adrian sudah pasti menunggu kita"


"Tapi kak. Siapa tau saja memang ada hal penting yang harus kamu tau. Kita dengarkan saja sebentar ya"


"Baiklah"


Karna paksaan dari Andara. Akhirnya Raiden mau untuk mendengarkan apa yang akan Nayla katakan. Walaupun rasanya sudah begitu malas untuk melihat wajahnya Nayla.


"Tapi ini karna kamu yang maksa ya sayang" Ucap Raiden pada Andara


"Iya kak. Siapa tau saja memang ada hal penting yang mau di katakan Nayla"


Tak berselang lama, Nayla pun tiba di depan mereka. Wanita itu mengambil nafas panjang karna terlalu lelah mengejar Raiden yang semakin mempercepat langkahnya.


"Cepat katakan. Apa yang mau kamu bicarakan. Aku tidak punya banyak waktu, Masih ada hal yang jauh lebih penting dari pada sekedar mengurus apa yang akan kaku katakan" Ucap Raiden yang terdengar begitu dingin


"Tidak usah bertele-tela. Katakan cepat"


"Ini soal orang yang sudah menabrak mama kandung kamu" Ujar Nayla cepat


Mendengar perkataan itu membuat Raiden mengerutkan keningnya. Pria itu melirik ke arah Nayla yang saat ini sedang menatapnya. "Apa maksud mu?" Tanya nya


"Iya, Ini soal siapa yang sudah menabrak mama kandung kamu Rai. Aku tau, Kalau selama ini tante Mayang bukan mama kandung kamu"


"Kenapa kamu bisa tau?"


"Tante Mayang yang sudah mengatakan semuanya. Dia mengatakan jika kamu hanyalah anak tirinya. Dan dia juga mengatakan jika mama kandung kamu sedang koma di rumah sakit"


"Dan yang bikin aku terkejut. Ternyata yang sudah menabrak mama kamu adalah, Tisha. Adik kamu sendiri" Terang Nayla

__ADS_1


Mendengar hal itu membuat Raiden terlihat begitu terkejut. Fakta apa yang baru saja dia ketahui. Yang sudah menabrak mama kandungnya hingga koma adalah adiknya sendiri. Adik yang selama ini tidak pernah Raiden ketahui.


"Apa!! Kenapa kamu bari mengatakan nya sekarang?"


"Karna selama ini tante Mayang mengancam tidak akan pernah merestui hubungan kita kalau sampai aku buka mulut"


"Aku tau hal ini sebelum perpisahan kalian. Maafkan aku Rai" Ucap Nayla dengan penuh penyesalan


"Memangnya kamu masih berharap aku mau menerima mu kembali. Setelah apa yang sudah kamu lakukan. Jangan ngimpi. Aku hanya mencintai Andara"


"Tapi setidaknya aku sudah mengatakan yang sejujurnya kepada mu Rai"


"Sudah selesai kan. Aku harus pergi"


Perkataan Nayla berhasil membuat Raiden terlihat begitu marah. Andara yang menyadari itu hanya bisa menatap Raiden sambil menggenggam tangannya.


"Jangan marah kak. Ingat malam ini adalah acara ulang tahun ku. Aku tidak mau kamu sampai emosi seperti itu" Ujar Andara sambil menarik tangan Raiden


"Kamu benar sayang. Aku tidak boleh merusak momen malam ini. Malam ini adalah malam yang sangat spesial"


Setelah itu, Raiden dan Andara meninggalkan Nayla yang masih terdiam di tempat. Perkataan Raiden sudah membuat kaki Nayla terasa begitu lemas.


"Aku tau aku salah Rai. Tapi apa sudah tidak ada lagi kesempatan itu untukku?" Ucapnya yang terdengar begitu lirih.


Raiden dan Andara keluar dari gedung Apartemen. Pria itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Di saat seperti ini membuat Raiden teringat akan masa-masa mereka masih awal-awal menikah.


"Dar, Apa kamu ingat saat pertama kali kita menikah. Waktu itu kamu masih sering menangis karna kepergian Dimas. Dan aku mesti selalu membawa kami jalan-jalan sambil mendengarkan lagu romantis" Ucap Raiden sambil menggenggam tangan Andara


"Iya kak. Aku masih teringat jelas bagaimana perjuangan kamu saat aku sedang terpuruk karna kepergian Dimas" Ucap Andara sambil membalas genggaman tangan Raiden


"Iya Dar. Aku masih mengingat setiap kamu sedih, Aku pasti akan membawa kamu untuk membeli eskrim dan kita akan memakannya di taman kota"


"Kak Raiden masih mengingatnya?"

__ADS_1


"Masih lah sayang. Semua kenangan perjuangan aku mendapatkan cintamu masih bisa teringat jelas. Semua sudah terekam jelas dalam ingatan ku" Ucapnya lembut sambil mencium tangan Andara


__ADS_2