
Pagi ini Andara juga Raiden sudah memakai pakaian rapi, karena Pria tampan itu sudah membuat janji untuk bertemu dengan dokter Clara, Dokter psikiater terbaik yang di pilih Raiden untuk menjadi dokter istrinya. Mereka akan pergi setelah sarapan, karena Mayang sudah menunggu untuk sarapan bersama,
Raiden membawa Andara ke meja makan seperti yang diminta sang mama, Mayang ingin pagi ini Andara sarapan di meja makan bersama,
"Dara, gimana keadaan kamu hari sayang,??"Ucapnya lembut pada wanita cantik yang saat ini duduk dihadapan nya,
"Andara Alhamdulillah mulai baik ma, hari ini kak Raiden mau bawa aku untuk bertemu dengan dokter Clara" balas Andara sopan
" Ya sudah, kalian sarapan dulu ya, mama sudah masakin Nasi goreng udang, kebetulan kan kesukaan kalian sama."
Perkataan sang mama membuat Raiden menghentikan suapannya dan sejenak menoleh ke arah Andara, begitu juga dengan Andara.
Akhirnya tatapan mereka bertemu, ini kali pertama Sepasang suami istri ini saling tukar pandang, membuat Hati Raiden entah kenapa berdetak lebih cepat seperti biasanya, Pria itu pun segera memalingkan wajahnya ke arah mamanya, serta sambil memakan nasinya kembali.
" Emangnya mama tau dari mana kalo dara juga suka nasi goreng udang?Tanya Raiden pada Mayang.
" Iya mama tau dari Dimas, sehari sebelum dia pulang dari rumah sakit. Adikmu banyak bercerita tentang apa yang di sukai Dara, Karena setelah kamu menikah dengan Dara, otomatis kan Dara juga ikut tinggal bersama kita sayang,! jadi Dimas memberi tahu mama semua tentang Dara"Balas Mayang pada Raiden sambil menoleh ke arah Andara.
Mendengar nama Dimas, air mata wanita cantik itu tak terbendung lagi, pelupuk matanya sudah di penuhi dengan butiran bening yang perlahan jatuh membasahi kedua pipinya, Raiden yang mulai panik takut Andara histeris lagi, akhirnya pria itu memegang tangan istrinya.
" Dara are you Ok??? "
Namun dara tak menjawab. wanita itu hanya terdiam dan semakin menangis, Melihat keadaan Andara yang begitu terpukul, Raiden hanya mengusap air mata Andara.
" Dara, menangis lah selagi itu bisa mengurangi beban mu, Setelah kamu lebih tenang kita baru berangkat untuk bertemu dokter Clara,"
" Ya sudah Rai, tenangkan dulu istrimu, jangan pergi sebelum dia tenang, Atau kamu coba aja bawa dara ke makam Dimas"ucap Mayang pada Raiden, Lalu pria itu mengajak Andara untuk pergi ke makan Dimas.
__ADS_1
" Andara, kalo kamu mau ke makam Dimas ayo aku antar, siapa tau kamu jadi lebih baik."
Andara tak menjawab, wanita itu hanya mengangguk perlahan, Raiden membawa Andara ke makam Dimas.
setelah sampai di sana, memang benar, Andara seperti sedang berbicara dengan seseorang, apa mungkin itu Dimas, Raiden hanya mematung melihat istrinya, dan membiarkannya melakukan apa pun yang bisa membuatnya tenang,
"Dara, Aku mengenalmu sebagai wanita tangguh, wanita kuat, Gak boleh cengeng! Kamu harus bisa mengikhlaskan aku, biarkan aku tenang disini , kamu harus bisa menerima kak Raiden, biar bagaimanapun dia sudah menjadi suami kamu, cobalah mencintai dia, aku mohon dara, Selamat tinggal dara, tolong jagain kakak buat aku ya,"Ucap Dimas sambil memeluk Andara,
" Ta.....tapi Dimas,!!"
Belum juga Andara selesai bicara bayangan Dimas sudah pergi meninggalkan nya, Andara mematung dan mencoba mencerna perkataan Dimas barusan, Air matanya sudah berkurang, dan kelihatan nya wanita itu sudah jauh lebih baik, Akhirnya Raiden memutuskan untuk segera pergi dari sana dan membawa Andara ke dalam mobilnya, Mereka akan pergi menemui dokter Clara, Namun di tengah perjalanan telfon Andara berdering, ad panggilan masuk dari sang mama,
📞"Halo ma, ada apa mama telfon aku,??"
Kali ini nada suaranya sedikit lebih serat Karna habis menangis,
📞" Oh.. nggak kok ma, ini dara cuma lagi flu aja, tadi malem suhu AC kamarnya kak Raiden terlalu besar, Ada apa mama telfon??
Andara berbohong kepada Sang mama karena tidak ingin Rara tau jika dirinya memang habis menangis,
📞" Itu sayang, Bisa kan nanti jam makan siang kamu kesini sama suamimu, mama ada sesuatu buat kalian, mama tunggu ya,"
" Insyaallah ya ma, nanti kalo sempat kita mampir ke rumah, soalnya ini kak Raiden mau bawa dara ke dokter psikiater, Dara tutup dulu telfonnya ya ma, tapi dara usahakan datang,!"
Panggilan pun langsung di putus oleh Andara, tiba-tiba Raiden refleks bertanya apa yang di omongin dengan mamanya, Karena tadi sempat mendengar bersama suamimu membuat Raiden penasaran,
" Dara, Apa kata mama, kok tadi kayak sebut sebut kakak, "
__ADS_1
"Oh itu kak, nanti jam makan siang mama nyuruh kita buat ke rumah, katanya ada sesuatu buat kita,"jawab Andara pelan.
akhirnya gerbang rumah sakit itu pun sudah mulai terlihat, setelah sampai Raiden memarkirkan mobilnya dan membawa Andara turun, serta langsung menemui dokter Clara yang sebelumnya sudah membuat janji, jadi tidak perlu antri lagi,
" Selamat siang dokter, saya Raiden yang tadi malam sudah membuat janji atas nama Andara,
" Iya pak Raiden, ayo silahkan duduk,"Ucap dokter Clara serta mempersilahkan sepasang suami istri ini untuk duduk,
Setelah beberapa menit konsultasi, Akhirnya dokter Clara memberikan arahan untuk Andara lebih menyibukkan dirinya, agar tidak selalu terbayang akan hadirnya Dimas, karena disaat sendiri akan membuat dirinya melamun yang bisa membuatnya histeris karena mengingat semua kejadian saat bersama Dimas.
setelah semua urusan dengan dokter Clara selesai, mereka tak langsung pulang, Andara juga Raiden akan mampir dulu ke rumah Andara, sesuai permintaan sang mama, Lumayan cepat sampai di rumah Andara, karena perjalanan tidak terlalu macet.setelah sampai di sana, sudah ada mama Rara dan papa Andara yang menunggu kedatangan mereka, ini pertama kalinya bagi Raiden datang ke rumah sang istri.
" Kalian sudah sampai, ayo kita masuk sayang, mama sudah masakin makan spesial"
Andara tak menjawab, wanita itu hanya mengikuti sang mama dan mengekor di belakangnya.
" Rai, kamu makan yang banyak, gak perlu sungkan, sekarang ini juga menjadi rumah kamu"Ucap mama Rara sambil tersenyum,
Mendengar itu membuat Raiden langsung mengambil makanan yang sudah sengaja dimasak Rara untuk menyambut kedatangan anak dan menantunya, Pria itu memakannya dengan lahap, biarpun menjadi ibu-ibu sosialita tapi mama Rara dulu selalu masak seperti ini sebelum Keluarga Andara sukses.
Dulu keluarga itu begitu hangat, namun setelah kesuksesan datang, kehidupan Andara berubah 180°, Mamanya terlalu sibuk dengan teman-teman nya hingga mengabaikan Andara, begitu juga dengan sang papa yang selalu sibuk bekerja, Setelah acara makan siang selesai, kini mereka sudah duduk santai di ruang keluarga, Mama Rara memberikan tiket hotel buat Andara dan Raiden bulan madu ke Turki
" Apa ini ma,?"
"Sayang pergilah berbulan madu, Ini hadiah pernikahan buat kalian dari mama dan papa, bukankah seharusnya orang setelah menikah itu berbulan madu, berbahagialah di sana sayang,"Ucap mama Rara dengan memberikan senyuman terhadap Andara juga raiden.
Hal itu membuat Andara dan Raiden saling tukar pandang, mengapa sang mama sampai kepikiran hingga sejauh itu, Raiden dan Andara saja tidak pernah terbesit untuk berbulan madu,
__ADS_1
Rara terus memohon kepada pasangan pengantin baru yang ada di hadapannya, dengan berat hati, Andara bisa menerima tapi tidak untuk bulan ini, apalagi minggu depan. hatinya masih terlalu berduka untuk pergi liburan