
*****
Setelah menempuh perjalanan selama 3jam, Akhirnya andara juga raiden telah sampai di Apartemen miliknya, Raiden memutuskan untuk pulang ke Apartemennya, Karena jika dia membawa andara pulang ke rumah orang tuanya raiden takut jika istrinya akan kembali murung..
" Kenapa kita kesini kak?" Ini apartemennya siapa?" Tanya andara penasaran
" Iya aku sengaja membawa kamu kesini, Mulai sekarang kita tinggal di apartemenku ya, Kamu mau kan sayang?"
" Iya kak, Aku mau tinggal disini berdua sama kak raiden"
Pria tampan itu pun memasuki lift untuk sampai di unit apartemennya yang berada di lantai 304, Tak berselang lama pintu lift pun terbuka,
Raiden membawa 2 koper besar miliknya juga milik andara. Sedangkan andara hanya membawa beberapa oleh-oleh yang sudah dia beli untuk orang tua mereka.
Setelah memasuki apartemen raiden meminta andara untuk segera istirahat, Terlihat dari wajahnya jika gadis itu sangatlah lelah, Namun raiden sendiri masih harus memeriksa beberapa laporan yang sudah beberapa hari ini iya tinggal,
Meskipun sudah ada reno sebagai asistem pribadinya tapi laki-laki itu juga ingin memastikan pekerjaan yang sudah ditinggalkannya.
" Sayang, Kamu masuklah ke kamar dan istirahatlah, Sepertinya kamu begitu lelah"
" Iya kak, Memangnya kak raiden tidak mau langsung istirahat?"
" Tidak sayang, Aku masih harus Memeriksa beberapa laporan keuangan kantor, Yang sudah aku tinggal beberapa hari. Kamu tidurlah dulu" Ucapnya lembut,
Biarpun sebelum menikah dengan andara laki-laki ini selalu bersikap dingin, Namun setelah menikah sikapnya berubah drastis, Menjadi sangat hangat kepada andara
__ADS_1
" Baiklah kak, Apa mau aku buatkan kopi/teh?"
" Boleh sayang, Aku mau teh saja, Aku tunggu di ruang kerjaku ya, Di sana." Gumam raiden sambil menunjuk ke arah ruangan kerjanya
5 menit kemudian andara datang dengan membawa nampan di tangannya, Nampan yang berisi teh min yang dari baunya saja sudah bisa bikin rileks
" Ini tehnya kak," Sambil menyodorkan teh mint hangat pada raiden" Semoga kak raiden suka ya,"
Raiden pun tersenyum dan meminum teh buatan andara, Laki-laki itu membelalakkan matanya, Ternyata rasanya begitu nikmat, Ditambah aroma minta yang mampu membuatnya sedikit rileks
" Ini teh mint?"
" Iya kak, Itu teh yang aku campur dengan daun mint, Kenapa rasanya tidak enak ya,? Karena kalau lagi lelah selalu minum teh mint seperti ini, Rasanya begitu menenangkan, Kalau kak rai tidak suka, Aku bikinin yang baru ya,"
" Siapa yang bilang tidak suka sayang, Justru aku menyukainya" Bisik raiden tepat di telinga andara dan sedikit menggigit daun telinga andara..
Deg!!!!
Jantung andara bertalu, Berdetak lebih kencang dari biasanya, Pipinya memerah..
Tanpa menunggu lama Akhirnya raiden menggendong andara ke dalam kamar mereka,
" Tidurlah sayang, Aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku" Ucapnya dan meninggalnya andara yang manis membulatkan matanya karna perlakuan raiden.
Sebelum keluar pun pria itu mencium lama kening andara, Terlihat jelas jika dia sangat menyayangi istrinya..
__ADS_1
30 menit kemudian raiden sudah menyelesaikan semua pekerjaan nya dan bersiap untuk segera tidur. Masih ada waktu 3 jam sebelum ke kantor.
Namun sebelum tidur pria itu memandangi wajah cantik andara yang sudah terlelap damai dalam tidurnya..
" Beruntung sekali aku bisa menikahi kamu dara, Kamu wanita yang sangat sempurna, Pantesan saja jika dimas sangat mencintaimu. Dan sangat memperjuangkan mu didepan orang tua kita, Ternyata kamu memang wanita yang pantas di perjuangkan, Aku janji akan selalu membahagiakan kamu"
Lirih raiden pelan sambil mengusap lembut rambut panjang andara yang sedikit menutupi wajahnya, Mengingat dimas membuatnya menjatuhkan air matanya, Biarpun selalu bersikap dingin, Tapi raiden sangatlah menyayangi Dimas.
" Kakak janji dimas, Kakak akan selalu membahagiakan andara, Kamu yang tenang di sana ya," Lirihnya pelan..
Tak lama kemudian raiden pun tertidur dengan memeluk tubuh mungil andara, Andara yang merasa ada tangan melingkar di pinggangnya pun tersenyum, Sudah biasa dia tidur dengan di peluk oleh raiden suaminya.
Malam berlalu, Andara sudah bangun saat mendengar bunyi alarm yang sudah dia pasang sebelum tidur. Karena hari ini wanita itu juga harus mulai masuk kerja lagi. Jam 5:00 Andara membangunkan raiden untuk sholat.
" Kak bangun, Ini sudah subuh, Ayo kak kita sholat berjamaah"
Namun raiden tak kunjung bangun, Pria itu hanya menggeliat pelan dan tertidur lagi,
" Kak, Ayo bangun kak, Kita sholat dulu" Bangun andara lagi, Hingga akhirnya raiden pun bangun dengan melihat andara yang sudah siap menggunakan mukenah..
" Sebentar ya sayang, Aku whuduk dulu" Ucapnya dan segera beranjak dari tempat tidurnya.
" Iya kak, Aku tunggu"
Sambil menunggu raiden yang masih ke kamar mandi. Andara akhirnya sudah menyiapkan 2 sajadah untuknya juga untuk suaminya.
__ADS_1