
Saat mengetahui jika ruangan rawat mama kandungnya ada di ruangan BUGENVIL membuat Raiden berjalan sedikit berlari agat segera tiba di sana.
Raiden mengambil nafas berat saat sudah tiba di depan ruangan BUGENVIL. Entah kenapa jantungnya berdetak lebih cepat saat sudah menemukan ruangan itu.
Di saat Raiden mau mengetuk pintu. Tiba-tiba terdengar suara wanita paruh baya yang sedang memanggil seseorang yang bernama Wildan. .
Mendengar itu membuat Raiden mengingat pria yang bersama Andara di foto yang di tunjukkan oleh Mayang beberapa waktu lalu.
"Wildan. kamu gak ke kantor nak?" Ucap Diana lagi
Hal itu berhasil membuat Raiden menjadi semakin penasaran dengan sosok yang dipanggil dengan sebutan Wildan.
"Gak mungkin Wildan itu kan! Dia gak mungkin Wildan yang sempat aku tuduh sebagai selingkuhan Andara. nama Wildan banyak. Jadi gak mungkin itu dia"
Raiden memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruang rawat inap yang menurut info dari orang suruhannya adalah ruangan mama kandungnya.
Ceklek...
Pintu terbuka tidak terlalu lebar. Raiden masuk secara perlahan sambil mengucapkan kata salam. Namun jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat adanya Wildan di dalam ruangan itu.
"Waalaikum salam" Ucap Diana serta Wildan secara bersamaan.
Melihat Wajah Raiden membuat Diana terdiam untuk beberapa saat. Wajah itu sudah sangat Diana rindukan.
"Raiden anakku" Ucapnya tanpa sadar dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.
Selama ini Diana memang selalu melihat Raiden dari arah kejauhan. Mendiang suaminya juga sudah tau jika Diana memiliki seorang anak laki-laki dari suami pertamanya.
Oleh karena itu. Diana dan Dirgantara akan melihat keadaan Raiden setiap sebulan sekali. Itupun hanya dari arah kejauhan. Karna Mayang pernah mengusirnya waktu Diana dan Dirga datang ingin menemui Raiden.
Sejak saat itu, Diana hanya bisa memperhatikan anaknya dari arah jauh.
Mendengar ucapan sang mama membuat Wildan menoleh ke arah pintu. betapa terkejutnya Wildan saat melihat keberadaan mantan suami Andara datang ke sana.
"Ngapain kamu kesini?" Ucap Wildan dingin
Raiden tak menjawab. Pria itu masih terus memperhatikan wanita paruh baya yang saat ini sedang duduk di atas ranjang rumah sakit dan sama-sama memperhatikan dirinya
"Mama" Ucap Raiden sendu
__ADS_1
Raiden berjalan mendekat ke arah Diana dan langsung memeluknya begitu erat. Inikah sosok mama yang selama ini tidak pernah Raiden ketahui.
"Raiden anak mama" Ucap Diana dan membalas pelukan anak sulungnya
Di saat Raiden dan Diana sedang melepaskan rindu. Wildan yang dari tadi tidak mengerti hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Fakta apa ini? Pikirnya
"Mama kenapa tidak pernah mengatakan jika mama adalah mama kandungnya Raiden" Ucap Raiden yang sudah mulai menangis
"Maafkan mama nak. Mama terpaksa melakukan semua ini. Mama hanya bisa memperhatikan kamu dari jauh. karna mama tiri kamu pernah mengancam akan membunuh kamu jika mama masih datang untuk menemui mu. Mama benar-benar minta maaf"
"Apa! Mama mayang mengatakan hal itu?"
"Iya nak. Mayang mengancam akan membunuh kamu jika mama masih nekad menemui kamu. Oleh karena itu mama tidak pernah datang ke hadapan kamu. Tapi perlu kamu tau, selama ini mama selalu memperhatikan kamu dari arah jauh"
"Aku tidak nyangka ternyata mama Mayang sejahat itu" Ucap Raiden lagi
"Tunggu-tunggu. Ini sebenarnya ada apa. Aku tidak paham. Kamu memanggil mamaku dengan sebutan mama?" Wildan yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi
Diana dan Raiden menatap Wildan yang terlihat begitu bingung. Wanita paruh baya itu menatap Wildan dan Raiden secara bergantian. Mungkin ini memang sudah saatnya Raiden dan Wildan tau hal yang sebenarnya.
"Kalian berdua adalah saudara" Ucap Diana tiba-tiba
"Apa! Dia saudaraku ma. Tapi bagaimana bisa aku memiliki saudara yang bodoh seperti dia" Ucap Wildan penuh penekanan
Wildan memang masih begitu kesal dengan Raiden yang mudah percaya perkataan orang lain. Hanya karna sebuah foto dia tega membiarkan Andara juga Bara pergi kala itu.
"Apa kamu bilang. Aku bodoh?'
"Iya. Kamu memang laki-laki terbodoh yang pernah aku temui. Bodoh dan bodoh. Bisa-bisa nya membiarkan istrinya pergi begitu saja hanya karna sebuah foto yang belum jelas kepastiannya"
"Aku seperti itu karna aku tau kalau kamu mencintai Andara istriku" Ucap Raiden
"Istri! Lebih tepatnya mantan istri kakak"
Diana yang melihat perdebatan kedua putranya langsung menghentikan mereka berdua.
"Kalian ini kenapa. Kalian sudah saling kenal?"
__ADS_1
"Iya ma. Dia adalah suami wanita yang selama ini selalu Wildan ceritakan sama mama. dia suami terbodoh yang pernah Wildan lihat"
"Apa kamu bilang, dasar menyebalkan. Tidak ada untungnya punya adik sepertimu. menyebalkan!"
"Lalu kamu pikir aku untung memiliki seorang kakak yang bodoh sepertimu. Tidak sama sekali" Balas Wildan tak mau kalah
"Dasar adik tak punya akhlak" Ucap Raiden yang begitu kesal dengan Wildan
"Sudah sudah cukup. Mama gak mau anak-anak mama bertengkar. Kalian ini saudara. Mama mau anak-anak mama akur"
Mendengar ucapan sang mama membuat Wildan dan Raiden terdiam. "Maaf ma" Ucap mereka secara bersamaan
DI TEMPAT LAIN
Andara keluar dari rumahnya dan memesan ojek online untuk mengantarnya ke perusahaan milik Chandra.
"Bismillah. Semoga hari ini semuanya lancar dan perusahaan itu benar-benar bisa investasi di restoran ku" ucap Andara pelan
45 Menit kemudian. Andara sudah tiba di perusahaan Chandra. Wanita itu turun dan berjalan sambil membawa beberapa berkas di tangannya.
"Permisi. Saya ada temu janji dengan bapak Chandra" Ucap Andara pada resepsionis
"Oh iya bu. Bapak Chandra sudah menunggu di ruang meeting. Mari saya antar" Ucap resepsionis itu sopan
Setelah tiba di ruangan meeting. Chandra menatap Andara yang hari ini terlihat begitu cantik. sampai-sampai membuat Chandra tak berkedip sedetikpun.
"Benar-benar seperti bidadari" Batinnya
"Assalamualaikum pak Chandra, Selamat pagi" Ucap Andara sopan
"Pagi"
Pria itu masih terus menatap Andara yang hari ini benar-benar sempurna.
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 14:00. Andara keluar dari Restoran miliknya. Hari ini hatinya benar-benar merasa begitu bahagia. Karna bisa mendapatkan investasi yang begitu besar.
"Alhamdulilah. Hari ini memang benar-benar bikin aku bahagia" Ucapnya
Di saat sedang bahagia seperti ini, Andara ingin datang ke makan Bara yang menurut Wildan adalah anaknya. Wanita itu ingin sekali bisa mengingat semua kejadian dalam hidupnya selama ini.
__ADS_1
Andara berjalan tanpa memperhatikan seseorang yang juga berjalan ke arahnya. Dan membuat tubuh mereka bertabrakan.
"Andara" Ucap orang itu