Pria Pengganti Untuk Andara

Pria Pengganti Untuk Andara
Salah sasaran


__ADS_3

"Masih lah sayang. Semua kenangan perjuangan aku mendapatkan cintamu masih bisa teringat jelas. Semua sudah terekam jelas dalam ingatan ku" Ucapnya lembut sambil mencium tangan Andara


Mendengar perkataan Raiden membuat Andara mengangkat kedua sudut bibirnya. Wanita itu juga masih teringat jelas bagaimana masa-masa awal pernikahan mereka.


"Aku pikir kak Raiden sudah lupa. Karna kan sudah 3 tahun yang lalu"


"Aku tidak pernah bisa melupakan apapun yang bersangkutan dengan mu sayang. Because I Love You So Much" Ucap Raiden yang terdengar begitu lembut dan tulus


Setelah itu, Suasana kembali hening. Entah kenapa tiba-tiba saja Andara teringat akan Dimas. Suara Dimas seperti terngiang begitu saja pada indra pendengarannya.


Aku sangat mencintaimu sayang. Hanya kamu satu-satunya harapan yang aku miliki. Aku akan berjuang melawan penyakit ini demi impian indah hidup bersamamu


Kata-kata itu tiba-tiba saja terngiang. Setiap mengingat akan Dimas. Andara selalu menjatuhkan air matanya. Wanita itu ternyata masih belum sepenuhnya bisa melupakan masa-masa indah bersama dengannya.


Masa-masa di mana mereka saling menguatkan. Masa di mana Dimas selalu menjadi orang terdepan yang menguatkan Andara. Begitu juga sebaliknya. Andara menjadi orang terdepan untuk menguatkan Dimas saat melawan penyakit ganasnya.


Raiden yang menyadari raut wajah Andara seketika langsung menghentikan mobilnya. Pria itu menatap Andara sambil menghapus air matanya pelan.


"Kamu kenapa Dar? Ada apa? Kenapa kamu sampai nangis seperti ini?" Tanya Raiden lembut pada Andara


Andara tak menjawab. Wanita itu hanya mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah Raiden yang saat ini sedang menatapnya begitu dalam.


"Tiba-tiba saja aku teringat akan Dimas kak. Aku merindukannya" Ucap Andara dengan kedua mata yang sudah mulai basah


"Bukan hanya kamu, Aku pun merindukan Dimas Dar. Aku juga begitu merindukannya"


"Bagaimana kalau besok kita ziarah ke makamnya Dimas kak? Sudah lama aku tidak datang kesana"


"Boleh. Besok siang kita ziarah ke makamnya Dimas ya"


45Menit kemudian. Mobil milik Raiden sudah tiba di sebuah restoran yang sudah mereka jadikan untuk merayakan ulang tahun Hana juga Andara.


Ternyata di sana sudah ada Chandra, Hana, Adrian juga Dania yang sudah menunggu kedatangan Andara dan juga Raiden.


"Maaf ya kak aku telat" Ucap Andara sambil mendekat ke arah Adrian

__ADS_1


"Tidak apa. Aku juga baru sampai kok Dar. Ayo silahkan duduk"


Tak lama kemudian. Acara tiup lilin pun langsung di lakukan. Tanpa mereka sadari. Ternyata ada seseorang yang saat ini sedang memperhatikan mereka yang terlihat begitu bahagia.


"Nikmati saja dulu kebahagiaan kalian. Karna sebentar lagi senyuman itu akan aku ganti dengan tangisan air mata" Ucapnya sambil memperhatikan mereka yang saat ini sedang tiup lilin


"Aku tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan apa yang sudah aku rencanakan dengan sangat rapi. Awas saja kamu Hana" Ucap Felix yang terlihat begitu menyimpan amarah rasa dendam.


Pria itu terus memperhatikan wanita yang dia pikir Hana. Tepat saat Andara mengatakan ingin ke kamar mandi. Pria itu langsung meminta orang suruhannya untuk menunggu hingga wanita yang dia pikir Hana sudah keluar dari dalam kamar mandi.


Namun ternyata Felix salah sasaran. Karna yang sedang ke dalam kamar mandi bukanlah Hana, Tapi Andara. Hana memang duduk berhadapan dengan Andara. Sehingga Felix tidak bisa melihat wajahnya.


"Aku ke toilet dulu ya" Ucap Andara dan langsung keluar dari ruangan VIP


Tanpa mereka sadari. Ternyata ada seseorang yang sudah mengikuti Andara ke toilet. Pria itu adalah saudara dari Chandra yang selama ini sudah selalu berusaha menghilangkan nyawa Hana hanya karna tidak ingin Hana mengatakan apa yang sudah dia lakukan.


30 Menit sudah berlalu. Namun Andara belum juga kembali ke tempat mereka. Raiden yang menyadari itu langsung merasa khawatir karna Andara sudah cukup lama tidak kembali.


"Ini Andara kemana ya. Kenapa belum juga balik dari tadi" Ucap Raiden yang sudah terlihat khawatir


Semua orang yang melihat raut wajah panik Chandra tentu saja merasa sangat penasaran. Ada apa? Kenapa wajah Chandra mendadak berubah panik seperti itu.


"Ada apa mas? Kenapa kamu seperti panik begitu?" Tanya Hana pada Chandra


Mendengar pertanyaan Hana membuat Chandra menoleh ke arah Hana dan juga melirik ke arah Raiden juga Adrian secara bergantian.


Raiden yang melihat lirikan Chandra langsung merasa curiga. Ada apa sebenarnya. "Ada apa?" Tanya Raiden sambil menatap Chandra


Chandra tak langsung menjawab. Pria itu mengambil nafas berat. Chandra masih bingung harus mengatakan apa. "Kok diem aja. Ada apa Chandra?" Tanya Raiden lagi


"Andara dalam bahaya" Ucapnya


Mendengar itu membuat Raiden mengerutkan keningnya. Apa maksud dari perkataan Chandra. Andara dalam bahaya? Bukankah Andara sedang ke kamar mandi.


"Apa maksud kamu Chan. Andara dalam bahaya?"

__ADS_1


Chandra tak lagi menjawab. Pria itu memperlihatkan sebuah rekaman video yang baru saja dia terima dari nomor tidak di kenal.


"Liat video ini" Ucap Chandra sambil memperlihatkan sebuah video seorang wanita yang ternyata adalah Andara


Melihat sebuah video yang sedang di putar membuat Raiden mengepalkan kuat kedua tangannya. Siapa yang sudah berani melakukan hal ini.


"Apa-apaan ini" Ucap Raiden yang terlihat begitu marah


Chandra menundukkan wajahnya. Karna dari ancaran yang dia dapat, Chandra sudah bisa menebak siapa yang sudah melakukan hal ini.


"Maaf Rai. Sepertinya dia salah orang" Ucapnya sambil menatap Raiden dan Adrian


"Apa maksudmu?"


"Aku tau siapa yang sudah melakukan hal ini. Aku akan bantu kamu buat menemukan Andara"


"Memangnya siapa pelakunya?"


"Pasti kak Felix" Tebak Hana cepat


"Siapa Felix. Dan apa yang sudah membuat dia menculik Andara? memangnya Andara punya salah apa?"


"Itu pasti karna aku"


Di tempat lain


Saat ini Andara sudah di bawa ke suatu tempat yang terlihat seperti gudang. Wanita itu di ikat serta dengan mulut yang di tutup dengan sapu tangan.


Sejak sampai di tempat ini Andara terus berusaha untuk melepaskan dirinya dari orang-orang yang sudah membawa paksa dari restoran ke tempat ini.


Hingga tak lama kemudian, Ada suara langkah kaki yang berjalan ke arah Andara. pria itu menatap Andara dengan penuh kebencian.


"Siapa kamu?" Tanya Andara setelah pria itu melepaskan sapu tangan yang dia gunakan untuk menutup mulut Andara


"Jangan pura-pura lupa ingatan. Ingat Hana, Tujuanku masih sama. Ingin melenyapkan mu dari dunia ini" Ucapnya sambil mendekat ke arah Andara

__ADS_1


"A....apa! Tapi aku bukan Hana"


__ADS_2