Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Luka masa lalu


__ADS_3

" Pa aku ingin segera kembali ke indonesia" Rengek nayla pada papanya


Mendengar rengekan dari sang anak membuat bagaskara mengangkat sebelah alisnya.


" Kenapa tiba-tiba kamu ingin kembali ke indonesia sayang. bukankah dulu kamu sendiri yang bilang jika tidak mau kembali ke indonesia lagi" tanya sinta pada putrinya


" Iya itu dulu kan ma, 3tahun yang lalu. Sekarang nayla mau kembali ke indonesia secepatnya, nayla gak mau tau" pungkasnya merajuk


Nayla memang sangat panja pada kedua orang tuanya, biarpun saat ini usianya sudah 28 tahun tapi sifat manjanya tak pernah berubah. bagaskara dan sinta yang begitu menyayangi nayla selalu menuruti apapun yang nayla mau.


Sebab nayla adalah satu-satunya anak yang mereka miliki, nayla memang punya seorang kakak laki-laki. tapi sudah meninggal 15 tahun yang lalu karna sebuah kecelakaan. sejak saat itu kedua orang tua nayla selalu memanjakan putri semata wayangnya.


" Baiklah, besok kita kembali ke jakarta" suara berat bagaskara membuat nayla mengukir senyum


" Terimakasih papa" ucapnya sambil memeluk sang papa


Bagaskara pun membalas pelukan sang putri " Ada angin apa tiba-tiba kamu ingin kembali ke indonesia sayang,?" Tanya pria paruh baya itu yang penasaran dengan alasan sang anak.


" Eum nayla males di ganggu terus sama david papa, dia selalu datangin nayla ke kantor, itu sangat mengganggu nayla, Oleh sebab itu nayla mau pindah kerja dan tempat tinggal ke jakarta lagi, kota kelahiran nayla" ucapnya bohong. padahal alasan terkuat nayla ingin kembali lagi ke jakarta adalah raiden.


Wanita itu saat ini sedang terobsesi untuk bisa mendapatkan mantan pacarnya kembali. terlebih setelah bertemu dengan raiden beberapa waktu yang lalu. Dimata nayla raiden terlihat semakin tampan nan mempesona.


" Benarkah? memang david masih sering datang ke kantor kita, kok papa tidak pernah melihatnya"


" Iya itu karna nayla selalu mengusir david sebelum orang lain melihatnya, nayla risih jika harus terus menerus di ganggu sama david pa,"


" Sudah lah pa, bagus dong kalau nayla mau kembali ke jakarta. biar bagaimanapun semua keluarga besar kita kan ada di sana, selama 3 tahun kita sudah jauh dari mereka" sambung sinta


" Ya sudah. akan papa urus secepatnya, tapi papa masih harus stay di sini ma, soalnya pekerjaan papa masih banyak. Nanti kalau sudah beres semua papa akan menyusul untuk segera kembali ke indonesia"

__ADS_1


Meninggalkan percakapan nayla dan kedua orang tuanya. saat ini andara sudah siap-siap untuk pergi ke rumah mamah mertuanya dan bermalam di sana.


" Kak " Panggil andara pada raiden


" Iya sayang ada apa?" jawabnya lembut


" Nanti kita ziarah ke makamnya dimas ya kak, "


" Iya sayang nanti kita ziarah ke makamnya dimas ya, pasti dia seneng liat kita seperti ini" pungkas raiden sambil membawa andara ke dalam dekapannya.


" Oh ya kak, aku masih penasaran sama orang yang kemarin kita temuin itu. dia sebenarnya siapa kak?"


Mendengar pertanyaan andara dimas melepaskan dekapannya, pria itu mengambil nafas panjang lalu mulai menceritakan tentang dika pada istrinya. mendengar semua penuturan raiden andara mengangguk paham, wanita itu baru tau jika mantan kekasihnya memiliki saudara kembar, pasalnya selama 7tahun menjalin hubungan dimas tidak pernah memberitahunya jika dirinya memiliki saudara selain raiden, Saudara kembar pula.


" Jadi dia saudara kembarnya dimas kak, soalnya aku memang benar-benar gak tau tentang dia, dimas gak pernah cerita jika punya saudara kembar"


Di saat andara dan raiden masih berbincang, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar andara, yaitu mama rara


Tok...tok...tok...


" Dara, ini mama, bisa keluar sebentar gak nak?"


" Iya ma ada apa?" jawab andara sambil membuka pintu kamarnya


Setelah pintu kamar terbuka rara langsung memeluk erat andara yang masih terlihat dingin, andara memang selalu bersikap cuek kepada kedua orang tuanya. apalagi saat ingat tentang masa kecilnya, hal itu selalu membuat andara semakin bersikap dingin pada papa dan mamanya.


" Maafkan mama sama papa atas semuanya sayang, kita baru sadar selama ini mama dan papa tidak pernah mementingkan kamu dan adrian, mama sama papa hanya mementingkan kerja. kerja dan kerja, mama sampai lupa bagaimana cara menjadi orang tua yang baik" lirih mama andara dengan berlinang air mata sambil memeluk erat tubuh putrinya.


Mendengar permintaan maaf dari orang tuanya, membawa andara pada setiap kejadian masalalunya. masa lalu yang cukup menyedihkan.

__ADS_1


*Beberapa tahun yang lalu saat andara masih sekolah dasar, waktu itu setia ada pertemuan orang tua, andara selalu memohon kepada papa dan mamanya untuk hadir dalam acara itu, namun lagi-lagi kedua orang tua andara mengatakan jika ada hal yang jauh lebih penting. yaitu pekerjaan


" Ma, pa, besok ada pertemuan orang tua ke sekolah untuk membahas tentang ujian nasional katanya, papa sama mama tolong datang ya, kan selama ini bi asih yang selalu mewakili papa dan mama. kali ini dara mohon ya papa atau mama yang hadir" ucap andara memohon pada kedua orang tuanya


" Mama gak bisa dara, besok mama ada urusan yang jauh lebih penting, mama ada arisan dengan teman-teman mama, gak mungkin kan mama melewati hal itu hanya karna pertemuan sekolah kamu, mending papa aja ya" ucap rara dan langsung berlalu dari hadapan andara


" Gak bisa ma, papa besok ada meeting yang jauh lebih penting, bi asih aja ya, kan dia sudah biasa hadir dalam pertemuan itu," balas edwin


Mendengar jawaban dari kedua orang tuanya membuat andara kecil menangis dengan posisi duduk di lantai, tak lama kemudian adrian baru pulang sekolah langsung menghampiri andara yang sudah terisak karna kedua orang tuanya*.


" *Dara kamu kenapa dek?" tanya adrian yang baru saja tiba di rumah


" Mama sama papa jahat kak, hiks...hiks..." lirih andara dalam isak tangisnya


" jahat? maksudnya gimana, kakak gak paham dek, apa yang sudah mereka lakukan sampai bikin kamu nangis kayak gini?''


" Mama dan papa tidak ada yang mau hadir dalam acara pertemuan wali murid besok kak, mama dan papa lebih mementingkan urusan mereka, padahal aku pengen salah satu dari mereka hadir di pertemuan terakhir di sekolahku, dari dulu bi asih yang selalu mewakili mereka, kakak tau itu kan, hiks....hikss..."


Mendengar penuturan andara tangan adrian mengepal keras, bisa-bisanya orang tua mereka lebih mementingkan yang lain dari pada anaknya sendiri. adrian membawa andara dalam dekapannya.


" Sudah jangan nangis lagi ya, kan masih ada bibik yang mau hadir ke acara itu, nanti kakak juga akan ikut" pekik adrian mencoba menenangkan andara


Perlahan andara mengangkat wajahnya dan mengusap air matanya.


" Bener ya kak, kak adrian besok ikut hadir sama bibik" pinta andara sendu


" Iya kakak janji*"


Mengingat akan hal itu membuat air mata andara menetes, masih sangat sulit untuk memaafkan kejadian masa lalu yang cukup membekas dalam benak andara,

__ADS_1


__ADS_2