Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Sebenarnya Siapa!


__ADS_3

"Ya ampun, Kenapa malah hujan" Ucap Andara sambil mengusap jilbabnya yang sudah nash karna air hujan.


Tak lama kemudian. Ada Raiden yang turun dari dalam mobil dengan menggunakan payung di tangan kirinya. Pria itu berjalan ke arah Andara yang saat ini sudah melihat ke arahnya dengan tatapan tajamnya.


"Ngapain kamu kesini?" Tanya Andara dingin


"A....aku kesini mau mengajak kamu untuk bareng sama aku" Ucap Raiden ragu-ragu.


Sebenarnya dia sangat ragu untuk mengajak Andara pulang bersama. Raiden takut jika Andara akan menolak ajakannya.


"Tidak perlu. Aku akan menunggu taksi" Ucap Andara masih dengan ekspresi yang sama


"Ayolah Andara. Mau sampai kapan kamu menunggu taksi disini. Tidak akan ada taksi atau ojek yang akan lewat pada saat hujan seperti ini" Ucap Raiden lagi


"Apa perduli mu. Sudah sana pergi. Aku tidak membutuhkan bantuan dari orang menyebalkan sepertimu"


"Aku akan tetap disini sampai kamu menemukan taksi atau ojek online" Ucap Raiden sambil meletakkan payungnya dan duduk di samping Andara


Melihat Raiden duduk di samping nya, Membuat Andara mengangkat sudut bibirnya. "Ngapain duduk di situ!"


Mendengar perkataan Andara membuat Raiden mengambil nafas berat. Memang seperti ini lah sikap Andara yang sudah mampu Raiden pahami.


"Ini kan tempat umum. Terserah aku dong mau duduk di mana saja" Ucap Raiden sambil melirik ke arah Andara


"Kamu itu benar-benar menyebalkan ya. Sudah aku katakan, Aku tidak akan kau pulang bersama dengan pria sepertimu" Ucap Andara yang masih kekeh dengan apa yang sudah dia katakan.


"Mau sampai kapan kamu akan menunggu taksi tau ojek yang lewat disini. Hujannya sudah semakin besar. Apalagi di tambah angin seperti ini. Ayolah Dara. Ikut pulang bersamaku, Aku hanya tidak mau kamu kenapa-napa. jangan terlalu keras kepala" Ucap Raiden lagi


"Apa kamu bilang. Aku keras kepala. Benar-bener kamu itu ya" Pekik Andara sambil memukul Raiden.


Melihat Andara memukulnya seperti itu tidak membuat Raiden marah. Pria itu malah mengangkat kedua sudut bibirnya.


Melihat Andara seperti itu membuat Raiden seperti melihat Andara istrinya dulu. Di mana dia yang memiliki sifat keras kepala dan susah di bilangin.


"Sampai kapan aku harus menjadi orang lain dalam hidupmu Dara. Biarpun kita sudah berpisah, Tapi aku masih begitu mencintai kamu Rai. Buat aku, Kamu adalah segalanya"Raiden bermonolog dalam batinnya sambil menatap wajah Andara

__ADS_1


"Kamu itu pria paling menyebalkan yang pernah aku temui" Ucap Andara yang masih setia memukul Raiden pelan.


Tak lama kemudian. Terdengar suara petir yang begitu besar. Hal itu langsung mampu membuat Andara terdiam dan reflek memeluk erat tubuh Raiden. menyembunyikan wajahnya pada dada bidangnya.


"Katanya benci. Kenapa malah meluk-meluk seperti itu" Suara dingin itu kembali Andara dengar dengan sangat jelas.


Andara langsung melepaskan pelukannya dan menjauh dari tubuh Raiden. Hingga tak berselang lama. Suara petir itu kembali terdengar begitu nyaring pada indra pendengaran Andara juga Raiden.


Sebenarnya Andara sangat takut dengan suara petir, Namun mau tidak mau dia hanya bisa menutup mata serta telinganya sendiri.


Raiden yang menyadari tubuh Andara bergetar langsung mendekat ke arah wanita itu fan membawanya dalam dekapannya lagi.


"Jangan terlalu gengsi dan keras kepala. Kalau takut bilang saja takut" Ucap Raiden sambil mendekap Andara


Mendapat dekapan seperti itu membuat Andara mengingat sesuatu hal. Sesuatu yang sudah pernah dia lewati bersama Raiden saat di Turki beberapa tahun yang lalu.


'Aku akan selalu ada untuk menjadi tempatmu bersandar sayang' Suara itu terngiang jelas pada indra pendengaran Andara.


Namun Andara hanya bisa mendengar suara yang begitu familiar. Wanita itu tidak bisa melihat siapa wajah laki-laki yang sudah pernah mendekapnya.


"Apa pria itu adalah dia" Ucap Andara dalam batinnya


Setelah cukup lama terdiam dalam dekapan Raiden. Akhirnya Andara memutuskan untuk ikut bersama dengan Raiden.


"Yasudah. Kalau kamu maksa aku mau" Ujar Andara dan berhasil membuat Raiden tersenyum.


"Tidak ada yang memaksa nona! Udah berasa nyaman dalam dekapan aku?" Pekik Raiden lagi


Mendengar perkataan Raiden membuat Andara langsung menarik wajahnya dari dada bidang Raiden.


"Tidak usah banyak ngomong. Kalau memang mau mengantarku. Lebih baik kita pergi sekarang" Jawab Raiden dan bangkit dari duduknya.


Di tempat Lain


Setelah kepergian Mayang malam itu. Tisha sama sekali tidak berani untuk sekedar keluar dari dalam rumahnya. Wanita itu selalu bersembunyi di dalam kamarnya setiap kali ada orang yang datang bertamu kerumahnya.

__ADS_1


Setelah mendengar kabar jika tabrak lari yang sudah dia lakukan beberapa hari yang lalu sudah dalam penyelidikan polisi. Dan saat mendengar kata polisi membuat Tisha merasa hidupnya tidak tenang.


"Bagaimana ini, Aku tidak mau masuk penjara" Ucap Tisha sambil berusaha menghubungi mamanya. Karna memang hanya Mayang yang bisa membantunya keluar dari masalah sebesar ini.


1 Tahun yang lalu mungkin memang Tisha bisa terbebas dari hukuman. Tapi tidak untuk saat ini. Karna saat ini ada Chandra yang selalu memiliki rencana untuk mengusut tuntas masalah kecelakaan yang sudah menimpa Andara.


Tok....tok....tok..


"Tisha. Keluar dulu. Mau sampai kapan kamu mengurung diri di dalam kamar Tisha?" Tanya nenek Tisha


"Gak mau nek. Tisha mau di dalam kamar saja. Nenek jangan pernah memaksa Tisha untuk keluar dari kamar"


"Sebenarnya kamu kenapa Tisha? Tidak biasanya kamu seperti ini" Tanya Neneknya begitu penasaran.


Karna tidak ada yang tau tentang apa yang sudah Tisha lakukan selain Mayang. Kakek dan neneknya memang tidak ada yang tau jika Tisha sudah melakukan tabrak lari selama 2 kali.


"Tisha gak papa nek. Tisha lagi pengen sendiri saja" Teriak Tisha dari dalam kamarnya


"Baiklah"


Di sebuah perusahaan. Seorang pria tampan bertubuh tinggi tegap sedang meminta orang suruhannya untuk menemuinya di atas ruftor seperti biasa.


"Bagaimana tentang penyidikannya. Apa sudah ada titik terang tentang siapa yang sudah menabrak Andra?" Tanya Chandra pada anak buahnya


"Sudah tuan. Pemilik mobil dengan nomor polisi yang waktu itu di tunjukkan oleh seseorang penjaga kuburan bernama Tisha isabela. Seorang gadis berusia 19 tahun"


"Apa kalian tau di mana tempat tinggal wanita itu?"


"Sudah tuan. Tapi rumah yang menurut informasi tempat tinggalnya, Pintunya selalu tertutup rapat seperti tidak ada kehidupan di sana"


"Apa kalian sudah memastikan jika dia benar-benar tinggal di tempat itu?"


"Sudah tuan. Pihak kepolisian juga sedang mencari dimana keberadaan Tisha. Karna menurut yang saya dengar, Kejadian ini bukan hanya 1 kali. Tapi ini sudah terjadi untuk yang kedua kalinya"


"Apa" Ucap Chandra kaget

__ADS_1


Di Mobil Raiden


Sejak Andara masuk ke dalam mobil Raiden. Wanita itu sama sekali tidak melihat ke arah Raiden. Suara pria yang sempat muncul tiba-tiba masih bisa terngiang jelas pa


__ADS_2