Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Sejuta kenangan


__ADS_3

Disepanjang perjalanan tidak ada obrolan di antara keduanya, sesekali andra mencuri pandang pada sang suami, di lihat dari samping seperti itu sudah sangat jelas jika raiden laki-laki yang begitu tampan, Hingga tanpa sadar andara mendaratkan satu kecupan di pipi kiri sang suami.


Raiden yang menyadari ada benda kenyal yang menempel di pipi kirinya, senyum merekah terukir jelas dari bibir tipisnya.


" Sayang, kamu sudah mulai nakal ya" pungkas raiden pada andara, wanita itu baru menyadari apa yang telah dia lakukan, saat mendengar perkataan raiden tentu saja itu membuat wajah andara semakin memerah, seperti buat stroberi yang sudah matang


" Eh, maaf kak, dara reflek saat melihat senyum kak raiden, eh" lirih andara menutup mulutnya sendiri.


" aduuuh, kenapa aku salah bicara" lirihnya dalam batin


" Sengaja juga gak apa-apa kok sayang, halal" pungkasnya santai dan semakin mengeratkan tautan genggamannya pada tangan andara


Wajah andara semakin merona setelah mendengar ucapan santai dari sang suami. wanita itu menatap keluar jendela untuk menutupi rasa gugupnya. Hingga tak lama kemudian. mobil raiden sudah tiba di kediaman orang tua andara. akhirnya wanita itu bisa bernafas lega. kemudian andara bergegas keluar mobil lebih dulu. dan mengambil oleh-oleh yang dia siapkan buat mama papa ya dan bi asih. tak lupa juga dengan barang yang di titipkan oleh adrian juga sudah mala simpan dalam tasnya.


Setelah mengambil barang oleh-oleh untuk mama dan papanya. Andara langsung masuk ke dalam rumahnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ternyata mama dan papanya sedang tidak ke kantor.

__ADS_1


" Assalamualaikum ma, pa" Ucap andara sambil menyalami kedua orang tuanya


" Waalaikum salam sayang, kamu kesini kok gak bilang-bilang nak,? tau gitu tadi mama nyuruh bibik buat masak" jawab rara


" tidak perlu ma, soalnya habis ini aku masih mau kerumahnya mama mayang, bibik mana ma?"


" bibik ya di belakang lah sayang"


Tak lama kemudian bik asih keluar dengan membawa minum juga beberapa camilan. setelah bik asih meletakkan barang bawaannya, andra bangkit dan memeluk asisten rumah tangga itu, " Dara kangen banget sama bibik, " pekiknya


Melihat andara memeluk bik asih, ada rasa iri dalam hati mamanya, pasalnya dara tadi menolak saat mau di peluk oleh sang mama, sedangkan sama asisten rumah tangganya, sangat terlihat jika dara begitu menyayangi bi asih.


Wajar jika andara lebih sayang pada asisten rumah tangganya dari pada sama mamanya, karna dari kecil andara memang lebih dekat dengan bik asih. kedua orang tuanya yang selalu sibuk akan urusan kerja mereka masing-masing. Membuat rara dan edwin lupa untuk memberikan kasih sayang akan andara dan adrian.


Bi asih lan yang memberikan kasih sayang dan perhatian yang besar buat mereka berdua, jadi tak heran jika andara dan adrian sudah menganggap bi asih seperti neneknya sendiri. Setelah puas memeluk bi asih, andra memberikan satu paper bag juga buat bi asih. dan tak lupa andara juga memberikan kotak bludru berwarna maron pada sang mama.

__ADS_1


Setelah memberikan itu, andara mengajak raiden untuk ke kamarnya, raiden hanya mengangguk patuh dan mengikuti dara dari belakang, melihat kepergian anaknya dengan sikap dingin seperti itu, membuat rara baru menyadari jika dia sudah salah karna telah membiarkan kedua anaknya tidak mendapat kasih sayang yang tulus darinya.


" Ternyata luka masa lalu sudah membuatmu dingin seperti itu pada papa dan mamamu sayang, aku baru tau, di balik sikap hangat dan ceria kamu, ternyata ada seribu luka yang kamu tutupi sendiri," lirih raiden dalam batin


Setelah sampai di lantai 2, andara menarik knop pintu dan mempersilahkan raiden untuk segera masuk, sesampainya di dalam kamar, raiden duduk di tepian ranjang, melihat ke sekeliling kamar dara, Menurut raiden kamar andara terasa nyaman, padahal ini pertama kalinya raiden masuk ke dalam kamar istrinya, Hingga tak sengaja netra raiden melihat sebuah foto di atas nakas samping tempat tidur,


Foto laki-laki dan perempuan. Menggunakan seragam putih abu-abu, di foto itu sangat terlihat jika mereka saling mencintai,


" Itu foto aku sama dimas waktu selesai ujian nasional kak" ucap dara tiba-tiba


" Terimakasih sudah pernah membuat dimas bahagia sayang" pungkas raiden sambil membawa andara dalam dekapannya.


Andara tak menjawab. wanita itu hanya meletakkan wajahnya dalam dada bidang raiden, Mengingat semua kenangan saat bersama dimas selama beberapa tahun, sejuta kenangan manis yang selalu terukir jelas dalam benak andara, Kenangan yang terkadang andara rindukan, masa-masa dimana dia selalu merasakan kehangatan saat bersama dimas,


Bayangan dimas mulai terbesit dalam memory andara. Jujur andara merindukan perhatian dan kasih sayang dari dimas,

__ADS_1


__ADS_2