Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Terlalu sakit


__ADS_3

Andara berjalan tanpa memperhatikan seseorang yang juga sedang berjalan ke arahnya. Hingga dia menabrak tubuh orang itu


"Andara" Ucap seorang laki-laki yang berdiri tepat di depan Andara


Mendengar dia menyebutkan namanya membuat Andara menautkan kedua alisnya. karna Andara tidak merasa kenal dengan orang itu


"Andara adikku" Ucapnya lagi sambil memeluk Andara


Mendapat pelukan mendadak dari orang asing seperti itu membuat Andara merasa sangat tidak nyaman. Apalagi dia merasa tidak kenal dengan pria yang memanggilnya dengan embel-embel adik!


"Maaf anda siapa? Kenapa tiba-tiba memeluk saya seperti ini. Bisa di lepaskan! Saya merasa sangat risih di peluk sama orang asing" Ucap Andara pada Andrian


Ya, dia adalah Adrian mahesa. Kakak laki-laki serta saudara satu-satunya yang Andara miliki. Namun sayangnya ternyata Andara juga tidak bisa mengenalnya karna sebuah kecelakaan kemarin.


Mendengar ucapan Andara membuat Adrian langsung terpaku di tempat. Bagaimana bisa adiknya sendiri tidak mengenalnya.


"Andara, Ini aku Adrian, Kakak kamu" Ucap Andrian sendu


"Maaf saya tidak mengenal anda. Apalagi anda kakak saya. saya tidak memiliki satu pun keluarga. Mungkin anda salah orang. permisi" Ucap Andara dan langsung berlalu dari hadapan Andrian meninggalkan dia yang masih terlihat begitu pias karna adiknya sendiri tidak bisa mengenalnya


"Andara. aku benar-benar kakak kandung kamu Andara" Ucapnya lagi dan berhasil menghentikan langkahnya untuk beberapa saat


Namun Andara hanya berhenti tanpa mau menoleh ke arah belakang.


Adrian hanya bisa menatap kepergian Andara dengan beberapa pertanyaan yang mulai terbesit dalam benaknya. Sebenarnya apa yang terjadi dengan adiknya sehingga tidak bisa mengenali kakaknya sendiri.


"Kenapa kamu tidak bisa mengenali kakak Dara. Apa yang sebenarnya terjadi sama kamu" Ucap Andrian pelan


Di tempat Lain


Saat ini Mahendra mencoba menghubungi Mayang dan menanyakan dimana keberadaannya saat ini. Pria itu sudah memiliki sebuah rencana untuk memberi pelajaran pada istrinya yang selama ini menyimpan banyak sekali kebohongan.


Mendengar ponselnya berdering membuat Mayang langsung menatap layar ponselnya yang memperlihatkan nama Mahendra di layar itu.


Melihat ada nama Mahendra membuat Mayang menatap malas dan terpaksa mengangkat telponnya agar Mahendra tidak pernah mencurigai bahwa selama ini dirinya hanya berpura-pura cinta.


📞: Halo pa. Ada apa telpon mama?


📞: Mama di mana ma. Papa sudah pulang karna semua urusan papa ternyata cepat selesai


Mendengar bahwa Mahendra sudah ada dirumahnya membuat Mayang jadi panik.


📞: A....apa! Papa sudah di rumah. Kenapa papa tidak bilang sama mama dari tadi


📞: Kan papa mau ngasih mama kejutan. Apa mama lupa ini hari apa?


📞: Hari apa memangnya pa?

__ADS_1


📞: Mama beneran lupa ini hari apa. Ini kan hari Anniversary pernikahan kita mama


📞: Oooh iya pa mama lupa.


📞: Mama dimana sih. Ayo dong cepat pulang. papa punya kejutan


Mayang tak bisa langsung menjawab. masih terlalu bingung dengan apa yang akan dia katakan pada Mahendra jika sebenarnya dirinya sedang ada di Surabaya


📞: Ma. mama masih di sana kan?


📞: I....iya pa. Nanti mama pulang. Tapi ini mama lagi di Surabaya ikut teman mama ziarah ke makam suaminya


📞: Di surabaya. Yaudah papa tunggu


Tut...tut...tut..


Setelah sambungan terputus Mayang melirik ke arah Tisha yang sedang ketakutan karna mendengar kabar bahwa ada seseorang yang mencari tau siapa penabrak kecelakaan kemarin


"Bagaimana ini ma. Tisha gak mau masuk penjara" Ucap Tisha pada Mayang


"Kamu tenang saja sayang. Mama akan selalu ada buat kamu. Tapi sekarang mama harus pulang dulu. kapan-kapan mama kesini lagi"


"Tapi ma"


"Sudah kamu tidak perlu takut. Mama akan menjadi orang terdepan buat melindungi kamu dari siapapun" Ucap Mayang dan langsung pamit untuk pulang


"Aku benar-benar tidak menyangka kamu sejahat itu Mayang. Lalu apa artinya selama 26 tahun ini. apa kamu hanya memandang hartaku saja" Ucap Mahendra


Di saat seperti ini entah kenapa membuat Mahendra tiba-tiba mengingat Diana mantan istrinya. Pria itu masih mengingat jelas bagaimana dia dulu mengkhianati Diana yang begitu setia dengan pernikahannya


"Maafkan aku Di. Aku menyesal sudah membuang kamu" Ucapnya begitu lirih


Setelah itu Mahendra masuk kedalam kamarnya. Kali ini Mahendra akan menemui Raiden yang memang juga sedang ada di Surabaya.


Namun sebelum keluar dari rumahnya, Mahendra mengambil ponselnya dan menelfon Raiden.Tak berselang lama panggilan telponnya langsung di angkat oleh Raiden


📞: Halo pa. kenapa?


📞: Kamu di mana Rai. Papa mau ngasih tau sesuatu sama kamu tentang


📞: Mama mayang


📞: Kok kamu bisa tau kalau papa mau membicarakan tentang Mayang


📞: Raiden sudah tau semuanya pa. Mama Diana yang sudah menceritakan semua kejahatan mama Mayang


📞: Mama Diana? Kamu bertemu dengan mama Diana Rai?

__ADS_1


📞: Iya pa. Sebenarnya beberapa hari ini aku menyuruh seseorang untuk mencari keberadaan mama kandung Raiden. Dan tadi malam mereka sudah memberitahu dimana keberadaan mama


📞: Jadi kamu sudah bertemu dengan mama kamu Rai?


📞: Iya pa. sekarang mama lagi di rumah sakit. Tapi sebentar lagi Rai mau ke kantor


📞: Oke. Kita ketemu di kantor


Tut....tut...tut...


Setelah sambungan terputus. Raiden pamit pada Diana dan akan kembali lagi nanti malam.


"Ma. Raiden pergi dulu ya. Raiden masih ada kerjaan. Tapi insyaallah nanti malam Rai kesini lagi"


"Iya Rai. hati-hati di jalan ya nak"


Saat ini di dalam ruangan itu hanya ada Diana dan Raiden. Karna Wildan sudah pergi sejak 1 jam yang lalu.


Raiden mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat. Sebelum pergi ke kantor Raiden masih ingin menemui Andara di restorannya.


1 Jam kemudian. Mobil Raiden sudah tiba di depan restoran milik Andara. pria itu memicingkan matanya saat melihat keberadaan Wildan di sana.


Melihat itu membuat Raiden turun dari dalam mobilnya dan menghampiri Wildan yang saat ini lagi mendekap Andara yang sedang menangis entah karna apa.


Saat Melihat Andara menangis dalam dekapan Wildan membuat Raiden menghentikan langkahnya. Pria itu memperhatikan dan mendengarkan pembicaraan mereka berdua dari balik tembok.


"Kenapa rasanya sesakit ini Dara. Apa iya aku harus bersaing dengan adikku sendiri" ucapnya yang terdengar begitu pilu


Raiden masih terus berdiri di balik tembok tanpa mau beranjak dari sana dan masuk menemui Andara juga Wildan.


"Bagaimana caranya agar aku bisa mengingat orang-orang yang berharga dalam hidup aku kak" Ucap Andara yang terdengar begitu lirih


Wildan semakin mendekap Andara dan membiarkan wanita itu menangis di atas dada bidangnya.


" Sudah jangan menangis lagi Dar. Aku tau ini sangat berat buat kamu. Tapi percaya sama aku, Kalau perlahan kamu pasti bisa mengingat semuanya" Ucap Wildan sambil membelai lembut Andara


"Tapi kak. Aku benar-benar bingung bagaimana caranya agar aku bisa mengingat masa laluku" Ujar Andara di sela isak tangisnya


"Kamu sabar ya. Perlahan tapi pasti kamu bisa mengingat semuanya. Mungkin saja dia memang benar-benar kakak kamu Adrian"


"Tapi kenapa aku juga harus lupa dengan kakakku kak. kenapa semua ini harus terjadi"


Melihat Andara di peluk oleh adiknya sendiri, entah kenapa membuat Raiden merasa jantungnya seakan berhenti berdetak.


Karna terlalu sakit membuat Raiden membalikkan tubuhnya. Di saat Raiden mau masuk ke dalam mobilnya, Tiba-tiba Wildan menoleh ke arahnya.


"Kak Raiden" Ucapnya

__ADS_1


__ADS_2